
Axel menginginkan Athena namun gadis itu justru mendorongnya. Athena marah dan meminta Axel berhenti berharap bisa mendapatkannya dengan cara seperti itu. Axel memohon pada Athena untuk mengerti dirinya.
"Rasanya aku hampir gila, aku begitu menyukaimu. Dalam mimpi aku telah memilikimu, aku merasa bingung antara mimpi dan kenyataan. Apa yang harus kulakukan Athena, aku lebih suka hidupku dalam mimpi karena di situ kamu menginginkanku. Di sana, kita saling mencintai, Athena" ucap Axel dengan mata yang berkaca-kaca.
Athena cukup tersentuh dengan ucapan Axel, ditambah gadis itu melihat genangan di pelupuk mata Axel. Axel mendekati Athena dan memeluk gadis itu, Athena membiarkannya.
"Aku akan menunggumu, aku rela menunggumu sampai kamu benar-benar menjadi milikku. Sampai kamu bersedia menyerahkan dirimu, hatimu, cintamu padaku seperti di dalam mimpiku," ucap Axel.
Athena terdiam, setengah hatinya percaya ucapan Axel. Namun setengahnya lagi masih meragukannya karena Athena telah tahu pergaulan Axel selama ini yang selalu mendapatkan apa yang diinginkannya baik dengan cuma-cuma atau dengan sedikit usaha dari laki-laki itu.
"Kak, sekarang udah malam, aku mau pulang, boleh aku pamit sama Mommy dan Daddy?" tanya Athena.
Axel merenggangkan pelukannya dan menatap Athena. Matanya menatap sedih pada gadis itu, seakan-akan dia telah berbuat kesalahan dan akan segera kehilangan Athena.
"Athena, maafkan aku," ucap Axel. Athena hanya diam.
Dengan raut sedih akhirnya Axel melangkah ke dalam rumah. Tak lama kemudian Tn. Tom Cullen dan Ny. Olivia datang menghampiri Athena.
"Mommy, Daddy, saya pulang dulu ya," ucap Athena pamit.
"Begini Athena, Daddy senang berkenalan denganmu. begitu juga dengan Mommy itu sudah pasti. Mmm, kami ingin mengenal orang tuamu. Bolehkah kami berkenalan dengan mereka?" tanya Tn. Tom Cullen.
Athena tercenung, menoleh ke arah Axel. Laki-laki itu menahan nafas menunggu jawaban dari Athena. Merasa ketakutan jika gadis itu menolak dan memutuskan untuk tidak mau berhubungan lagi dengannya dan orang tuanya.
"Nanti Athena sampaikan Daddy, Athena kasih kabar kapan mereka bisa datang kesini," ucap Athena.
Axel yang menunduk, langsung mengangkat kepalanya menatap gadis cantik itu. Hatinya lega, walau tak sepenuhnya. Mendengar Athena yang mau menyampaikan niat hati orang tuanya untuk berkenalan, membuat Axel merasa mendapat sedikit harapan.
"Jangan sayang, biar kami yang datang ke sana. Kami yang sangat ingin berkenalan dengan mereka, masa mereka yang disuruh datang ke sini? Memangnya mereka itu bawahan? Kalau bawahan memang ya, kita yang butuh mereka tapi kita malah suruh mereka yang datang menghadap," ucap Olivia lalu tersenyum.
Athena tertawa, tanpa sadar Axel pun ikut tertawa, hatinya semakin terasa lega.
"Baiklah Mommy, akan Athena sampaikan kalau Mommy mau datang, hmm, Mommy kasih kabar Athena aja kalau udah ada tanggalnya," ucap Athena.
"Kami udah berencana sayang, kalau boleh weekend depan. Mudah-mudahan tak ada halangan tapi kami pasti akan mengabarimu. Tidak perlu repot-repot menyambut kami ya, ini hanyalah perkenalan. Kami penasaran seperti apa orang tua dari gadis cantik yang menyenangkan ini," ucap Olivia sambil menangkup wajah Athena.
"Baiklah Mommy, Daddy, kalau begitu Athena pulang dulu ya," ucap Athena pamit.
"Baiklah sayang," jawab Olivia dan langsung mencium kedua pipi Athena.
Athena pun pulang diantar oleh Axel, selama dalam perjalanan terlihat Axel agak lebih pendiam. Laki-laki itu terlihat berhati-hati dengan ucapannya. Seakan-akan merasa takut kalau sedikit saja ucapannya bisa membuat Athena memutuskan hubungan dengannya.
Athena melirik laki-laki yang terlihat tegang sambil berkendara itu. Gadis itu tersenyum, yakin kalau Axel benar-benar merasa bersalah. Saat tiba di depan rumah Athena, seperti biasa Axel mengantar hingga ke depan pintu. Menyerahkan Athena kembali pada Ibunya lalu pamit pulang. Athena mengantar laki-laki itu ke mobilnya.
"Makasih ya Athena, untuk malam yang indah ini," ucap Axel akhirnya di depan pintu mobilnya.
__ADS_1
"Nggak Kak ...,"
Axel menatap wajah Athena dengan tatapan yang sayu. Dadanya tiba-tiba terasa perih.
"Aku yang berterima kasih karena udah diundang dan menikmati makan malam yang lezat. Dan juga berkenalan dengan Mommy dan Daddy, makasih Kak," ucap Athena.
Axel tersenyum, lalu menunduk. Laki-laki itu tidak menyangka Athena akan berkata seperti itu. Terlihat dia yang sangat ingin mencurahkan rasa bahagia dengan mencium Athena, tapi tiba-tiba terhenti karena takut Athena membencinya.
Athena tersenyum lalu mengecup sekilas pipi laki-laki tampan itu lalu kembali ke tempatnya berdiri. Axel menekan tombol remote kunci mobil. Tapi tiba-tiba berbalik dan memeluk Athena.
"Maafkan aku Athena tapi jika aku tidak melakukan ini, aku rasa aku tidak akan bisa tidur malam ini," bisik laki-laki itu lalu membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu.
Athena kaget takut orang tuanya mengintip dari dalam rumah namun untung saja Axel melakukannya dengan cepat. Laki-laki itu segera melepaskan pelukannya dan masuk ke dalam mobilnya. Melambaikan tangannya dengan senyum yang mengembang di bibirnya, Axel melajukan mobilnya dengan hati riang.
Keesokan paginya sebelum langit menjadi terang, Axel hantu bersiap menyambut Athena bangun sebelum subuh. Begitu mata gadis itu terbuka, Axel langsung mencubit puncak hidung gadis itu.
"Nakal ya, sudah berani inisiatif mencium pipinya," ucap Axel seperti bercanda tapi sesungguhnya terasa sakit.
"Maaf ya Kak, habisnya aku kasihan padanya. Kelihatan begitu sedih. Aku cuma ingin membuatnya senang saat berkendara pulang," ucap Athena sama sekali tidak berbohong.
Gadis itu justru merasa risau melepas Axel pulang dengan banyak pikiran dan penyesalan di kepalanya.
"Kakak mau 'kan maafin aku, Kakak nggak cemburu 'kan?" tanya Athena.
"Nggak, aku nggak mau maafin kamu, aku cemburu berat," ucap Axel sambil tersenyum.
Athena tertawa, Axel pun ikut tertawa. Laki-laki itu berusaha menutupi perasaan cemburunya agar Athena tak merasa bersalah.
Bagaimana aku tidak cemburu Athena, gadis yang aku cintai perlahan-lahan mulai menyukai laki-laki lain. Bagaimana aku tidak cemburu, jika ciuman yang biasanya hanya kamu berikan untukku, sekarang kamu berikan pada laki-laki lain. Tapi biarlah aku cemburu asalkan kamu hidup normal dan bahagia. Normal karena mencintai manusia, bukan hantu. Hidup bahagia karena kamu bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang sebenarnya, menikah, memiliki suami dan anak-anak. Bukan melajang seumur hidupmu karena yang di sampingmu adalah laki-laki yang nyata, bukan laki-laki yang tak terlihat, batin Axel.
Pagi itu saat sarapan, Athena menyampaikan keinginan orang tua Axel untuk bertemu dengan Mama dan Papanya.
"Benarkah? Mereka ingin bertemu dengan kami? Kapan? Papa harus atur jadwal Pa, biar bisa ke rumah Axel," ucap Anna langsung tanpa menunggu jawaban dari Athena.
"Kenapa Papa harus atur jadwal, Mommy dan Daddy yang mau datang ke sini weekend depan, jadi nggak ngerusak jadwal siapa-siapa," jelas Athena.
" Haa, mau datang ke sini? Wah, kalau begitu kita harus siap-siap kita jamu mereka makan malam juga," lanjut Mama Athena.
"Tapi katanya jangan repot-repot, cuma ingin berkenalan sama Mama dan Papa aja," ucap Athena.
"Iih, anak ini, itu namanya basa basi nggak mau merepotkan orang karena mereka yang mau datang ke rumah kita tapi bagi kita yang tuan rumah harus tetap menjamunya, sayang. Apalagi kamu sudah dijamu makan malam, Mama juga harus membalasnya," ucap Mama Athena penuh semangat.
Dalam hati Ny. Anna juga ingin berkenalan dengan kedua orang tua laki-laki yang saat ini sedang dekat dengan putrinya. Dengan semangat Mama Athena menyiapkan segala sesuatu menjelang kedatangan calon besannya. Setidak-tidaknya itulah harapannya karena Mama Athena sangat menyukai Axel yang tampan dan sopan.
Setiap hari Axel menyempatkan diri menjemput Athena pulang sekolah. Hanya jika jadwal kuliahnya bentrok dengan jadwal pulang Athena barulah dia tidak datang menujukkan batang hidungnya pada gadis itu. Sebagian penghuni sekolah pun sudah tahu dengan hubungan mereka, khususnya para siswi-siswi.
__ADS_1
Siapa yang dicari Axel mereka sudah tahu dan terkadang dengan sok akrabnya mereka membantu memanggilkan Athena.
"Athena pacarmu udah datang tuh," ucap seorang siswi yang buru-buru kembali masuk ke kelas hanya untuk memberitahu Athena tentang kedatangan Axel.
"Makasih ya," ucap Athena yang sama sekali tak kenal dengan siswi itu.
"Kak Axel udah datang, Athena,"
"Kamu udah ditungguin Kak Axel,"
"Cepetan Athena, Kak Axel udah nunggu dari tadi,"
Dan banyak lagi ucapan-ucapan para kurir pembawa berita kalau Axel sudah menunggu Athena.
"Kenapa Kakak suruh cewek-cewek itu kasih tahu ke kelas kalau Kakak udah datang?" tanya Athena.
Lama-lama gadis itu kesal bercampur tak enak hati dengan gadis-gadis yang sok akrab dengannya itu.
"Nggak sayang, Kakak nggak pernah suruh mereka. Kakak juga ngerti kok, nggak perlu di kasih tahu kamu juga pasti keluar dari kelas," ucap Axel yang segera membukakan pintu mobil untuk Athena.
"Kakak nggak usah jemput Athena tiap hari, Kakak 'kan bukan sopir antar jemput sekolah," ucap Athena.
"Nggak apa-apa Athena, kalau ini memang aku inginkan. Apa lagi alasanku biar bisa ketemu sama kamu kalau bukan antar jemput ke sekolah. Kalau nggak ketemu kamu sehari rasanya kepalaku pusing," ucap Axel sambil tersenyum.
Axel tersenyum, namun Athena risau. Justru kepalanya yang pusing kalau setiap hari harus bertemu Axel yang itu karena sulit menimbang perasaan Axel-nya. Setiap hari Athena harus menyiapkan penjelasan pada pacar hantunya.
Padahal Axel hantu tak pernah meminta penjelasan apa pun, tentang apa pun yang dilakukan Athena bersama pacar manusianya itu. Tapi Axel manusia itu seperti telah cinta mati pada Athena terbukti saat bersama Athena, laki-laki itu sering menolak ajakan teman-temannya. Entah itu teman cewek ataupun teman cowok.
"Sampai jumpa nanti malam ya sayang," ucap Axel yang langsung meraih tengkuk Athena mendekat padanya.
Tak ada sehari pun bagi Axel tanpa mencium bibir gadis itu. Athena seperti sudah pasrah jika Axel akhirnya benar-benar menjadi pacarnya. Dan malam ini adalah pertemuan kedua orang tua mereka.
Athena menunggu di teras saat mendengar mobil masuk ke halaman rumahnya. Gadis itu menyambut kedua orang tua yang begitu sayang padanya itu.
"Wah rumahmu bagus Athena," ucap Olivia sambil memeluk dan mencium pipi Athena.
"Bukan rumah Athena Mom, rumah orang tua," ucap Athena sambil tersenyum.
"Ah ya, tapi tetap saja milik orang tuamu adalah milikmu juga," balas Olivia lagi.
"Mungkin maksud Athena, rumah kita nanti yang akan jadi rumahnya, Mom," sahut Tom Cullen.
Saat berkata itu orang tua Athena muncul, mendengar ucapan Tn. Tom Cullen, mereka tertawa.
"Jadi Athena nggak mengakui, ini rumahnya lagi. Rumahnya sekarang yang di sana?" tanya Anna.
__ADS_1
Mereka langsung tertawa, tinggal Athena yang ternganga mendengar ucapan Mamanya. Axel langsung tersenyum sambil menunduk. Kedua orang tua mereka saling bersalaman dan berpelukan.
...~ Bersambung ~...