Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 51 ~ Pesta Ultah Athena ~


__ADS_3

Tn. Dany mengajak Athena mencari sahabatnya di antara tamu-tamu yang telah berdatangan. Hingga akhirnya Tn. Dany menepuk bahu seorang tamu, yang ditepuk pun membalikkan badannya. Tersenyum ke arah Tn. Dany dan langsung berpelukan. Sahabat sekaligus bawahan Tn. Dany itu langsung menyalami Athena.


Sahabat Tn. Dany memuji kecantikan Athena dan segera memanggil putranya untuk diperkenalkan pada Athena. Saat putra Tony datang, mereka serentak kaget.


"Evan?"


"A-Athena?"


Evan yang telah lama tak dilihatnya di sekolah. Namun, sekarang datang sebagai putra dari teman Papanya. Sementara Evan tak kalah terkejutnya, saat mengetahui putri dari atasan ayahnya di kantor ternyata adalah Athena.


Evan langsung menuduk, tak berani menatap Athena. Mengingat apa yang pernah di lakukannya pada gadis itu.


"Kalian sudah saling kenal?" tanya Dany.


"Ya Pa, kami satu sekolah tapi beda jurusan. Dulu Evan juga pernah datang ke sini, Evan juga udah kenal sama Mama," jelas Athena.


"Oh ya, wah ternyata mereka telah berteman," ucap Dany pada Tony.


"Oh kamu kenapa tidak bilang kalau pernah datang ke sini dan udah kenal dengan Athena?" tanya Tony.


"Saya pikir atasan Daddy bukan Papanya Athena tapi tamu undangan pesta di sini, bukan pemilik rumah ini," jawab Evan kembali menunduk.


"Ya, sudah kalau begitu silakan kalian ngobrol, Daddy ngobrol sama Papa Athena ya," ucap Tony sambil mengajak Tn. Dany berbincang di tempat lain.


Nggak nyangka ternyata atasan Daddy papanya Athena, kalau tahu begitu dulu gue baik-baik aja sama dia, batin Evan.


"Kemana aja selama ini nggak pernah kelihatan lagi, apa kamu udah pindah sekolah?" tanya Athena memecah suasana canggung.


"Masih sekolah di situ, cuma aku menghindar dari kamu," ucap Evan.


"Kenapa?" tanya Athena heran.


"Aku merasa bersalah padamu, sejak kejadian malam itu. Sebenarnya aku udah nggak mau melanjutkan taruhan itu tapi teman-temanku menghasutku dan aku makin penasaran sama kamu. Sebenarnya aku suka sama kamu, jika boleh aku ingin kamu memberikan kesempatan untukku ...,"


"Sudah tidak ada kesempatan lagi, Athena milikku dia akan segera menjadi istriku," sela Axel tiba-tiba muncul menghampiri Athena.


Evan terhuyung menatap wajah Axel. Tak ada yang memperhatikan betapa pucatnya wajah Evan saat melihat wajah Axel. Evan masih ingat dengan jelas wajah makhluk yang menolong Athena waktu itu. Wajah yang terlihat sama dengan laki-laki yang di hadapannya namun kali ini dengan mata yang tak merah menyala.


"Kakak udah datang?" tanya Athena.


"Hmm.., kamu cantik sekali sayang," ucap Axel sambil mengecup bibir Athena.


"Kak, di sini banyak orang," ucap Athena.


"Maaf sayang, tapi aku tidak tahan ingin menciummu, kamu cantik sekali malam ini," jawab Axel sambil menoleh ke kelompok orang tua agak khawatir jika mereka melihat kelakuannya tadi.


Jika di rumahku tak akan masalah, berciuman di mana pun tak ada yang peduli, batin Axel.


"Jadi biasanya nggak cantik?" tanya Athena.


"Cantik juga dong, cantik alami, tapi malam ini kamu cantik luar biasa," ucap Axel sambil menangkup wajah Athena.

__ADS_1


Axel telah berhasil menarik perhatian Athena. Laki-laki itu langsung menguasai Athena dan membuat gadis itu melupakan Evan yang berada dihadapannya. Namun. tanpa Athena sadari saat Axel muncul. Evan mengingatnya sebagai makhluk yang bengis dan langsung membuatnya merasa ketakutan.


Dia ... Dia ... Dia, laki-laki api itu, dia bukan manusia kenapa bisa muncul seperti manusia biasa. Athena kenapa? Kenapa kamu mau berhubungan dengan makhluk seperti itu? Aku harus menyadarkan Athena. Dia tidak boleh tunduk dan mau dikuasai makhluk itu. Menikah dengannya? Dia bilang Athena akan segera menjadi istrinya. Athena harus sadar dia harus dihentikan, batin Evan.


Acara pesta ulang tahun Athena di mulai, pemotongan kue ulang tahun di lakukan oleh Athena di dampingi Axel. Semua kagum menyaksikan pasangan serasi itu. Cantiknya Athena dan tampannya Axel, tak sanggup dikalahkan oleh siapa pun yang hadir di acara itu.


Semua yang hadir di situ seperti merestui hubungan mereka yang terlihat sangat cocok. Kecuali bagi Evan, laki-laki itu merasa kalau Athena tak pantas jatuh ke tangan makhluk yang pernah berhadapan dengannya itu..


Athena pasti telah dikuasainya, Athena pasti dihipnotis oleh makhluk itu. Semua orang termasuk keluarganya tidak mengenal siapa pacar Athena. Laki-laki itu bahkan telah menguasai keluarga Athena, batin Evan.


Laki-laki itu sibuk memikirkan apa yang terjadi pada Athena dan bertekad akan menemui gadis itu. Saat mendapat kesempatan Evan menarik tangan Athena dan mengajak gadis itu bicara empat mata.


"Apa hubunganmu dengan makhluk itu? Apa kamu sudah gila Athena, dia bukan manusia. Kamu harus sadar, kamu nggak boleh menyerahkan dirimu padanya. Dia memang pernah menolongmu, tapi kamu harus sadar manusia nggak boleh berhubungan dengan makhluk gaib," ucap Evan berapi-api.


"Dia bukan makhluk itu, mereka adalah orang yang berbeda," jawab Athena.


"Apa? Gimana kamu bisa yakin? Dia sangat mirip dengan makhluk itu. Apa jangan-jangan kamu memang penganut aliran sesat yang suka berhubungan dengan makhluk halus?" tanya Evan.


"Nggak Van, ini nggak seperti yang kamu kira. Aku bukan penganut aliran sesat. Aku ... aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya, mungkin kamu pernah dengar tentang anak indigo? Mungkin aku anak yang seperti itu namun dengan batasan, tak sepenuhnya indigo. Tapi awalnya aku memang benar-benar menjadi indigo aku bisa melihat penampakan. Tapi setelah kejadian itu kemampuanku berkurang. Percayalah Evan, laki-laki ini bukan yang ingin menyakiti kamu," jelas Athena.


"Athena, maafkan aku tentang kejadian itu. Aku menyesal telah berniat jahat padamu. Entah kenapa? Aku seperti terbiasa dan bangga bisa menaklukkan ... eh ... maaf Athena. Maafkan aku," ucap Evan teringat kembali kesalahannya lalu tertunduk.


"Mudah bagiku untuk memaafkanmu Evan tapi aku harap kamu berubah dan tidak lagi suka mempermainkan cewek-cewek," ucap Athena.


"Ya, Athena. Aku tidak akan seperti itu lagi. Aku tidak akan menjadi laki-laki yang rusak seperti itu lagi. Lalu siapa pacar kamu itu? Bagaimana kalian bisa bertemu dan kenapa bisa mirip sekali dengan makhluk itu?" tanya Evan.


"Ceritanya panjang tapi aku tidak bohong, makhluk itu dan Axel ini adalah orang yang berbeda jadi kamu tidak perlu khawatir," ucap Athena.


"Kamu tidak bertemu dengan makhluk itu lagi?" tanya Evan.


"Jadi dia pelindungmu, karena itu dia menyerangku karena aku bermaksud jahat padamu. Kalau begitu pacarmu ini kalau macam-macam bisa diserang olehnya juga?" tanya Evan yang dibalas dengan anggukan oleh Athena.


"Oh, kalau begitu makhluk itu memang tidak jahat. Dia hanya ingin melindungimu. Baiklah kalau gitu, semoga saja pacarmu itu orang yang baik ya Athena, hingga tak harus berhadapan dengan malaikat pelindungmu itu," ucap Evan.


"Malaikat?" tanya Athena.


"Ya, kenapa heran? Jika dia melindungimu dan baik padamu, tentulah dia malaikat pelindung?" tanya Evan.


"Benar juga, kenapa dari dulu tidak terpikirkan olehku. Aku justru berpikir kalau dia adalah hantu," ucap Athena dengan raut wajah heran.


"Oh, ada hantu yang baik? Entahlah, yang pasti mereka sama-sama makhluk tak kasat mata," ucap Evan.


"Benar juga," ucap Athena sambil menunduk.


"Aku harap kamu tidak salah dalam memilih, aku ingin kamu mendapatkan laki-laki yang baik. Yang melindungimu dan bisa membahagiakanmu," ucap Evan tulus.


"Makasih Evan, siapa pun pasti berharap seperti itu," jawab Athena.


"Tapi sekarang kamu punya pelindung jadi kita tidak perlu khawatir lagi. Aku harap kamu ...,"


"Sayang, aku cari kamu kemana-mana. Kamu malah ada di sini, mau apa kalian di sini?" tanya Axel sambil menatap wajah Evan.

__ADS_1


"Kami cuma bicara," jawab Athena.


"Bicara di tempat yang tersembunyi? Kenapa harus bicara di tempat tersembunyi seperti ini?" tanya Axel dengan tatapan yang tak beralih dari Evan.


Melihat itu Athena langsung mengajak Axel ke tempat lain. Laki-laki itu dengan hati kesal mengikuti langkah Athena. Athena mengajak laki-laki itu ke samping rumahnya demi menghindari keributan. Athena ingin menenangkan Axel dan menjauh dari kelompok orang tua agar mereka tidak khawatir.


"Tadi itu mantan pacarku ...,"


"APA?" teriak Axel.


Athena langsung menyilangkan jari telunjuk di bibirnya.


"Dia cuma menanyakan kabarku, dan bertanya keseriusan hubungan kita," jelas Athena.


"Mau apa dia tanya-tanya urusan orang. Sepertinya dia masih suka sama kamu, apa dia minta balikan sama kamu?" tanya Axel dengan suara bernada tinggi.


"Nggak! Nggak! Dia nggak minta balik, cuma minta maaf sama hubungan kami yang buruk di masa lalu. Dia juga berharap aku bahagia bersama Kakak," jelas Athena.


"Aku tidak suka kamu berhubung dengan mantan kamu. Jangan pernah dia mengurusi urusanku atau dia dan keluarganya akan menanggung akibatnya," ucap Axel.


"Kak, kenapa sih pakai ngancam-ancam seperti itu? Aku ingin hidup tenang, aku ingin memiliki hubungan yang nyaman yang bisa membuat aku bahagia. Bukan hubungan yang membuat aku pusing, ketakutan dan membuatku merasa tidak nyaman berteman dengan siapa pun. Apa Kakak suka dengan hubungan yang selalu menguras emosi? Jika Kakak marah-marah tidak jelas, ya sudah kita putus saja. Carilah gadis yang bisa membuat Kakak nyaman dan temannya tidak mengurusi hubungan kalian. Jika temanku hanya bertanya padaku itu menjadi masalah? Ya sudah kita putus saja," ucap Athena dan langsung ingin berlalu dari tempat itu.


"Bukan begitu maksudku Athena, aku cuma ingin kamu menghargai aku," ucap Axel sambil menahan tangan Athena.


"Oh ya? Aku kurang menghargai bagaimana?" tanya Athena.


"Ya kamu, kamu itu pacarku. Kedua orang tua kita bahkan telah setuju kalau kita akan segera menikah," ucap Axel.


"Lalu apa? Karena orang tua setuju lalu aku pasrah menerima laki-laki yang selalu curiga padaku? Yang menunduhku tidak menghargai pacarku hanya karena aku bicara dengan seorang teman? Aku rasa orang tuaku akan setuju hubungan kita putus kalau anaknya dituduh cewek yang tidak menghargai hanya karena bicara dengan mantan pacar. Sudahlah Kak! Aku pergi," ucap Athena kembali ingin melangkah dari tempat itu.


Axel tatap bertahan menggenggam tangan Athena dan menarik gadis itu ke dalam pelukannya.


"Maafkan aku Athena, aku tidak bermaksud seperti itu. Bukannya aku mencurigaimu, bukannya aku tak percaya padamu. Aku cemburu, aku takut kamu membelanya karena masih memiliki perasaan padanya," ucap Axel.


"Kalau tidak percaya padaku, Kakak tidak akan bahagia bersamaku. Kakak akan diliputi rasa curiga, emosi dan itu tidak baik. Hubungan seperti itu tidak sehat. Lebih baik diakhiri saja," ucap Athena.


"Athena, tolong! jangan berkata seperti itu. Aku akan berubah, aku akan berusaha berubah. Aku tidak bisa kehilanganmu Athena. Jika sifatku buruk dan kamu tidak suka, aku akan berusaha untuk berubah tapi tolong jangan putuskan hubungan kita," jelas Axel menyesal.


"Jika itu sudah menjadi sifat Kakak, sebuah pengorbanan yang besar untuk merubahnya. Aku tidak layak mendapatkan pengorbanan yang besar dari Kakak. Jangan paksakan diri jika sifat kita memang berbeda," ucap Athena.


"Tidak Athena, aku bahagia bisa menjadi apa yang kamu inginkan. Athena aku mencintaimu, aku akan menderita jika kamu memutuskan hubungan denganku. Maafkan aku Athena! Maafkan aku sayang!" ucap Axel lebih memohon.


Sebenarnya ini kesempatanku bebas darinya, tapi dia tidak ingin berpisah denganku dan lagi aku masih ingin menyelidiki tentang kembarannya itu. Hidden twins, apa mungkin Kak Axel-ku adalah Hidden twins-nya? Batin Athena.


Athena akhirnya mengangguk, Axel merasa senang. Laki-laki itu langsung merenggangkan pelukannya dan menangkup wajah Athena.


"Aku mencintaimu sayang," ucap Axel dan langsung membenamkan bibirnya ke bibir manis beraroma vanilla itu.


Axel memeluk gadis itu erat, nafasnya memburu. Menikmati permainan lidahnya dalam rongga mulut gadis yang dicintainya itu. Berkali-kali melenguh, rasa penasaran membuat laki-laki semakin gencar ingin mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Athena!"

__ADS_1


Spontan mereka melepaskan ciumannya dan menoleh ke arah suara. Kaget mendapat panggilan dari seseorang saat mereka berciuman.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2