Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 84 ~ (Tak) Ingin Berpisah ~


__ADS_3

"Aku benci padanya, aku benci perempuan itu. Sampai matipun aku akan tetap membencinya!" seru Athena.


"Athena!" bentak Axel menghentikan ucapan Athena.


Air mata Athena tak terbendung lagi. Baru kali ini Axel membentaknya dan semua itu karena kakak senior Axel itu. Athena menangis tertunduk.


"Kakak nggak peduli lagi padaku. Kakak juga bentak aku karena perempuan itu. Sebaiknya kita berpisah, aku relakan Kakak bersamanya. Mulai sekarang Kakak bebas bersamanya," ucap Athena tersedu-sedu lalu beranjak pergi.


Axel menyambar tangan gadis itu dan langsung menarik tubuh Athena ke dalam pelukannya. Gadis itu mencoba untuk meronta tapi pelukan Axel sangat kuat. Gadis itu memohon untuk dilepaskan


"Aku nggak akan melepaskanmu. Aku tak bentak kamu karena Axella, tapi aku bentak kamu karena aku benci ucapanmu. Kamu tak tahu bagaimana rasanya mati. Aku mengalaminya dan rasanya sangat menyedihkan. Jika kamu mati, bukan hanya kamu yang merasakan sedih, tapi aku. Aku nggak akan bisa hidup tanpa kamu. Aku nggak akan kuat menjalani hidup tanpa kamu," ungkap Axel.


"Tapi kenapa? Sekarang aku selalu merasa Kakak abaikan aku?" tanya Athena.


Axel merenggangkan pelukannya lalu menatap wajah gadis yang dicintainya itu. Axel tersenyum sambil menangkup wajah gadis cantik itu. Lalu membenamkan bibirnya ke bibir manis gadis itu. Athena merasa bingung. Axel tak terlihat ingin meninggalkannya. Namun, sering mengabaikannya.


"Aku mencintaimu Athena. Begitu cinta sama kamu hingga aku ingin segera menikahi kamu. Tapi siapa yang selalu menolakku? Kamu ingin kuliah, ingin berkarier. Bukannya kamu yang selalu menolakku? Sekarang percayalah, aku tak ada hubungan khusus dengan Axella. Dia hanya teman yang membantuku dalam mengerjakan tugas-tugasku. Percayalah, semua ini aku lakukan demi kamu," jelas Axel.


"Kapan Kakak tidak sibuk lagi? Sudah semester tiga Kakak masih saja begitu sibuk. Kapan Kakak terbebas darinya?" tanya Athena.


"Kenapa aku harus bebas darinya?" tanya Axel.

__ADS_1


"Jadi Kakak ingin selamanya terikat dengannya?" tanya Athena dengan nada yang tinggi.


"Justru karena aku tidak terikat dengannya, makanya aku tanya sama kamu, kenapa aku harus bebas darinya?" tanya Axel.


"Kakak membuatku bingung, tidak terikat dengannya tapi selalu bersamanya," ucap Athena pelan lalu membalikkan badan dan pergi. Axel mengejar lalu memeluk Athena dari belakang.


"Bersabarlah sayang, setelah ini aku tak akan terlihat bersamanya lagi. Aku janji, aku tak akan mau menatap wajahnya sekali pun. Aku juga akan membencinya seperti kamu membencinya. Aku janji sayang! Aku tak akan bersamanya lagi. Ya! Kamu percaya padaku 'kan? Aku mencintaimu Athena, semua ini demi kamu. Semua yang aku lakukan ini demi kamu. Kamu percaya padaku ya sayang," bisik Axel.


Laki-laki itu membalik tubuh gadis yang dicintainya lalu membenamkan bibirnya ke bibir Athena. Semua itu tak luput dari penglihatan Axella. Dengan tatapan yang sedih Axella menatap dan mendengarkan janji Axel pada Athena.


Aku juga tak akan mau bersamamu lagi. Kamu jahat Axel. Demi dia kamu berjanji begitu kejam. Kamu hanya ingin manfaat aku. Semua waktuku, aku sediakan untukmu. Kapanpun kamu inginkan, aku selalu sedia untukmu. Aku tahu semua ini untuknya, tapi berjanji tak mau terlihat bersamaku lagi. Tak mau menatap wajahku lagi. Kamu membenciku seperti dia membenciku. Itu sangat kejam Axel, demi cintamu padanya, kamu sangat kejam padaku. Kamu jahat padaku, aku juga akan membencimu, batin Axella.


"Sebentar lagi, kita akan di wisuda. Kapan? Kamu akan melamarnya?" tanya Axella pada Axel begitu laki-laki itu duduk di karpet belajar dihadapannya.


"Begitu lulus sidang skripsi, aku akan melamarnya," jawab Axel.


"Semua ini untuk Athena. Semua usahamu ini untuk bisa bersama Athena. Lalu? Apa yang akan kamu berikan untukku? Setelah menemanimu, membantumu, menamatkan tiga bahkan empat semester dalam satu waktu. Apa yang bisa kamu berikan untukku?" tanya Axella.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Axel.


"Kamu bertanya padaku, apa yang aku inginkan? Apa kamu akan kabulkan?" tanya Axella.

__ADS_1


"Aku coba, Axella. Karena aku sangat berterima kasih padamu. Aku bisa, aku sanggup menjalani ini semua berkat bantuanmu, berkat dukunganmu. Aku akan kabulkan permintaanmu. Apa yang kamu inginkan?" tanya Axel.


"Aku sampaikan saat lulus sidang skripsi nanti--"


"Apa?


"Kamu akan mengabulkannya kan?" tanya Axella.


"Tapi?"


"Ya, begitu saja."


"Aku tak akan mengabulkan permintaanmu jika itu menyakiti Athena," ucap Axel langsung melindungi hati kekasihnya.


"Tenang saja. Aku tahu kamu tak ingin berpisah darinya. Aku tak akan membuatmu berpisah dengannya," jawab Axella.


Tapi aku juga tak ingin berpisah darimu, batin Axella.


Mendengar ucapan gadis itu Axel lega. Axel memang sangat berterima kasih pada Axella. Se jenius apa pun dirinya, belum tentu berhasil tanpa bantuan seniornya itu. Dalam hati, Axel bersedia memenuhi permintaan Axella selama itu tak menyakiti hati Athena.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2