Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 116 ~ Permintaan ~


__ADS_3

Athena meminta agar Axella tidak berkeliaran di luar tubuhnya. Gadis itu mencoba menyadarkan kalau orang tua Axella begitu khawatir padanya. Namun, gadis itu seperti tidak peduli, Athena hingga kehabisan akal untuk membujuknya.


"Apa Kak Axella tidak kasihan pada orang tua Kakak. Mereka sangat khawatir, mereka ingin Kakak segera sadar. Kenapa kakak suka berkeliaran? Berbahaya Kak? Kakak juga bisa bertemu dengan hantu-hantu," bujuk Athena.


"Kamu ingin menakut-nakuti aku? Memangnya kamu pernah melihat hantu?" tanya Axella.


"Aku pernah Kak, melihat jiwa yang bergentayangan yang tidak tahu bagaimana caranya kembali lagi. Semakin lama semakin lupa tubuhnya berada di mana, siapa dirinya dan keluarganya–"


"Bohong! Kamu hanya ingin menakut-nakuti aku dengan ceritamu itu. Kedua orang tuaku peduli hanya peduli padaku karena dalam keadaan seperti itu. Jika tidak, mereka akan kembali seperti dulu, tidak peduli padaku. Aku tak mau kembali ke kehidupan yang buruk dan membosankan itu," ucap Athena.


"Aku tidak bisa menjamin kehidupan Kakak akan lebih baik setelah ini, tapi bergentayangan seperti ini juga tidak baik. Aku akan menemani Kakak melewati ini. Aku menjadi pendengar Kakak. Akan menjadi sahabat kakak dalam berbagi masalah. Aku akan bantu Kakak," ucap Athena.


"Sebenarnya apa tujuanmu? Kenapa tiba-tiba peduli padaku? Setahuku kamu adalah gadis yang egois. Demi kenyamananmu, demi menjaga hatimu, Axel–"


"Aku tahu, aku tahu! Aku sudah tahu itu. Karena itu aku menyesal. Aku tidak kakak akan jadi seperti ini. Aku tidak ingin karena Kakak benci padaku hingga mengambil jalan salah. Kasihan orang tua Kakak, aku yakin saat ini mereka telah menyesal mengabaikan Kakak. Percayalah! Mereka ingin Kakak sehat seperti semula dan melihat orang tua Kakak telah berdamai," ungkap Athena.


Axella tetap bersikeras ingin pergi, Athena tetap menghalangi dan meminta dia kembali ke tubuhnya. Tetap meyakinkan gadis itu kalau kedua orang tuanya berharap Axella sadar.


"Kenapa kamu bisa yakin? Itu karena kamu tidak merasakan hidup seperti apa yang aku rasakan. Aku menemukan sebuah ide, bagaimana kalau kita bertukar tubuh?" tanya Axella sambil tersenyum.


"Kak Axella?" tanya Athena.

__ADS_1


"Kalau pasti juga begitu, ya kan? Separuh jiwamu juga tertinggal di situ, lalu kenapa kamu tidak bisa kembali ke tubuhmu? Kenapa tubuhmu malah menolakmu. Apa mungkin, aku juga tak bisa kembali ke tubuhku tapi malah bisa masuk ke tubuhmu. Bagaimana? Apa aku boleh  coba masuk ke tubuhmu? Aku ingin tahu bagaimana rasanya dicium penuh nafsu oleh Axel?" tanya Axella lalu tertawa. 


"Teganya Kak Axella berkata seperti itu. Kakak tahu kalau aku dan Kak Axel telah menjadi tunanganku. Kami bukan lagi sekedar pacaran Kak–"


"Lalu bagaimana? Aku boleh melakukan lebih dari itu? Tapi tenang saja, tetap memakai tubuhmu Kan? Aku yakinkan dia tidak akan tahu kalau bukan jiwamu yang berada di dalam tubuh mu. Sifat kita tidaklah berbeda jauh. Bisa disamakan, aku juga bisa menjadi egois seperti kamu–"


"Kakak memang egois dan kejam!" seru Athena.


Akhirnya Athena memilih untuk kembali ke ruang rawat inap Axella. Baru beberapa langkah, Athena merasa tubuh semakin berat dan terasa sakit hingga akhirnya menghilang. Athena kembali bangun di dalam tubuh Axella. Gadis itu merasa wajahnya diusap-usap.


"Kemarin kamu sudah baik-baik saja, kenapa sekarang masih belum sadar?" tanya ibu-ibu yang diyakini Athena sebagai ibunya Axella.


"Jangan bohong Nak, suster tadi bilang, semalam kamu mengamuk dan histeris. Mereka terpaksa memberikan suntikan bius untuk membuat tertidur. Kenapa Nak? Apa yang kamu rasakan? Kenapa bisa histeris begitu?" tanya ibu itu lagi.


"Kalau ada yang ingin kamu inginkan, sampaikan pada kami. Daddy akan berusaha memenuhi keinginanmu," ungkap sang ayah.


"Baiklah Daddy, baiklah Mommy. Aku akan sampaikan apa yang tersimpan di dadaku. Aku akan curahkan apa yang di hatiku. Jika Mommy dan Daddy sungguh-sungguh sayang padaku, aku ingin Mommy dan Daddy mendengar dan mau mewujudkan keinginanku," ucap Athena.


Ibu dan ayah itu saling pandang. Terasa bagi mereka sesuatu yang sulit menjadi permintaan putri mereka. Namun, mereka telah terlanjur berjanji akan mencoba untuk memenuhi permintaan putri mereka itu.


Melihat kedua orang tua itu mengangguk. Athena pun menyampaikan apa yang dirasakannya. Tak semua masalah dalam keluarga itu bisa dimengerti olehnya. Tak semua ingatan tertinggal di dalam ingatannya. Athena menjelaskan tak menjelaskan secara detail apa masalah-masalahnya tetapi meminta apa yang yang diinginkannya bisa diwujudkan oleh kedua orang tua itu.

__ADS_1


Keduanya tertunduk, berpikir sekian lama. Athena meminta mereka berjanji untuk saling terbuka dan bicara baik. Mau mendengar pendapat dan menghargai perasaan pasangan. Athena meminta ayah Axella itu untuk selalu pulang tepat waktu untuk menghindari salah sangka dari ibunya. 


Athen juga meminta agar ibu Axella itu untuk lebih memperhatikan kebutuhan suaminya dan putrinya. Saat mendengar permintaan putri mereka kedua orang tua itu tercenung. Athena duduk memandangi keduanya.


"Apa permintaanku ini sulit? Aku bertahun-tahun menjalani hidup sulit seorang diri, apa permintaanku ini tak bisa dipenuhi? Apa aku harus menjalani sisa hidupku dengan penuh derita? Aku sempat berpikir untuk tidak kembali. Ingin meninggalkan hidup yang tak ada harapan ini, apa itu keinginan Mommy dan Daddy?" tanya Athena.


"Apa? Apa yang kamu katakan ini?" tanya ibu itu menangis.


"Benar Mom, aku tak ingin hidup seperti ini lagi. Aku ingin hidup bahagia. Seseorang memintaku untuk kembali. Memintaku untuk memberi kesempatan pada kedua orang tuaku. Apa keputusanku untuk kembali ini sia-sia? Apa tidak ada gunanya aku kembali?" tanya Athena.


"Jangan seperti itu Nak. Mommy mohon jangan putus asa terhadap kami. Mommy janji akan berubah. Demi kamu Nak," ungkap ibu itu.


"Daddy juga akan berusaha. Kita sekeluarga akan berusaha menjadi keluarga yang lebih baik lagi. Tolong bantu kami melewati ini, bantu dan selalu ingatkan kami," ucap bapak itu.


"Baiklah, kita akan berusaha bersama-sama. Mulai detik ini saling mendengarkan keinginan yang lain. Jika tidak setuju jangan langsung bertentangan. Kita semua sudah dewasa, harus berpikir dewasa. Tujuan kita adalah saling mendukung. Bukan saling menyalahkan. Mencari solusi bukan saling  meluapkan emosi. Apa Mommy dan Daddy bisa. Aku tidak langsung meminta kita menjadi keluarga yang sempurna tapi kita akan sama-sama belajar menjalaninya. Mudah-mudahan kita bisa menjadi lebih baik," jelas Athena.


Kedua orang tua itu saling berpandangan. Merasa kagum atas apa yang diucapkan Athena. Mereka merasa putri mereka berubah dan menginginkan mereka sebagai orang tua juga ikut berubah. Meski merasa putri mereka telah berubah menjadi sosok yang berbeda.


Meski begitu mereka sangat bahagia karena Axella ingin merubah mereka menjadi orang-orang yang lebih baik lagi. Sementara itu, Axella yang berdiri menatap dan mendengar pembicaraan itu tak jauh dari ketiga orang itu, menitikan air mata haru. Sedikit pun tak ingin pergi bergentayangan di luar sana lagi.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2