
Mobil yang membawa Athena melaju. Athena pergi meninggalkan Axel, tetapi laki-laki itu tak menyerah. Berlari mengejar sambil memanggil-manggil nama Athena. Awalnya Athena berusaha tak peduli. Menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.
Namun, Okta justru bergumam menceritakan Axel yang berlari mengejar mobil mereka. Begitu Axel terjatuh, Athena langsung meminta menghentikan mobil. Gadis itu keluar dari mobil lalu mengejar Axel yang terduduk di jalanan.
Athena menanyakan keadaan laki-laki itu. Bukannya menjawab, laki-laki itu memohon agar Athena tidak meninggalkannya. Axel bahkan menangis. Melihat itu hati Athena terenyuh. Begitu takutnya kehilangan Athena, Axel dan langsung menarik tangan gadis itu dan memeluknya erat.
"Aku mencintaimu sayang! Aku sangat mencintaimu! Aku telah sidang skripsi. Demi hari ini, aku telah berjuang mati-matian demi hari ini. Aku mohon jangan tolak aku. Aku akan mati Athena. Jika kamu menolakku lebih baik aku mati," ungkap Axel.
Ucapan Axel membuat Athena takut. Mendengar kata mati itu, Athena langsung panik. Sebenci-bencinya pada laki-laki itu, Athena tak ingin Axel mati tetapi Athena benar-benar tak mengerti apa yang diucapkan Axel hingga akhirnya melihat Axel mengeluarkan sebentuk kotak kecil.
Matanya terbelalak, saat Axel menyodorkan cincin yang terselip di kotak persegi itu. Athena beralih menatap Axel. Masih ragu dengan maksud laki-laki itu menunjukkan cincin padanya. Axel pun melamar Athena. Gadis itu hampir tak percaya kalau Axel melamarnya.
"Harusnya hari ini adalah momen bahagia kita. Aku berhasil menamatkan kuliahku sayang. Ini alasan kenapa aku sibuk selama ini. Aku harus mengambil mata kuliah yang sangat banyak demi mengejar ketinggalanku. Ini juga sebabnya aku dekat dengan Axella. Dia membantuku memahami soal mata kuliah yang pernah diambilnya. Tak ada maksud lain, selain kamu. Tujuan hidupku cuma kamu Athena," ucap Axel sambil terus menyodorkan cincin dalam kotak itu.
Terdengar jeritan Okta dan Sari saat melihat Axel menyerahkan sebentuk kotak itu. Padahal jarak mereka cukup jauh, tetapi dari gerak gerik Axel, mereka yakin kalau saat ini. Axel sedang melamar Athena.
Kedua sahabat Athena itu ingin berteriak agar Athena menerima lamaran Axel. Namun, karena terlalu jauh, jadi mereka hanya bisa melompat-lompat kerena kegirangan. Athena menoleh ke arah teman-temannya lalu tersenyum. Sebenarnya Athena sangat ingin menikah dengan Axel. Namun, Athena yang masih kuliah saat ini membuatnya menjadi ragu.
"Athena, tolong terimalah aku. Aku bersusah payah menamatkan kuliahku hari ini. Semua itu demi kamu sayang. Agar aku bisa menikahimu," ungkap Axel.
Melihat itu Athena terenyuh dan langsung mengangguk. Entah dari mana datangnya keputusan itu tapi Athena seperti tak peduli lagi. Yang Athena tahu pasti, dia juga takut kehilangan Axel.
Melihat Athena yang mengangguk, Axel langsung tersenyum dan segera menyelipkan cincin itu ke jari manisnya. Tanpa ragu-ragu Axel membenamkan bibirnya ke bibir Athena. Laki-laki itu begitu bahagia hingga tak peduli kalau mereka sedang berada di jalanan.
Melihat itu, Okta dan Sari langsung melompat-lompat kegirangan. Sayup-sayup Athena mendengar teman-temannya yang berteriak histeris saat Axel berani menciumnya.
__ADS_1
Axel bahkan terlihat begitu menikmati. Tak peduli jika mereka ditonton oleh teman-teman Athena . Axel hanya ingin meluapkan kegembiraan dan rasa cintanya pada Athena.
Begitu mereka selesai berciuman, ketiga orang itu langsung masuk ke mobil untuk memutar balik. Mereka langsung memeluk Athena sambil mengucapkan selamat. Athena dipeluk teman-temannya yang menjadi saksi pelamaran itu.
"Nggak nyangka ya? Ternyata kita benar-benar mengantar pengantin," ucap Okta sambil tertawa.
Awalnya hanya bercanda. Athena begitu cantik, hingga mereka merasa sedang mengantar seorang pengantin tapi ternyata, itu menjadi kenyataan. Athena benar-benar calon pengantin setelah menerima lamaran Axel. Rasa bahagia menyelimuti hati mereka berlima.
"Jadi Kak Axel lulus? Hebat! Kak Axel benar-benar jenius," ucap Sari.
"Bagaimana caranya Kak, bukannya kita satu angkatan?" tanya Adit.
"Ya, aku dapat kesempatan mengambil seluruh mata kuliah semester dan seluruh mata kuliah semester ganjil. Awalnya, saat menerima hasil semester satu. Pihak kampus menghubungiku karena aku mendapat nilai yang sempurna. Semua mata kuliah semester satu mendapat nilai seratus. Pihak kampus menjelaskan kalau SKS untuk semester dua aku boleh mengambil lebih mata kuliah di atasnya karena kouta SKS yang berlebih karena IP yang tinggi. Lalu aku minta izin sekalian mengambil semua mata kuliah semester empat, enam dan delapan--"
"Ya, beberapa dosen mengujiku dan ternyata lulus. Aku akhirnya diizinkan untuk mengambil semua mata kuliah sekaligus. Ya, sangat sibuk sekali memang tapi tidak apa-apa, demi gadis yang dicintai," jawab Axel sambil menoleh ke arah gadis yang dimaksud.
"Ya ampun Kak, pengorbanan cinta banget," ucap Okta.
"Bukan pengorbanan tapi kedahsyatan cinta," ucap Sari memperbaiki.
"Pengorbanan, itu Kak Axel menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran tanpa bisa istirahat dan refreshing, apa bukan pengorbanan. Kalau gue mana mau kuliah terus-menerus tanpa nonton drakor," ungkap Okta.
"Yang tepat itu kedahsyatan cinta. Kalau bukan karena kedahsyatan cinta Kak Axel, nggak bakal ada pengorbanan cinta, kekuatan cinta, kesabaran cinta atau apalah judulnya. Kalau bukan karena cinta Kak Axel yang dahsyat sama Athena maka semuanya itu nggak bakal nongol," ucap Sari berargumentasi.
Keduanya tetap mempertahankan pendapat masing-masing. Sementara yang mendengar hanya tertawa-tawa. Axel menggenggam tangan calon istrinya, sedikit pun tak ingin melepaskan gadis itu.
__ADS_1
"Akhirnya aku bisa merasakannya juga," ucap Axel pada Athena.
"Merasakan apa?" tanya gadis itu.
"Merasakan jadi calon suami kamu. Aku sangat iri sama Hardy yang sempat direstui dan merasakan jadi calon suami kamu," jawab Axel.
"Haaaaa, Athena pernah jadi calon istri orang lain?" tanya Okta.
"Siapa Hardy, Tom Hardy? Bintang film Hollywood?" tanya Okta.
"Bukan! Hardy itu saudara kembarku, dia--"
"Saudara kembar? Apa sangat mirip dengan Kak Axel?" tanya Sari.
"Ya, sangat mirip, bahkan Athena pun tak bisa mengetahui bedanya," jawab Axel yang dibalas dengan tawa kecil oleh Athena.
"Wah, kalau begitu kenalkan aku padanya Kak," ucap Okta.
"Ada berapa yang mirip Kak Axel, kenalkan padaku ya, Kak, pesen satu untukku," ucap Sari dengan menyilang telunjuknya di depan wajahnya. Axel tertawa.
"Kalian kira makanan, pesen satu, pesen satu," ucap Adit sambil tertawa.
Mereka pun tertawa bersama-sama di kantin kampus. Berhubung Axel telah lulus sidang skripsi, teman-teman Athena meminta traktiran. Ada dua yang ingin mereka rayakan hari ini. Pertama, kelulusan Axel dan kedua, merayakan lamaran Axel yang diterima oleh Athena.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1