Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 78 ~ Sedih untuk Kalian ~


__ADS_3

Athena dan Axel benar-benar datang ke rumah Raihan. Penulis dengan segudang penghargaan itu meninggalkan laptopnya saat mendengar suara detak sepatu yang berjalan di atas jembatan kayu menuju halaman rumahnya. Sebuah rumah kayu bernuansa alami tetapi sangat mewah.


Untuk mencapai rumah yang lebih mirip villa itu Axel dan Athena melewati jalan setapak dengan tumbuh-tumbuhan di kanan kiri jalan. Suasana rumah yang tenang dan alami memang sangat cocok untuk seorang penulis. Suara detak sepatu Axel dan Athena, langsung mengusik laki-laki yang sedang asik menekan tombol-tombol di keyboardnya itu.


Seperti biasa, belum sampai di depan pintu. Raihan telah menyambut tamunya yang datang. Membuka pintu double berbahan kayu jati itu lebar-lebar.


"Akhirnya kalian datang juga," ucap Raihan menyambut kedatangan Athena dan Axel.


Mereka sangat kaget karena Raihan telah mengetahui kedatangan mereka padahal mereka belum sempat mengetuk pintu. Raihan menunjuk jembatan kayu itu dan lantai teras berbahan kayu yang baru mereka injak.


"Mereka itu melebihi bel pintu, memberi tahuku lebih cepat sebelum kalian mengetuk pintu," jawab Raihan. Athena ternganga dan langsung tertawa.


"Tajam sekali pendengaran Kak Raihan," ucap Athena.


"Itu karena aku sudah terbiasa dengan kesunyian," jawab Raihan.


"Waah," sahut Athena tertawa kagum, melihat itu Axel tersenyum.


Raihan sangat bahagia dengan kedatangan mereka. Dulu Raihan juga merasakan kehadiran Axel saat Athena mendatangi rumahnya meski tak dapat melihatnya. Kini penulis itu dapat melihat langsung wajah laki-laki yang pernah diceritakan Raihanna dalam mimpinya.


"Akhirnya kita bertemu secara langsung. Apa sekarang masih ingin menjodohkan aku dengan Athena?" tanya Raihan lalu tertawa.


Axel tertegun lalu ikut tertawa. Axel yakin penulis itu sedang menggodanya karena pernah menyarankan Athena untuk memilih Raihan sebagai pasangan hidupnya. Beruntung saat itu Raihan menolaknya.


"Aku menolak Athena itu demi kamu. Padahal aku ingin menerimanya," ucap Raihan.


"Apa? Ke-napa?" tanya Axel ragu-ragu.


Raihan menoleh ke arah Athena yang asik melihat buku-buku karangan Raihan dan juga buku-buku bacaannya. Terlihat rasa kagum Athena yang tak pernah berkurang setiap kali menatap penghargaan-penghargaan yang di terima Raihan. Athena menoleh ke arah dua laki-laki tampan itu. Keduanya langsung memalingkan wajah. Athena merasa heran.


"Siapa yang bisa menolak gadis cantik dan baik seperti dia? Orangnya tulus, mau bersusah payah menolong orang. Bahkan mempertaruhkan keselamatannya untuk menolong. Kamu pasti menyesal setiap kali mendorongnya bersama laki-laki lain," tutur Raihan.


"Ya, sebaik apa pun laki-laki yang akan bersama. Aku merasa dia tak akan cukup baik untuk Athena," ucap Axel.


"Kamu menunjuk dirimu sendiri. Hanya orang yang mencintai dengan tulus yang merasa seperti itu. Merasa tak ada yang pantas untuk orang yang dicintai termasuk dirinya sendiri," jelas Raihan.

__ADS_1


"Hmm, aku sering membuatnya menangis," ucap Axel.


"Karena itu kamu merasa diri tak pantas untuknya tapi merasa tak rela dia bersama laki-laki lain. Aku ... juga seperti itu pada Hanna tapi dia selalu berkata padaku, mau dia menangis atau tertawa, dia bahagia bersamaku," jelas Raihan.


Axel tersenyum mendengar ucapan Raihan. Laki-laki itu mengangguk mengerti. Athena sama seperti Raihanna sangat setia pada cintanya. Entah cinta itu membuatnya bahagia atau bersedih.


"Kamu baik-baiklah menjaganya, dia orang yang rela membahayakan dirinya sendiri demi menolong orang. Meskipun itu adalah orang yang tak di sukainya," ucap Raihan.


"Apa? Apa maksudnya itu?" tanya Axel.


"Masa kamu tidak tahu? Athena itu orang yang tidak suka memelihara dendam ...."


"Iya, itu aku tidak suka. Pacar pertamanya itu sangat jahat padanya tapi tetap saja dimaafkan dan percaya padanya. Aku tidak suka sifat Athena yang seperti itu," ucap Axel tegas tetapi Raihan malah tertawa.


"Kalau itu, kamu bukannya tak suka sifat Athena tapi karena kamu masih cemburu padanya," ucap Raihan lalu kembali tertawa.


Athena segera mendatangi mereka. Gadis itu penasaran dengan obrolan mereka. Namun, begitu didatangi, kedua cowok tampan itu justru terdiam.


"Ih, kok diam? Tadi lagi gosipin aku ya?" tanya Athena.


Kedua laki-laki ganteng itu masih tetap diam. Axel malah mengambil sebuah novel di atas meja untuk mengalihkan perhatiannya. Raihan pun pura-pura sibuk beres-beres meja kerjanya.


"Siapa yang ngomongin orang?" tanya Axel.


Kami itu ngomongin kamu, batin Axel dan Raihan.


Athena jadi kesal sendiri. Raihan tertawa lalu mengajak tamunya makan siang bersama. Athena terlonjak girang.


"Kamu yang masak ya?" tanya Axel.


Athena langsung mengerucutkan bibirnya. Bukannya Athena tak mau memasak, bukannya gadis itu malas tapi Athena dan dapur sudah musuhan sejak kecil. Jika Athena masuk dapur, ada-ada saja masalah. Tergores pisau, tersiram sayur panas, piring pecah bahkan jadi pemicu kebakaran. Sejak saat itu, Mama Athena tak mengizinkan putrinya itu masuk dapur.


"Dewi Athena itu memang Dewi Perang. Dapur pun dijadiin arena perang sama dia," ucap Mama Athena curhat pada suaminya yang tertawa mendengar cerita istrinya.


Athena cengengesan saat mendengar permintaan Axel. Athena bersedia disuruh mengerjakan apa pun, tetapi biasanya akan menimbulkan kericuhan. Axel tersenyum melihat gadis itu yang kelihatannya ragu-ragu. Lagi pula dalam hatinya, Axel tak serius memintanya untuk memasak.

__ADS_1


"Baiklah Dewi Athena. Biar aku yang siapkan makan siang kita Ok!" ucap Axel.


Mendengar Axel yang ingin memasak makan siang untuk mereka, membuat Athena ternganga. Axel kelimpungan melihat bibir yang menggiurkan itu terbuka. Menoleh ke arah Raihan yang sibuk mengeluarkan bahan makanan untuk dimasak.


Langsung menarik Athena dalam pelukannya dan menyusupkan lidahnya di mulut yang ternganga itu. Athena kaget. Setelah Axel melepas ciumannya, Athena langsung menoleh ke arah Raihan.


"Malu," bisik Athena.


"Salahmu sendiri? Kenapa mancing, bikin aku jadi nafsu," ucap Axel.


"Ih, siapa yang mancing? Jelas-jelas aku di sini malah dibilang mancing," jawab Athena lalu tertawa. Axel pun ikut tertawa.


Melihat tingkah sepasang kekasih itu, raut wajah Raihan berubah murung. Athena langsung menyikut pinggang Axel. Laki-laki itu pun terdiam. Dalam hati mereka, Raihan pasti teringat masa-masa indahnya bersama Raihanna.


"Maaf Kak," ucap Axel pada Raihan saat mereka sibuk menyiapkan bahan-bahan masakan.


"Untuk apa?" tanya Raihan.


"Tingkah kami kurang sopan," ucap Axel.


"Menurutmu aku marah?" tanya Raihan.


"Entahlah, mungkin sedih? Teringat pada Kak Hanna?" tanya Axel.


Sementara mereka menyiapkan masakan berdua. Athena diminta untuk duduk di kursi malas sambil membaca buku pilihannya. Gadis itu dilarang masuk ke dapur karena hanya akan mengganggu dua cowok ganteng itu memasak.


"Bukan karena itu," jawab Raihan.


"Bukan itu? Lalu kenapa?" tanya Axel.


"Aku sedih untuk kalian," ucap Raihan.


"Maksud Kak Raihan apa? Kenapa bersedih untuk kami?" tanya Axel.


"Sudahlah, tidak apa-apa! Ayo kita masak," ucap Raihan sambil tersenyum.

__ADS_1


Axel tertegun, tapi akhirnya mengikuti ucapan Raihan. Mereka memasak makanan untuk makan siang bersama-sama. Mereka memasak sambil berbincang segala hal. Kadang berdebat. Axel yang jenius dan Raihan yang cerdas, mereka pertahankan pendapat masing-masing, lalu memutuskan mencari bahan pembicaraan lain. Selalu seperti itu. Hati Axel dan Raihan pun serasa dekat satu sama lain.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2