
Axel memandang ke seluruh ruangan dan juga ranjang Athena. Laki-laki itu ingin menjalin hubungan yang serius dengan Athena setelah mengingat apa yang dilihatnya di dalam mimpi.
"Aku ingin serius menjalin hubungan denganmu, aku janji akan setia padamu. Kamu adalah gadis yang aku cari-cari. Kamu adalah gadis dalam mimpiku, aku menatapmu setiap saat bahkan bermesraan denganmu, memelukmu, menciummu di kamar ini bahkan aku tidur bersamamu di ranjang ini," cerita Axel.
Athena terperangah mendengar cerita Axel, apa yang dilakukannya bersama Axel hantu seperti terlihat di dalam mimpinya.
Aneh? Ucapannya seolah-olah dia adalah Axel-ku, kenapa? Kenapa dia seperti terhubung dengan kak Axel-ku? Apa dia berbohong? Tapi kenapa apa yang di ucapkannya seperti apa yang dilakukan kak Axel di sini? batin Athena bertanya-tanya.
"Apa yang kamu pikirkan? Apa yang membuatmu ragu menerimaku?" tanya Axel Cullen.
"Tentu saja aku ragu, kita baru pertama kali bertemu tapi kakak memintaku jadi pacarmu, kita saling kenal pun tidak," ucap Athena.
"Awalnya aku cuma tertarik padamu karena kamu cantik dan Mommy menyukaimu tapi setelah masuk ke ruangan ini aku seperti sudah lama mengenalmu dan aku merasa kalau aku sungguh-sungguh menyukaimu," jelas Axel Cullen.
"Penjelasan Kakak tidak masuk akal," ucap Athena memancing.
"Dalam mimpiku, kamu pernah ingin menyerahkan dirimu di kamar ini," ucap Axel sambil tersenyum.
"APA?" teriak Athena membelalakkan matanya lalu melirik pada pintu kamar.
"Aku menyesal kejadian itu batal jika tidak aku punya penglihatan seperti apa rasanya berbuat denganmu," ucap Axel.
"Aku sudah punya jawabannya sekarang, aku menolak menjadi pacarmu. Aku tidak tertarik menjalin hubungan yang serius dengan Kakak. Mulai sekarang cukup sampai di sini, aku tidak ingin melanjutkan pertemanan dengan Kak Axel," ucap Athena tegas.
"Maafkan aku tapi itu adalah pikiranku di awal mengingatmu tapi sekarang berbeda. Aku sungguh-sungguh ingin bersamamu bukan karena penglihatan itu tapi karena aku benar-benar suka padamu," jelas Axel Cullen.
"Aku tidak bisa menjawabnya sekarang," ucap Athena cepat.
Tiba-tiba Axel menangkup wajah Athena dan membenamkan bibirnya, Athena meronta namun Axel tetap mencium Athena. Tak lama kemudian melepaskan ciumannya.
"Rasanya sama seperti di mimpiku, lembut dan manis. Aku rasa kita telah berpacaran di dalam mimpiku, kamu bahkan selalu ingin menciumku. Di saat-saat tertentu kamu akan langsung menciumku. Ayolah Athena, beri aku kesempatan, kita punya sebuah koneksi yang aneh. Mungkin kamu adalah jodohku, ya.., aku rasa kamu adalah jodohku," ucap Axel memohon.
"Apa? Jodoh apa? Nggak mau, aku sudah punya seseorang yang aku cintai," ucap Athena.
Axel terdiam, pasrah. Laki-laki itu mengerti, meminta Athena untuk menjadi pacarnya dalam sekali pertemuan memang tidaklah mungkin. Laki-laki itu akhirnya meminta izin untuk pulang. Namun, memohon agar di izinkan untuk datang kembali ke rumah Athena.
Gadis itu membolehkan dan Axel pun meminta diri. Athena termenung di dalam kamarnya mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Kenapa dia seperti mengetahui apa yang ku lakukan dengan Kak Axel? Apa dia Axel dalam wujud nyata. Oh, andai sekarang aku bisa melihat Kak Axel ku. Maka aku yakin kalau yang tadi bukan dia, batin Athena.
Saat pergantian antara siang dan malam, Athena langsung bertanya pada Axel hantu tampan itu. Tapi laki-laki itu hanya diam tak menjawab ucapan Athena.
"Kak, menurutmu apa yang terjadi? Kenapa dia bisa mengetahui apa yang kita lakukan di kamar ini?" ulang Athena bertanya.
Axel masih tetap diam. Athena menangkup wajah hantu tampan itu. Terlihat wajahnya sama sekali tidak senang. Athena langsung mengetahui kalau Axel sedang cemburu.
"Kakak cemburu ya?" tanya Athena.
Axel tetap diam, Athena merasa sedih karena dari tadi laki-laki itu seperti mengabaikannya.
"Kalau begitu aku terima saja permintaan pacaran Axel manusia itu," ucap Athena kesal.
"Memang itu maumu kan?" tanya Axel.
"Sekarang baru mau bicara. Siapa yang mau seperti itu? Karena Kak Axel nggak mau bicara makanya aku bicara seperti itu," balas Athena.
"Dia mirip sekali denganku, apa dia saudara kembarku?" tanya Axel pada dirinya sendiri.
"Ya ampun, harusnya aku tanyakan pada Ny. Olivia. Tapi kenapa namanya juga sama? Anak kembar tetap saja diberi nama yang berbeda," ucap Athena.
"Lalu bagaimana sekarang? Kamu terlalu terobsesi mengetahui asal usulku. Semakin diusut semakin bingung kan jadinya?" ucap Axel.
Athena termenung, ucapan Axel sama sekali tidak didengarnya. Athena sibuk dengan pikirannya, gadis itu ingin berpikir untuk menerima permintaan menjadi pacar Axel untuk memudahkannya mengetahui situasi yang sebenarnya.
Melihat Athena yang diam, Axel mendekati gadis itu dan meniup wajahnya. Athena yang sedang menyusun rencana merasa terganggu. Axel tetap saja mengganggunya. Laki-laki hantu itu ingin gadis itu fokus padanya karena waktu mereka bertemu yang sangat singkat.
Axel ingin perhatian Athena hanya tertuju padanya dan hanya bersikap manja. Tapi tetap saja Athena tidak peduli membuat Axel kesal dan terus mengganggunya.
"Apa sih? Kenapa Kak Axel menggangguku? Aku sedang berpikir, aku tidak mau diganggu!" teriak Athena.
Axel tercenung.
"Mengenal laki-laki itu sehari saja kamu langsung tidak peduli padaku. Apalagi jika dia benar-benar jadi pacarmu. Sekarang saja kehadiranku sudah membuatmu terganggu. Baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi," ucap Axel lalu membuat tubuhnya menghilang.
Melihat itu Athena tersadar, gadis itu langsung berdiri menghalangi di pintu. Dan benar saja Axel yang tak terlihat Athena sedang melangkah ke pintu, lalu terhenti menatap wajah gadis yang dicintainya itu begitu dekat.
"Kak maaf, jangan pergi, maafkan aku," ucap Athena sambil merentangkan tangannya bersabda di pintu.
Axel menatap wajah gadis yang matanya mulai berkaca-kaca itu.
"Kak ayolah, tampakkan dirimu. Jangan pergi please," ulang Athena dengan mata yang telah mengalir.
__ADS_1
Axel memunculkan dirinya, Athena terkejut melihat laki-laki itu tepat di hadapannya. Athena langsung memeluk laki-laki itu.
"Kalau Kakak pergi, aku memilih mati agar bisa mencarimu lalu mengikutimu selamanya," ucap Athena pelan sambil terus memeluk erat Axel.
"Jangan seperti itu, jangan pernah berpikiran seperti itu. Kasihan Mama dan Papamu. Mereka akan kehilangan anak gadis satu-satunya yang sangat mereka sayangi," ucap Axel.
"Ya, aku mungkin akan seperti Kak Raihanna pergi meninggalkan orang tua yang selalu bersedih karena kehilangan anaknya," ucap Athena.
"Aku bilang jangan berkata seperti itu," ucap Axel lebih keras.
Laki-laki itu khawatir membayangkan Athena yang frustasi dan nekat mengakhiri hidupnya.
"Karena itu berjanjilah jangan pernah pergi!" teriak Athena tak kalah kerasnya.
Gadis itu melepaskan pelukannya dan menatap wajah Axel dengan raut yang cemberut. Axel tersenyum mengucek rambut gadis itu. Axel menyadari dia terlalu terbawa perasaan dan selalu merasa sensitif jika berhadapan dengan manusia laki-laki yang menyukai Athena.
Athena menangkap tangan Axel yang mengucek rambutnya. Axel terpaku menatap wajah Athena yang terlihat marah. Axel pasrah membiarkan gadis menggenggam tangannya. Baru saja ingin meminta maaf karena Athena yang mungkin tidak suka diperlakukan seperti itu.
Athena menarik kedua tangan Axel dan melingkarkan di pinggangnya. Sementara Athena melingkarkan tangannya ke leher laki-laki itu. Athena menangkup wajah Axel.
"Aku tidak bisa hidup tanpamu," ucap Athena dan langsung membenamkan bibirnya di bibir Axel.
Athena menarik tubuh yang tinggi itu lebih mendekat padanya. Axel memeluk erat Athena sambil memainkan lidahnya dalam rongga mulut gadis itu. Athena melenguh menginginkan ciuman yang lebih dalam. Athena melepas tank top nya dan mendorong Axel ke ranjang.
"Athena apa yang kamu lakukan?" tanya Axel kaget melihat aksi Athena.
Athena duduk di atas tubuh Axel dan berusaha melepas pakaian dalamnya. Axel segera menangkap tangan itu.
"Aku tanya, apa yang kamu lakukan?" ucap Axel kembali bertanya.
"Menyerahkan diri agar Kakak tidak bisa lari dan harus bertanggung jawab padaku," ucap Athena.
Axel membalik badan, membuat Athena berada di bawahnya.
"Kamu serius? Benar-benar menginginkannya?" tanya Axel.
Athena mengangguk.
"Karena kamu menginginkannya atau karena takut aku pergi?" tanya Axel lagi.
"Dua-duanya dan ada lagi, aku ingin membuktikan kalau aku sungguh-sungguh mencintaimu" ucap Athena menatap wajah laki-laki yang dicintainya yang begitu dekat dihadapannya.
Axel menatap wajah yang bersungguh-sungguh itu. Terlihat raut wajah Athena yang pasrah, takut dan sungguh-sungguh menginginkan cinta Axel. Melihat itu, hati laki-laki mana yang tidak berbunga-bunga? Axel menginginkan Athena selalu mencintainya dan sekarang gadis itu ingin membuktikannya.
Athena masih memejamkan matanya, Axel menatap wajah itu.
"Kita tidak boleh melakukannya sayang," ucap Axel.
Membuat Athena membuka matanya dan menatap heran laki-laki itu.
"Kanapa? Kakak tidak menginginkannya? Kakak tidak inginkan aku?" tanya Athena dengan raut khawatir.
"Apa kamu lupa? Axel manusia itu bisa melihat apa yang kita lakukan ini dalam mimpinya. Jika kamu masih ingin bertemu dengannya. Kita tidak boleh melakukan ini, dia bisa menyaksikanmu. Dia bisa melihat melalui mataku, jika aku melihat tubuhmu yang polos? Dia juga bisa melihatmu," jelas Axel.
"Apa? Ya benar, apa yang Kakak lihat, bisa terlihat juga dalam mimpinya," ucap Athena.
Axel memejamkan matanya.
"Pakailah pakaianmu!" seru Axel.
"Tidak mau," ucap Athena tegas.
"Kenapa? Kamu ingin terlihat olehnya?" tanya Axel.
"Janji dulu, Kakak tidak akan menghilang seenaknya. Jika terjadi kejadian seperti tadi harusnya Kakak sabar bukannya langsung ngambek lalu menghilang," ucap Athena dengan nada kesal.
Axel tersenyum.
"Baiklah, maafkan aku Dewi Athena. Aku akan bersabar mulai sekarang," ucap Axel tersenyum sambil tetap memejamkan matanya.
"Tidak mau, tidak terima," ucap Athena.
"Kenapa lagi?" tanya Axel heran.
"Janjinya tidak sungguh-sungguh, nanti pasti akan seperti itu lagi. Menghilangkan diri dan membuatku merasa bersalah dan kesulitan mencarimu," ucap Athena.
"Aku janji, aku bersungguh-sungguh. Meski Dewi Athena mengabaikanku karena sibuk dengan pacar barunya. Aku akan tetap setia di dekatmu. Aku tidak akan pergi meski kamu mengusirku," ucap Axel.
"Haaa, janjinya terlalu muluk aku tidak percaya," ucap Athena kesal.
"Ini sungguh-sungguh sayang, aku tidak muluk-muluk. Jika kamu benar-benar akan menerima Axel manusia menjadi pacarmu untuk menyelidiki asal usulku. Kejadian seperti ini akan sering terjadi. Karena aku pasti cemburu, aku akan merasa diabaikan tapi jika aku sudah berjanji, aku akan bisa bertahan tetap disisimu," jelas Axel.
__ADS_1
Athena tersenyum lalu meraih leher Axel dan memaksa mencium bibir laki-laki itu. Axel membalas dengan masih memejamkan matanya.
"Buka matanya!" ucap Athena.
"Tidak mau, nanti dia melihat wajahmu yang sedang bernafsu itu," ucap Axel tersenyum.
Athena memukul dada laki-laki itu.
"Jadi mulai sekarang Kakak akan selalu menutup mata jika menciumku?" tanya Athena.
"Tidak, jika kamu tidak berpakaian saja. Aku tidak ingin dia juga ikut memandangmu. Hatimu dan tubuhmu hanyalah milikku, tidak ada seorang pun yang boleh ikut memandangnya," jelas Axel.
Athena tersenyum, gadis itu mengecup bibir Axel. Lalu bergerak mengambil tank top-nya dan kembali mengenakannya. Athena menangkup wajah Axel sambil tersenyum meminta Axel membuka mata.
"Kakak mengizinkan aku menemui Axel manusia itu lagi?" tanya Athena.
Axel mengangguk, Athena tersenyum.
"Percayalah, aku melakukan semua ini demi Kak Axel ku ini, bukan demi mendapatkan pacar manusia lainnya," ucap Athena.
Axel mengangguk lalu melanjutkan ciumannya hingga habis pergantian waktu. Athena tersenyum kecewa seorang diri saat Axel tak lagi terlihat di hadapannya.
Keesokan harinya gadis itu kembali menjalani aktivitasnya sebagai siswa SMA yang sebentar lagi akan menjalani Ujian Nasional. Bercanda bersama Kimmy, Vivi dan Mia. Saat berjalan pulang bersama teman-teman seorang cowok ganteng berjalan ke arah mereka setelah sekian lama bersandar di mobil sport.
Gadis-gadis yang berjalan melewatinya langsung berteriak histeris. Melihat laki-laki bertubuh tinggi atletis berwajah campuran Amerika dan Indonesia-Korea. Meski laki-laki itu hanya tersenyum membalas teriakkan siswi-siswi itu namun hebohnya seperti sedang diadakan jumpa fans boyband asal Korea.
Kimmy dan yang lain pun jadi penasaran ingin mengetahui apa yang terjadi. Selain mereka berteriak ingin berkenalan, ada juga yang langsung meminta berfoto Selfi bersama. Laki-laki tampan itu seperti menikmati ke populernya di SMA itu.
"Namanya siapa Kak?"
"Mahasiswa ya, kuliah di mana sih?"
"Ke sini ngapai Kak, cari aku ya?"
"Udah punya pacar belum?"
"Mau nggak jadi pacarku?"
Dan banyak lagi teriakan-teriakan dan pertanyaan-pertanyaan yang tak satu pun di jawabnya.
"Kok diam aja sih? Pengen denger suaranya lho"
Semakin lama Athena dan kawan-kawan semakin mendekat. Athena terkejut, Mia tak kalah terkejutnya. Gadis itu langsung menggenggam lengan Athena.
"Siapa dia? Kenapa begitu mirip Axel?" tanya Mia.
Athena mengangguk.
"Jangan mengangguk aja, jawab pertanyaanku. Siapa dia?" tanya Mia dengan suara keras.
"Dia bernama Axel juga tapi seorang mahasiswa," jawab Athena.
"Apa? Lalu Axel-mu? Apa dia hidup lagi?" tanya Mia kali ini berbisik.
"Ini anehnya, Axel-ku tetap menjadi hantu. Dan dia muncul dengan wujud manusia tulen, masih hidup masih bernafas dan hah..., populer lagi," ucap Athena.
"Jadi gimana? Apa kalian pacaran?" tanya Mia.
"Rencananya sih," jawab Athena.
"Haah.., kamu mau pacaran dengan dua Axel?" tanya Mia.
Belum sempat Athena menjawab namun terdengar teriakan-teriakan histeris kembali memekakkan telinga.
"Lihat dia ke sini, cowok ganteng itu ke sini," ucap Kimmy sambil melompat-lompat.
Axel berjalan mendekati Athena dan tersenyum pada gadis itu. Kimmy, Vivi langsung terperangah.
"Aku antar pulang ya sayang," ucap Axel.
"Bagaimana Kak Axel tahu aku sekolah di sini?" tanya Athena.
"HAAAH... AXEL?" teriak Kimmy dan Vivi.
"Bukannya kamu yang bilang kamu sekolah di SMA ku dulu?" jawab Axel.
Bego nya aku, kalau kaget syok otakku benar-benar tak bisa di andalkan, batin Athena.
Gadis itu tersenyum malu.
Axel langsung mengecup bibir Athena, tak tahan melihat senyum yang begitu manis. Kimmy, Vivi dan Mia terpana.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...