
Athena berjanji pada Hani akan mencari tahu kabar tentang Hardy. Athena merasa sangat sedih mengetahui ada seseorang yang menunggu Hardy yang mana sangat mirip dengan Axel. Saat ditanya, Axel sama sekali tidak mengingat Hani. Karena cintanya pada Athena, Axel memilih tidak ingin kembali mengingat masa lalunya dan tidak peduli pada jati dirinya.
Tapi Athena adalah gadis yang kritis, dia selalu penasaran. Ucapan Hani dan ucapan bapak TU sama-sama menyatakan Hardy dan Axel adalah orang yang berkepribadian ganda.
Apa mereka orang yang sama tapi gimana mungkin, Hardy adalah ponakan dari pemilik toko sembako dan sejak kecil tinggal di situ sedangkan Axel adalah keturunan campuran Indonesia Korea dan Amerika. Mereka terlihat jauh berbeda dari segi latar belakang. Ya ampun ini pasti karena aku masih berpikir Axel yang keturunan campuran itu adalah Axel-ku. Padahal aku belum pernah bertemu dengannya. Entah seperti apa wajah Axel Cullen itu sebenarnya? Satu yang aku tahu Axel-ku wajahnya mirip foto laki-laki yang bersama Hani. Sedangkan nama Axel-ku di dapat dari seragamnya. Oooh.. ho..ho.. pusing, pusiiing, udahlah nanti aku cari tahu dulu seperti apa wajah Axel yang amnesia itu.
Athena mengenal Axel dalam bentuk hantu dan berwajah sama dengan Hardy pacarnya Hani.
Mereka saling mencintai dan mereka juga pernah berciuman, hua.. mama, Axel ternyata punya pacar. Dia janji mau nikahi pacarnya, gimana ini, gimana ini mama, jerit hati Athena.
Gadis itu menangis menelungkup di meja belajar. Tiba-tiba Athena teringat sesuatu.
"Mana alamat Axel Cullen dulu? Aku mau cari tahu tentang Axel itu. Kenapa Axel-ku mengenakan seragamnya. Lalu di mana Hardy? Di mana dia meninggal?" tanya Athena bicara sendiri
Gadis itu kembali mencari-cari alamat Axel Cullen yang di dapat dari bapak TU duluuuu sekali.
"Di mana ya.., Ah ha.., ini dia. Oh ini kawasan elit, besok aku cari alamat Axel ya? Nggak bisa dengar suara Axel lagi" ucap Athena sedih.
Setelah menyiapkan buku pelajaran besok, Athena bergegas tidur. Dan terbangun saat gadis itu merasakan tarikan lembut di bibirnya. Athena terbangun dan tersenyum.
"Kalau kita jadi suami istri, Kakak akan bangunin Athena seperti itu terus?" tanya Athena.
"Bukannya udah bangunin kayak gini terus meski belum jadi suami istri" ucap Axel.
"Oh iya ya, sini Axel Oppa" ucap Athena langsung menarik Axel dan membenamkan bibirnya di bibir laki-laki hantu yang tampan itu.
Axel menyambut ciuman Athena hingga mulai berani menciumi leher Athena. Gadis itu memejamkan mata, menikmati ciuman Axel.
"Kak, kalau kita main, Athena bisa hamil nggak?"
"A P A ?" teriak Axel langsung berdiri menjauh.
"Iihh.. cuma nanya doang, responnya sampai kayak gitu" ucap Athena kesal Axel menghentikan adegan mesra mereka.
Waduh gawat, ini salahku kenapa berani-beraninya berbuat seperti itu, tapi aku takut Athena bosan jadi coba gaya lain, eh malah nanya bisa hamil atau enggak duh gawat, gawat, gawat, takut, takut, takut nggak bisa nolak, batin Axel sambil mondar-mandir.
"Kakak kenapa? mondar-mandir kayak gosokan?" tanya Athena.
"Nggak, nggak apa-apa. Sayang, maaf ya tadi itu kakak agak berlebihan" ucap Axel menyesal.
"Nggak apa-apa, nanti kalau udah jadi suami istri baru boleh" ucap Athena.
Kok ngomong suami istri lagi sih, aku ini udah mati Athena. Kita mana bisa jadi suami istri, batin Axel.
"Pokoknya Athena cuma mau nikah sama kak Axel. Kalau nggak sama kakak, Athena nggak mau" ucap Athena.
Loh kok bisa nyambung gitu sih? batin Axel.
Athena memeluk Axel. Laki-laki yang masih bingung itu balas memeluk.
"Hari ini Athena mau ke rumah Axel Cullen ya?" ucap Athena meminta izin.
"Tapi aku khawatir sayang, kalau kamu pergi ke rumah orang tak di kenal sendirian saja" ucap Axel.
"Buktinya kemarin baik-baik aja, perginya malah jauh lagi ucap Athena.
"Tapi, kalau ada apa-apa kakak nggak bisa bantu Athena" ucap Axel khawatir.
"Nggak akan ada apa-apa. Athena kan pergi ke rumah keluarganya. Jadi pasti menemui keluarganya juga lah" ucap Athena tanpa ragu-ragu.
"Tapi kakak khawatir sayang" ucap Axel menangkup wajah Athena.
"Biarin, biarin ketakutan" ucap Athena.
Axel merenggut Athena ke dalam pelukannya.
"Tapi kalau terjadi apa-apa aku yang paling menyesal karena kamu melakukan semua ini karena aku. Sayang, sudahlah jangan diteruskan lagi, tidak usah selidiki tentang jati diriku. Aku nggak mau terjadi apa-apa sama kamu" ucap Axel dengan raut wajah sedih.
"Nggak kak, kalau nggak diteruskan sampai tuntas selamanya Athena akan penasaran nanti kalau mati jadi hantu penasaran juga"
"ATHENA!!!" bentak Axel tiba-tiba.
"Kakak..." ucap Athena kaget dibentak Axel.
Mata Axel berkaca-kaca, laki-laki itu kesal melihat Athena yang bermain-main dengan omongannya.
"Siapa yang suka jadi hantu penasaran? Siapa yang mau hidup seperti ini? Kamu jangan main-main sama omonganmu. Kamu nggak tahu gimana khawatirnya aku. Kamu orangnya nggak bisa dilarang, ngomong seperti itu kamu pikir aku suka mendengarnya. Ingat sama Papa dan Mama, kalau terjadi apa-apa sama kamu mereka akan sedih" ucap Axel lalu membalik badan dan menghapus air matanya.
"Maaf Kak" ucap Athena langsung bersandar di punggung laki-laki itu.
"Kamu anak mereka satu-satunya kalau terjadi apa-apa, mereka nggak punya siapa-siapa lagi. Tolonglah hati-hati kalau bicara" ucap Axel.
"Baiklah, maaf Kak" ucap Athena menyesal.
Tapi Axel masih bersedih, Axel sama sekali tidak merespon kata maaf Athena.
__ADS_1
"Kakak, Kakak, Athena mau mandi kakak mau ikut nggak" ucap Athena merayu.
Mendengar itu Axel tertawa.
"Ayok"
"Haa...,"
"Siapa tadi yang ngajak? Ayok.., katanya mau ngajak mandi. Ayok.." ucap Axel sambil mengejar Athena.
"Nggak, nggak, nggak jadi, nggak jadi" ucap Athena.
Axel mengejar Athena, gadis itu berlari mengitari kamarnya yang luas. Tanpa sadar Athena melihat ke jendela, hari sudah mulai terang. Axel sebentar lagi akan menghilang. Athena membalik badan membiarkan Axel menangkapnya.
Gadis itu menatap laki-laki yang dicintainya itu, lalu menempelkan bibirnya. Axel menyambut, selalu seperti itu, saat menjelang terang Athena akan mencium Axel sepuas-puasnya. Ya, untung saja mencium Axel nggak bayar, kalau nggak habis tabungan Athena buat bayarin ciuman Axel. Mana suka nambah-nambah lagi kayak makan di rumah makan Padang.
Tambah lagi, tambah lagi, tambah lagi sampai Axel menghilang. Kalau udah gitu biasanya Athena langsung ke kamar mandi buat siap-siap berangkat sekolah.
"Kakak, kakak mau ikut nggak?" bisik Athena dengan suara halus sekali kayak suara bayi.
Gadis itu tertawa, tentu saja tidak akan serius mengajak. Lagi pula Axel nggak bakalan mau ngintip Athena mandi. Mungkin.. hi..hi..hi...
Setelah pulang sekolah Athena pergi mencari alamat Axel Cullen. Gadis itu memang keras hati meski Axel melarangnya tetap saja gadis itu pergi. Dengan alasan, daerahnya masih di kota, tidak jauh seperti mencari rumah Raihan hingga ke luar kota.
Kak Axel itu emang lebay, masih di satu kota aja khawatir, batin Athena.
Gadis itu tiba di sebuah rumah megah, gadis itu melihat-lihat ke dalam. Seorang security datang menyapa.
"Selamat siang Non, mau cari siapa?" tanya pak security itu.
Wah, rumahnya pake security sendiri, batin Athena.
"Numpang nanya Pak, ini rumah Axel Cullen bukan?" tanya Athena.
"Betul, Non ini temannya den Axel?" tanya security itu.
"Ya, eh.. nggak" ucap Athena bingung.
"Ya atau enggak, Non kesini mau cari siapa? Den Axel bukan?" tanya security.
"Betul pak tapi saya belum kenal dengan orangnya" ucap Athena.
"Oh gitu, mari saya anter ke dalam" ucap pak security.
Athena pun di antar ke depan rumah. Langsung di terima oleh asisten rumah tangga. Asisten rumah tangga itu mempersilahkan Athena masuk dan duduk di ruang tamu.
Wah besar sekali rumahnya, kalau benar, Axel Cullen itu anak yang dulunya pendiam dan kurang perhatian orang tua itu. Pasti karena orang tuanya sibuk bisnis, batin Athena.
"Siapa ini yang ingin mencari anak saya?" tanya seorang ibu-ibu cantik.
Wah cantik sekali seperti ibu-ibu kelas atas Korea, batin Athena.
Seorang ibu setengah baya yang masih terlihat sangat cantik dan awet muda. Tersenyum pada Athena, gadis itu segera memperkenalkan diri. Athena sendiri sebenarnya bingung menyampaikan tujuannya datang ke rumah itu.
Masa mau bilang pengen berkenalan doang atau bilang pengen tahu seperti apa wajah yang bernama Axel Cullen, batin Athena.
"Saya melihat nama Axel Cullen sebagai salah satu anak yang berprestasi di sekolah jadi sangat ingin mengetahui seperti apa metoda belajarnya" ucap Athena asal-asalan.
"Terlambat kalau untuk bertanya itu, dulu Axel memang anak yang cerdas tapi sejak mengalami kecelakaan kecerdasan Axel jauh berkurang" ucap Nyonya cantik itu.
"Kecelakaan seperti apa nyonya?" tanya Athena.
"Dia jatuh dari rooftop dan mengalami amnesia" cerita Nyonya cantik itu.
"Sejak itu tidak ingat apa-apa lagi sampai sekarang?" tanya Athena.
Nyonya itu mengangguk.
"Jangan panggil nyonya, panggil saja Tante Olivia" ucap Olivia sangat ramah
"Ya, Tante" ucap Athena merasa aneh.
Tante Olivia ini terlihat sangat ramah tapi kenapa anaknya bisa depresi sampai ingin bunuh diri? Mungkin seperti yang di katakan pak TU. Orang tuanya berubah sejak insiden bunuh diri itu, batin Athena.
"Oh ya, namanya siapa tadi?" tanya Olivia.
"Athena Tante" ucap Athena sekali lagi.
Padahal tadi sudah perkenalkan diri? batin Athena.
"Maaf Tante lupa, soalnya yang datang mencari Axel itu banyak. Gadis-gadis di kampus itu rata-rata naksir sama dia. Silih berganti yang datang. Baru kali ini anak SMA yang kesini biasanya gadis-gadis kampus" cerita Olivia.
Ow begitu ceritanya, rupanya idola kampus, batin Athena.
"Jadi maaf kalau Tante sulit menghafal namanya. Tapi kalau Athena Tante pasti bakal ingat.."
__ADS_1
Ingat? Tadi aja lupa, batin Athena lagi.
"Karena suka jalan-jalan ke Athena" cerita Olivia.
"Oh, gitu" ucap Athena seadanya.
"Pernah ke Athena?" tanya Olivia.
"Nggak Tante, belum pernah. Dulu mama yang pernah ke Athena waktu saya belum lahir" ucap Athena.
"Oh, kapan-kapan mamanya ajak ke sini ya, biar bisa cerita-cerita" ucap Olivia.
"Tapi kan udah lama sekali Tante, mungkin kota Athena jaman dulu dan sekarang sudah banyak berubah" ucap Athena.
"Betul, namanya juga perkembangan jaman. Segala sesuatu pasti berubah tapi kalau kota-kota seperti itu sangat menjaga keaslian tempat-tempat bersejarah. Athena itu kota unik yang punya banyak keindahan Sebagai pusat kebudayaan masa Yunani Kuno banyak reruntuhan kuil yang di jumpai di sekitar kota Athena. Yang paling terkenal itu adalah kuil Parthenon, wilayah Acropolis, kuil Athena, kuil Poseidon dan banyak lagi" cerita Olivia bersemangat.
Athena hanya senyum-senyum mendengar cerita nyonya cantik yang awet muda itu.
Aduh sejarah oh sejarah, jangan harap gue bisa inget apa yang diomongin, batin Athena.
"Athena merupakan salah satu kota tertua di Eropa bahkan di dunia. Zaman dahulu, hanya Sparta dan Athena yang berkembang sangat pesat hingga mencapai masa kejayaan. Athena juga tempat lahirnya paham demokrasi, filosofi barat, olympic games, politik ilmiah, sastra barat, historiography, prinsip matematika yang sampai sekarang masih digunakan" jelas Olivia.
Oh tidaaak.. Tante ini ngomong apaaaa? Pantesan anaknya pinter tiap hari di ceramahin, baru kali ini gue nyesel di kasi nama Athena, pembahasannya panjang banget. Kalau tahu gitu mending kenalan kasi nama Iyem aja. Bisa bahas apa dia kalau nama gue Iyem, batin Athena asal-asalan lagi.
"Iyeeeem... ini tamu kok belum di kasi minum" teriak Olivia.
"Haaa..."
Untung juga nggak kenalan nama Iyem, nanti, dibahas silsilah gue lagi, kok nama bisa kebetulan sama? batin Athena.
"Selain reruntuhan sisa masa kejayaan Yunani Kuno dan tempat bersejarah di kota Athena kita bisa menikmati keindahan alam kota Athena yang lain seperti pantai. Athens Riviera, kawasan dengan garis pantai yang panjang dan memiliki pemandangan menawan. Pantai-pantai yang terkenal itu Glyfada, Lagonisi, Vouliagmeni, Alimos, Varkiza, Kavouri, Nea Makri dan Crysi Akti" cerita Olivia bersemangat hingga tak melihat-lihat Athena yang sudah sakit kepala mendengarnya.
Please, stop, stop, please, kepala rasanya mau pecaah, jerit hati Athena.
"Huff.., baru kali ini Tante begitu bersemangat bercerita dengan temannya Axel, biasanya nggak lho"
Beruntungnya mereka, bisik hati Athena.
"Kalau begitu kamu tunggu di kamar Axel aja dech, kalau di sini terus. Kamu bisa ketiduran mendengar cerita Tante" ucap Olivia.
Ide bagus, heee... kamar? jerit hati Athena.
"Iyeem bawa minumnya ke kamar tuan Axel" jerit Olivia.
Duh main langsung ke kamar aja, nggak minta pendapat dulu? Bersediakah di ajak ke kamar gitu kek? batin Athena.
"Mari Non, saya antar ke kamar" ucap asisten rumah tangga yang bernama Iyem.
"Mbok, saya tunggu di sini saja" ucap Athena.
"Di kamar aja Non, daripada di sini sendirian. Nggak apa-apa biasanya teman tuan Axel memang nunggu di kamar" ucap Mbok Iyem.
Athena pasrah mengikuti, naik ke lantai atas menaiki tangga yang besar dengan ukiran klasik itu. Meniti tangga yang melingkar hingga sampai di lantai atas dan berjalan menuju kamar tuan muda Axel.
Athena masuk ke dalam situ dan memandang kamar dengan design interior yang cowok banget, keren dan modern. Athena duduk di kursi dan mbok Iyem meletakkan minumannya.
Mbok Iyem permisi keluar kamar, Athena berjalan ke balkon yang luas dengan kursi malas yang tersedia di sana. Dari atas bisa memandang kolam renang milik keluarga Cullen.
Terdengar pintu terbuka, Athena menoleh dan terkejut. Seorang laki-laki tampan masuk ke kamar itu dan langsung tersenyum mendekati Athena.
"Hai" sapa laki-laki itu.
Athena terpana, laki-laki tampan yang mengenakan kemeja berwarna gelap dengan lengan panjang yang digulung hingga ke siku itu membuat Athena terpana.
Laki-laki itu semakin melebarkan senyumnya saat melihat Athena yang terpana menatapnya.
"Kak Axel?" tanya Athena.
"Ya?" tanya laki-laki itu.
Mirip sekali, jerit Athena.
Athena menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tanpa terasa kakinya melangkah mundur. Athena tersandung sandaran kursi dan terjatuh.
"Awas" teriak laki-laki itu berusaha meraih Athena.
Namun tak sempat, Athena terjatuh di kursi dan laki-laki itu pun jatuh menimpa Athena.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya laki-laki itu.
"Kak Axel? Ini benar-benar kak Axel?" tanya Athena.
Laki-laki itu mengangguk, masih dalam posisi di atas tubuh Athena.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1