
Axella mendengar percakapan antara Athena dan kedua orang tuanya. Gadis itu pun mengikuti kedua orang tuanya melangkah pulang. Athena tak ingin membuat kedua orang tua itu letih menunggunya. Meminta Pak Pietra dan Bu Friska, melanjutkan aktivitasnya dan membiarkannya beristirahat di ruang rawat inap itu.
Kedua orang tua itu menuruti permintaan putri mereka. Merasa Axella telah berubah menjadi sosok yang berpikiran lebih dewasa. Tidak lagi bersikap acuh tak acuh bahkan berani mengemukakan pendapatnya. Tak hanya itu putri mereka bahkan berani menasehati mereka.
Saat melangkah ke luar rumah sakit, Axella mendengar pembicaraan kedua orang tuanya. Disitulah Axella sadar, bahwa apa yang dilakukannya persis sama seperti apa yang terjadi pada orang tuanya. Seorang wanita mendekati ayahnya dan bersikap tak peduli pada perasaan ibunya.
Axella sadar kalau sikap kejam Axel terhadapnya terpaksa dilakukan Axel demi menjaga perasaan gadis yang dicintainya. Axella yang tadinya juga sangat membenci Athena karena menyebabkan laki-laki itu menjauhinya, akhirnya sadar. Athena sama seperti ibunya, menyakiti Athena sama seperti menyakiti ibunya.
Axella segera berlari ke ruang rawat inapnya. Namun, tak menemukan tubuhnya yang berisi jiwa Athena. Axella pun berlari menuju ruang rawat inap Athena dan tertegun. Athena yang berada di tubuh Axella sedang berdiri memandangi Axel yang tak mau melepaskan rasa lelahnya di ranjang penunggu pasien.
Laki-laki itu bertahan duduk di kursi di samping ranjang dengan terkantuk-kantuk. Tangannya tak rela melepas genggaman tangannya sedetik pun. Athena di tubuh Axella hanya bisa menangis terisak-isak menatap laki-laki yang dicintainya itu.
Kesedihan Athena bukan hanya melihat Axel yang tak kenal lelah menemaninya. Meski sangat ingin menghampiri tapi dia sendiri tak bisa mendekatinya. Axel tak akan menerimanya dengan tubuh Axella. Sementara dia tak bisa menyebut dirinya berada dalam tubuh Axella.
Kakak sabarlah, saat pergantian waktu nanti, aku akan temui Kakak lagi, bisik hati Athena.
Akhirnya menyadari apa sebab dirinya bisa bertemu dengan Axel tadi. Athena yang terperangkap dalam tubuh Axella yang tertidur, bisa keluar dan menemui Axel di saat pergantian waktu. Antara malam menjelang pagi. Antara gelap menjadi terang.
__ADS_1
"Athena, aku akan kembali ke tubuhku! Athena! Aku akan mencoba kembali ke tubuhku," seru Axella.
Gadis itu lupa kalau saat Athena berada dalam tubuh Axella. Athena adalah manusia biasa yang tak bisa melihat makhluk tak kasat mata. Dinding pembatas antara dunia nyata dan dunia gaib Axella sangat tebal. Tak ada kemungkinan Athena melihatnya meski jiwa Axella berdiri di hadapannya. Sementara Athena masih menangis menatap Axel. Axella pun akhirnya pasrah menunggu.
"Tadi dia bisa keluar dari tubuhku. Bisa gentayangan lagi lalu menjadi manusia kembali, aneh. Kalau aku masuk ke dalam tubuh Athena sekarang apa bisa? Tapi, jika aku masuk ke tubuh Athena, Axel akan mengira aku adalah Athena. Dia bisa jadi perlakukan aku seperti Athena. Apa sanggup Athena melihat Axel memelukku? Kemarin dia langsung pergi saat aku tawarkan itu. Kalau aku berjanji akan menolak Axel, apa dia akan setuju? Mungkin setuju, tapi kasihan Axel jika aku menolaknya pasti dikira hati Athena sudah berubah. Bagaimana ini? Aku terpaksa di luar Athena, jika memang tubuhku juga menolakku, lebih baik aku tetap di luar. Kamu bisa persatukan kembali kedua orang tuaku. Aku titip mereka padamu," ucap Axella yang tak mungkin terdengar oleh Athena yang menggunakan tubuh Axella.
Athena masih berdiri di balik pintu ruang rawat inap itu. Sama seperti Axel, Athena pun tak mau melepaskan pandangannya dari orang yang dicintai. Bertahan meski hanya menatap diam.
Tiba-tiba Axel keluar dari ruang rawat inap itu. Laki-laki itu melangkah tergesa-gesa menuju taman rumah sakit. Duduk di taman itu dengan tertunduk lalu menangis. Athena tak sanggup melihatnya dan langsung mendekat.
Kak Axel, jangan sedih. Aku akan temui Kakak nanti, bersabarlah Kak, bisik hati Athena.
Athena tak sanggup menatap kesedihan Axel. Gadis itu memilih untuk mendatangi ruang rawat inapnya. Menatap tubuhnya yang masih terbaring diam.
Kenapa aku tidak bisa kembali ke tubuhku? Kenapa ke tubuh Kak Axella bisa? Apa tujuan semua ini? Kenapa? Kenapa aku tidak bisa segera kembali ke tubuhku? Batin Athena.
"Apa yang kamu lakukan di sini? Aku bilang menjauh dari Athenaku!" bentak Axel yang langsung menarik tangan Athena di tubuh Axella menjauh.
__ADS_1
"Baiklah. Aku hanya ingin minta maaf. Aku menyesal telah membuat Athena koma. Aku ke sini untuk meminta maaf. Tolong maafkan aku," ucap Athena.
"Sudah terlambat. Aku terlanjur benci padamu. Selama ini aku merasa bersalah padamu. Aku tahu perlakukan kamu dengan kejam. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Aku tak ingin menyakiti hati Athena–"
"Aku tahu. Aku tahu itu. Semua demi Athena, aku tahu itu. Sekarang aku sudah sadar. Aku tidak menyalahkan sikapmu lagi, sungguh," ucap Athena tanpa terasa menyentuh lengan Axel.
Laki-laki itu langsung menatap tangan gadis itu. Athena tersadar dan langsung melepaskan pegangannya. Axel menatap Athena yang menunduk sambil menggigit bibirnya.
"Jangan lakukan itu!" ucap Axel.
"Apa?" tanya Athena.
"Aku bilang jangan lakukan itu … menggigit bibirmu," ucap Axel.
Setiap kali Athena melakukan itu, dirinya tak akan mampu menahan hati untuk tidak menciumnya dan ikut menggigit bibir mungil Athena. Saat ini Axel justru kesal melihat gadis yang diketahuinya adalah Axella itu memiliki kebiasaan yang sama dengan Athena, yaitu menggigit bibirnya saat merasa bingung.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...
__ADS_1