Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 74 ~ Berubah Sikap ~


__ADS_3

Seorang mahasiswa dengan tanda pengenal panitia OSPEK memergoki Axel dan Athena berciuman. Laki-laki itu memancing kemarahan Athena dengan berkata kalau mereka tadi juga berciuman.


"Apa?" teriak Athena tak kalah kerasnya.


Dada Athena turun naik karena menahan emosi tapi senior itu justru tertawa terbahak-bahak. Axel jadi ingin menghampiri senior itu namun Athena menghalangi. Axel menatap wajah Athena, di hati laki-laki itu timbul tanda tanya kalau Athena dan senior itu memang benar-benar berciuman.


"Jangan percaya Kak, dia memang suka mengerjain mahasiswa baru. Ayo kita pergi Kak!" ajak Athena.


"Jadi kamu dan dia benar-benar tak berciuman?" tanya Axel masih ragu-ragu.


"Kak! Yang benar aja. Kakak aja yang ganteng luar biasa, harus sekian lama dulu baru bisa berciuman denganku. Masa dengan dia baru satu hari ketemu sudah langsung ciuman?" tanya Athena.


Axel pun tercenung memikirkan jawaban pertanyaan Athena. Memang tak masuk akal kalau Athena begitu mudah memberikan bibirnya pada orang yang baru dikenalnya. Axel bahkan butuh usaha untuk menaklukkan gadis itu. Axel tersenyum dan percaya pada ucapan gadis yang dicintainya itu. Axel bertekad mulai saat ini akan selalu mempercayai gadis itu dan akan selalu setia padanya.


Mereka pun menjalani masa ospek dengan bahagia. Setelah masa ospek itu berakhir mereka langsung memulai kuliah. Axel tak pernah absen mengantar dan menjemput Athena meski saat itu dirinya tak ada jadwal.


"Kak, aku bisa berangkat sendiri ke kampus. Kakak tak harus mengantar jemput aku setiap hari," ucap Athena.


"Nggak apa-apa sayang, lagi pula aku juga ke kampus setiap hari. Hanya jadwalnya aja yang berbeda-beda. Kadang harus menunggumu agak cepat kadang menunggumu agak lambat. Tapi sayang bagiku menunggumu itu menyenangkan," ucap Axel.


Kata-kata yang membuat hati Athena melayang. Begitulah Axel, saat perkuliahan semester pertama itu tak pernah lepas dari Athena. Setiap saat selalu ingin menyenangkan hati gadis itu. Keluarga besar mereka pun semakin dekat, kadang Mama Athena mengunjungi keluarga Axel atau sebaliknya.


Tak ada masalah berarti dalam hubungan mereka karena mereka bertekad untuk saling percaya. Meski kadang Athena harus menemui masalah dari para mahasiswi yang menggoda Axel namun dengan cepat mereka menyelesaikan masalah mereka. Athena pun semakin mempercayai pujaan hatinya itu.


Setiap kali berkunjung ke kediaman Cullen, Ny. Olivia akan bertanya apakah mereka sudah berniat untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Seperti saat ini, Athena diajak menginap di rumah Axel karena rindu dengan gadis itu. Kembali Ny. Olivia bertanya kemungkinan Athena bersedia menikah lebih cepat. Athena dan Axel hanya menjawab dengan tertawa.


Namun saat menempuh semester kedua, Athena merasa sikap Axel terhadapnya banyak berubah. Laki-laki itu terlihat selalu sibuk dan bahkan semakin jarang bertemu. Meski setiap hari tetap menjemput dan mengantar Athena, Axel seperti tak punya waktu untuk bermain-main dengannya.


Athena menarik tangan Axel saat laki-laki itu ingin segera pergi setelah mengantar Athena.


"Apa yang terjadi dengan Kakak? Kenapa sekarang Kakak berubah? Kakak seperti tak peduli lagi padaku. Setiap hari hanya untuk mengantar dan menjemput aku. Tak ada keinginan lagi untuk memeluk dan menciumku. Kenapa Kak? Kenapa?" tanya Athena dengan tangannya yang masih menggenggam tangan Axel.


"Aku hanya sibuk Athena, tidak ada maksudku mengabaikan kamu," ucap laki-laki itu menoleh ke arah mobilnya.


"Baiklah! Kakak pergilah! Jika berbicara sebentar saja denganku sudah membuat Kakak risau. Kakak seperti kesusahan. Pergilah! Aku tidak ingin menyusahkan Kakak lagi," ucap Athena lalu melepaskan tangan Axel dan berbalik masuk ke dalam rumah.


Axel mengejar dan memeluk Athena dari belakang. Ingin rasanya Athena menepis tangan yang melingkar di dadanya itu tapi Athena tidak tega. Se benci apa pun Athena dengan sikap Axel tetap gadis itu tidak tega mengabaikan Axel. Athena yakin jika dirinya melakukan itu, Axel akan bersedih dan dia tak ingin melihat laki-laki yang dicintainya itu bersedih.


Athena membalik badannya, Axel langsung membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu. Namun Athena menolaknya dan mundur.


"Aku tidak mau Kakak melakukannya karena terpaksa, pergilah!"


"Siapa yang terpaksa? Aku juga ingin melakukannya. Tapi aku dikejar waktu. Aku akan kembali nanti malam, tunggu aku ya," ucapnya kemudian melangkah dengan raut wajah sedih.


Kenapa Kak Axel seperti ini? Apa yang dikejarnya? batin Athena khawatir.


Segera gadis itu berlari mengejar Axel. Athena tak ingin laki-laki itu berkendara dengan pikiran kalut karena Athena telah menolak ciuman dengannya.


"Kak! Hati-hati di jalan ya!" seru Athena.


Axel mengangguk sambil tersenyum, terlihat jelas raut wajahnya yang merasa lega. Sedangkan Athena, meski sedih di hatinya, Athena mencoba untuk tersenyum. Athena tak ingin laki-laki itu merasa bersedih karena sikapnya. Athena melambaikan tangannya dengan senyum yang sekuat tenaga terlihat wajar.


Axel membalas senyuman dan lambaian tangan Athena. Laki-laki itu masih sangat merindukan gadis yang dicintainya itu. Tapi Axel harus pergi, sedapat mungkin menatap wajah gadis itu melalui pantulan kaca spion mobilnya.


Mereka melalui hari-hari seperti itu di semester dua ini. Jarang bersama, jarang bercanda apalagi bermesraan seperti dulu. Awal-awalnya Athena masih bersabar namun akhirnya merasa terusik. Jika tidak dinilai kejam Athena lebih suka Axel dalam wujud hantu yang bisa 24 jam bersamanya, hanya mengikutinya, hanya bicara padanya, hanya mencintainya.


Tidak seperti saat ini, Axel terlihat begitu sibuk seakan-akan ingin menjauhinya. Athena semakin putus asa saat melihat Axel lebih banyak menghabiskan waktu bersama Axella. Meski mereka terlihat belajar bersama tapi kebersamaan mereka sangat mengganggu Athena.


Athena iri pada gadis senior itu tapi tak bisa berbuat apa-apa. Jika rasanya terlalu perih Athena akan menangis di sudut gedung kampus atau di toilet. Athena merasa heran, jika Axel ingin meninggalkannya kenapa tidak memutuskan hubungan dengannya tapi justru seperti menggantung perasaannya.


Jika Kakak suka padanya pergilah, putuskan hubungan denganku. Kenapa membuatku seperti ini? Apa takut memberi tahu pada keluarga kita? Aku yang akan bicara pada mereka, jika hubungan kita tidak bisa dilanjutkan lagi, batin Athena menangis.


Sejujurnya Athena tak ingin berpisah dengan Axel tapi melihat laki-laki itu yang seperti selalu tergesa-gesa di hadapannya membuat Athena tidak tega.

__ADS_1


Apa senior itu membuatmu harus segera mengejarnya, kalau begitu lepaskan aku. Kakak bisa fokus bersamanya jangan pedulikan aku, batin Athena saat melihat Axel memacu mobilnya meninggalkan halaman rumah Athena.


Gadis itu hanya bisa menangis di dalam kamarnya.


Kenapa menyiksa aku dan menyiksa dirimu sendiri Kak? Lepaskanlah aku, putuskan hubungan denganku. Jika memang tidak mencintaiku lagi, aku rela, jangan biarkan aku melihatmu seperti ini. Ini lebih menyakiti hatiku, batin Athena menangis sambil berbaring di kamarnya.


Athena merasa letih namun harus kuat menjalani kuliahnya. Apalagi dalam waktu dekat ujian semester genap akan segera diadakan. Athena berusaha sekuat tenaga fokus dengan kuliahnya.


"Kak, jangan antar dan jemput aku lagi, aku bisa berangkat sendiri," ucap Athena saat Axel mengantarnya pulang.


"Kenapa?" tanya Axel langsung menunjukkan wajah risau.


Melihat itu Athena seperti tidak percaya kalau Axel tak peduli lagi padanya.


"Hanya tak ingin merepotkan Kak Axel, jika aku pulang sendiri, Kakak tak perlu buru-buru berangkat lagi. Ya 'kan? Kita putuskan begitu saja. Ok," ucap Athena langsung mengecup pipi Axel dan hendak membuka pintu mobil.


Tapi Axel justru menekan tombol central lock hingga Athena tak bisa membuka pintu.


"Athena, aku mohon bersabarlah. Setelah ini aku akan selalu bersamamu," ucap Axel memohon.


"Ini untuk kebaikan Kakak sendiri," ucap Athena sambil menunduk.


"Nggak, nggak ini bukan hanya untukku. Aku tidak bisa bersamamu saat jam kuliah tapi aku bisa datang di malam hari. Tapi kenapa kamu justru menolakku?" tanya Axel.


"Karena Kakak terlihat letih, untuk apa memaksakan diri datang ke rumahku jika Kakak sendiri merasa letih," ucap Athena.


"Aku tidak letih Athena, untuk bertemu denganmu aku tidak akan merasa letih," ucap Axel dengan setitik bening di sudut matanya.


Melihat itu Athena tak tega. Axel menarik tubuh Athena kedalam pelukannya dan membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu. Athena tak ingin menolak lagi, gadis itu merasa itu akan membuat Axel akan semakin bertambah sedih.


Axel harusnya segera meninggalkan Athena dan kembali ke kampus. Tapi demi memenangkan hati gadis itu dan memenuhi kebutuhannya sendiri terhadap Athena, Axel mengabaikan jadwalnya dan menyiasati waktu untuk mereka bermesraan. Axel dan Athena seperti haus akan ungkapan cinta mereka dalam bentuk pelukan dan ciuman.


Axel seperti terbius, semakin dalam membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu. Memainkan lidahnya dan menyesapnya membuat napas mereka semakin memburu hingga akhirnya tersengal-sengal.


Athena tersenyum kemudian mengangguk. Axel mencium kening Athena lalu membuka central lock hingga pintu mobil di samping Athena tak terkunci lagi.


"Hati-hati mengemudi Kak," ucap Athena.


"Ya, sayang," jawab Axel.


Athena kembali tersenyum dan membuka pintu mobil. Athena berjalan ke atas teras dan menatap wajah Axel yang tersenyum padanya. Athena melambaikan tangan ketika laki-laki itu melajukan mobilnya.


Ujian semester pun diadakan, Axel dan Athena sibuk dengan persiapan masing-masing dan mendapatkan kartu hasil studi dengan nilai yang sangat memuaskan.


"Ini hadiah untukmu. Karena telah mendapatkan nilai-nilai yang sempurna," ucap Axel sambil memberikan sesuatu dalam genggamannya.


Axel merentangkan kedua tangannya yang di kepal.


"Jika ambil yang satu, yang satunya lepas," ucap Axel.


"Wah, apa itu? Kenapa bisa begitu?" tanya Athena.


"Itu peraturannya, sekarang ayo cepat pilih!" ucap Axel.


Gadis yang diizinkan untuk menginap di rumah Axel itu sedang duduk di karpet yang biasa mereka gunakan untuk belajar bersama. Athena memilih tangan di sebelah kanan Axel. Laki-laki itu segera membuka genggamannya.


Athena terkejut saat melihat sebentuk kalung berliontin hati itu melingkar di telapak tangan Axel.


"Ini untukku?" tanya Athena. Axel mengangguk.


"Berarti yang itu lepas? Memangnya apa isinya?" tanya Athena penasaran.


"Kamu ingin tahu?" tanya Axel.

__ADS_1


Athena mengangguk dengan cepat karena penasaran. Axel membuka genggamannya tangannya namun tak ada apa pun.


"Apa isinya ini? Tak ada apa-apa?" tanya Athena heran.


"Bukannya tak ada apa-apa. Hanya tak terlihat saja, karena ini letaknya di sini, ada di dalam dadaku,"


"Apa?"


"Ini adalah hatiku,"


"Karena aku telah mengambil hadiah kalung dari Kakak, artinya aku melepaskan hati Kakak?" tanya Athena.


Axel tersenyum.


"Ini cara Kakak memutuskan hubungan denganku? Kakak pikir aku sanggup memakai kalung ini sementara aku jadi kehilangan hatimu? Kalau begitu ambillah kembali, aku tidak mau semuanya!" teriak Athena hendak berdiri dari karpet tebal dan lembut itu.


Axel menarik tangan Athena hingga terjatuh menimpa tubuhnya. Axel membalik tubuh mereka hingga membuat Athena berada di bawahnya. Axel membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu. Melanjutkan ciuman panas yang mereka rasakan di dalam mobil.


Dengan pikiran yang lebih tenang, tanpa beban perkuliahan. Axel menikmati ciuman mesra lembut itu. Sementara Athena justru merasa heran dengan sikap Axel yang seperti ingin memutuskan hubungan dengannya. Tapi saat ini Axel sama sekali tak menunjukkan keinginan untuk berpisah darinya.


"Kakak ...,"


"Sebelah tangan itu kosong karena isinya telah lama kamu ambil" bisik Axel sambil menempelkan tangannya di dada.


Athena tersenyum dan menoleh ke arah laki-laki itu. Axel tak membiarkan bibir Athena diam menganggur, sedapat mungkin bibir manis gadis itu harus bekerja di dalam mulutnya.


"Aku pikir Kakak ingin memutuskan hubungan denganku," ucap Athena setelah bibirnya terlepas dari pagutan Axel.


"Mana mungkin. Apa kamu tidak bisa melihat sebesar apa rasa cintaku padamu?" tanya Axel.


"Nggak! Aku nggak bisa lihat," jawab Athena lalu tertawa.


Axel langsung menggelitik gadis cantik itu. Athena meminta ampun, Axel kembali merasa tidak tahan membayangkan seandainya mereka telah menikah. Bercanda seperti itu membuat Axel ingin bercinta dengan Athena.


Mereka menghabiskan waktu mereka dengan bercanda. Kadang Athena menginap di rumah Axel namun kadang Axel diizinkan menginap di rumah Athena. hingga liburan semester itu pun berlalu.


...~ Bersambung ~...


Dear,


Penulis dan Pembaca Setia Noveltoon.


Mohon dukungannya untuk karya-karyaku yang lain.


Like, vote, komen, Favorit, Rate dan segala bentuk dukungan apa saja sangat berarti bagi saya, yang akan menjadi penyemangat bagi saya dalam berkarya.


Terus beri dukungannya ya, terima kasih.


^^^Salam hormat,^^^


^^^Author^^^


^^^Alitha Fransisca^^^






__ADS_1


__ADS_2