
Athena di bolehkan pulang lebih cepat dari siswa lain di kelasnya. Sementara siswa yang lainnya mendapat soal tambahan. Athena kecewa karena dia harus menunggu teman-temannya yang masih mengerjakan soal tambahan.
Athena duduk termenung di bangku di bawah pohon rindang. Di parkiran tak jauh dari sana terlihat sebuah sedan sport masuk dan itu langsung menyita perhatiannya. Athena mengenali mobil itu tapi belum begitu yakin. Namun, saat melihat Axel turun dari mobil itu, barulah Athena merasa yakin.
Terlihat Axel yang berjalan santai dengan sebelah tangannya dimasukan ke saku celana dan sebelah tangannya lagi memainkan kunci mobilnya. Terlihat laki-laki itu melangkah begitu santai memandangi ke sekeliling sekolah. Athena sempat terpana dengan cara berjalan dan ketampanan laki-laki itu.
Mau apa dia ke sini? Sepertinya dia sengaja datang lebih cepat, apa tidak takut dikerubuti cewek-cewek? Aaaaah, bahaya! Mumpung belum bel, sebelum cewek-cewek itu keluar, dia harus pergi dari sini, batin Athena langsung berlari menghampiri.
"Hey, kamu kok ada di luar, kelasnya udah bubar?" tanya Axel.
"Kak, mau apa ke sini?" tanya Athena.
"Ya, nyariin kamu lah, masa mau nyariin satpam?" jawab Axel.
"Ya udah, ayok pergi!" ajak Athena langsung melangkah ke arah mobil Axel.
Axel tersenyum saat melihat Athena yang begitu semangat mengajaknya pergi. Mereka langsung masuk ke dalam mobil. Sampai di mobil Athena mengeluarkan ponselnya lalu batal mengirim pesan karena teringat teman-temannya yang belum selesai mengerjakan ulangan.
Axel hanya diam memperhatikan gadis yang hanya sibuk dengan dunianya sendiri itu. Athena akhirnya menoleh pada Axel, laki-laki itu langsung tersenyum melihat Athena telah menyadari keberadaannya.
"Sebenarnya Kakak mau apa ingin ketemu denganku?" tanya Athena.
Ingin bercinta denganmu, batin Axel.
Laki-laki itu mendekatkan wajahnya ke wajah Athena lalu mengecup bibir gadis itu dengan lembut. Begitu lembutnya Athena otomatis menahan nafasnya seolah-olah tiupan nafas Athena bisa mendorong mundur ciuman itu. Axel mengecup hingga beberapa kali lalu menatap wajah Athena dari dekat.
"Mommy ingin ketemu sama kamu, katanya ingin mengajakmu mengikuti kegiatan sosial ke beberapa tempat," jelas Axel.
"Haaa, kegiatan sosial? Kenapa ngajak aku segala sih? Aku nggak usah ikut nggak apa-apa ya?" tanya Athena.
"Kalau nggak mau ikut nggak apa-apa. Mommy cuma mau menawarkan karena banyak anak-anak muda yang akan ikut acara itu. Jangan merasa terpaksa, nanti bilang sendiri sama Mommy ya, kalau kamu nggak ingin ikut acara itu," jelas Axel.
Athena langsung tertunduk sambil cemberut, Axel tersenyum.
Laki-laki itu langsung menyalakan mesin mobilnya. Lalu kembali mendekat ke arah Athena untuk memasangkan seat belt-nya. Athena baru menyadari kalau dirinya belum memasang seat belt-nya. Axel tersenyum dan mulai mengemudi, mereka meninggalkan sekolah dan melaju ke jalan raya menuju rumah megah keluarga Cullen.
__ADS_1
Sesampai di sana Athena langsung di sambut oleh Ny. Olivia yang telah siap berangkat mengikuti kegiatan sosial itu. Sayangnya saat bertemu langsung Ny. Olivia, Athena tak berani menolak ajakan nyonya cantik itu.
"Tapi saya nggak bawa baju ganti Mommy?" tanya Athena.
"Nggak apa-apa sayang, pake baju sekolah juga nggak apa-apa. Atau mau di temani Axel beli gaun?" tanya Olivia.
"Nggak usah Mommy, saya pakai seragam aja," ucap Athena akhirnya.
"Ayo sayang, kita siap-siap dulu yuk!" ajak Olivia.
Gadis itu mengikuti langkah Ny. Olivia menuju ruang penyimpanan bahan-bahan makanan. Tiba-tiba tangan Axel langsung menggandeng tangannya. Athena reflek menoleh ke arahnya. Laki-laki itu tersenyum, Axel terlihat begitu bahagia dengan hadirnya Athena di rumahnya.
Setelah menyiapkan barang-barang yang akan di bawa bersama beberapa orang anak-anak muda lainnya, Athena di ajak mengunjungi beberapa panti asuhan untuk menyalurkan bantuan. Athena kagum melihat kemurahan hati Ny. Olivia yang menjadi koordinator pengumpulan dana dari pengusaha-pengusaha yang menjadi rekan bisnisnya.
"Mommy tidak hanya mengunjungi panti-panti asuhan tapi juga panti jompo. Menurut Mommy, tempat-tempat seperti itu banyak membutuhkan dana. Sekarang Mommy menjadi orang peduli pada orang lain, padahal dulunya sangat individualis," jelas Axel.
"Dari mana Kakak tahu dulunya Mommy individualis, bukannya Kakak amnesia?" tanya Athena.
"Oh ya ..., Aku dengar dari cerita orang. Katanya sejak aku melakukan usaha bunuh diri, Mommy jadi berubah. Lebih perhatian pada keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Kemudian berlanjut menyukai kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial," jelas Axel.
"Kakak selalu ikut dalam setiap kegiatan sosial Mommy?" tanya Athena.
"Kakak juga orang yang baik hati," ucap Athena.
Pujian yang membuat Axel berbunga-bunga, laki-laki itu tersenyum sambil menunduk. Athena menangkap sesuatu yang tersembunyi di balik senyum itu, seperti senang tapi sekaligus sedih.
"Apa Mommy hanya melakukan kegiatan sosial di kota ini saja atau hingga ke luar kota?" tanya Athena.
"Hingga ke luar kota, tapi aku hanya menemani jika dalam kota saja," jelas Axel.
Athena mengangguk, kembali melanjutkan kegiatan membagikan nasi kotak untuk para anak-anak panti asuhan. Siang itu mereka makan bersama dengan para penghuni Panti Asuhan.
Beruntung tadi aku pulang cepat, jadi bisa mengikuti acara seperti ini. Lho kok ikutan jadi senang ya? Padahal tadi rasanya males banget ikut acara beginian. Tapi melakukan sesuatu yang baik itu ternyata menyenangkan dan tidak terasa melelahkan. Begitu melihat senyum anak-anak itu saat di beri nasi kotak, ekspresi mereka begitu gembira. Aku jadi ikut senang, padahal bukan aku donaturnya. Aku cuma tukang bagiin. Tapi tatapan mata dan senyum anak-anak panti itu seperti berterima kasih padaku, batin Athena.
Sambil menyantap nasi kotak yang sama dengan yang di bagikan pada anak-anak panti. Bahkan Ny. Olivia pun ikut memakan nasi kotak yang sama. Athena tersenyum melihat kemurahan hati Nyonya itu. Tak terlihat jijik untuk makan bergabung dengan anak-anak panti.
__ADS_1
Nyonya-nyonya kaya yang sombong mana mau berbaur makan bersama seperti ini. Paling mereka cuma menyerahkan cek dengan nominal seikhlas mereka tanpa mau ikut menikmati kebersamaan dengan anak-anak panti ini, batin Athena.
"Lagi mikirin apa sih? Ngunyah sampai selama itu? Dihitung sampai 32 kali?" tanya Axel.
Athena tertawa.
"Nggak Kak, aku nggak se rajin itu, paling ngunyahnya kanan kiri gol, " ucap Athena lalu tersenyum.
Axel tertawa.
"Kalau kanan kiri gol, itu terlalu kecepetan. Makanannya masih utuh, mengunyah makanan merupakan langkah pertama pencernaan. Hormon dalam tubuh membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit untuk memberikan sinyal pada otak bahwa kita sudah kenyang. Jika kanan kiri gol, kamu akan menghabiskan makanan dalam waktu lima menit, otak otomatis masih ingin terus mengunyah karena belum ada sinyal ke otak yang menandakan kamu telah merasa kenyang," ucap Axel yang di sela dengan meminum air mineral di depannya.
"Tapi, jika kamu meluangan waktu tiga puluh menit untuk satu sesi makan, otakmu mengirim sinyal bahwa makanmu telah cukup. Cewek yang makan lebih lambat cenderung mengkonsumsi makanan lebih sedikit karena telah mendapatkan sinyal kenyal padahal mereka baru makan sedikit. Berbanding terbalik dengan cewek yang makan lebih cepat saat otak mengirim sinyal kenyang mereka telah makan lebih banyak," ucap Axel sambil menoleh dan tersenyum pada Athena.
"Mengunyah dengan tepat selain dapat mengontrol berat badan, menurut para ahli juga dapat meningkatkan nutrisi dalam makanan. Hal baiknya, semakin banyak jumlah kunyahan, semakin sedikit beban kerja mekanis usus," sambung Axel.
"Kakak cerdas sekali," ucap Athena kagum.
Axel menatap Athena dengan perasaan yang tak menentu. Terlihat senang namun juga terlihat sedih, senang melihat gadis yang disukainya itu mengaguminya namun sedih dengan alasan tertentu.
Jika melihatnya menjelaskan seperti ini, rasanya Kak Axel di hadapanku ini sangat mirip dengan Kak Axel-ku. Tapi, nggak, aku nggak boleh lengah. Aku nggak boleh terlena dengan kemiripan mereka hingga membuat aku jadi menyukainya juga, jangan Athena ... jangan Athena ... sadar, sadar, batin Athena sambil menepuk kedua pipinya dengan kedua tangannya.
"Athena, kamu kenapa? Kamu jangan sakiti dirimu sendiri, sayang," ucap Axel langsung menahan kedua tangan Athena.
Gadis itu terpana dengan perhatian Axel, terlebih kata-kata sayang yang terdengar tulus itu.
"Nggak apa-apa Kak, aku cuma takut mengantuk," ucap Athena memberi alasan.
"Masa lagi makan bisa mengantuk sih?" tanya Axel.
"Soalnya mengunyahnya lama sangat menjiwai jadi aku mengantuk," ucap Athena lagi memberi alasan.
Axel tertawa, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Athena. Gadis itu terpaku, ternyata Axel ingin berbisik padanya.
"Kalau di kamarku, kamu sudah aku cium. Habisnya kamu lucu, kamu gemesin," bisik Axel lalu menatap Athena dengan tatapan yang lembut.
__ADS_1
Athena terpesona, sekejap gadis itu merasa mendapat tatapan dari Axel-nya. Sementara Axel hantu itu menatap Athena dengan tatapan pasrah dan cenderung sedih.
...~ Bersambung ~...