
SELAMAT ATHENA KAMU PERINGKAT KE SEPULUH
Dari tiga ratus sembilan puluh enam siswa kelas XII, Athena menempati posisi ke sepuluh. Wow... Amazing, saking tak percaya Athena nyaris menangis tak sanggup menahan beban jika mereka cuma ngeprank dirinya.
"Gue bunuh diri kalau kalian ngerjain gue" ucap Athena hampir menangis.
"Serius, cuma tiga anak IPS yang mencapai posisi sepuluh besar. Peringkat empat, tujuh dan sepuluh. Dan peringkat ke sepuluh adalah Athena... yuu huu.." teriak Kimmy.
Athena langsung menoleh pada Axel, hantu tampan itu mengangguk. Athena langsung berdiri memeluk kedua temannya, bertiga mereka berpelukan. Air mata haru menitik disudut mata mereka.
Tok.. tok.. tok..
Bunyi ketukan pintu tak mereka pedulikan, Evan tertawa melihat ketiga sahabat itu mendadak budek. Axel hanya diam memperhatikan idola sekolah itu berdiri didepan pintu.
Kembali Evan mengetuk pintu, kali ini Vivi mendengar dan langsung melongok ke pintu. Vivi terkejut dan langsung menepuk bahu Athena, gadis itu heran, Vivi menunjukkan dengan memonyongkan mulutnya.
Athena salah tingkah saat Evan berjalan mendekatinya, Vivi dan Kimmy langsung menyingkir.
"Selamat ya, ternyata kamu menjadi pemenangnya. Artinya kamu resmi jadi pendampingku di farewell party nanti" ucap Evan sambil mengulurkan tangannya.
Athena menyambut uluran tangannya, sambil tersipu. Vivi dan Kimmy senyum-senyum, sementara Axel tersenyum sambil menunduk.
"Tapi bukankah anak IPA yang mendapatkan peringkat teratas, kenapa aku yang menjadi.. pasangan.. pestamu ?" tanya Athena ragu-ragu.
"Karena mereka bukan peserta, sembilan orang diatasmu tidak ikut mendaftar menjadi pasanganku" ucap Evan sambil tersenyum.
"Benarkah ? serius kamu benar-benar mendata mereka ?" tanya Athena.
''Tentu dong, jika tidak, mungkin saja ada yang ngaku-ngaku jadi peserta" ucap Evan sambil tertawa.
"Athena kamu nggak pengen tau peringkat berapa si Luna ?" ucap Kimmy ikut nimbrung.
"Oh ya.. berapa ?" tanya Athena.
"Kamu tau nggak ? ternyata dia benar-benar belajar keras untuk menaikkan peringkatnya" ucap Kimmy.
"Oh ya, baguslah, emang peringkat berapa dia ?" tanya Athena lagi.
"Bagus, peringkatnya naik dari peringkat terakhir jadi peringkat nomor dua... terakhir" ucap Kimmy sambil tertawa terbahak-bahak.
Senyum diwajah Athena langsung hilang, melirik kearah Evan.
"Jangan ngomong gitu" ucap Athena menasehati Kimmy.
"Emang gitu kok, itu kan bagus berarti usahanya ada hasil. Kalau nggak kamu tantang mungkin sekarang masih peringkat terakhir" ucap Vivi tertawa yang diikuti oleh Kimmy.
Athena menjadi tidak enak hati, karena teman-temannya menertawakan mantan pacar Evan. Laki-laki itu sendiri cuma senyum-senyum saja.
"Maaf ya, mereka suka bercanda" ucap Athena.
"Nggak apa-apa, seperti yang mereka bilang. Emang kenyataannya gitu kok. Kalau gitu aku permisi dulu ya, nanti dihari h tunggu aku dirumah aku akan menjemputmu" ucap Evan lagi sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka.
Ketiga sahabat itu langsung tertawa bersama
"Dihari h tunggu dirumah ya, aku akan menjemputmu" ucap Kimmy mengulang ucapan Evan.
"Duh senangnya, jauh-jauh hari udah dapat pasangan, mana cinta pertama lagi" goda Vivi.
Athena hanya cengengesan lalu melirik Axel yang sedang tertunduk, Athena tercenung.
"Kita harus cepat-cepat cari gaun istimewa, biar tampil cantik di hari haaaa" ucap Kimmy kembali menggoda Athena.
Athena senyum lalu ingat sesuatu.
"Eh.. serius Luna di peringkat terbawah kedua di kelasnya ?" ucap Athena masih tidak percaya.
"Serius dari total tiga ratus sembilan puluh enam siswa kelas XII dia peringkat tiga ratus tujuh puluh empat, jika di bagi sebelas kelas dia jadi peringkat kedua terbawah dikelasnya" ujar Vivi.
"Benar juga, jadi tebakan gue bener dong kalau selama ini dia ranking terakhir" ucap Athena.
Kedua temannya mengangguk berbarengan lalu mereka tertawa bersama. Tak ada usaha yang tak ada hasil, sekecil apapun usaha itu tetap akan membuat perubahan.
Begitu juga dengan apa yang dialami Athena. Gadis yang biasanya malas namun dengan tekad dari hati dan didukung orang-orang disekitarnya, hasil yang dikira mustahil pun bisa dicapai.
Orang tua Athena bahkan sangat terkejut dengan pencapaian putri mereka. Mama Athena bahkan ingin memberikan hadiah. Athena sangat senang meski hadiah itu bukanlah tujuannya tapi mendapatkan sesuatu yang tak terduga sebagai sebuah penghargaan tentulah sangat berarti baginya.
Athena melirik pada Axel yang dari pagi hanya diam tersenyum memandangnya. Tak terkira betapa besar rasa terima kasih Athena untuk laki-laki itu. Namun sejak tadi, Athena tak dapat melakukan apapun karena Axel yang hanya berupa bayangan.
Hanya gerak bibir ucapan terima kasih yang bisa dilakukan Athena setiap kali menatap laki-laki itu. Hingga saat pergantian waktu Athena tak sabar lagi untuk memeluk laki-laki itu.
"Terima kasih Axel, terima kasih" ucap Athena sambil menitikkan air mata.
Apa yang dikiranya mustahil didapatnya justru tercapai berkat kegigihan laki-laki itu memberinya semangat.
Athena mencium pipi Axel, laki-laki itu hingga memejamkan mata, meresapi ciuman hangat dari Athena.
Sadarlah Axel, dia hanya ingin berterima kasih padamu, karena dia begitu bahagia berhasil mendekati cinta pertamanya, batin Axel yang langsung tertunduk saat memikirkan itu.
Axel tersenyum pahit sesaat Athena melepaskan ciumannya. Athena tulus ingin mengungkapkan rasa terima kasih dan rasa sayangnya pada laki-laki itu.
__ADS_1
"Makasih untuk usahamu yang tak lelah membantu dan mendukungku" ucap Athena.
"Bagaimana rasanya menjadi peringkat sepuluh ?" tanya Axel.
"Rasanya seperti menjadi peringkat pertama" ucap Athena.
"Benarkah ? kenapa bisa seperti itu ?" tanya Axel tak percaya.
Athena mengangguk.
"Apa kamu tau ? semua usaha yang jujur meski tak mencapai puncak teratas, tapi perasaan yang dirasakan tetap puas seperti mendapatkan puncak teratas" ucap Athena.
"Mungkin kamu bisa merasakan itu karena kamu yang berhasil mendapatkan posisi sebagai pasangan Evan, benar kan ?" tanya Axel.
"Enggak, aku merasakannya sejak awal, bahkan sebelum Evan menyatakan akan menjadikan aku sebagai pasangannya. Tapi saat dia menyatakan itu, rasanya menjadi lebih nyata" ucap Athena.
"Kamu bahagia ? karena Evan membuat perasaanmu menjadi orang berhasil, menjadi lebih nyata" ucap Axel kembali tertunduk.
Athena melihat raut sedih Axel, gadis itu menangkup wajah sedih laki-laki itu.
"Kamu kenapa ?" tanya Athena heran.
"Aku tidak bisa memberikan sesuatu yang bisa membuat perasaan berhasilmu terasa lebih nyata" ucap Axel dengan mata yang sayu.
"Bodoh, bodoh, bodoh, kamu adalah orang tercerdas yang terbodoh yang aku temui didunia" ucap Athena sambil tertawa mendorong dada Axel dengan telunjuknya.
Axel heran namun membiarkan Athena berbuat seperti itu.
"Justru kamu yang mewujudkan keberhasilanku, kamu bukan sekedar memberikan perasaan berhasil tapi justru kamu yang memberikan keberhasilan itu padaku. Kamu sudah memberi lebih dari yang Evan berikan padaku" jelas Athena.
"Tapi, aku ingin memberikan sesuatu padamu tapi tidak bisa" ucap Axel.
"Apa itu ? dan kenapa kamu tidak bisa memberikannya ?" tanya Athena.
"Karena kamu tidak menginginkannya dariku" ucap Axel tersenyum pahit.
"Apa itu ?" tanya Athena pelan.
"Sebuah ciuman, aku ingin memberi hadiah sebuah ciuman tapi ka.."
Athena menerjang Axel dengan pelukan lalu menyatukan bibir mereka, Athena menitikkan air mata. Axel selalu ingin menciumnya, Athena tau itu.
Tapi laki-laki itu selalu menahannya karena takut Athena tidak menginginkannya lalu marah padanya lalu membencinya. Axel sangat takut Athena membencinya.
Axel termangu merasakan manisnya bibir Athena, gadis itu bahkan berkali-kali mengecup bibir laki-laki itu. Axel merasakan tarikan lembut yang dibuat Athena. Axel merebahkan Athena diranjang dan membalas ciuman itu, membuatnya menjadi ciuman yang lebih dalam.
Axel menatap wajah yang berada dibawahnya sambil merapikan helaian rambut yang menutupi sebagian mata dan pipi Athena. Sesuatu yang tak diduganya terjadi dan dia sangat bahagia.
"Bagaimana perasaanmu ? apa kamu menyesal ?" tanya Axel.
Athena mengangguk, Axel murung.
"Aku menyesal pada Evan, aku seperti berselingkuh darinya" ucap Athena sambil tertawa.
Axel juga tertawa meski tak mengerti.
"Kenapa ?" tanya Axel.
"Aku sudah menerima dia menjadi pasanganku di pesta dan semua anak disekolah otomatis memastikan akulah pasangannya sekarang" ucap Athena.
"Itu artinya kamu sudah menjadi pacarnya ?" tanya Axel.
"Tidak, untuk menjadi pacarnya harus ada pernyataan cinta dulu lalu meminta kesediaan untuk menjadi pacarnya ? aku masih jauh dari itu" ucap Athena.
"Jadi sekarang kamu menjadi pasangannya, pasangan sementara hingga ada pernyataan cinta ?" tanya Axel, yang dijawab dengan anggukan oleh Athena.
"Ini adalah langkah awal bagimu untuk menjadi pacarnya ?" tanya Axel.
"Bisa dibilang begitu, tapi belum pasti, liat perkembangannya nanti, jika dia semakin menyukaiku bisa jadi dia menyatakan cintanya padaku" ucap Athena.
"Kamu ingin menjadi pacarnya dan kamu juga ingin menciumnya ?" tanya Axel yang sangat ingin Athena menyangkalnya.
Namun sayang Athena justru mengangguk, sebuah jawaban yang sama sejak pertama kali menatap Evan disaat hari-hari pertama gadis itu menjadi pelajar SMA.
Axel tercenung, namun akhirnya menyadari. Semua itu adalah impian Athena sejak lama, diam-diam menyukai Evan dan sekarang sudah lebih mendekatinya.
Kamu pasti bahagia jika impianmu terwujud, aku akan berusaha mewujudkannya untukmu Athena, agar kamu bisa bahagia, batin Axel bersedih.
Axel memandang wajah gadis yang begitu dekat dengannya itu. Rasanya ingin selamanya seperti itu tapi Axel sadar, ada seseorang yang telah mengisi hati Athena sejak lama.
Athena menyentuh bibir Axel, perlahan menyusuri bibir laki-laki tampan itu.
"Aku tidak menyangka, ciuman pertamaku, kulakukan bersamamu" ucap Athena.
"Kamu menyesal ?" tanya Axel pelan, serak, nyaris tidak terdengar.
Athena mengangguk, Axel bersedih.
"Maafkan aku" ucap laki-laki itu lalu ingin bangkit dari ranjang itu.
__ADS_1
"Tapi aku bahagia Axel" ucap Athena menghentikan Axel turun dari ranjang.
"Aku tidak tau kenapa, tapi aku bahagia berciuman denganmu" ucap Athena.
Axel tertunduk, namun tersenyum.
Mungkinkah Ini juga langkah awal bagiku untuk menjadi pacarmu ? batin Axel.
Jika ditanya, mungkin Athena akan menjawab tidak, gadis itu mungkin akan menolak. Manusia mana yang ingin berpacaran dengan hantu. Makhluk yang tidak nyata, tak bisa diperkenalkan, tak bisa ditampilkan, tak bisa dibanggakan.
Kadang menjadikan seseorang berstatus pacar hanya untuk bisa dibanggakan, dijadikan tolak ukur keberhasilan dalam mendapatkan hati seseorang.
Apakah selalu ada cinta disitu ? jawabannya bisa ya bisa juga tidak. Apakah obsesi Athena ingin menjadikan Evan sebagai pacar adalah karena Athena cinta pada Evan.
Terlihat seperti ya, karena kadang obsesi itu menyamar, terlihat seperti cinta tapi ternyata hanya sebuah kesombongan karena bisa mendapatkan seseorang yang menjadi pujaan orang lain.
"Aku tidak pernah berulang tahun" ucap Axel tiba-tiba.
Athena kaget, setelah apa yang mereka lalui barusan, Axel justru membicarakan ulang tahun.
"Kenapa kamu tiba-tiba mengingat ulang tahun ?" tanya Athena.
"Saat berulang tahun seseorang bisa membuat sebuah permintaan bukan ?" tanya Axel.
"He eh, saat tiup lilin" ucap Athena.
"Aku ingin berulang tahun" ucap Axel.
"Memangnya kapan tanggal lahirmu ?" tanya Athena.
Axel tertunduk, tentu saja dia tidak tau. Dia bahkan tidak tau apapun.
"Aku bisa melihat data-data Axel Cullen, tapi apa itu memang dirimu ? dia masih hidup dan kamu hanya jiwa yang tidak tau siapa jati dirimu, bagaimana mana bisa tau kapan ulang tahunmu" ucap Athena.
Axel membalik badan menatap kearah Athena, sekarang dirinya terobsesi ingin mengetahui siapa dirinya, agar bisa berulang tahun. Agar bisa meniup lilin, agar bisa membuat permohonan, agar bisa mendapatkan cinta Athena.
Usaha yang panjang untuk mendapatkan sebuah cinta, tersobsesi menjadi pacarnya ? sepertinya tidak, rasanya tidak mungkin Athena mau menjadi pacarnya. Bagaimana Athena akan menjelaskan pada teman-temannya ? saat mereka bertanya, siapa pacarmu Athena ? Lalu Athena menjawab 'pacarku bukan manusia' .
Axel senyum sendiri, rasanya tidak mungkin. Karena itu dia ingin meniup lilin, membuat permohonan untuk mendapatkan cinta Athena bukan menjadi pacar Athena.
Memikirkan semua itu Axel merasa bahagia, dia semangat lagi menjalani hari-harinya. Biarlah Athena menjadi pacar Evan dan biarkan dia menjadi cinta Athena.
Esoknya, Athena dan sahabat-sahabatnya sibuk membicarakan gaun-gaun yang sedang ngetren. Itulah kesibukan gadis-gadis di sekolah itu sekarang. Setelah melewati masa-masa sulit try out, sekarang mereka refreshing dengan membicarakan, mencari gaun, bahkan mengkhayalkan romantisnya pesta perpisahan.
Refreshing itu perlu bagi orang-orang yang telah berjuang seperti Athena. Namun semua merasa berhak untuk refreshing padahal mereka tidak berjuang apa-apa, tidak melakukan apa-apa, tidak belajar apa-apa.
Tapi katanya mereka tetap butuh refreshing, aneh ? Hehehe.. meski mereka tidak berjuang apa-apa, meski tidak melakukan apa-apa, meski tidak belajar apa-apa tapi mereka tetap butuh refreshing.
Refreshing dari rasa terkurung pikiran mereka sendiri, rasa terbelenggu dari happy-happy karena semua test, try out, tugas-tugas akhir, praktek ini praktek itu menjelang kelulusan mereka.
Athena dan teman-temannya telah mendapatkan gaun yang mereka inginkan. Didukung sepenuhnya oleh orang tua masing-masing. Mereka terlihat bahagia, setelah mendapatkan gaun, mereka makan siang di kafe.
"Boleh nggak sih bawa pasangan dari luar ? nggak harus anak sekolah kita" tanya Kimmy.
"Boleh" jawab Athena.
"Serius ? kok boleh ?" tanya Vivi.
"Ya lah, masa semua orang pacarnya berasal dari sekolah yang sama, gimana kalau sukanya sama orang dari sekolah lain, atau mungkin sama mahasiswa atau mungkin sama handsome private teacher ?" ucap Athena.
Kimmy tertawa dan Vivi senyum tersipu, Athena berpikir Vivi ingin menjadikan guru private nya sebagai pasangan pesta perpisahannya.
"Itu kalau kamu panitianya ? sekarang kan kamu nggak OSIS lagi" ucap Kimmy.
"Karena itulah, sekarang Luna and the geng yang menguasai OSIS, makanya sekarang positif boleh.
Luna udah kehilangan kesempatan menjadikan Evan sebagai pasangannya, jadi terpaksa dong cari pasangan ditempat lain.
Entah itu beneran atau cuma bayaran, kalau ngambil cowok sekolah kita kayaknya enggak deh, pamornya bisa turun mendapatkan cowok biasa disekolah sebagai pasangannya.
Secara Evan cowok paling populer di sekolah kita, trus dia mau bawa cowok biasa gitu ?" tanya Athena, analisa gadis itu pada Luna.
Kimmy dan Vivi mengangguk-angguk, terlihat wajah cerah dari Vivi dan senyum mengembang dari Kimmy. Athena merasa sahabat-sahabatnya ini sedang merencanakan sesuatu. Rencana membawa incaran masing-masing ke pesta perpisahan.
"Semangat teman-teman untuk mendapatkan incaran kalian. Jika kalian butuh pertolongan, aku siap membantu untuk mewujudkan cita-cita kalian mendapatkan pasangan favorit kalian" ucap Athena menawarkan diri membantu.
"Oh nggak usah, nggak usah, biar kami usaha sendiri saja iyakan Kim" ucap Vivi cepat.
"Ya... ya, biar kami usaha sendiri, bahaya kalau minta bantuanmu bisa-bisa cowok incaran kami malah naksir kamu" ucap Kimmy polos.
Vivi memalingkan wajah ngoceh-ngoceh tak jelas, malu, isi pikirannya diumbar Kimmy. Padahal Athena terlihat cuek meski bantuannya ditolak.
Sesampai di rumah Athena bercerita keseruan hari-harinya kepada Axel. Laki-laki itu ikut bahagia, apalagi sejak menjadi pemberi ciuman pertama bagi Athena.
Axel adalah orang pertama yang mendapatkan kehormatan merasakan bibir gadis itu. Axel merasa menjadi orang yang paling bahagia.. ups.. hantu yang paling bahagia di dunia Tak peduli lagi siapa pacar Athena, tak peduli kalau semua laki-laki didunia jadi pacar Athena.
Yang terpenting baginya, hanya cinta Athena, itu cita-citanya, cinta Athena untuk dirinya.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1