
Athena meminta Axella untuk kembali ke tubuhnya tetapi dengan keras Axella menolaknya. Gadis itu seperti tak ingin hidup lagi. Setelah menjalani hidup seperti yang tak diinginkannya, Axella ingin menyudahi hidupnya. Salah satunya bertahan dengan tak kembali pada tubuhnya.
Axella justru mendorong Athena ke tubuhnya yang masih ditangani oleh paramedis. Gadis itu terbangun, tiba-tiba menarik nafas panjang dan berat. Matanya terbuka lebar, Athena merasa seluruh tubuhnya terasa sakit. Matanya menatap terang, merasakan segala macam alat menempel di tubuhnya.
Apa ini? Kenapa tiba-tiba aku ada di sini. Apa aku kembali ke tubuhku? Batin Athena bertanya.
Athena merasakan sakit tusukan jarum di pergelangan tangannya. Gadis itu perlahan mengangkat tangan, menggerakkannya tetapi hatinya merasa heran karena Athena seperti menatap tangan orang lain. Gadis itu langsung kaget dan langsung duduk terbangun.
Nggak! Ini bukan tubuhku! Ini bukan tubuhku! Batin Athena menjerit.
Paramedis kaget, melihat pasien mereka yang tiba-tiba terbangun. Raut wajah panik pasien itu membuat mereka memutuskan memberi obat penenang. Athena merasa mendapat suntikan dan akhirnya kembali tertidur.
Paramedis memeriksa semua tanda vital dan menyatakan semua dalam keadaan yang mulai stabil. Paramedis pun meninggalkan ruangan perawatan intensif itu. Sebagian dari mereka mengurut dada karena kaget akan kejadian tadi.
Mereka tak menyangka, pasien yang tadinya koma tiba langsung terbangun dan duduk. Namun, akhirnya bersyukur setelah melakukan pemeriksaan kondisi pasien itu semakin membaik. Semua itu karena Athena yang telah mengisi kekosongan jiwa dalam tubuh Axella.
__ADS_1
Axella tersenyum menatap tubuhnya yang sekarang tertidur dengan tenang. Lebih tersenyum lagi saat mengetahui Athena terperangkap di dalam tubuhnya. Gadis itu hanya tersenyum lalu melangkah menuju ruang rawat intensif Athena.
"Tubuhmu sendiri menolakmu bukan? Ya sudah, tinggallah di tubuhku. Aku tak berminat kembali ke tubuhku," Axella tersenyum lalu menoleh ke arah Axel yang bergeming menatap tunangannya yang mengalami koma.
Tn. Dani dan Axel pasrah saat dokter menyatakan Athena dalam keadaan koma. Air mata mereka langsung mengalir, Axel merasa sangat menyesal membiarkan Athena sendiri, tak menjaganya, hanya sibuk dengan teman-temannya yang hadir di pesta pertunangan mereka.
"Papa dengar ada gadis lain yang juga mengalami kecelakaan. Apa kamu kenal dengannya?" tanya Dani.
"Ya Pa, dia temanku," jawab Axel.
Yang langsung membuat Axella menoleh. Gadis itu terkejut. Di depan orang lain, Axel mengakuinya sebagai seorang teman. Padahal di hadapannya, Axel tak ingin lagi berteman dengannya.
"Apa kamu tidak ingin melihat keadaan temanmu itu?" tanya Dani.
"Aku tak ingin meninggalkan Athena Pa. Aku ingin tetap di sini. Lagi pula untuk apa aku melihatnya, dia lah yang menyebabkan Athena kecelakaan," ucap Axel lalu tertunduk menghapus air matanya.
__ADS_1
"Apa? Jangan sembarang tuduh Axel," ucap Dani.
"Bapak yang menabrak itu yang cerita semua Pa. Sekilas bapak itu melihat Athena mendorong tubuh Axella yang melangkah di tengah jalan. Dia yang tidak hati-hati dan Athena yang terkena imbasnya. Aku tahu! Sebenci apa pun Athena pada seseorang dia tak akan membiarkan orang celaka di depan matanya. Athena pasti sedang berusaha menolongnya," ungkap Axel menjelaskap.
Axel teringat apa yang dikatakan Raihan, sekarang menjadi nyata. Athena menolong orang meski dia membenci orang itu. Saat mendengar ucapan Raihan, Axel justru merasa bangga. Begitu baiknya hati Athena hingga rela menolong orang yang dibencinya.
"Tapi jika menolong orang sampai mencelakakan dirinya sendiri, aku tidak suka! Kenapa harus menolongnya? Kenapa harus menggantikannya ? Kenapa tidak biarkan saja dia tertabrak?" ucap Axel frustasi hingga jatuh terduduk. Tn. Dani langsung memeluk calon menantunya itu.
"Huh, dasar jahat! Nggak punya perasaan! Egois! Kamu tak ingin pacarmu tersakiti kenapa justru mengutukku. Asal kamu tahu, pacarmu itu ada di tubuhku, bukan di sini! Pacarmu ada di dalam tubuh org yang kamu benci! Rasakan olehmu! Kamu tak menyukai aku kan? Kamu benci padaku kan? Sekarang jiwa gadis tercintamu itu justru berada dalam tubuh orang yang kamu benci!" maki Axella lalu pergi meninggalkan Axel dan Tn. Dani.
Axella kembali menatap tubuhnya yang sedang terpengaruh obat penenang. Athena yang bangun dengan panik dan langsung bangun untuk duduk membuat kondisi tubuhnya menentu. Jantungnya berdetak dengan kencang. Memungkinkan keadaan yang berbahaya bisa terjadi jika tak buru-buru membuatnya tenang. Dokter membuatnya tertidur dengan tenang.
"Silahkan nikmati hidupmu di dalam tubuhku. Kamu pasti ingin hidup lagi kan? Untuk bertemu dengan kekasih tercintamu? Melanjutkan pertunangan kalian hingga ke jenjang pernikahan? Silahkan lanjutkan hidupmu," ucap Axella sambil tersenyum sinis.
Athena yang ingin hidup lagi. Athena yang ingin hidup bahagia bersama laki-laki yang dicintainya. Athena yang masih ingin bertemu dengan Axel tetapi ditolak oleh tubuhnya sendiri. Axella yang kesal mendorong jiwa Athena hingga masuk ke tubuhnya.
__ADS_1
Tersenyum bahagia karena ingin menyaksikan Athena yang harus meraih cinta kekasihnya dalam sosok yang dibenci kekasihnya. Sementara Axel akan memperlakukan gadis yang dicintainya sebagaimana orang yang dibencinya.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...