Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 75 ~ Liburan ~


__ADS_3

Masa-masa liburan semester mereka lalui dengan indah. Athena menginap di kediaman Cullen, terkadang Axel diizinkan menginap di rumah Athena. Namun, tak diizinkan menginap di Villa apalagi jika berdua. Kemudian mereka berlibur ke desa di mana Hardy di besarkan. Jika sebelumnya Athena ke desa itu demi menemui Raihan hingga akhirnya bertemu dengan Hani.


Axel memperkenalkan Athena pada Pak Yatno dan Bang Yadi. Mereka sangat terkejut mendengar cerita tentang Axel yang bertemu dengan Athena saat menjadi roh hingga akhirnya Athena membantu mengungkapkan jati diri Hardy di hadapan orang tua Axel.


"Jadi Hardy itu ternyata saudara kembarmu? Kakak kandungmu?" tanya Yadi.


"Ya Bang, Hardy lahir beberapa jam lebih dulu dari aku," jawab Axel.


"Oh, lalu ... bagaimana dengan Hani? Bukannya kamu suka sama Hani? Maaf ya Athena, Abang penasaran mendengar kelanjutan hubungan mereka. Setahu Abang dulu demi Hani, kamu mau berganti identitas," tanya Yadi.


Axel menoleh lalu menggenggam tangan Athena. "Cinta pertama belum tentu cinta sejati Bang. Aku bersembunyi di balik identitas Hardy demi dekat dengan Hani. Jadi dari dulu yang dicintai Hani adalah Hardy, bukan aku. Sementara akhirnya, aku bertemu dengan Athena yang nyata-nyata mencintai aku dan aku juga mencintainya," ungkap Axel.


"Jadi saat jadi makhluk halus, kamu tak ingat Hani tapi malah jatuh cinta sama Athena?" tanya Pak Yatno yang ikut penasaran mendengar cerita Axel.


"Ya Pak, aku bersyukur Athena memiliki kemampuan untuk melihatku jadi merasa punya teman, karena itu aku ikuti dia terus ke mana-mana. Lama-lama jadi jatuh cinta," jawab Axel lalu tertawa.


Pak Yatno dan Bang Yadi pun ikut tertawa, Athena tersenyum sambil menunduk. "Alasanmu saja ikuti dia serasa punya teman. Kalau lihat gadis secantik ini bukan cuma makhluk halus yang ikuti dia. Makhluk kasar pun mau ikuti dia," ucap Bang Yadi.


Axel dan lainnya tertawa. Mereka berbincang dan tertawa sambil memesan makan siang di restoran itu. Setelah makan siang, Axel mengajak kekasihnya berjalan-jalan di lokasi wisata itu.


"Aku datang ke tempat wisata ini saat liburan kelas X. Begitu tertutupnya sifatku hingga tak peduli dengan acara jalan-jalan sekolah. Aku hanya sibuk membaca buku di bangku itu ... tak jauh dari restoran Pak Yatno 'kan? Sementara teman-teman yang lain sibuk berjalan-jalan menikmati tempat wisata ini, aku justru membaca buku. Saat itulah aku di paksa Pak Yatno kembali bekerja di restoran karena mengira aku adalah Hardy yang bekerja di restorannya," ucap Axel berjalan-jalan pelan sambil menggenggam tangan Athena.


Athena tersenyum sambil mengangguk, mendengar cerita Axel. Mereka tiba di objek wisata air terjun itu, dan menikmati sejuknya air yang di terbawa angin hingga membuat tubuh mereka terasa dingin.


"Mandi yuk!" ajak Axel.


"Mana bisa, kita nggak bawa pakaian ganti," jawab Athena.

__ADS_1


"Dilepas dulu semua nanti pakai lagi," ucap Axel.


Athena langsung membelalakkan matanya. Axel tertawa, tentu saja Axel hanya bercanda tapi dalam hati mengharapkannya. Mereka pun menikmati air sejuk itu hanya dengan bermain air.


"Kamu kedinginan sayang," ucap Axel yang meminta Athena untuk keluar dari air bening itu.


"Airnya bening sekali, rasanya aku ingin mandi di sini," ucap Athena setelah nyemplung di air sebatas lututnya.


"Ayo, tadi diajak nggak mau," ucap Axel kembali tertawa.


"Nanti kalau kita ke sini lagi kita bawa pakaian ganti ya?" tanya Athena.


Axel mengangguk. "Sebaiknya jangan pas liburan, terlalu ramai. Kita cari jadwal kuliah yang kosong lalu datang ke sini--"


"Ide bagus," jawab Athena semangat.


"Maunya!" jawab Athena langsung.


"Kenapa sih, sekarang nggak mau, dulu aja mau buka-bukaa--"


Athena langsung menutup mulut Axel dengan telapak tangannya. Mata Athena melotot dengan pipi yang telah merah merona. Axel tertawa, menarik tangan gadis itu lalu memeluknya. Angin yang menerbangkan air membuat tubuh mereka dingin namun terasa hangat saat mereka berpelukan.


Axel sangat ingin memeluk gadis itu lebih lama tapi mereka merasa mulai kedinginan. Mereka pun melangkah menjauh dari tempat itu. Kembali berjalan-jalan di sekitar lokasi wisata air terjun itu. Lalu kembali ke restoran untuk berpamitan.


"Tunggu sebentar lagi, kami ingin merayakan ulang tahun berdirinya restoran ini. Nanti setelah agak sore pengunjung akan berkurang, kita rayakan dulu acara ulang tahunnya," ucap Yadi mengundang Axel.


Terlihat Pak Yatno yang langsung mengangguk saat mereka menoleh ke arahnya. Axel pun langsung menoleh ke arah Athena untuk meminta pendapat. Gadis itu langsung mengangguk, ini adalah hari yang hanya sekali dalam setahun di temui dan kebetulan mereka berada di situ. Athena pun tak ingin Axel melewati acara penting itu.

__ADS_1


"Andai Hardy juga datang ke sini ya?" tanya Axel.


"Ya, kami tak enak hati jika khusus mengundang kalian. Karena kami tak tahu lagi bagaimana hubungan kalian sejak penangkapan Hardy dulu. Tapi sekarang kamu kebetulan ada di sini. Ayo sebentar lagi kita rayakan. Untuk sementara kalian istirahat di kamar samping restoran dulu, nanti kami panggil. Bagaimana?" tanya Yadi terlihat begitu bersemangat.


Athena mengangguk, Axel akhirnya setuju. Bang Yadi segera mengantar mereka ke kamar di samping restoran. Kamar yang dulunya ditempati Hardy saat berganti identitas dengan Axel.


"Kebanyakan karyawan telah menikah dan punya rumah sendiri. Hanya dua orang yang masih lajang. Mereka menempati kamar sebelah. Sekarang istirahatlah dulu," jelas Yadi.


Axel mengangguk, Bang Yadi pun pamit kembali ke restoran. Axel menutup pintu, dan menoleh ke arah Athena.


"Ayo lepas pakaianmu--"


"APA?" Axel langsung tertawa melihat ekspresi Athena yang terkejut.


"Bajumu lembab 'kan? Ayo keringkan dulu," ucap Axel sambil melepas kemejanya dan menggantungnya di gantungan baju yang ada di pintu.


"Nggak mau ah."


"Ya udah," ucap Axel lalu mendekati gadis yang dicintainya itu.


Kamar itu sangat sempit hingga tak memungkinkan untuk mereka berjauhan. Axel memeluk Athena dan gadis itu menatapnya dengan heran. Axel membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu. Seharian belum merasakan manisnya bibir Athena membuat laki-laki itu tak bisa menahan diri.


Athena pun demikian, gadis itu langsung menyambut ciuman hangat laki-laki tampan itu. Perlahan dengan lembut menikmatinya hingga Axel mendorong tubuh Athena perlahan ke ranjang. Memeluk laki-laki itu dengan pakaian yang lembab terkena air terjun yang tertiup angin rasanya sangat tidak enak. Namun, Athena tak berani melepasnya. Athena belum berani untuk menantang hasratnya sendiri.


Axel sadar ketakutan Athena, perlahan melepaskan ciumannya lalu memeluk gadis itu. Menunggu saat mereka dipanggil untuk merayakan ulang tahun berdirinya restoran Pak Yatno hingga akhirnya mereka pun tertidur.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2