
Axella keluar dari tubuh Athena membuat, tubuh gadis itu kembali koma. Axel berlari memanggil tenaga medis untuk melakukan pertolongan kepada Athena. Dalam kebingungannya, Athena akhirnya bisa berhadapan dengan Axel dan laki-laki itu pun melihatnya.
Axel memeluknya erat. Axel ketakutan. Mengira Athena meninggalkannya selama-lamanya. Dalam kesedihan yang masih dirasakannya, Athena membalas pelukan Axel. Masih teringat jelas bagaimana Axel dan Axella berciuman. Baru saja terjadi dan sekarang Axel memeluknya.
Ini bukan kesalahan Kak Axel. Kak Axel tidak tidak tahu kalau jiwa yang mendiami tubuhku bukanlah aku. Dia berpikir menciumku, bukan mencium Axella, batin Athena.
Athena membalas pelukan Axel yang menangis ketakutan. Axel mencurahkan kesedihannya dan keputusasaannya. Tak sanggup hidup tanpa Athena dan berniat menyusulnya. Athena baru sadar niat Axella masuk ke tubuhnya adalah untuk menghentikan niat Axel mengakhiri hidupnya.
Athena meminta laki-laki tidak melakukannya lagi atau dia akan pergi. Mendengar ancaman itu Axel langsung berjanji akan bersabar menunggu Athena hingga akhirnya mereka berpisah dari kesanggupan mata melihat. Athena pun melangkah meninggalkan Axel di ruang rawat inapnya.
"Harusnya aku menyuruhnya beristirahat, sekarang malah duduk di samping ranjangku. Jika seperti ini terus Kakak bisa lelah dan pikiran putus asa akan muncul," ucap Athena pada Axel.
Namun, jelas hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Tak sanggup melihat kesedihan Axel, Athena melangkah meninggalkan ruangan itu menuju ruang rawat inap Axella. Tanpa sengaja Athena melihat Axella yang keluar dari ruang rawat inapnya. Segera Athena berlari untuk menghampirinya.
"Kak Axella!" seru Athena begitu tiba di hadapan Axella.
__ADS_1
Axella yang berwajah murung setelah keluar dari ruang rawat inapnya itu akhirnya berhenti melangkah. Athena merasa menyesal karena telah menuduh Axella mengambil kesempatan untuk bisa bermesraan dengan Axel. Gadis itu pun meminta maaf, tetapi Axella tak menggubrisnya.
"Aku lakukan itu bukan untukmu, kenapa kamu berterima kasih dan menyesal?" tanya Axella dengan tatapan yang tajam.
"Tapi karena Kak Axella, Kak Axel nggak jadi bunuh diri. Aku merasa perlu untuk berterima kasih pada Kak Axella dan aku juga ingin minta maaf karena telah menuduh Kak Axella bahkan menampar wajah Kakak," ucap Athena lalu tertunduk.
"Lalu sekarang apa?" tanya Axella ketus.
"Kakak mau ke mana sekarang?" tanya Athena.
Athena tertunduk dengan air mata yang mengalir. Axella membuatnya seperti seorang yang sangat kejam. Athena memang tak rela Axella masuk ke tubuhnya. Itu semua karena Athena tahu pasti seperti apa respon Axel jika dia telah sadar.
Laki-laki itu sering kali tak bisa menahan diri ingin bermesraan dengannya. Jika jiwa Axella masuk ke dalam tubuhnya dan sadar. Bisa-bisa setiap saat Athena menyaksikan Axella dan Axel bermesraan. Tentu saja hal itu akan membuatnya menderita. Dirinya tersiksa mendekam dalam tubuh Axella sementara Axella di manjakan oleh tunangannya.
Athena tidak sanggup berada di posisi itu tetapi tak tahu harus berbuat apa untuk mengatasinya. Athena hanya tertunduk hingga merasa tak sanggup untuk berdiri. Gadis itu jatuh terduduk. Axella bergerak mendekat tetapi akhirnya urung.
__ADS_1
Axella merasa Athena telah berbuat kejam padanya tetapi mengingat kebaikan hati Athena yang tanpa memikirkan keselamatannya sendiri bersedia untuk menyelamatkannya. Ditambah lagi Athena telah membuat kedua orang tuanya akur kembali, membuat Axella tak tega mengeluarkan kata-kata yang lebih kejam lagi.
"Aku bisa saja masuk ke dalam tubuhmu dan tidak peduli padamu. Setiap saat mengajak Axel untuk bermesraan tapi akhirnya aku memilih untuk keluar. Apa kamu tidak sadar itu? Apa kamu begitu bodoh? Axel telah menempelkan pisau buah di pergelangan tangannya. Aku panik berusaha untuk melarangnya tapi berteriak sekencang apa pun, Axel tak mendengarku. Satu-satunya jalan untuk menghalanginya adalah aku masuk ke tubuhmu dan bangun. Mendengar aku memanggilnya dia langsung terkejut dan melepas pisau buah di tangannya. Dia langsung memelukku, dia menyesal karena hampir saja memilih jalan yang salah. Dia menyatakan sangat merindukanku, lalu tiba-tiba menciumku. Apa yang harus aku lakukan? Di depan matanya aku adalah Athena-nya. Jika aku aku menolaknya menurutmu dia akan senang atau bersedih?" tanya Axella.
Athena diam, jawaban sudah pasti. Jika dia terbangun dan menolak dicium Axel, laki-laki itu pasti akan sangat bersedih. Setelah begitu setia menunggunya, setelah sekian lama merindukannya. Saat terbangun Athena menolaknya, tentulah Axel akan merasa sangat sedih.
"Sekarang apa maumu? Kamu ingin aku tetap bergentayangan saja kan? Kamu tidak ingin aku masuk ke dalam tubuhmu lagi kan?" tany Axella bertubi-tubi.
"Maafkan aku Kak," ucap Athena yang akhirnya memohon maaf karena menginginkan Axella di luar tubuh saja. Axella menggelengkan kepala.
"Sekarang kamu sadar kalau kamu itu egois kan? Tapi sudahlah, aku juga tidak tertarik masuk ke dalam tubuhmu lagi. Lebih baik aku pergi," ucap Axella.
"Kak, maafkan aku dan terima kasih karena telah menolong Kak Axel," ucap Athena sebelum jiwa gadis yang beranjak pergi.
Axella hanya menoleh ke arah Axel. Lalu melanjutkan langkahnya. Dalam hatinya, Axella juga berterima kasih karena membuat ayah dan ibunya akur kembali.
__ADS_1
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...