Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 18 ~ Uji Cinta Sejati ~


__ADS_3

Athena bangun sebelum pergantian waktu, begitu matanya terbuka langsung memandang Axel yang tersenyum kearahnya. Axel rebah dengan posisi miring disamping Athena sambil bertumpu pada satu tangannya.


"Kamu tidak tidur ?" tanya Athena yang dijawab dengan gelengan kepala.


"Apa yang kamu lakukan semalaman ?" tanya Athena.


"Menunggumu" jawab Axel.


"Hanya menungguku ? setiap hari aku tidur kamu hanya menungguku" tanya Athena.


"Memandangmu" ucap Axel lagi.


"Kenapa ? apa yang kamu pandangi ?" tanya Athena.


"Aku suka menunggumu, aku suka memandangmu" jawab Axel.


Bibirmu, yang paling suka kupandang bibirmu, batin Axel menjawab pertanyaan Athena.


Athena memiringkan badannya menghadap Axel, sama seperti laki-laki itu bertumpu pada sebelah tangannya.


"Bagaimana kalau ternyata kamu punya pacar ? kalau sudah ingat, apa kamu akan mencarinya ?" ucap Athena.


"Aku rasa aku belum punya pacar, aku mati masih sangat muda kelas X ingatkan ?" kata Axel


"Bisa jadi udah punya, kamu kan ganteng, pasti banyak yang suka padamu. Kelas X tidaklah terlalu muda, aku mulai menyukai Evan juga sejak kelas X" ucap Athena.


"Apa yang kamu suka darinya ?" tanya Axel.


Athena tercenung, bingung sendiri menjawab pertanyaan Axel.


Kalau aku bilang ganteng itu udah pasti, tapi apa lagi ? masa cuma itu ? apa karena dia populer banyak yang suka jadi aku ikutan suka ? batin Athena.


Axel mendorong kening Athena hingga gadis itu jatuh terlentang.


"Ditanya itu aja jawabnya lama, bilang aja karena dia ganteng, populer jadi pengen mendapatkan orang yang banyak disukai gadis-gadis karena itu adalah sebuah kebanggaan, benarkan ?" jawab Axel.


"Kalau udah tau kenapa nanya" ucap Athena langsung menutupi wajahnya dengan bantal lalu menghadap kearah lain.


Axel menarik bahu Athena hingga menghadap kearahnya.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang ?" tanya Axel.


"Kita baca diary kak Raihanna lagi aja yuk ?" tanya Athena.


Axel mengangguk, Athena bangun dan mengambil diary Raihanna. Athena dan Axel mulai membaca


Senin, 29 September 2014


Aku telat lagi, hari ini harusnya upacara bendera, kembali aku berjalan ke samping sekolah. Seperti harapanku, ternyata kamu memang berada disitu.


Langsung tersenyum memandang kearahku, aku bertanya " Apakah setiap hari kamu berdiri disini ?"


kamu menjawab " Ya"


lalu aku bertanya " Kenapa ?"


kamu menjawab " Aku takut, kamu telat lalu datang kesini" ucapmu sambil tersenyum.


Apa kamu tau ? rasanya aku ingin langsung memelukmu, kamu begitu peduli padaku.


Cowok yang menjadi idola gadis-gadis sekolah menungguku, setiap hari, berdiri seorang diri menungguku ?


Aku tanya kenapa kamu menungguku?


Kamu jawab karena ingin memandangku.


Kamu menungguku karena ingin memandangku, setiap hari.


Aku tanya "kenapa ?"


Kamu jawab "karena aku suka padamu"


Athena menoleh pelan kearah Axel, laki-laki itu balas menatapnya.


Axel juga menungguku, dia juga memandangku, apa dia juga menyukaiku ? batin Athena.


Axel jengah dipandang Athena, laki-laki itu bangun lalu berdiri di depan jendela, menatap ke langit yang masih gelap namun telah membias warna terang, lalu laki-laki itu tertunduk.


Mungkin Athena mempertanyakan perasaanku, apa aku juga menyukainya, aku suka padamu Athena tapi aku tidak bisa mengungkapkannya, batin Axel.


Athena bergerak menuju Axel, menyelipkan tangannya, dan bersandar di punggung laki-laki itu. Athena melingkarkan tangannya di dada laki-laki itu. Axel kaget namun membiarkannya bahkan laki-laki itu tersenyum. Axel memeluk tangan Athena, mereka sama-sama menyimpan perasaan.


Perasaan yang dihalangi oleh alam yang berbeda, dunia yang berbeda. Athena tidak bisa memungkiri perasaannya yang semakin menyayangi Axel, begitu juga perasaan Axel terhadap Athena.

__ADS_1


Athena mencari pengalihan perasaannya pada Evan, tapi Axel tidak tau itu. Menurutnya Evan adalah cinta pertama Athena dan tetap mencintainya hingga kini. Axel membalik badan lalu menangkup wajah gadis itu.


"Kamu pasti bahagia, sebentar lagi bisa menjadi pasangan Evan, jika dia menyukaimu dia akan menyatakan cinta padamu. Kamu akan segera menjadi pacarnya" ucap Axel tersenyum pahit.


"Kamu ingin aku menjadi pacarnya ?" tanya Athena.


Axel mengangguk.


Tidak, aku tidak mau kamu jadi pacarnya, aku tidak rela, batin Axel.


"Aku inginkan apapun yang bisa membuatmu bahagia" ucapan yang keluar dari mulut Axel.


"Apa kamu bahagia jika aku jadi pacarnya ?" tanya Athena.


Tidak, aku sedih Athena tapi aku tidak punya pilihan, batin Axel.


"Aku akan ikut bahagia, jika kamu bahagia" jawab Axel sambil tersenyum pahit.


"Tidak adakah alasan agar aku menolaknya ?" tanya Athena.


"Dia adalah cinta pertamamu hingga sekarang kamu masih mencintainya, apa alasanmu menolaknya ?" tanya Axel.


Kamu, asalkan kamu melarangku, aku akan menolaknya, batin Athena.


"Aku berhalusinasi, lagian mana mungkin Evan menyatakan cinta, mana mungkin Evan mau aku jadi pacarku, benarkan Axel ?" tanya Athena tertawa tapi setitik bening menitik di sudut matanya.


"Jangan menangis dia pasti menyukaimu, kamu gadis yang baik, kamu cantik dan juga pintar apalagi yang diinginkan seorang laki-laki, kamu itu sempurna Athena" ucap Axel menghibur Athena.


Namun ucapan Axel justru membuat gadis itu menangis tersedu-sedu, dia bahkan sesenggukan. Axel, menangkup wajah gadis itu, Axel panik, ucapan menghiburnya sama sekali tidak berguna, tangis Athena justru semakin menjadi.


Axel memeluk Athena sangat terasa baginya guncangan tubuh gadis itu. Athena menarik tubuh Axel erat, dia ingin tenggelam di dadanya, Athena menangis di dada Axel. Namun fajar menyingsing, Axel perlahan membayang. Athena berlari ke kamar mandi, duduk merosot dibalik pintu. Menelungkupkan wajahnya bertumpu pada kedua lututnya.


Setelah tangisnya reda Athena bangun dan bersiap-siap ke sekolah. Mama Athena bahkan melihat mata bekas menangis Athena.


"Matamu kenapa nak ? kamu habis nangis ?" tanya mama Athena.


"Nggak, mungkin kurang tidur ma" ucap Athena.


"Kalau seperti itu harusnya matamu di kompres biar nggak sembab kayak habis nangis" saran mama Athena.


Athena diantar papanya seperti biasa, hingga diujung jalan menuju sekolah gadis itu berjalan dengan pelan sambil menunduk. Jalanan masih sepi, Athena ingin berangkat lebih pagi.


Athena menoleh ke belakang melihat Axel yang berjalan mengikutinya. Langkah Axel juga ikut berhenti saat gadis itu menoleh kebelakang.


Axel tidak menyukaiku, dia berharap aku jadian sama Evan, lalu buat apa ciuman ? dasar playboy, ngakunya nggak pernah pacaran, aku yakin semasa hidupnya pasti banyak pacarnya, batin Athena lalu menengok ke belakang lagi.


Hari masih terlalu pagi, Athena masih belum ingin masuk ke kelas. Gadis itu teringat sesuatu lalu memilih jalan melingkar, Axel mengikuti. Athena memandang perlahan ke dinding tembok pagar sekolah, mengamati tembok pagar itu.


Dimana mereka bertemu ? bagian tembok mana kak Raihan dan kak Raihanna bertemu ? Katanya di bagian tembok yang tanahnya lebih tinggi ? berarti disebelah sana, disana ada bekas gundukan tanah yang menumpuk di kepinggir tembok, batin Athena.


Athena mengamati tembok itu, lalu mencoba memanjat dengan melompat. Athena terlihat kesulitan, tentu saja sangat sulit baginya karena tanpa bantuan apapun. Melihat Athena kesulitan tentu saja Axel sangat ingin membantu, tapi apa daya laki-laki itu hanyalah bayangan dan jika dia mengeluarkan kekuatannya dia akan lemas dan bisa jadi akan membuat Athena marah.


"Kamu pengen naik kesitu ? apa ingin ku bantu ?"


Athena kaget lalu menoleh, Evan berdiri dibelakangnya sambil tersenyum. Athena melirik Axel yang memandang Athena dengan tatapan yang sendu.


"Nggaklah, untuk apa ? aku masih bisa masuk lewat gerbang depan" ucap Athena sambil melihat kearah tembok.


"Kamu tau ada mitos disini, mitos yang berkembang disekolah ini" ucap Evan.


"Mitos apa itu ?" tanya Athena penasaran.


"Jika ada pasangan yang bisa melewati tembok ini maka mereka akan menjadi cinta sejati" ucap Evan.


"Kenapa ? kenapa bisa menjadi cinta sejati, bagaimana ceritanya ?" tanya Athena.


Yang Athena tau cerita dari kisah Raihan dan Raihanna adalah kisah yang tragis. Lalu kenapa ada kisah cinta sejati di tembok ini.


"Diatas tembok itu ada ukiran nama sepasang kekasih, sang cowok yang mengukirnya" cerita Evan.


"Siapa nama pasangan itu ?" tanya Athena.


"Tidak tau, cuma pasangan yang telah melewati tembok inilah yang tau dan mereka tidak boleh menyebutkan pada siapapun. Meski pasangan telah berhasil melewati tembok ini dan membaca namanya mereka tidak akan menjadi cinta sejati bahkan akan langsung putus jika menyebutkan kedua nama pasangan itu" cerita Evan.


"Ada yang berani mencobanya, mereka yakin cinta mereka sangat kuat dan mitos itu tidak berlaku bagi mereka, mereka menyebutkan nama pasangan itu. Cinta mereka memang kuat mereka setia meski banyak penghalang mereka tetap bersama tapi sayang akhirnya sang cowok meninggal karena kecelakaan" cerita Evan.


Athena kaget hingga menutup mulutnya dengan tangannya.


"Kalau begitu untuk apa memanjat disana lalu membaca nama mereka kalau akhirnya terpisah" ucap Athena.


"Karena kalau naik kesana dan membaca nama mereka tapi tidak membongkar nama pasangan itu maka cinta mereka akan menjadi cinta sejati" ucap Evan.


"Aku tidak percaya, tidak perlu memanjat tembok untuk menjadikan cintaku cinta yang sejati" ucap Athena.

__ADS_1


Axel tersenyum.


"Betul, banyak yang berpikiran sepertimu. Tapi banyak juga yang mencobanya" ucap Evan.


"Lalu bagaimana dengan mereka yang mencobanya, apa benar-benar menjadi cinta yang sejati ?" tanya Athena.


"Ya, para alumni yang mengaku melewati tembok ini menikah dan hidup bahagia" ucap Evan.


Apa hanya berlaku untuk manusia ? aku dan Axel melewatinya apakah bisa tetap bersama ? ya ampun, kenapa aku harus memikirkan Axel ? harusnya aku berharap bisa menjalin cinta sejati bersama Evan, batin Athena.


"Kamu pernah melewati tembok ini ?" tanya Athena.


"Tidak ada yang berani kuajak kesini" jawab Evan.


"Memangnya kamu mau melewati tembok ini ?" tanya Athena.


"Aku mau, kalau kamu juga mau aku akan membantumu" ucap Evan.


"Aku tidak mau" ucap Athena.


"Kalau begitu kamu tidak begitu serius suka padaku" ucap Evan.


Mungkin, jika aku serius, mendengar ada mitos cinta sejati seperti ini aku akan lebih dulu mengajakmu melewati tembok ini, batin Athena.


"Lalu ? apa kamu serius ingin menjadi cinta sejatiku ?" tanya Athena.


"Kenapa tidak, kamu cantik dan pintar, kenapa aku tidak mau jadi cinta sejatimu ?" tanya Evan.


*K*ata-kata yang membuat orang melambung, tapi kenapa aku tidak tertarik ? kenapa aku justru merasa takut terikat dengannya ? batin Athena.


"Aku tidak perlu melewati tembok ini untuk membuktikan cintaku" ucap Athena hendak beranjak pergi.


"Tentu saja tidak perlu, karena sekarangpun bisa membuktikannya" ucap Evan sambil mendorong Athena ke dinding.


Evan mengarahkan bibirnya ke bibir Athena, gadis itu terpaku, menahan nafasnya. Namun tiba-tiba mata Athena memandang kearah Axel yang tersenyum menatap lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Evan, aku rasa sudah waktunya masuk" ucap Athena.


Ucapan Athena menghentikan gerakan Evan mendekati Athena.


"Belum, masih masih ada waktu" ucap Evan sambil menangkup wajah Athena kembali mengarahkan bibirnya.


Terdengar bel berbunyi.


"Itu, bunyi bel, ayo masuk kelas" ucap Athena segera membebaskan diri dari Evan.


"Saved by the bell" ucap Evan sambil memandang Athena yang buru-buru masuk ke kelas.


Athena menoleh kebelakang, kearah tembok dimana dia tadi berdiri. Diatas tembok itu duduk hantu Raihanna sambil memandang kosong lurus kedepan.


Hiii.. ada dia disitu, itu tempat aku berdiri, kenapa tadi aku tidak melihatnya ? hii serem..., batin Athena segera berlari dari tempat itu.


Athena langsung menunju kelasnya, lalu melihat Axel yang berjalan santai masuk ke kelasnya dan duduk dibangku kosong dibelakang.


"Hei, liat apa ?" tanya Kimmy.


"Nggak, eh Kim, kamu tau nggak mitos tembok samping sekolah ?" tanya Athena.


"Denger sih tapi itu kan tempat orang pacaran yang pengen menguji cinta sejatinya. Kabarnya dulu tempat itu sering jadi tempat bertemunya sepasang kekasih yang hubungan mereka berakhir tragis. Yang cowok dikeluarkan dari sekolah dan yang cewek mati bunuh diri" cerita Kimmy.


"Ih.. kok ceritanya beda-beda sih, katanya kalau bisa melewati tembok itu dengan pasangan bisa jadi cinta sejati ?" tanya Athena.


"Ya udahlah, makanya jangan coba-coba, nggak tau juga sih mana yang bener ceritanya" ucap Kimmy sambil bersiap-siap memulai pelajaran.


Mungkin yang diceritain Kimmy adalah kisah kak Raihan dan kak Raihanna, meski kak Raihanna tidak berniat bunuh diri tapi orang-orang mengira dia bunuh diri dengan meminum banyak obat itu, batin Athena.


"Kenapa nanya-nanya ? kamu tadi kesana ?" tanya Kimmy yang di jawab dengan anggukan oleh Athena.


"Sendirian ?" tanya Kimmy lagi.


"Sama Evan" jawab Athena.


"Kamu pengen nyobain mitos itu sama Evan ?" tanya Kimmy.


"Nggak mau, nggak berani gue" ucap Athena.


"Katanya cinta sejati, katanya cinta terpendam dari sejak dari kelas X, diajak uji kesungguhan cinta sama Evan malah nggak mau" ucap Kimmy.


Athena baru mau membantah Kimmy tapi guru keburu masuk, merekapun mengikuti pelajaran. Athena melirik kearah Axel di belakang, laki-laki itu sedang menatapnya. Athena merasa bersalah seperti seseorang yang ketahuan selingkuh.


Saat pergantian waktu dikamarnya, Athena menjelaskan situasinya kalau dia sama sekali tidak berniat dan tidak sengaja bertemu dengan Evan bahkan tidak berniat berciuman dengan Evan.


"Kenapa kamu menjelaskannya padaku, bukankah wajar jika kamu senang bertemu dengannya, kenapa tadi kamu menolak berciuman dengannya, bukannya itu yang kamu harapkan, bisa bercumbu dengannya" ucap Axel kesal.

__ADS_1


Athena tercenung, niat hatinya menjelaskan agar Axel tidak salah paham terhadapnya justru mendapat luapan kemarahan dari Axel.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2