Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 85 ~ Janji dan Permintaan ~


__ADS_3

Demi menyenangkan hati Athena, Axel berjanji tak akan bertemu lagi dengan Axella. Sebuah janji yang sangat kejam dilihat dari sisi Axella. Gadis senior Axel itu hanya diam mendengar janji Axel pada Athena. Merasa sakit hati pada kedua orang itu.


Axel terkesan hanya ingin memanfaatkannya. Sementara Axella mendukung Axel dengan sepenuh jiwa. Jika Athena membencinya, maka Axella juga membenci Athena. Meski dalam hati kadang merasa dirinya memang jahat terhadap Athena.


Saat dari jauh melihat Athena yang datang mencari Axel. Gadis itu sengaja mengalihkan perhatian Axel. Membuat laki-laki itu hanya sibuk memperhatikannya. Sebuah perbuatan yang iseng awalnya tetapi berdampak timbulnya kebencian Athena terhadap Axella.


Kakak kelas Axel itu memang senang mengerjai laki-laki itu, dan mengerjai Athena termasuk mengerjai Axel. Namun, tanpa disadarinya, perbuatannya itu sama sekali tidak lucu bagi Athena. Satu kali, dua kali, dan seterusnya, bagi Axella sebuah hal yang lucu saat melihat wajah Axel panik mengetahui Athena datang mencarinya tetapi tak jadi menemuinya.


"Apa? Tadi Athena ke sini? Kenapa nggak beritahu aku?" tanya Axel panik.


"Tadi kamu bilang aku cukup diam saja dan cukup dengarkan kamu bicara," jawab Axella sambil menahan senyum.


"Tapi ... itu ... bukan seperti itu Axella. Itu saat kita belajar tadi bukan untuk seterusnya. Apalagi ini Athena ... aahh kamu ini," ucap Axel dan langsung berlari mencari Athena.


Berlari ke sana kemari, mencari Athena hingga tubuhnya lelah. Dengan napas yang ngos-ngosan dan keringat membanjiri pelipisnya. Axel tergolek di atas lesehan di bawah pohon rindang di taman samping kampus. Usahanya sia-sia tetapi bukan itu yang dikeluhkannya. Rasa letih mencari gadis tercintanya itu tak akan menjadi masalah baginya tetapi memikirkan perasaan gadis itu yang lagi-lagi melihatnya bersama Axella-lah yang membuatnya gusar.


Antara kesal, marah dan sedih bercampur jadi satu. Lalu tiba-tiba Axella datang membawa sekaleng minuman dingin. Membuat laki-laki itu hanya melengos kesal. Setelah membuatnya berlari-lari kian kemari mencari Athena, sekarang Axella menjadi gadis yang baik hati memberikan minuman yang menggiurkan itu.

__ADS_1


"Kamu ke mana tadi?" tanya Axella.


"Ke mana lagi? Ya cari Athena lah," jawab Axel tanpa menoleh ke arah Axella.


"Emang bisa ketemu, kan sekitar sejam yang lalu aku lihat dia," ucap Axella.


"Apa? Kamu ... kenapa nggak bilang kalau Athena datang sejak tadi. Nggak mungkin 'kan dia menungguku selama itu. Kenapa nggak bilang dari tadi? Aku nggak perlu capek lari ke sana kemari mencarinya," ucap Axel dengan nada tinggi.


"Kamu nggak nanya?"


"Ya, kasih tahu, kenapa semua harus ditanya dulu?" tanya Axel heran dengan sikap sok polos Axella.


Axel kesal, laki-laki itu memilih meninggalkan Axella. Jika sudah seperti itu, Axella baru menyesal. Tak menyangka kalau laki-laki itu akan semarah itu. Dari situlah Axella tahu betapa besar perhatian Axel pada pacarnya. Kadang gadis itu merasa iri pada Athena jika melihat sikap Axel yang seperti menghamba pada Athena.


Namun, setelah itu Axel kembali bersikap normal padanya. Laki-laki itu adalah tipe seorang yang tak suka menyimpan dendam. Entah apa sebabnya. Kadang dalam waktu singkat, kadang agak lama, Axel kembali menyapa Axella. Gadis itu berpikir selagi Athena memaafkan Axel, laki-laki itu akan memaafkan perbuatannya.


Sekarang, laki-laki itu berjanji akan mengabaikan dirinya jika selesai semua tugas dan perkuliahannya. Axel telah mati-matian mengejar waktu untuk bisa segera menamatkan kuliahnya. Awalnya Axella mengira semua itu dilakukan Axel atas permintaan Athena. Namun, saat mengetahui kalau Athena sendiri tidak tahu niat Axel, Axella baru mengerti kalau itu adalah murni keinginan Axel.

__ADS_1


Mengetahui itu, Axella semakin iri pada Athena. Bisa mendapatkan laki-laki yang begitu perhatian padanya. Laki-laki yang memprioritaskan Athena di atas segala-galanya. Laki-laki yang begitu ingin hidup bersama dengan Athena.


Karena itu sering muncul keinginan untuk iseng pada Athena dan Axel. Membuat salah satu atau keduanya menjadi salah paham. Kini rasa iri Axella telah berkembang menjadi rasa benci, begitu mendengar janji-janji Axel pada Athena.


Perkuliahan semester ganjil itu akan segera berakhir. Sementara seluruh mata kuliah semester genap pun telah berhasil diselesaikan Axel seluruhnya saat menempuh perkuliahan di semester dua. Bahkan seluruh mata kuliah semester delapan pun telah tuntas di selesaikannya dengan nilai yang sangat memuaskan.


"Bisa-bisa kamu duluan ya di wisuda dibandingkan aku," ucap Axella yang merasa angkatannya lebih tua dibandingkan Axel.


"Secara umur, aku rasa kita seangkatan. Aku bisa lebih dulu lulus mata kuliah semester delapan dengan usaha yang sangat keras," ucap Axel.


"Kalau saat semester enam kemarin aku juga boleh ikut mengambil mata kuliah semester delapan, mungkin kita bisa sama-sama di wisuda," ucap Axella.


"Ya, kalau kamu sanggup, mungkin bisa," ucap Axel yang dulu harus meyakinkan pihak kampus untuk mengizinkannya mengambil beberapa semester sekaligus.


"Nggak bisa juga, IP ku tak memungkinkan untuk mengambil mata kuliah lebih banyak," ucap Axella.


Axel mengangguk, dan laki-laki itu kembali disibukkan oleh jadwal kuliahnya yang sangat padat. Beruntung Athena lebih sabar saat ini sejak dijanjikan oleh Axel sehingga Axel lebih tenang menjalani kuliahnya yang padat tanpa gangguan masalah antara dirinya dan Athena.

__ADS_1


...~ Bersambung. ~...


__ADS_2