
Axel dan Athena beristirahat di kamar yang disediakan oleh Bang Yadi. Axel memeluk Athena hingga akhirnya mereka tertidur lelap. Dengan mudah mereka tertidur setelah lelah berjalan-jalan di sekitar wisata air terjun itu.
Menjelang sore Axel membuka matanya dan langsung tersenyum. Dihadapannya, Athena masih tertidur lelap dengan tangannya yang masih melingkar di pinggang Axel.
Pasti begini rasanya jika sudah menikah, bangun tidur langsung memandang wajah istri yang dicintai, rasanya bahagia sekali, batin Axel sambil tersenyum.
Pak Yatno dan Bang Yadi mengundang mereka merayakan ulang tahun berdirinya restoran itu. Mereka menunggu hingga sore saat pengunjung berkurang, mereka akan merayakan acara ulang tahun restoran itu. Axel menatap halaman depan melalui jendela itu. Terbayang saat Hardy berusaha melarikan diri di sana. Axel tersenyum, mengenang pengalaman hidupnya yang tak biasa.
"Apa sudah sore? Apa acaranya akan dimulai?" tanya Athena dengan suara khas bangun tidurnya yang terdengar begitu seksi bagi Axel.
"Belum sayaang! Kalau masih mengantuk tidur aja lagi," ucap Axel duduk di sisi ranjang.
"Kakak nggak tidur ya?" tanya Athena sambil menoleh ranjang sigle di mana dia tadi tertidur.
"Tidur kok, tapi hanya sebentar. Aku lebih suka bangun dan menatapmu. Sudah jadi kebiasaanku menjagamu saat kamu tidur," ucap Axel.
__ADS_1
"Tapi itu saat jadi hantu, kalau jadi manusia mana bisa menjagaku saat tidur. Bisa-bisa digerebek Mama," jawab Athena sambil tersenyum.
"Kamu lebih senang aku menjadi hantu atau jadi manusia?" tanya Axel.
"Hmmmmm, apa ya? Kalau siang jadi manusia kalau malam jadi hantu," jawab Athena.
"Maunya! Tapi enak juga. Kalau malam masih bisa ketemuan. Setiap malam aku bisa tidur disamping kamu, karena Mama nggak bisa melihatku," ucap Axel sambil tertawa.
Athena pun ikut tertawa, gadis itu akhirnya memilih untuk duduk. Mereka berdekatan, saling menatap sambil tersenyum. Axel yang tampan menatap Athena yang cantik. Tak ada yang akan menghalangi mereka melakukan apa pun di situ.
Perlahan Axel mendekatkan wajahnya ke arah Athena. Gadis itu diam menunggu, hingga akhirnya menyambut kedatangan bibir lembut itu. Axle menarik tubuh itu lebih mendekat, membuat tubuh mereka semakin menyatu. Athena mengusap wajah Axel membuat laki-laki itu semakin ingin memperdalam ciumannya.
"Aduh ... Jantungku mau copot," ucap Athena lalu tertawa. Axel tersenyum lalu berdiri membukakan pintu.
"Aku pikir kalian belum bangun. Apa aku mengganggu kalian?" tanya Yadi.
__ADS_1
Banget, batin Athena.
"Udah bangun Bang. Ya, mengganggu banget!" jawab Axel jujur.
Bang Yadi tertawa. Athena ternganga, ternyata apa yang dipikirkannya sama dengan yang dipikirkan Axel. Bang Yadi yang pengertian mengerti kalau mereka pasti sedang bermesraan.
Mereka pun diajak ke restoran. Di sana telah berkumpul seluruh karyawan restoran. Semua senang bisa bertemu lagi dengan Axel. Awalnya mereka mengira Axel adalah Hardy. Bahkan ada yang bertaruh, menebak tamu itu adalah Axel atau Hardy. Semua menjawab Axel karena gaya bicara dan gerak tubuh Axel yang berbeda dengan Hardy. Mereka pun batal bertaruh.
Mereka mulai merayakan hari jadi restoran itu. Mereka menyediakan banyak makanan untuk disantap. Athena menjadi tamu yang sangat dimanjakan. Semua ingin melayani gadis cantik itu.
Acara berlangsung hingga malam. Semua karena keseruan dan rasa bahagia karena bisa berkumpul bersama dalam suasana akrab dan santai. Setelah bekerja seharian tanpa henti melayani para pengunjung. Saat-saat tertawa bersama ini membuat mereka tak rela segera mengakhirinya.
"Menginap di sini saja Axel, besok pagi baru pulang," usul seorang karyawan bagian dapur.
Axel menoleh ke arah Athena, gadis itu mengangguk setuju. Melihat tawa Axel saat bercanda dengan para karyawan restoran membuat gadis itu tak tega segera mengakhirinya. Apalagi angkutan umum yang membawa mereka ke kota sudah tak beroperasi lagi di jam segitu.
__ADS_1
Axel dan Athena kembali menempati kamar tadi. Tidur sambil berpelukan hingga pagi menjelang. Saat pagi hari mereka pun pamit dan beranjak pulang.
...~ Bersambung ~...