Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 82 ~ Bersaing ~


__ADS_3

Athena dan Axel meninggalkan rumah Raihan dengan perasaan tak menentu. Axel kesal dengan ucapan Raihan yang ingin merebut Athena dari sisinya. Laki-laki itu segera mengajak gadis yang dicintainya itu pergi dari rumah penulis tampan itu.


Di perjalanan Athena mengingat Axel bahwa pikiran laki-laki itu tentang Raihan adalah salah. Axel akhirnya menyadari kalau sikapnya tadi terhadap Raihan adalah berlebihan. Axel berjanji akan meminta maaf pada penulis itu suatu saat nanti.


"Kakak terlalu mudah emosi, jadi tak bawa bukunya," ucap Athena.


"Isinya sama 'kan? Aku bisa pinjam punyamu kalau aku ingin baca--"


"Tak boleh," jawab Athena langsung.


Axel kaget melihat pelitnya Athena. Gadis itu tertawa. Axel langsung memeluknya. Mereka pun melangkah pulang menuju ke rumah masing-masing.


Liburan dengan berjalan-jalan telah berlalu. Athena dan Axel bersiap-siap dengan perkuliahan semester berikutnya. Setelah mendapatkan kartu rencana studi, mereka menyiapkan diri untuk memulai perkuliahan.


Athena mengintip kartu rencana studi milik Axel yang terlihat berbeda. Axel justru segera menyimpan kertas bertuliskan daftar mata kuliah yang akan mereka ikuti semester sekarang ini. Karena di simpan di saku celana, Athena berusaha merogoh saku celana Axel.


"Apa-apaan sih ini? Genit amat," ucap Axel sambil menangkap tangan gadis yang dicintainya itu.


"Apanya yang genit? Aku cuma ingin lihat," ucap Athena sewot.


"Kalau ingin lihat nanti di kamar," ucap Axel dengan senyum menggoda dengan kedua tangan Athena digenggam di dadanya.


"Apa maksudnya ini?" tanya Athena.


Axel tertawa. Laki-laki itu mengajak gadis itu makan siang di kantin kampusnya. Athena akhirnya mengangguk setuju. Gadis itu memang sangat sering diajak makan siang bersama di kantin kampus hingga teman-temannya pun mengenal Athena.


Namun, meskipun mengenal Athena, mereka tak ingin mengganggu mereka berdua. Kecuali Axella, gadis itu dengan berani mendatangi meja mereka dan bergabung dengan mereka. Hal itu sering menjadi keluhan Athena pada Axel. Menurut gadis tercintanya itu, Athena merasa Axella sengaja ingin mengganggu saat mereka berduaan.

__ADS_1


"Nggak di sengaja sayang. Dia memang orangnya seperti itu, apa adanya. Jika sudah mengenalmu, dia tak sungkan-sungkan lagi. Tapi bukan niatnya ingin mengganggu kita," jelas Axel saat mengajak Athena ke rumahnya.


"Kakak selalu belain dia," ucap Athena lalu melangkah meninggalkan laki-laki itu menuju balkon kamar Axel itu.


Axel tentu saja mengejar. Laki-laki itu tak ingin masalah sepele membuat hubungannya dengan Athena terganggu. Laki-laki itu pasti akan segera membujuk dan memberi pengertian pada Athena. Memeluk gadis itu dari belakang lalu berbisik padanya.


"Aku tahu kamu takut kehilanganku tapi jangan cemburu buta gitu dong sayang--"


"Apa?"


Axel tertawa, membuat Athena semakin kesal. Gadis itu merasa Axel tak serius mengerti perasaannya. Axel segera membujuk gadis itu jika sudah merajuk.


"Tak ada yang lebih berarti di dunia ini selain kamu, " ucap Axel membujuk.


Athena lalu tertunduk. Axel akan segera memeluk dan mengecup puncak rambutnya. Axel tak mengerti kenapa Athena selalu sensitif setiap kali berhadapan dengan Axella.


"Karena dia yang lebih sering bersama Kakak dibanding denganku," jawab Athena.


"Nggak mungkin sayang. Aku bersamanya hanya saat mengerjakan tugas-tugas. Mana mungkin dia lebih sering bersamaku dibandingkan kamu. Saat kita bersama, aku jelas-jelas bersamamu. Saat kamu tak ada di sisiku, kamu tetap ada di hatiku," jawab Axel.


"Iiih, gombal, makanya aku nggak percaya," ucap Athena. Lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Bagaimana cara membuktikannya?" tanya Axel, meraih dagu Athena dan mengangkatnya.


Axel bersiap-siap mencium Athena. Saat bibir mereka hampir menyatu. Axel membuat kata-kata yang mengejutkan.


"Menikahlah denganku--"

__ADS_1


"Apa?" tanya Athena memundurkan wajahnya demi melihat wajah laki-laki yang dicintainya itu.


"Hardy, sudah melamar Hani. semester depan mereka akan bertunangan. Begitu tamat mereka akan menikah. Aku iri pada mereka," ucap Axel dengan wajah sendu.


Athena menangkup wajah laki-laki yang dicintainya itu lalu tersenyum. Athena meminta Axel tak iri pada saudara kembarnya yang memang telah menginjak semester tujuh, tinggal satu semester lagi, Hardy akan menamatkan kuliahnya.


"Tak usah terburu-buru. Aku sendiri masih semester tiga, mana mungkin segera menikah," jawab Athena.


"Itu salah satu bukti sayang, kalau aku serius denganmu," ucap Axel.


"Baiklah aku percaya! Kakak tak perlu buktikan apa-apa lagi. Tak perlu segera menikahi aku untuk membuktikannya, karena kita masih sibuk kuliah," ucap Athena.


Ini bukan hanya sekedar membuktikan cintaku. Aku juga ingin melepaskan hasratku padamu, batin Axel dengan wajah cemberut.


Laki-laki itu teringat bagaimana usahanya mendapatkan ciuman pertama Athena. Kini laki-laki itu ingin lebih lagi, ingin memiliki gadis itu seutuhnya. Menjadi istri yang sangat dicintainya.


Satu-satunya yang bisa dilakukannya hanyalah mencumbu Athena di kamarnya lalu, kembali menahan hasratnya. Untuk itu Axel sangat ingin segera menamatkan kuliahnya. Tak peduli bagaimana lelahnya dia mengambil semua mata kuliah, di setiap semesternya.


Axel ingin mengejar ketinggalannya dari Hardy. Begitu Hardy menikah, dia juga ingin menikah dengan Athena. Axel, dengan kecerdasannya diizinkan untuk mengambil mata kuliah sebanyak-banyaknya hingga tiga semester dalam satu semester sekaligus.


Bagi Axel, Axella sangat membantunya. Gadis itu memberikan segala yang dibutuhkannya dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Namun, sayang, Athena tetap tak bisa menerima kedekatan mereka. Semakin hari semakin membenci Axella.


"Aku benci padanya, aku benci. Sampai matipun aku akan tetap membencinya!" seru Athena.


Ketika Axel melupakan janjinya dan sibuk mengerjakan tugas di kamar Axel berdua dengan Axella.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2