Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 127 ~ Berteman ~


__ADS_3

Athena memainkan perannya sebagai Axella. Terkadang merasa khawatir karena tentu saja sangat sulit memerankan kehidupan orang lain. Apalagi Athena yang sama sekali tidak dekat dengan Axella. Justru tidak menyukai gadis yang selalu berusaha mendekati Axel yang dicintainya. Kini, Athena justru harus bisa berperan demi gadis itu. Untuk apa?


Athena tak bisa kembali ke tubuhnya sementara Axella tak bisa kembali ke tubuhnya. Athena bisa membuat orang tua Axella rukun kembali sementara Axella bisa membantu Athena menjaga Axel. Mereka seperti memiliki tugas masing-masing. Athena tak memaksakan diri untuk menjadi Axella hingga dalam beberapa hal, membuat orang di sekelilingnya curiga.


"Wah, bangun dari koma, tulisanmu jadi beda?" tanya Dilla heran saat mengintip tulisan Athena sebelum gadis itu menyimpan buku catatan itu dalam tasnya.


Athena terkejut. Segera membolak-balik buku catatan yang telah terisi. Gadis itu menatap kedua temannya itu tanpa bisa menjelaskannya.


"Aku tidak tahu, mungkin ada yang salah dengan pergerakan tanganku," jawab Athena sekenanya.


"Oh ya, pasti ada hubungannya dengan syaraf di otakmu. Aku dengar kamu koma karena kepalamu mengalami cedera," ucap Dilla.


"Apa mungkin seperti itu ya? Ngomong-ngomong apa kamu juga mengalami amnesia?" tanya Vira iseng.

__ADS_1


Ya ampun, bagaimana ini, aku tidak amnesia tapi … Mommy dan Daddy mengira aku mengalami selektif amnesia karena telah melupakan banyak hal, batin Athena.


"Sepertinya ya, Mommy bilang aku banyak lupa," jawab Athena.


"Wah, jadi benar kamu amnesia? Jangan-jangan kamu juga lupa sama kami," ucap Dilla.


"Sebenarnya aku memang lupa," ucap Athena.


"Oh, jadi kita kenalan tadi itu bukan untuk mulai berteman dari awal tapi karena kamu lupa sama kami, ya kan?" tanya Dilla.


"Huuu, katakan aja terus terang, tapi kami senang kok sama kamu yang sekarang," ucap Okta.


"Tapi kalau kamu udah nggak amnesia lagi, jangan-jangan kamu kembali sombong seperti dulu," ucap Dilla.

__ADS_1


"Nggak! Nggak! Aku pasti akan ingat pertemanan kita ini. Aku nggak akan sombong lagi," ucap Athena cepat melihat kedua orang mahasiswi sedikit murung.


Waduh, sebenarnya aku juga nggak boleh berjanji seperti itu. Bagaimana kalau Kak Axella kembali ke tubuhnya lalu kembali bersikap sombong oada mereka, karena Kak Axella yang mungkin tidak menyukai mereka karena suatu alasan. Bagaimana ini? Batin Athena bertanya.


"Tuh kan? Kamu sendiri ragu. Jangan-jangan kamu benar, kamu kembali sombong setelah nggak amnesia lagi," ucap Dilla.


"Mungkin saat aku kembali menjadi diri sendiri, aku akan berubah lagi. Entahlah, tapi sungguh saat ini aku ingin berteman dengan kalian. Mungkin … ini akan menjadi kenangan atau pengalaman berbeda bagiku bisa berteman dengan kalian. Setidaknya aku sudah mencoba berteman dengan kalian. Merasakan berteman dengan kalian, mungkin bagi kalian pertemanan ini tidak akan ada artinya, tapi bagiku pasti sangat berarti," jelas Athena. Membuat kedua mahasiswi itu saling memandang.


"Kami tahu kamu pintar, tapi kami tak menyangka kalau kamu bisa berpikiran bijak," ucap Dilla.


"Bijak apanya? Aku cuma berkata apa yang terlintas di benakku," ucap Athena malu-malu.


"Ya, tidak begitu bijak sih, tapi mending sekarang daripada kamu dulu yang menyebalkan," ucap Vira lalu tertawa.

__ADS_1


Athena mencubit lengan Vira sambil tertawa. Mereka bertiga pun akhirnya tertawa. Athena bertanya banyak hal yang mungkin tidak diketahuinya. Selain tugas-tugasnya yang telah tertinggal. Begitu pergantian waktu, Athena langsung bertanya tentang semua tugas-tugas itu pada Axella.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2