Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 79 ~ Hadiah dari Raihan ~


__ADS_3

Axel dan Raihan memasak makan siang untuk mereka. Meski bersikap normal, tetapi di hati Axel ada sesuatu yang mengganjal. Ucapan Raihan yang merasa kasihan padanya dan Athena membuat pikiran Axel tak tenang.


"Hmm, lezat sekali! Ternyata benar yang di bilang Mama. Orang cerdaslah yang bisa masak enak. Sekarang dua orang cerdas bersatu menyiapkan masakan, rasanya lezat sekali!" seru Athena saat menikmati masakan Axel dan Raihan.


"Enak atau lapar?" tanya Raihan sambil tertawa.


Athena hanya mengacungkan jempolnya, tetap asyik menikmati makan siangnya. Axel dan Raihan saling berpandangan lalu tersenyum. Mereka terpana melihat Athena yang begitu lahap menyantap hidangan dihadapannya tanpa melihat sekeliling lagi. Axel dan Raihan bahkan lebih betah menatap Athena yang menikmati makan siangnya daripada menyantap masakan mereka sendiri.


Apa maksud ucapan Kak Raihan. Kenapa bilang kasihan pada kami. Apa yang akan terjadi? Apa Kak Raihan melihat sesuatu di mimpinya? Sebaiknya aku tanyakan nanti dengan serius pada Kak Raihan, batin Axel bertanya-tanya.


"Kenapa nggak makan?" tanya Athena begitu sadar kedua laki-laki di hadapannya itu hanya menatapnya tanpa menyentuh makanan mereka.


"Aku keburu kenyang melihat kamu makan," jawab Raihan.


"Oh, itu kenyang yang semu. Tidak nyata. Kalau kenyang karena makan sesuatu barulah kenyang yang sesungguhnya," jawan Athena lalu beralih menatap Axel yang seperti termenung, berbeda dengan Raihan yang tersenyum padanya.


"Kak Axel! Kenapa nggak makan? Kenyang juga?" tanya Athena bertanya.


Axel yang dipanggil namanya langsung tersenyum. Namun, tak tahu harus menjawab apa. Laki-laki itu hanya mendekatkan semua masakan ke arah Athena. Gadis itu justru malah cemberut.


"Apa maksudnya ini, Kakak ngambek? Kenapa?" tanya Athena.


"Siapa yang ngambek? Aku cuma suka lihat kamu makan, ayo tambah lagi!" ujar Axel.


"Iih, Kakak ingin aku gemuk ya? Kalau aku udah bengkak semua, Kakak jadi punya alasan untuk ninggalin aku?" tanya Athena dengan tatapan yang menyelidik.


"Ya ampun, aku nggak peduli kalau kamu bengkak semua atau bengkak setengah atau bengkak bagian tertentu aja. Aku nggak bakalan ninggalin kamu," jawab Axel langsung tertawa.


Raihan juga ikut tertawa melihat pasangan kekasih itu bertanya jawab. Axel juga mengingatkan kalau Athena makan sebanyak apa pun tak akan gemuk. Gadis itu justru terkejut.


"Iya, tubuh kamu itu makan sebanyak apa pun masih bisa tahan. Yang nggak tahan itu kalau kamu makan sambal botol, mulutmu tahan tapi perutmu yang nggak tahan," jawab Axel.

__ADS_1


"Oh, pantas saja, Axel tak sarankan sambal botol di sini," sahut Raihan.


"Ya Kak, dia bisa sakit perut. Kalau pas makan, dia enak-enak aja, besoknya mules-mules, harus di bawa ke rumah sakit," jelas Axel yang teringat saat Athena tak masuk sekolah karena perutnya yang sakit.


"Aku lega! Memang cuma kamu yang bisa lindungi Athena. Antisipasi mu luar biasa. Demi Athena kamu rela makan tanpa pakai sambal padahal kamu nggak suka kalau makan nggak ada pedas-pedasnya," tutur Raihan. Axel tersenyum dan langsung menjawab.


"Hehe ... Maaf ya Kak, kalau Kak Raihan mau pakai, silahkan aja, tapi jangan biarkan Athena melihatnya. Kasihan kalau udah sakit, tubuhnya lemas, wajahnya pucat, cantiknya langsung hilang," ucap Axel sambil menahan senyum.


"Haaa!"


"Oh kalau gitu, memang tak boleh ada sambal di sini. Kasihan kalau cantiknya hilang, kamu bisa kepincut gadis lain," jawab Raihan sambil tertawa.


Axel tertawa tertunduk. Axel dan Raihan semakin tertawa saat melihat ekspresi Athena yang cemberut. Raihan membujuk dengan mengatakan akan memberikan hadiah untuk mereka.


"Hadiah? Apa itu?" tanya Athena yang langsung hilang ekspresi cemberutnya.


"Buku baruku yang baru terbit. Ceritanya terinspirasi dari kisah kalian--"


"Benarkah? Kenapa kami bisa jadi inspirasi Kak Raihan? Kita baru dua kali bertemu? Bagaimana bisa jadi inspirasi? Seharusnya Kakak wawancara kami dulu. Kalau ceritanya beda, nanti kami protes lho," ucap Athena.


"Oh iya benar, tapi tetap aja dari mana Kak Raihan bisa terinspirasi. Kakak nggak pernah tahu kisah hidup kita," ucap Athena.


"Ini sebuah novel yang terinspirasi dari kisah cinta kalian. Aku tak perlu dengar dari kalian untuk tahu seperti apa kisah cinta kalian. Ada yang cerita sedikit banyak padaku. Karena menarik jadi aku bikin novel," jelas Raihan agar Athena lebih mengerti.


"Wah, kisah kita jadi novel Kak. Tapi bagaimana akhir ceritanya? Di novel Kak Raihan ceritanya sampai mana? Apa sampai kami jadian atau sampai kami menikah? Kalau sampai menikah, kisahnya belum terjadi. Pasti cuma sampai jadian," ucap Athena.


"Namanya juga fiksi, nggak sesuai dengan kenyataan. Kalau Kak Raihan ingin bikin cerita sampai nikah ya ... terserah Kak Raihan. Kamu nggak berhak melarangnya," ucap Axel.


"Ish tapi kan jadi penasaran. Cerita kita belum sejauh itu. Tapi Kak Raihan udah bikin sampai tamat. Kalau gitu aku mau baca halaman terakhir aja ah," ucap Athena.


"Apa bagusnya baca halaman terakhir tanpa tahu seperti apa prosesnya," ucap Axel.

__ADS_1


"Penasaran, Kak Raihan bikin kisah yang happy ending atau sad ending? Tapi kalau lihat Kak Axel yang suka jahat sama aku, kayaknya sad ending deh," ucap Athena menyindir Axel.


Axel tercenung. Matanya menatap sayu ke wajah Athena. Tiba-tiba laki-laki itu merasa sedih karena Athena yang menganggapnya jahat. Athena tak menyadari ucapannya berpengaruh pada suasana hati Axel. Terus saja membahas tentang novel Raihan yang baru terbit itu. Melihat Axel yang terdiam sedih, Raihan akhirnya buka suara.


"Sepertinya aku harus revisi buku itu. Tokoh cowok dalam novel itu nggak dianggap jahat oleh pacarnya. Kalau begitu, aku ubah tokoh cowok biar jadian sama cewek lain aja," ucap Raihan sambil tersenyum.


"Nggak! Nggak! Jangan! Kenapa harus diubah?" tanya Athena.


"Katanya Axel jahat sama kamu, apa kamu mau tetap jadian sama cowok jahat?" tanya Raihan sambil menahan senyum.


"Ya, sebenarnya Kak Axel itu sangat baik. Tapi kadang bikin sedih," ucap Athena curhat lalu melirik pada Axel yang sedang menatapnya sendu.


"Tak ada yang sempurna di dunia ini. Tapi jika kamu mau menerima, kamu akan merasa bahagia dengan apa yang kamu miliki. Jadi, apa Axel cukup baik bagimu atau inginkan yang lain? Aku juga bisa membuat Axel menyukai gadis lain," ucap Raihan sambil tersenyum.


"Iih, Kak Raihan ini bicara apa sih? Kok bikin Kak Axel suka sama cewek lain?" tanya Athena gusar.


"Ya tentang tokoh dalam novel itulah! Cuma kan terinspirasi dari kalian. Tokoh cewek adalah kamu, tokoh cowok adalah Axel. Jadi, bagaimana ingin bikin Axel suka sama cewek lain?"


"Nggak! Nggak! Nggak! Kak Axel nggak boleh suka sama cewek lain!" seru Athena dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kok serius amat sih sampai nangis gitu? Ini kan tokoh di novel bukan beneran kisah kamu?" tanya Raihan menggoda.


"Nggak! Aku cabut ucapanku tadi. Kak Axel nggak jahat. Aku nggak mau Kak Raihan bikin Kak Axel suka sama cewek lain," ucap Athena akhirnya.


"Sungguh? Jadi cuma suka kamu? Nggak boleh sama cewek lain?" tanya Raihan.


"Nggak boleh! Kak Axel cuma suka sama aku. Nggak boleh suka sama cewek lain," ucap Athena menegaskan sambil menatap Axel.


"Ok deal, kalau begitu aku nggak jadi revisi," ucap Raihan sambil tersenyum.


"Kak Raihan mungkin nggak tahu. Aku juga, mungkin nggak sadar kalau perhatian Kak Axel padaku lebih dari yang aku tahu. Kak Axel berkorban tanpa aku tahu. Sambal botol itu buktinya, demi aku, Kak Axel makan nggak pakai sambal. Mungkin banyak pengorbanan Kak Axel yang aku nggak tahu selama ini. Aku nggak mau Kak Axel suka sama cewek lain. Aku ingin Kak Axel cuma suka sama aku," ungkap Athena dengan mata yang berkaca-kaca lalu tertunduk.

__ADS_1


Axel tersenyum, lalu menoleh ke arah Raihan. Penulis itu balas tersenyum pada Axel lalu permisi untuk mengambil novel edisi khusus untuk Axel dan Athena. Kesempatan itu digunakan Axel untuk menghampiri Athena. Menarik tangan gadis itu hingga berdiri di hadapannya. Memeluknya dan membenamkan bibirnya ke bibir Athena.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2