Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 32 ~ Rahasia ~


__ADS_3

Sejak Axel menggunakan kekuatannya dengan kemarahan. Axel menjadi lemah, hal itu membuatnya tidak bisa lagi terlihat oleh Athena. Meski telah beberapa hari ini selalu berada di dekat Axel, kemampuan Athena untuk melihatnya tidak kunjung kembali.


Pemisah dunia nyata dan gaib gadis itu kembali menebal dengan berkurangnya kekuatan Axel. Laki-laki itu demi menolong Athena hampir saja membakar dirinya sendiri. Untung saja kemarahannya itu bertujuan menolong jika untuk tujuan jahat sudah pasti Axel akan musnah.


Di siang hari Athena tidak bisa lagi melihat Axel namun seperti janji laki-laki itu Axel tidak akan pernah jauh dari Athena. Mia yang jadi mata-matanya, gadis itu akan selalu melapor di mana keberadaan Axel. Hanya dengan anggukan Athena bertanya dan dengan memonyongkan mulutnya Mia memberi arah. Lama-lama bibir Mia bisa dower hihihi.....


Saat istirahat Axel akan berdiri di samping Athena. Mia yang menjadi perantara mereka untuk berkomunikasi. Awalnya Athena merahasiakan hubungannya dengan Axel pada Kimmy dan Vivi. Namun, mereka merajuk, sejak berteman dengan Mia, Athena dituduh menyimpan rahasia dari mereka.


Akhirnya Athena menceritakan sejujurnya tentang Axel mulai dari awal hingga akhir. Kimmy dan Vivi terperangah, antara gelap dan terang, eh bukan...., antara percaya dan tidak percaya.


Athena tidak memaksa untuk percaya namun setiap kali Mia berbicara dengan Axel dan disampaikan pada Athena membuat mereka tertarik untuk mempercayainya.


"Jadi beneran loe pacaran sama hantu itu?" tanya Kimmy masih tidak yakin.


Athena membalas dengan anggukan yang pasti. Mia tertawa.


"Kok Mia ketawa, loe pasti lagi bohong" tuduh Kimmy.


"Nggak kok, Athena nggak bohong. Aku ketawa karena melihat tingkah Axel yang lucu" ucap Mia.


Athena jadi penasaran apa yang membuat Mia tertawa.


"Saat kamu mengangguk kuat, Axel memeluk dadanya sambil terkulai, hihihi.. dia melarangku menceritakannya" ucap Mia.


"Kamu benar-benar bisa melihat makhluk halus" tanya Vivi.


"Seberapa halus?" tanya Kimmy.


Athena, Mia dan Vivi langsung menatap heran.


"Maksudku benar-benar hantu atau orang yang bisa menghilang? Atau penampakan yang nggak jelas benar atau bohong seperti itu?" tanya Kimmy.


"Beneran, hantu beneran. Kalian nggak bisa melihatnya kan? Dan dia juga bisa melayang" ucap Mia.


"Ooh.., trus kamu nggak takut?" tanya Vivi.


"Kenapa takut, Axel itu hantu ganteng" ucap Mia.


"A X E L..?" teriak Vivi dan Kimmy.


Mereka langsung menoleh pada Athena.


"Cowok bayangan dalam lukisan loe itu?" tanya Vivi dan dibalas anggukan oleh Athena.


"Bukan teman imajiner? Hantu beneran? Gue pengen lihat, pengen lihat?" ucap Kimmy sambil melompat-lompat.


"Ya udah loe bertapa dulu sana di gunung, tuntut ilmu hitam sana" ucap Vivi.


Kimmy kecewa, Athena, Mia dan Vivi tertawa bersama. Axel juga, jangan sampai lupa.


"Loe beruntung ya bisa lihat hantu benaran yang ganteng, kalau gue cuma bisa nonton film vampir doang" ucap Kimmy.


"Punya penglihatan itu menakutkan Kimmy, belum tentu loe bisa tahan. Athena juga pernah mengalami sendiri, kalau cuma lihat Axel sih enak. Tapi kalau lihat hantu-hantu yang seram, kamu nggak akan kuat" ucap Mia.


Kimmy mengangguk, akhirnya mengerti dan tidak berharap untuk bisa melihat hantu lagi. Tiba-tiba Luna datang, tersenyum menghampiri mereka.


"Gua denger loe udah putus sama Evan? Apa benar?" tanya Luna.


"Ya, kami udah putus" ucap Athena.


"Secepat itu? Apa yang terjadi? Apa loe menolak keinginannya? Jadi dia mutusin loe" ucap Luna.


"Siapa yang bilang begitu?" tanya Kimmy.


"Nggak ada cuma biasanya seperti itu, kalau ceweknya menolak Evan akan langsung mutusin hubungan" ucap Luna.


"Athena itu udah pasti menolak tapi kalau diputusin Evan? Ntar dulu, itu belum tentu" ucap Kimmy.


"Ya, gue nolak dia. Kalau dia bilang mutusin gue gara-gara itu nggak apa-apa" ucap Athena.


Gadis itu merasa cukup kasihan pada Evan, dia akan terlihat memalukan di depan teman-temannya. Setelah mendapat penolakan, dicampakkan pula. Athena membiarkan orang-orang mengira dia diputuskan Evan. Athena tidak tega melihat laki-laki itu kehilangan popularitas karena dirinya.


Axel menatap Athena, laki-laki itu selalu kagum pada kebaikan hati gadis itu. Axel bahagia Athena benar-benar telah mengakhiri hubungannya dengan Evan.

__ADS_1


Saat di dalam kamar Athena di pergantian waktu Axel langsung memeluk Athena.


"Maafkan aku Athena, karena aku telah mendorongmu untuk berpacaran dengan Evan. Aku menyesal, kamu hampir saja menjadi korbannya" ucap Axel.


"Nggak perlu minta maaf, aku justru berterima kasih. Karena sekarang aku sudah bebas, aku telah mencoba dan hubungan kami tidak berhasil. Sekarang tidak ada keraguan lagi, tidak ada rasa bimbang lagi. Axel aku bahagia sekarang, aku benar-benar bahagia" ucap Athena sambil memeluk erat laki-laki itu.


"Baiklah, aku percaya padamu. Jika memang itu yang kamu rasakan, aku juga ikut bersyukur" ucap Axel.


"Sekarang aku ingin segera bantuin Kak Raihanna. Gimana kalau semakin lama aku semakin tidak bisa melihatnya" ucap Athena.


"Untuk apa kamu melihatnya, jika ada yang ingin ditanyakan. Aku bisa menanyakan padanya" ucap Axel.


"Benar juga tapi aku memang harus segera menuntaskan janjiku. Lagipula selama ini dia sering membantuku. Axel bantu aku ya" ucap Athena sambil mengangkat wajahnya untuk menatap Axel.


"Tentu sayang" ucap Axel yang membuat Athena tersenyum mendengarnya.


Axel mengecup bibir Athena, laki-laki itu tidak tahan melihat senyum manis gadis itu. Athena membalas mengecup bibir Axel lalu tertawa. Laki-laki kembali melancarkan aksinya kali ini lebih dalam lagi. Athena menyambut ciuman hangat itu. Mereka melakukannya sangat lama seperti tidak ada puas-puasnya.


Athena sangat kecewa saat tiba-tiba dia kehilangan rasa dibibirnya karena laki-laki itu telah kembali menghilang. Athena keluar dari kamar dan bergabung dengan orang tuanya. Mama dan Papa Athena merasa senang karena melihat putri mereka yang kembali seperti semula.


Mereka berbincang bersama, menceritakan pengalaman dan cerita seru hari ini. Mama Athena bersyukur melihat putrinya yang tidak terpengaruh dengan putusnya hubungan Athena dan Evan.


Setelah mereka malam bersama, Athena minta diri untuk kembali ke kamarnya. Menyiapkan buku-buku pelajaran esok hari kemudian bersiap-siap untuk tidur.


"Axel kalau aku ketiduran, jangan lupa bangunin ya. Awas kalau nggak, aku kasih hukuman, hukuman yang berat, Axel Oppa" ucap Athena kemudian memejamkan matanya sambil tersenyum.


Axel tidak akan sabar menunggu pergantian waktu besok. Dia pasti bangunin aku, hehehe.., batin Athena.


Benar apa yang dipikirkan Athena, laki-laki itu tersenyum mendengar Athena mengancamnya akan memberi hukuman jika tidak membangunkannya. Tapi langsung uring-uringan saat mendengar akhir ucapan Athena.


"Axel Oppa, Axel Oppa, aaahh.., aku lupa dia tidak pernah memberi jawabannya. Axel Oppa ooh..., benar-benar bikin penasaran. Bangun..., bangun..., Ooh.." teriak Axel.


Namun, meski berteriak suara laki-laki itu tidak terdengar sama sekali oleh siapa pun. Dan memang benar, begitu pergantian waktu Athena sudah merasakan sentuhan lembut dibibirnya namun gadis itu masih berpura-pura tidur.


"Wake up sleeping beauty" bisik Axel sambil mengecup bibir Athena.


Athena tetap diam, Axel semakin mengencangkan kecupan.


Kali ini laki-laki itu membenamkannya agak lama.


"Bangun sayang, Ooh katanya suruh bangunin" ucap Axel pelan setengah berbisik.


"Kalau caranya seperti ini siapa yang mau bangun" ucap Athena masih memejamkan matanya.


"Oooh..., rupanya pura-pura tidur. Haaa..., ayo cepat bangun" ucap Axel sambil menggelitik Athena.


Gadis itu tidak bisa pura-pura tidur lagi. Athena tidak pernah bisa tahan kalau digelitik.


"Ampun Om, ampun Om" ucap Athena.


"Emangnya aku ini Om-Om" ucap Axel masih tetap menggelitik pinggang Athena.


"Ya..., ya.., baiklah Axel Oppa" ucap Athena.


Axel langsung berhenti menggelitik Athena, gadis itu langsung senyum. Axel justru penasaran.


"Apa artinya? Jangan bikin aku penasaran lagi" ucap Axel setengah memohon.


"Oppa itu sama seperti kakak atau abang, panggilan Oppa kalau yang memanggil seorang perempuan, Kalau yang manggil laki-laki panggilannya jadi lain, Hyung. Itu panggilan dari negeri ginseng" jelas Athena.


"Kenapa harus menggunakan panggilan itu? Kenapa nggak langsung panggil aku abang atau kakak?" tanya Axel.


"Nggak mau" ucap Athena.


"Kenapa?" tanya Axel.


"Biar kamu penasaran terus" ucap Athena.


Axel langsung kembali menggelitik Athena.


"Iya.., iya.., baiklah kak Axel" ucap Athena yang langsung menghentikan Axel menggelitik Athena.


Axel termangu menatap Athena, panggilan itu terasa sangat merdu ditelinganya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Athena" ucap Axel langsung.


"Aku juga mencintaimu kak Axel" ucap Athena.


Axel tidak mampu menahan dirinya lagi. Laki-laki itu langsung memeluk dan menciumi bibir Athena, gadis itu membalasnya. Berdua di dalam kamar tanpa ada yang menyangka dengan bebas bisa melakukan apa saja. Bagi laki-laki lain tentu sudah memanfaatkan kesempatan itu.


Di tambah lagi Athena yang pasrah menyerahkan dirinya. Tapi tidak bagi Axel dia tidak ingin larut dalam hasratnya. Dia segera sadar dan menyadarkan Athena, mereka tidak boleh melakukan hal yang lebih jauh lagi. Axel menghentikan perlakuan mesranya, Athena mengerti dan pasrah mengikuti.


Akhirnya mereka mencari cara menghabiskan masa pergantian waktu itu dengan membaca diary Raihanna. Athena sedih saat membaca ungkapan hati gadis itu saat menceritakan dia diperkosa oleh kakak sepupunya.


"Kertas buku ini bergelombang dan tintanya menyebar. Kak Raihanna pasti menangis saat menulis diary ini" ucap Athena pada Axel.


Laki-laki itu mengangguk sambil membelai rambut Athena. Mereka kembali membaca diary itu. Di sana Raihana menceritakan kalau tidak sanggup menceritakan pada orang tuanya karena diancam. Sepupunya akan menyebar rekaman video gadis itu yang sedang pingsan dengan tidak mengenakan apa pun.


Raihanna tidak sanggup membayangkan jika video itu bisa tersebar. Sepupunya mempergunakan video itu untuk mengancamnya setiap kali laki-laki itu ingin meniduri Raihanna. Hingga akhirnya Raihanna hamil, gadis itu meminta pertanggungjawaban dari sepupunya itu namun dia menolak.


Orang tua Raihanna akhirnya mengetahui perubahan diri putrinya dan menanyakan apa yang terjadi. Namun, Raihanna diam tidak mau berkata apa pun.


"Dia hamil, akibat perbuatan pacarnya" ucap sepupunya itu pada orang tua Raihanna.


Gadis itu menyangkal namun sepupu itu justru memberikan rekaman kemesraan mereka di kamar Raihanna. Papa Raihanna langsung menampar wajah putrinya dan meminta menunjukkan di mana rumah laki-laki yang dituduh menghamili Raihanna.


Orang tua Raihanna murka hingga akhirnya mengancam akan melaporkan kejadian itu pada pihak berwajib. Raihanna berusaha menolak tuduhan itu namun tidak bisa memberikan bukti. Raihan akhirnya mengakui dan bersedia bertanggung jawab.


Hal itu mengakibatkan beasiswa Raihan terputus karena perbuatan yang bertentangan dengan peraturan sekolah. Raihan akhirnya berhenti sekolah melihat itu orang tua Raihanna akhirnya mengusirnya laki-laki itu karena tidak mau memiliki menantu seorang yang tidak berpendidikan.


Semua itu adalah hasutan dari kakak sepupu Raihanna yang tidak suka jika gadis itu akhirnya dinikahkan dengan Raihan.


"Kasihan Raihan, dia juga di usir oleh keluarganya sendiri" ucap Athena membaca diary itu.


Sekarang gadis itu hanya bicara sendiri karena Axel yang telah menghilang. Di halaman berikutnya Athena menemukan secarik kain dengan noda merah. Athena heran kenapa Raihanna menyimpan potongan kain itu.


Kemudian kembali membaca, barulah gadis itu mengerti. Noda merah itu adalah noda darah dari selaput dara Raihanna yang telah robek beserta cairan dari laki-laki itu.


"Ini bisa jadi bukti bahwa yang melakukan itu adalah kakak sepupunya karena dengan bekas cairan ini bisa dilakukan tes DNA. Cairan laki-laki itu menempel bersama dengan noda darah kak Raihanna" ucap Athena bicara sendiri.


Dalam diary nya Raihanna berharap, keluarganya percaya bahwa yang menghamilinya bukanlah Raihan. Raihanna ingin orang tuanya meminta maaf pada laki-laki yang dicintainya itu.


Raihanna juga ingin keluarga Raihan meminta maaf pada laki-laki itu. Dan mau menerimanya kembali dalam keluarganya.


Aku harus menemui keluarga kak Raihanna dan kak Raihan. Mereka harus tahu kejadian yang sebenarnya. Entah bagaimana nasib kak Raihan sejak di usir dari keluarganya, batin Athena.


Saat di sekolah kembali Athena menemui bapak TU.


"Kamu yang meminta alamat Axel Cullen waktu itu kan?" tanya pak TU.


"Iya pak" jawab Athena dan mengemukakan maksudnya meminta alamat Raihan dan Raihanna.


"Kamu ini mau jadi detektif? Kenapa suka menyelidiki orang-orang yang diduga bunuh diri?" tanya pak TU.


"Bukan gitu pak saya cuma ingin mengetahui seperti apa keluarga anak-anak yang cerdas itu. Raihan penerima beasiswa kan pak?" tanya Athena.


"Benar tapi akhirnya beasiswanya itu dicabut karena melakukan perbuatan asusila" jelas pak TU.


"Bolehkan pak saya minta alamat kedua keluarga itu?" tanya Athena.


"Boleh tapi nanti saya cari dulu berkasnya. Besok atau lusa kamu ke sini lagi. Dan awas jangan melakukan penyebaran berita bohong apalagi menyangkut nama baik sekolah ini" ucap pak TU tegas.


"Siap pak" jawab Athena juga tegas.


Saat di kamarnya dan tentunya saat pergantian waktu. Athena dan Axel berbincang tentang Raihan dan Raihanna.


"Kamu akan mengungkapkan semua ini pada kedua keluarga itu?" tanya Axel.


"Ya, aku akan mencari mereka dan menjelaskan semuanya. Dulu kak Raihanna tidak berani melakukannya karena ancaman dari sepupunya itu. Tapi sekarang kak Raihanna sudah tiada, dia tidak perlu takut lagi mengungkapkan kejadian yang sebenarnya. Secarik kain ini dan diary ini bisa membuktikannya" jelas Athena dengan semangat.


"Tapi sayang kamu akan pergi sendiri, aku tidak bisa menemanimu, maksudku dalam wujud yang terlihat olehmu" ucap Axel khawatir.


"Tidak apa-apa sayang, selama kak Axel-ku sayang ada disampingku meski tidak terlihat aku akan tetap berani" ucap Athena menghibur Axel.


Meski ucapan merdu Athena sangat indah dan membuatnya melayang bahagia namun Axel tetap saja khawatir. Athena mengecup bibir laki-laki yang dicintainya itu untuk membuatnya tenang. Axel tersenyum meski dipaksakan.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2