Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 33 ~ Rahasia Masa Lalu ~


__ADS_3

Athena ingin mencari keluarga Raihan dan Raihanna, gadis itu ingin menjelaskan semua kesalahpahaman di dua keluarga itu. Keluarga Raihanna yang menuduh Raihan menghamili putri mereka dan keluarga Raihan yang memutuskan mengusir putranya karena dianggap mencoreng nama baik keluarga.


Sekarang Raihanna telah tiada, rahasia itu pun ikut tenggelam. Secarik kain bernoda dan diary itu akan dijadikan bukti bagi Athena untuk menjelaskannya. Axel cemas Athena melakukannya sendiri sementara Axel tidak bisa muncul lagi di hadapan Athena di siang hari.


Laki-laki itu hanya pasrah melihat apa pun yang dilakukan Athena. Axel khawatir dan sedih karena tidak bisa memberikan pendapat dan nasehat-nasehat padanya namun Athena menghibur Axel dan menyatakan dia sanggup mengatasi segalanya.


Hari ini Athena pergi mencari alamat yang telah di berikan bapak TU di sekolah. Pertama-tama Athena mencari rumah keluarga Raihanna. Setelah bertanya dan berjalan mencari-cari hingga ke sebuah perumahan akhirnya Athena berhasil menemukan alamat keluarga Raihanna.


Athena mengetuk pintu, setelah menunggu sesaat pintu itu terbuka. Seorang laki-laki membukakan pintu, laki-laki itu langsung tersenyum dan bertanya. Athena menanyakan rumah kediaman Raihanna, laki-laki itu menjawab kalau rumah itu adalah rumah Raihanna namun laki-laki itu mengatakan Raihanna telah meninggal dunia.


"Apa orang tua Kak Raihanna ada?" tanya Athena.


"Mereka sedang bekerja, kalau mau menunggu silakan masuk" ucap laki-laki itu sambil memperkenalkan diri.


"Kenalkan saya Ricko" ucap laki-laki itu mengulurkan tangannya.


Athena menyambut jabat tangan itu dan menyebutkan namanya. Ricko langsung mengajak Athena masuk ke dalam rumahnya. Axel merasa takut dan khawatir melihat tindak tanduk laki-laki itu.


"Oh, kalau begitu nanti saja saya kembali" ucap Athena yang menolak masuk ke dalam rumah.


"Kenapa? Tidak apa-apa, tunggu di dalam saja" ucap laki-laki itu sedikit memaksa.


"Nggak usah, mungkin nanti saya harus membuat janji dulu untuk bertemu" ucap Athena bersikukuh.


"Oh, baiklah kalau boleh tahu ada urusan apa mencari orang tua Hanna. Kamu dari sekolah Hanna dulu kan?" tanya Ricko sambil melihat seragam Athena dari bawah hingga ke atas.


"Saya memang bersekolah di SMA yang sama dengan kak Hanna" ucap Athena.


"Kalau begitu ada apa? Katakan saja pada saya, ada urusan apa mencari orang tua Hanna. Ayo masuklah" ucap Ricko sambil meraih tangan Athena.


Gadis itu langsung menepisnya, beruntung laki-laki itu tidak terlalu kuat menggenggam tangan Athena. Gadis itu langsung mundur dan berjalan secepatnya keluar dari halaman rumah itu.


Sesampainya di jalan gadis itu langsung mengurut dada. Perasaannya lega bisa lepas dari ajakan laki-laki itu. Axel sangat khawatir melihat gadis yang dicintainya itu hampir saja di kuasai laki-laki di rumah Raihanna. Axel memiliki firasat kalau laki-laki bernama Ricko itu adalah sepupu yang memperkosa Raihanna.


Athena kembali ke rumah, gadis itu tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang menakutkannya dan hampir saja gadis itu terperdaya oleh laki-laki itu. Ricko berusaha membuat Athena menceritakan maksud kedatangannya dan mengajak gadis itu masuk ke dalam rumah yang tidak ada siapapun selain laki-laki itu.


Axel memeluk Athena, tentu saja di saat pergantian waktu.


"Kamu berani sekali datang ke situ sendirian, aku sangat takut kamu akan terpengaruh olehnya dan mengikuti kemauan laki-laki itu" ucap Axel sambil menitikkan air mata.


Athena membalas pelukan Axel sambil menepuk punggung laki-laki itu.


"Aku baru tahu, ada hantu yang cengeng seperti ini" ucap Athena sambil tersenyum.


"A P A !!!!" ucap Axel sambil merenggangkan pelukannya.


Menatap wajah Athena dengan raut wajah yang sangat khawatir.


"Aku ini tidak cengeng, kamu itu yang telah membuatku takut. Bagaimana kalau laki-laki itu berhasil membawamu masuk ke dalam rumah itu lalu memperkosamu sama seperti yang dilakukannya pada Raihanna" teriak Axel marah.


"Iiih, kak Axel-ku tersayang, jangan dipikirkan lagi. Membayangkan itu aku jadi takut. Sekarang lihat kenyataannya aku baik-baik saja kan" ucap Athena.


"Kalau kamu sok berani seperti itu aku nggak izinkan kamu untuk mengusut kasus Raihanna lagi" ucap Axel.


"Jangan gitu dong kak, aku kan udah janji sama Kak Hanna" ucap Athena protes.


"Tapi ini bisa membahayakanmu. Pokoknya kalau ke sana harus ditemani. Kamu nggak boleh ke sana sendirian. Coba pikirin gimana kalau tiba-tiba kamu di tarik ke dalam rumah. Siapa yang tahu, siapa yang lihat" ucap Axel.


"Mau ngajak siapa? Kalau ngajak kak Axel kan gak ada gunanya. Aku aja nggak bisa lihat" ucap Athena.

__ADS_1


Kata-kata Athena membuat Axel bersedih. Laki-laki itu kembali menitikkan air mata. Athena tidak tahu bagaimana dia sangat mengkhawatirkan gadis itu. Dan ucapan Athena adalah laki-laki yang tak berguna semakin membuatnya bersedih.


"Aku memang tidak berguna, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku memang tidak berguna" ucap Axel pelan.


Laki-laki itu membalik badan menunduk hingga meneteskan air matanya. Athena baru sadar apa yang diucapkannya menyakiti hati Axel. Gadis itu langsung memeluk tubuh laki-laki itu dari belakang.


"Bukan seperti itu, kakak jangan salah paham. Bagiku kakak sangat berarti. Hanya saja dalam situasi ini. Kakak tidak bisa melakukan apa-apa. Kakak jangan marah, jangan pergi ya" ucap Athena langsung takut kalau Axel akan pergi menghilang.


Axel memeluk tangan Athena yang melingkar di dadanya. Kembali laki-laki itu menyesal dengan takdirnya yang menjadi hantu. Sama sekali tidak bisa membantu gadis yang dicintainya di dunia nyata.


"Pasti lagi menyesal kenapa aku menjadi hantu, kenapa aku ini seorang hantu" ucap Athena sambil tertawa.


"Kamu jadi pembaca pikiran sekarang" ucap Axel yang juga ikut tersenyum.


Axel membalik badan bersandar di jendela kamar Athena dan menatap wajah gadis semakin hari semakin cantik itu.


"Gimana kalau kamu mengajak Mia ke rumah Raihanna" usul Axel.


"Untuk apa?" tanya Athena.


"Aku dan Raihanna juga ikut ke rumahnya" ucap Axel.


"A P A ?" tanya Athena ternganga.


"Jangan menganga begitu, aku jadi napsu" ucap Axel sambil mendorong dagu Athena agar menutup.


Laki-laki itu lalu memeluk Athena sambil membelai rambut gadis itu.


"Untuk meyakinkan keluarga itu kalau kamu benar-benar pernah berkomunikasi dengan Raihanna" usul Axel.


Laki-laki itu berharap Athena menyetujui usulnya karena sangat takut jika Athena masih nekat datang sendiri.


"Terima kasih sayang" ucap Axel.


Keesokan harinya Athena menceritakan tentang rencananya untuk menemui keluarga Raihanna pada Mia. Mia sangat terkejut mendengar kisah tragis Raihanna. Setahunya gadis itu bunuh di toilet sekolah karena frustrasi dengan kehamilannya. Mia sama sekali tidak tahu kalau Raihanna diperkosa oleh sepupunya.


Gadis itu langsung bersedia membantu Athena. Pertama-tama Athena menceritakan rencana mereka datang ke rumah keluarga Raihanna dan mengajak Raihanna untuk membuktikan bahwa Mia dan Athena benar-benar pernah berkomunikasi dengan Raihanna.


Sebelumnya Mia sangat takut bertemu dengan Raihanna namun setelah mengetahui kisah gadis hantu itu, Mia justru merasa kasihan. Raihanna pun bersedia ikut ke rumahnya. Hal yang sangat ingin dilakukannya. Namun merasa sangat sedih setiap kali melihat orang tuanya namun tidak dapat berkomunikasi dengan mereka.


Mereka berkumpul di hari libur hingga dapat menemui keluarga Raihanna. Beruntung saat mengetuk pintu muncul seorang ibu-ibu yang melihat heran pada Athena dan Mia.


"Dia adalah ibuku" bisik Raihanna pada Mia.


Mia mengangguk, Athena pun memperkenalkan diri. Sebagai adik kelas Raihanna.


"Mana mungkin, Hanna telah meninggal enam tahun yang lalu. Kalian mana mungkin bertemu dengannya" ucap ibu Raihanna.


"Kami sering bertemu dengannya Ibu, saya bisa melihatnya bahkan saat ini" ucap Mia.


Ibu itu langsung menutup mulutnya dengan tangan yang gemetar.


"Kalian bohong, kalian ingin menipu ku?" teriak Ibu Raihanna.


"Nggak Bu kami kesini ingin mengungkapkan sesuatu pada Ibu tentang kehamilan dan kematian kak Raihanna" ucap Athena.


Ibu itu tidak percaya bahkan berteriak menangis hingga membuat suaminya keluar dan menanyakan penyebab ibu Raihanna terlihat syok.


"Ada apa ini? Apa yang kalian lakukan pada istri saya?" tanya bapak itu marah karena melihat istrinya yang menangis setelah menerima Athena dan Mia bertamu.

__ADS_1


"Kami hanya ingin menyampaikan pesan Kak Raihanna Buk, Pak" ucap Mia.


"Kalian pasti penipu, ingin mencari keuntungan dari orang yang tertimpa musibah. Raihanna telah tenang di alamnya kenapa kalian mengusik kami dengan cerita kalian" teriak Bapak itu sambil mengusir Athena dan Mia.


"Kak Raihanna belum tenang, dia masih berkeliaran di sekolah" ucap Athena.


Bapak dan ibu itu saling berpandangan. Namun, bapak itu tetap tidak percaya. Mereka tetap menuduh kalau Athena dan Mia ingin menipu mereka.


"Bapak pernah membeli ikan di pelelangan karena malu tidak mendapatkan ikan hasil pancingan saat Kak Raihanna berumur tujuh tahun" ucap Mia.


Athena terpana mendengar cerita Mia, tidak hanya Athena namun bapak itu pun tertegun. Mengenang saat itu. Dengan bangga mengajak putrinya memancing di laut untuk mendapatkan ikan-ikan karang.


Bapak itu langsung terduduk, menatap kosong ke depan dan menangis.


"Saat itu bapak sedang senang-senangnya memancing ikan karena beberapa kali memancing bersama dengan teman-teman bapak. Ibu tidak setuju jika bapak pergi sendiri karena teman-teman bapak sedang tidak ada waktu untuk memancing. Namun bapak dengan bangga tetap ingin mempersembahkan ikan hasil tangkapan bapak. Ibu tidak percaya kalau bapak bisa berhasil mendapatkan ikan. Bapak merasa yakin hingga akhirnya mengajak kak Raihanna untuk membuktikannya. Setelah memancing namun tidak mendapatkan ikan sama sekali bapak akhirnya menyerah. Mengajak Kak Raihanna pulang. Saat melintasi tempat pelelangan ikan, bapak melihat ikan-ikan segar yang baru datang. Bapak mengajak Kak Raihanna untuk membeli ikan itu dan bersekongkol untuk membohongi ibu. Bapak bahkan meminta Kak Raihanna untuk memilih sendiri ikan-ikan yang ingin di beli dengan syarat Kak Raihanna tidak boleh bilang kalau ikan-ikan itu bukan hasil tangkapan namun di beli" cerita Mia.


Bapak itu langsung menangis bukan karena rahasianya yang akhirnya terbongkar namun karena percaya bahwa Raihanna benar-benar ada dan menceritakannya pada Mia. Kejadian itu adalah rahasia mereka berdua dan tidak pernah diungkapkan pada siapa pun. Ibu Raihanna menanyakan kebenaran cerita itu dan Bapak itu mengangguk.


"Ibu pernah memasak makanan hingga gosong karena asyik menonton sinetron sementara bapak akan segera pulang dari bekerja. Ibu terpaksa memesan makanan dari rumah makan agar bisa menyajikan makan malam untuk bapak. Kak Raihanna tidak terlalu yakin mungkin saat itu berumur lima atau enam tahun. Ibu berjanji akan membelikan ayam pop kesukaan kak Raihanna jika kak Raihanna berjanji tidak bercerita" jelas Mia.


Ibu Raihanna menangis sesenggukan saat mendengar cerita yang juga menjadi rahasianya berdua dengan putri kesayangannya itu.


"Bapak ingat betapa senangnya Hanna memilih ikan-ikan cantik yang masih hidup itu. Hanna bahkan meminta pada bapak untuk tidak memberikannya pada ibuk agar tidak di masak" cerita Bapak Raihanna sambil menangis.


"Ya ibu ingat, dia memelihara ikan itu hingga tiga hari dan harus di masak karena sudah mulai lemas dan hampir mati. Dia bahkan tidak mau memakannya pak" cerita Ibu Raihanna.


"Tapi ibu bercerita kalau ibu dan ayah ikan itu telah menunggu di surga karena berbuat baik membuat orang-orang merasa kenyang. Ikan itu juga sangat ingin bertemu dengan orang tuanya. Jika Kak Hanna tidak memakan ikan itu maka dia tidak bisa bertemu dengan orang tuanya di Surga. Kak Hanna langsung memakan ikan itu dengan cepat dan berkata kalau dia sudah kenyang" cerita Mia sambil berderai air mata.


Gadis itu juga tidak sanggup mendengar kesedihan orang tua itu yang menangis mendengar ceritanya. Athena menghapus air matanya berkali-kali hingga membuat punggung tangannya basah terkena air mata. Axel tertunduk sedih melihat kedua orang tua itu yang menangis sedih kehilangan putrinya. Laki-laki itu bahkan keluar dari rumah itu dan menangis seorang diri. Mia melihat Axel yang menangis hingga terisak-isak di luar sana.


Kedua orang tua itu akhirnya percaya kalau Raihanna benar-benar ada di dekat mereka saat ini. Athena mulai menceritakan apa yang terjadi pada Raihanna sesuai dengan yang di bacanya dari buku harian Raihanna.


"Bagaimana kamu bisa menemukan buku harian ini nak?" tanya ibu Raihanna.


"Kak Raihanna yang memberi tahu kalau dia menyimpan buku harian ini di bawah laci kabinet di toilet sekolah" ucap Athena sambil menyerahkan buku harian itu.


Athena juga memberitahukan mengenai secarik kain yang terkena noda darah dan cairan dari laki-laki yang telah memperkosanya. Athena mengusulkan kalau kain itu bisa digunakan untuk membuktikan peristiwa perkosaan Raihanna.


"Dan tak kalah pentingnya, noda di secarik kain itu bisa membuktikan kalau yang melakukan itu bukan Kak Raihan. Ini bisa membantu membersihkan nama baiknya juga hubungan Kak Raihan dengan keluarganya.


"Ya, kami dengar dia diusir oleh keluarganya karena dianggap mencoreng nama baik keluarga. Kami juga harus meminta maaf padanya karena telah salah menuduh" jelas Bapak Raihanna.


Raihanna tersenyum mendengar ucapan bapaknya yang akhirnya menyadari kekeliruannya.


"Kami mencari buku harian ini kemana-mana untuk mengetahui motif bunuh dirinya. Tapi kami tidak menemukannya" ucap Ibu Raihanna sambil mengusap buku harian itu.


"Kak Hanna sengaja menyembunyikan buku harian itu karena suatu hari kak Hanna pernah melihat kakak sepupunya sedang mencari-cari sesuatu di kamarnya" jelas Mia.


"Kami akan menindaklanjuti kejadian ini, Ricko harus mempertanggungjawabkan perbuatannya" ucap Bapak Raihanna dengan geram.


Ibu Raihanna menangis sejadi-jadinya, ibu itu sangat menyesal karena telah menampung putra dari kakaknya itu untuk tinggal di rumahnya. Berharap Raihanna memiliki seorang kakak laki-laki yang dapat melindunginya namun justru dialah yang menghancurkan hidup putrinya hingga membuat Raihanna meninggal.


"Axel menangis di luar rumah saat kita bicara dengan kedua orang tua tadi" ucap Mia saat mereka berjalan pulang dari rumah Raihanna.


"Benarkah? Kenapa? Apa yang membuatnya bersedih?" tanya Athena penasaran setelah mendengar ucapan Mia.


"Kamu bisa mendengar sendiri darinya nanti" ucap Mia sambil tersenyum.


Athena sebenarnya tidak sabar ingin mengetahui sebab Axel menangis begitu sedih. Namun, terpaksa bersabar menunggu di pergantian waktu agar bisa mendengar langsung dari laki-laki yang dicintainya itu.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2