
Athena memutuskan untuk pulang dan meminta izin untuk pulang sendiri. Dengan air mata yang mengalir pelan di pipinya Athena keluar dari gedung rumah sakit itu dan menunggu papanya seorang diri dengan air mata yang terus mengalir.
Athena merasa Ny. Olivia telah membencinya karena mengira Athena mencintai laki-laki yang telah melakukan kejahatan terhadap putranya. Athena menangis sesenggukan mengingat bentakan dari Ny. Olivia. Gadis itu tidak menyangka sikap Ny. Olivia yang selalu manis dan hangat padanya bisa langsung berubah drastis dalam sekejap.
Axel yang duduk di sampingnya tak kuasa menahan air mata. Laki-laki itu merasa sangat kecewa dengan takdirnya sekarang yang tak mampu menghibur gadis itu. Bahkan sekedar memeluknya pun Axel tak mampu.
"Sayang, jangan mengira Mommy membencimu. Aku yakin Mommy tidak punya perasaan seperti itu padamu. Aku yakin Mommy masih sayang sama kamu," bisik Axel.
"Kak, Kakak ada di sini 'kan? Mommy sudah membenciku dan aku tidak tahu siapa di antara kalian yang mencintai Hani. Posisi Kakak telah bertukar dengan Hardy. Jika akhirnya aku harus dicampakkan seperti ini. Pergantian waktu nanti jangan muncul lagi di hadapanku ...." Athena menunduk sambil menghapus air matanya yang selalu mengalir.
"Kita akhiri saja hubungan kita sampai di sini. Aku tidak akan menyesali pertemuan kita, tapi jika Kakak masih menginginkan aku. Muncullah di pergantian waktu, aku akan menunggu Kakak," ucap Athena sambil menatap ke arah parkiran.
"Tidak Athena! Aku tidak akan mencampakkan kamu. Aku mencintaimu Athena, lebih baik tetap menjadi hantu seperti ini daripada berpisah denganmu dan harus bersama Hani. Nggak Athena! Aku pasti muncul di antara pergantian waktu. Aku akan buktikan kalau aku memilihmu, tunggu Athena. Tunggu aku sayang!" ucap Axel berbisik di samping Athena.
Tak lama kemudian Papa Athena datang, gadis itu segera menghapus air matanya dan menyusul ayahnya. Dengan senyum yang mengembang Athena segera menghampiri ayahnya.
"Mama bilang kamu minta jemput di sini? Ada apa? Siapa yang sakit?" tanya Papa Athena.
"Bukan Pa, Athena ke sini karena permintaan Nenek yang pernah Athena bantuin di sini. Nenek itu ingin ketemu Athena sebelum keluar dari rumah sakit ini," jelas Athena sambil berjalan ke parkiran.
"Oh ya kenapa?" tanya Papa Athena penasaran.
"Karena Nenek itu sayang sama Athena dan ingin kasih Athena hadiah," jawab gadis itu.
"Wah hebat anak Papa, jiwa sosialnya tinggi," ucap Papa Athena sambil merangkul putrinya.
"Anak IPS Pa, sosial nya emang harus tinggi," jawab Athena lagi sambil tersenyum.
Gadis itu menampilkan senyum tercantik di wajahnya untuk menutupi hatinya yang sedang terluka. Athena tak ingin ayahnya tahu kesedihannya. Meski dadanya terasa berdenyut tapi wajahnya terlihat riang. Berat, tapi Athena harus bertahan, di sepanjang jalan gadis itu berusaha membahas hal-hal yang membuatnya riang.
Athena bahkan memperlihatkan gelang mutiara yang dihadiahkan keluarga Nenek itu padanya. Karena jika tidak berusaha riang, Athena tak akan kuasa menahan tangisnya. Athena ingin segera sampai di rumah dan ingin menangis sejadi-jadinya.
Dan memang begitu, sampai di kamarnya Athena segera mengunci pintu kamarnya dan menangis sejadi-jadinya. Bersembunyi di bawah bantalnya agar suara tangisnya tak terdengar siapa pun. Ada keraguan di hatinya, apakah Axel akan memilihnya atau meninggalkannya. Karena sekarang Axel telah melihat sendiri kenyataan. Axel adalah putra keluarga Cullen yang sebenarnya.
Menjelang pergantian waktu Athena berdiri di depan jendela. Perasaannya sudah sedikit lega, namun kadang matanya masih berkaca-kaca.
"Tenanglah Athena aku akan muncul, aku akan memelukmu erat. Aku tidak akan melepaskanmu demi apa pun. Aku cinta kamu Athena, aku sayang padamu," bisik Axel.
Laki-laki itu pun menunggu pergantian waktu demi muncul di hadapan Athena untuk membuktikan kalau dirinya memilih Athena. Ingin membuktikan pada gadis itu kalau dirinya tidak mencampakkan Athena seperti yang di pikirkan gadis itu.
Pergantian waktu sudah mulai, terlihat cahaya siang hari sudah mulai meredup tapi Axel tak kunjung muncul. Athena mencoba bersabar karena dia sendiri tak pernah memperhatikan kapan tepatnya Axel muncul. Tapi hari sudah semakin gelap dan matahari benar-benar telah tenggelam. Malam sudah datang, pergantian waktu telah berlalu namun Axel tak kunjung muncul.
Athena terduduk di bawah jendela, menangis sejadi-jadinya. Axel tidak muncul, seperti permintaannya. Jika Axel memilih mencampakkannya maka laki-laki itu tidak perlu muncul lagi di hadapannya.
Athena tertunduk hingga menyentuh lantai, gadis itu menangis di sana hingga menempelkan pipinya di lantai. Semalaman Athena menangis, bahkan saat Mamanya memanggil untuk makan malam gadis itu hanya diam.
Keesokan harinya Athena demam, gadis itu tak makan malam dan tertidur di lantai. Mama Athena mengetuk pintu kamar gadis itu hingga berkali-kali. Dengan tubuh lemah Athena bangun dan membuka kunci pintunya.
"Kok di kunci sih sayang, Mama menyuruhmu makan malam kamu malah tidur. Kalau pintunya tidak di kunci Mama bisa bangunin kamu," tutur Mama Athena.
Athena hanya mengangguk lemah, melihat itu ekspresi Athena, Mama Athena langsung menempelkan telapak tangannya di kening anak gadisnya itu. Mama Athena terkejut, telapak tangannya terasa panas. Athena demam, ibunya langsung menyuruh Athena kembali berbaring.
"Bibirmu pucat sekali sayang, badanmu juga panas. Sudah! Jangan sekolah dulu, nanti kita ke dokter," ucap Mama Athena.
"Nggak Ma, Athena nggak mau ke rumah sakit. Athena nggak mau ke dokter. Athena minum obat turun panas aja trus tidur," ucap gadis itu pelan.
Mama Athena mengangguk meski tak begitu setuju.
"Nanti Mama bikinkan kamu bubur dulu ya, abis makan kamu minum obat. Setelah itu baru kamu tidur ya sayang," ucap Mama Athena sambil menyelimuti putrinya.
Badan Athena terasa panas namun gadis itu terlihat menggigil. Mama Athena segera membuatkan bubur untuk putrinya. Athena memejamkan matanya yang terasa panas. Menutup matanya justru membuat bayangan Axel muncul. Tersenyum seperti biasanya menyambut Athena yang mulai bisa melihatnya.
Namun sejak tadi malam laki-laki itu tak muncul lagi begitu pun pergantian waktu pagi ini. Athena menoleh ke arah jendela yang telah memancarkan sinar terang. Air mata gadis itu kembali mengalir.
Kak Axel tidak muncul, artinya dia tidak ingin bersamaku lagi, batin Athena.
Gadis itu tak kuasa menahan kesedihannya, menutup matanya dengan sebelah tangannya. Lalu menangis terisak, hati Athena tak kuat menerima kenyataan ini. Athena yang tadinya bahagia mendapatkan hadiah dari Nenek itu justru akhirnya membuka tabir rahasia Axel serta banyak hal terjadi.
__ADS_1
Saat Mama Athena datang gadis itu langsung membalik tubuhnya untuk segera menghapus air matanya. Athena menyantap bubur buatan Mamanya segera, gadis itu ingin segera beristirahat kembali. Setelah meminum obat turun panasnya Athena kembali tidur dan berharap saat bangun nanti kesedihan Athena telah berkurang.
Sore itu Tn. Tom Cullen datang ke rumah Athena dan bertemu dengan Ny. Anna.
"Maaf mengganggu istirahatmu Anna, saya datang ke mari untuk mengajak Athena menjenguk Axel di rumah sakit," ucap Tom Cullen.
"Axel sakit? Oh ya ampun kenapa bisa barengan gini ya?" tanya Anna pada diri sendiri.
"Kenapa Anna?" tanya Tom Cullen.
"Begini, tadi pagi badan Athena panas. Athena demam jadi saya suruh istirahat. Makanya saya bilang kenapa Athena dan Axel bisa sakit berbarengan? Axel di rumah sakit sedangkan Athena demam di rumah," jelas Anna.
"Oh, maaf saya tidak tahu. Saya pikir Athena baik-baik saja. Karena saya pikir jam segini sudah pulang sekolah makanya saya susul ke sini," ucap Tom Cullen.
"Maaf ya Kak Tom, tolong sampaikan maaf kami sekeluarga belum bisa menjenguk Axel di rumah sakit," ucap Anna.
"Tidak apa-apa, justru kami yang meminta maaf karena tidak sadar kalau Athena juga sedang sakit," ucap Tom Cullen.
Ayah Axel itu pun meminta diri dan kembali ke rumah sakit. Ny. Olivia terlihat kecewa saat melihat suaminya cuma datang seorang diri.
"Athena nggak mau datang yang Dad?" tanya Olivia dengan raut sedih.
"Bukannya nggak mau datang Mom tapi nggak bisa. Athena juga sedang sakit. Tadi saja aku tidak ketemu dengan Athena karena dia sedang istirahat," tutur Tom Cullen.
"Athena sakit? Ya ampun, ini pasti gara-gara ucapanku. Athena pasti sangat sedih, dia pasti terguncang. Bukannya berterima kasih aku justru malah membentaknya. Anak itu pasti sakit karena aku Dad," ucap Olivia yang langsung menangis di dada suaminya.
Ny. Olivia bisa merasakan hati Athena yang terguncang karena ucapannya. Karena raut Athena yang langsung berubah sedih. Ny. Olivia membayangkan betapa sedihnya hati Athena. Sikapnya yang selama ini begitu hangat padanya langsung berubah dalam sekejap.
"Aku bahkan mengusirnya, kenapa aku tega mengatakan kata-kata kejam seperti itu. Sampai sekarang aku masih terbayang wajahnya yang tertunduk sedih, anak itu langsung menangis. Tega sekali aku mengucapkan itu Dad. Aku ingin ke rumahnya, aku ingin minta maaf. Aku ingin dia tahu aku sayang padanya. Kita masih bisa mengenalkan Axel kita padanya. Aku masih ingin dia menjadi menantu kita Dad," ucap Olivia menangis dan menyesal.
"Jangan sekarang sayang, biarkan Athena istirahat. Nanti kita temui dia sama-sama ya," ucap Tom Cullen.
Ny. Olivia mengangguk namun masih menangis, Tn. Tom Cullen mengusap punggung istrinya.
Beberapa hari kemudian kedua orang tua Axel itu kembali menemui Athena. Karena tak sabar ingin bertemu Athena, Ny. Olivia bahkan mencari Athena hingga ke sekolah. Gadis yang termenung itu di kagetkan oleh seseorang yang menegurnya.
"Athena! Ada yang mencarimu itu," teriak seorang siswa yang langsung mengagetkan Athena.
Benar, jika tidak di kagetnya, gadis itu tidak akan mendengarnya. Ny. Olivia sedih memandang gadis itu dari balik jendela kaca kelas. Terlihat Athena hanya duduk sendiri dengan tatapan mata yang kosong.
Athena menoleh setelah di kaget siswa itu. Setelah beberapa kali memanggilnya namun Athena tak menanggapi, siswa itu akhirnya menyadarkan Athena dengan bentakan keras dan pukulan tangannya di meja.
Athena menoleh namun tak tahu apa yang diucapkan siswa itu. Matanya hanya mengikuti arah telunjuk siswa itu yang menunjuk ke arah Tn. Tom dan Ny. Olivia. Athena langsung terkejut menatap ke arah dua orang itu.
Tn. Tom dan Ny. Olivia langsung tersenyum saat melihat Athena menoleh. Athena berdiri dan melangkah mendekati kedua orang tua Axel itu. Bermacam-macam pertanyaan muncul di kepalanya namun sayangnya semua pertanyaan itu mengarah ke arah yang buruk.
Terlebih lagi terakhir kali bertemu dengan Ny. Olivia, nyonya kaya itu membentak dan mengusirnya. Athena mendekati mereka dengan ragu-ragu. Dadanya terasa perih namun berusaha tegar menghadapi kedua orang tua yang dulu pernah menyayanginya itu.
Ny. Olivia terenyuh melihat tatapan Athena yang terlihat takut padanya. Nyonya itu langsung memeluk Athena dan menangis. Ny. Olivia meminta maaf pada Athena bahkan mencium kedua pipi gadis yang telah dianggap seperti putrinya sendiri itu.
Athena menatap heran kedua orang tua itu secara bergantian. Tn. Tom Cullen mengangguk dan tersenyum, Athena membalas sekilas senyuman itu. Entah apa yang ada dalam pikirannya.
"Sayang bisa kita bicara sebentar, kami sudah meminta izin untuk bicara denganmu," ucap Olivia.
Mereka mengajak Athena ke sebuah restoran untuk sekalian mengajak Athena makan siang. Karena gadis itu yang hanya diam di kelasnya sementara semua siswa menikmati makan siang mereka di kantin.
"Mari Athena silakan dinikmati hidangannya," ucap Tom Cullen.
Athena mulai menyantap makanannya, gadis itu dengan patuh mengikuti ucapan kedua orang tua itu. Ny. Olivia sedih melihat perubahan sikap Athena. Wajah gadis itu terlihat selalu sedih, ragu-ragu dan pendiam. Mata Ny. Olivia berkaca-kaca, sedih melihat perubahan sikap Athena terhadapnya.
Gadis itu seolah-olah menjaga jarak dengannya. Hanya melakukan sesuatu yang disuruh dan lebih banyak diam.
"Mommy penasaran, bagaimana kamu bisa tahu tentang tahi lalat di dada Axel? Padahal kamu belum pernah bertemu Axel sebelumnya," tanya Olivia.
Mata Athena langsung berkaca-kaca, mengingat yang ditanyakan Ny. Olivia adalah laki-laki yang dicintainya namun sekarang meninggalkannya.
"Nyonya tidak akan percaya dengan cerita saya," ucap Athena.
__ADS_1
"Apa?" tanya Olivia dengan suara dengan agak keras.
Membuat Athena kaget, terlihat kilau di mata Athena. Ny. Olivia bukan berteriak karena marah namun kaget karena panggilan Athena yang telah berubah padanya.
"Nyonya ...,"
"Kenapa kamu memanggilku Nyonya, apa aku ini orang asing bagimu?" tanya Olivia.
"Nyonya bukan siapa-siapa lagi bagiku, karena kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Hubunganku dengan Kak Axel telah berakhir," ucap Athena.
"Bukan dengan Axel palsu itu, aku tidak peduli terhadap laki-laki itu. Aku hanya peduli dengan Axel putraku, kamu masih bisa melanjutkan hubunganmu dengan putra kami, benar-benar putra kami. Kami akan kenalkan kamu pada putra kami. Kami yakin Axel juga pasti akan menyukaimu," jelas Olivia.
"Memang itu yang saya maksudkan Nyonya. Hubunganku dengan putra Nyonya yang sesungguhnya memang telah berakhir," ucap Athena.
"Apa? Hubunganmu dengan putraku yang asli? Kapan kalian bertemu? Dia telah koma selama hampir lima tahun," ucap Olivia.
"Kami telah bertemu dan berpacaran selama ini nyonya. Saya telah bertemu dengannya awal tahun ajaran baru. Kami telah berpacaran selama berbulan-bulan, tapi ...,"
"Tidak mungkin, dia tidak pernah bangun sedetik pun sejak jatuh dari rooftop sekolah itu," sela Tom Cullen.
"Saya tidak berpacaran dengan orangnya tapi dengan ruh nya," ucap Athena.
"Apa? Apa maksudmu?" tanya Olivia kaget.
"Saya telah bilang sebelumnya, Nyonya tidak akan percaya dengan cerita saya," ucap Athena kemudian menunduk.
"Ceritakanlah! Aku percaya ceritamu," ucap Tom Cullen.
Athena menatap Tn. Tom Cullen dengan tatapan sayu, Athena terharu dengan rasa percaya tuan itu padanya. Athena akhirnya memutuskan untuk menceritakan kejadian yang sesungguhnya.
Athena akhirnya menceritakan perkenalannya dengan Axel mulai dari awal hingga akhir. Kedua orang tua itu seperti percaya tak percaya.
"Jadi kamu mendekati keluarga kami demi membantu Axel hantu itu mencari asal usulnya?" tanya Olivia.
Athena mengangguk.
"Kamu telah mengetahui perbedaan mereka, dan membuktikannya pada Axel palsu itu?" tanya Olivia lagi.
"Ya, tapi aku mengetahui Axel yang asli adalah putra Nyonya sejak Nyonya bercerita tentang tahi lalat itu. Mendengar ciri-ciri Kak Axel yang asli dari Nyonya barulah aku merasa yakin untuk memberitahu Nyonya," jelas Athena yang mulai sedikit terbiasa lagi dengan mereka.
"Meski rasanya tidak masuk akal tapi ternyata kamu benar-benar telah berpacaran dengan putra kami. Athena sekarang ikutlah dengan kami, jenguklah Axel," ajak Olivia.
"Tidak lagi Nyonya, setelah hari itu, kami telah berpisah. Kak Axel telah memutuskan hubungannya denganku," ucap Athena.
"Kenapa? Bagaimana bisa begitu?" tanya Olivia.
"Setelah Kak Axel mengetahui jati dirinya dan dia juga mengetahui ada seorang gadis yang menunggu cintanya, aku meminta padanya ...,"
Athena menghapus air matanya yang mengalir mengenang saat ucapan terakhirnya pada Axel.
"Mommy telah membenciku dan Kak Axel telah mengetahui orang tuanya membenciku ...,"
Athena kembali menghapus air matanya sementara Ny. Olivia menggelengkan kepalanya.
"Aku meminta padanya jika masih menginginkanku muncullah di pergantian waktu tapi jika Kak Axel ingin mencampakkan aku ...,"
Kali ini Athena menangis terisak-isak.
"Maka jangan muncul di pergantian waktu. Aku telah menunggunya hingga malam, tapi dia tidak muncul. Artinya dia telah memutuskan hubungannya denganku, Kak Axel telah mencampakkan aku ...,"
Athena tidak tahan, gadis itu menunduk dan menangis tersedu-sedu.
"Itu tidak benar, Daddy yakin Axel tidak ingin memutuskan hubungannya denganmu. Dia tidak muncul bukan karena ingin memutuskan hubungan denganmu, Athena. Dia tidak muncul karena dia telah kembali ke tubuhnya dan tak bisa menemuimu ...,"
Athena terkejut, tak percaya dengan ucapan Tn. Tom Cullen. Tapi Athena sangat senang mendengar berita gembira itu. Dalam hatinya Athena berharap apa yang diucapkan Tuan dan Nyonya Cullen itu adalah benar adanya. Axel tidak datang bukan bermaksud memutuskan hubungan dengannya tapi karena dia telah kembali ke tubuhnya.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1