Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 41 ~ Memutuskan ~


__ADS_3

Axel meminta Athena istirahat atau tidur siang tapi gadis itu menggelengkan kepala. Axel tersenyum, laki-laki itu dan minta izin untuk melihat kesiapan makan siang mereka. Athena berpikir untuk merebahkan diri di kursi malas itu. Angin yang masuk melalui balkon membuatnya jadi mengantuk dan akhirnya tertidur.


Saat masuk Axel mendapati gadis itu sudah tertidur. Axel tersenyum, sekian lama menatap gadis cantik itu bahkan berjongkok di hadapan Athena yang masih memejamkan mata di kursi malas itu.


Cantik sekali, benarkah kamu jodohku? Kenapa aku selalu mimpikan kamu? Tapi dalam mimpi itu bukannya masa depan tapi seperti kejadian di saat ini, batin Axel.


Axel mengagumi wajah Athena.


Kamu semakin dilihat semakin cantik, ucapnya dalam hati.


Axel masih asyik memperhatikan gadis itu. Seluruh lekuk wajah Athena diamatinya dari kening, alis, mata hidung dahi pipi hingga bibir yang selalu menjadi magnet kuat setiap lawan jenis yang melihatnya. Axel mendekatkan wajahnya ke wajah Athena dan menyatukan bibirnya ke bibir gadis itu.


Membuat tarikan yang lembut di bibir itu, sangat lembut. Karena Axel takut itu akan membangunkan gadis itu hingga bisa menghentikannya melakukan itu. Namun, Athena terbangun. Axel kaget dan ingin mundur menjauh.


"Kak Axel!" seru Athena.


Gadis itu langsung melingkarkan sebelah tangannya ke leher laki-laki itu dan sebelahnya membelai pipi laki-laki tampan itu. Axel heran namun akhirnya membiarkan gadis yang tersenyum padanya itu akhirnya menarik tubuhnya mendekat dan menyatukan bibir mereka.


Axel tersenyum pasrah saat Athena begitu beringas membenamkan bibirnya ke bibir laki-laki tampan itu. Menarik tubuhnya kuat agar semakin menikmati rongga mulut laki-laki itu. Matanya terpejam dan Axel menyambut ciuman panas itu dan membalasnya.


Tiba-tiba Athena membuka matanya dan melepaskan pelukannya. Dengan mata yang terbelalak mendorong tubuh laki-laki itu, lalu melihat sekelilingnya. Athena baru menyadari laki-laki yang dihadapannya bukan laki-laki hantu yang dicintainya.


Ya ampun, apa yang kulakukan? Aku mencium orang lain, apa Kak Axel ada di sini? Apa dia melihat perbuatanku? Kenapa aku begitu ceroboh? Melihat laki-laki itu aku langsung mengira dia Kak Axel-ku, ya ampun, apa Kak Axel melihat perbuatanku? Aku harus pergi dari sini, batin Athena.


"Ada apa? Kenapa?" tanya Axel heran.


Setelah melihat ekspresi Athena yang berubah, terlebih lagi saat tiba-tiba gadis itu mendorong tubuhnya padahal sebelumnya begitu memeluknya erat.


Athena duduk di kursi itu dan benar-benar menyadari kalau dia telah salah orang. Gadis itu segera berdiri dan ingin pergi dari tempat itu.


"Apa yang kamu lakukan? Pergi begitu saja?" tanya Axel yang langsung menahan tangan Athena.


Langkah kaki gadis itu terhenti.


"A-apa?" tanyanya ragu.


"Itu yang aku tanyakan padamu. Setelah melakukan itu, lalu kamu mau pergi begitu saja? Kamu tidak ingin tanggung jawab atas perbuatanmu?" tanya Axel bertubi-tubi.


"Tanggung jawab?" tanya Athena lagi.


"Ya, apa kamu tidak tahu betapa senangnya hatiku saat kamu melakukan itu? Tatapan matamu adalah tatapan yang aku lihat di dalam mimpiku. Aku sangat menginginkan tatapan itu darimu. Tapi aku tak kunjung melihatnya, tapi tadi aku benar-benar kaget bisa melihat tatapan itu dan begitu bahagia merasakan nikmatnya ciumanmu. Di saat aku merasakan bahagia itu tiba-tiba kamu merenggut kebahagiaan itu dariku dan pergi meninggalkanku begitu saja?" tanya Axel sambil menatap mata gadis yang semakin membuatnya penasaran itu.

__ADS_1


"Maafkan aku, bukan maksudku ingin mempermainkan Kak Axel tapi aku salah orang ...."


"Apa? Salah orang? Jelas-jelas kamu memanggil namaku, mana mungkin kamu salah orang. Jelaskan padaku! Apa kamu juga bermimpi pacaran denganku? Kenapa di mimpi itu kamu menginginkanku bahkan ingin menyerahkan diri padaku sedangkan kenyatannya kamu justru sebaliknya, kenapa? Kenapa? Kamu lebih suka bercinta di alam mimpi daripada di alam nyata. Kamu telah menemukan laki-laki dalam mimpimu, tapi kenapa justru menghindar?" tanya Axel frustasi.


Apa yang dilakukan Athena benar-benar membuatnya galau. Di saat sadar gadis itu selalu menjaga jarak dan bersikap kaku dengannya. Tapi di saat tidak sadar Athena langsung bersikap mesra padanya.


"Kamu harus tanggung jawab atas perbuatanmu, aku ... aku ... aku terlanjur jatuh cinta padamu, jadi jangan seenaknya pergi begitu saja setelah membuat orang jatuh cinta," ucap Axel.


Laki-laki itu menarik tangan Athena, membuat gadis itu mendekat. Axel ancang-ancang ingin mencium gadis itu lagi tapi Athena buru-buru mendorong tubuhnya. Axel kaget dan terdorong.


"Maafkan aku Kak, tapi aku harus pergi," ucap Athena langsung berlari keluar dari kamar Axel.


Gadis itu tergesa-gesa turun dari lantai atas dan bergegas meninggalkan ruang tamu itu. Tapi tiba-tiba Ny. Olivia muncul di depan ruang tamu dan langsung menyapanya dengan hangat.


"Athena, rupanya kamu masih di sini sayang, Mommy pikir kamu sudah pulang. Tidak sia-sia Mommy nyetir mobil sampai ngebut. Tapi mau kemana? Sudah mau pulang?" tanya Olivia yang heran melihat Athena berjalan tergesa-gesa menuju pintu depan.


Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu pun menatap putranya yang baru saja turun dari lantai atas dengan terburu-buru. Athena merasa tidak enak hati mendengar ucapan nyonya kaya yang cantik itu. Dia buru-buru pulang agar bisa menemuinya dan panggilan terhadap dirinya yang semakin akrab itu membuat Athena semakin tidak enak hati.


"Ada apa ini? Kamu kenapa? Axel, apa yang terjadi?" tanya Olivia.


"Tidak apa-apa Tante, saya cuma ingin pulang karena sudah terlalu lama di sini," ucap Athena dengan matanya yang melirik ke arah Axel.


"Lho kok gitu, Mommy buru-buru pulang biar bisa ketemu sama kamu. Kok malah kamu ingin cepat pulang? Axel apa yang kamu lakukan pada Athena? Kenapa dia kelihatan ketakutan?" tanya Olivia.


"Nggak ada Mom, Axel justru ingin menawarinya makan siang ...."


"Apa? Kamu belum makan siang? Axel, kenapa jam segini Athena belum makan siang?" tanya Olivia menyalahkan Axel.


Athena menjadi serba salah, Nyonya itu sekarang menyalahkan putranya. Axel hanya diam menunduk, setengah hatinya tidak terima disalahkan tapi setengahnya lagi senang karena itu membuat Athena jadi tertahan di rumah itu.


Ny. Olivia langsung menarik gadis itu ke ruang makan. Axel tersenyum kecil melihat gadis itu yang terpaksa mengikuti keinginan ibunya.


"Ayo, sekarang makan sayang, akan Mommy temani," ucap Olivia.


Begitu senangnya bertemu Athena, nyonya itu bahkan tidak menawari putranya makan siang. Athena yang tahu Axel juga belum makan merasa segan akhirnya memberi tahu kalau Axel juga belum makan siang.


"Kamu juga belum makan, kok malah berdiri di situ bukannya makan sekalian," ucap Olivia mengajak putra satu-satunya itu.


Axel berjalan ke meja makan dan memilih duduk di hadapan Athena. Laki-laki itu tahu kalau Athena merasa tidak enak hati membuat ibunya mengabaikannya dan laki-laki itu memang sengaja diam di situ agar Athena merasa bersalah.


"Tadi kamu sudah mengajaknya makan?" tanya Olivia pada Axel.

__ADS_1


Laki-laki itu hanya mengangguk sambil tertunduk seolah-olah begitu sedih karena disalahkan. Dan benar Athena menjadi merasa bersalah.


"Kenapa jam segini masih belum makan, nanti kalian sakit. Kamu gangguin Athena ya?" tanya Olivia masih bernada menyalahkan.


Membuat Athena semakin merasa bersalah.


"Bukan begitu Tante, tadi memang saya menolak. Kak Axel sudah menawari dari tadi cuma saya masih belum mau makan," ucap Athena reflek membela Axel.


Membuat hati laki-laki itu menjadi senang. Axel masih makan sambil menundukkan.


"Kenapa masih panggil Tante sih? Panggil Mommy seperti Axel. Kalian pacaran kan? Mommy merasa senang, Axel jangan buat Athena marah. Kamu harus bersikap baik padanya!" seru Olivia.


Athena tercengang mendengar pemikiran Ny. Olivia, ingin. segera membantah tapi Athena merasa tak enak hati pada nyonya yang bersikap begitu baik padanya.


Bagus Mommy, buat Athena tidak bisa berkata-kata dan menerima ucapan Mommy, batin Axel.


Dengan sikap yang terlihat sibuk menikmati makannya.


"Dalam waktu dekat Mommy ingin berkenalan dengan Mommy kamu biar keluarga kita semakin akrab. Nanti begitu kamu tamat SMA, kalian menikah ya!" seru Olivia.


Dengan wajah yang sumringah, namun ucapan itu membuat Athena terkejut dan reflek membantah tak peduli dengan ekspresi bahagia Ny. Olivia yang hilang mendadak karenanya.


"Apa? Nggak ah Tante, Athena mau kuliah dulu. Athena juga punya cita-cita," bantah Athena otomatis.


"Buat apa kuliah? Axel itu pewaris tunggal kekayaan keluarga Cullen. Kamu tidak perlu capek-capek kuliah, cukup di rumah dan menjadi istri yang baik bagi Axel," jawab Olivia.


Athena reflek menatap Axel. Laki-laki itu hanya tersenyum sambil terus menikmati makan siangnya. Terlihat tak acuh namun didalam hati sangat mendukung setiap ucapan ibunya.


"Kamu setuju 'kan Axel?" tanya Olivia.


Axel mengangkat wajahnya dan memandang Athena, gadis itu menatapnya dengan gusar. Lalu laki-laki itu mengangguk.


Apa? Kenapa Kak Axel setuju? Aku tidak mau, aku tidak setuju, batin Athena.


Nyonya Olivia senang melihat jawaban putranya.


"Nah, Axel setuju jadi semuanya beres, kamu akan menjadi menantu Mommy. Mommy merasa senang sekali," ucap Olivia sambil merangkul bahu Athena.


Tinggal Athena yang tercenung mendengar keputusan sepihak dari Ny. Olivia.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2