
"Aku mencintaimu sayang! Aku sangat mencintaimu! Aku telah lulus sidang skripsi. Demi hari ini, aku telah berjuang mati-matian, demi hari ini. Aku mohon jangan tolak aku. Aku akan mati Athena. Jika kamu menolakku lebih baik aku mati," ungkap Axel sambil menyodorkan kotak yang berisi cincin di dalamnya.
Itu adalah momen yang tak terlupakan bagi Athena. Saat Axel melamar Athena. Gadis itu hampir tak percaya mengingat apa yang baru saja dilihatnya. Axel dan Axella berciuman dan kini Axel justru malah melamarnya. Sebuah ironi.
Ditambah lagi Axel yang masih semester tiga sama sepertinya. Athena seperti tak percaya kalau Axel bisa mengejar ketinggalannya bahkan bisa melewati saudara kembarnya Hardy. Namun, melihat penampilan Axel dengan pakaian resmi dan begitu rapi, Athena sedikit percaya kalau Axel baru saja, melakukan sidang skripsi.
Axel menjelaskan semuanya, awal bagaimana dia mendapat tawaran untuk mengambil mata kuliah semester di atasnya. Axel justru menyanggupi mengambil semua mata kuliah. Rasa kagum, keempat sekawan itu tak bisa dibendung. Mereka pun merayakan dua peristiwa bahagia itu.
"Lihatlah Athena begitu cantik hari ini, semua demi surprise ini ternyata. Kak Axel memang cerdas, memilih waktu. Kak Axel memakai jas dan Athena mengenakan gaun. Hmmm, benar-benar serasi. Ya udah kalau gitu kita langsung ke KUA aja," ucap Okta.
Membuat wajah Athena semburat merah. Gadis itu memang ingin menikah dengan Axel tapi tak ingin secepat itu juga. Mengingat Athena masih semester tiga dan hampir masuk semester empat. Masih setengah jalan.
"Masa tega sih biarin Kak Axel nunggu selama itu? Dua tahun lagi? Kak Axel, bisa keburu direbut orang," ucap Okta.
"Ya! Kasihan Kak Axel, ya udah Kak, sama aku aja. Aku standby setiap saat. Kapan lagi bisa dapat suami sekeren Kak Axel--"
__ADS_1
"Udah bangun! Jangan mimpi terus," ucap Adit sambil mengusap wajah Sari.
"Iiih, kamu itu iri sama keberuntunganku," ucap Sari balik mengusap wajah Adit.
"Beruntung bagimu, musibah bagi Kak Axel," jawab Adit lagi.
Semua tertawa. Mendengar kelakar keduanya. Athena melirik Axel yang tertawa menampilkan deretan gigi yang rapi dari bibir yang menawan itu. Athena teringat saat pertama kali bertemu dengan laki-laki itu. Rasa tak mungkin akan bisa bersama dengan laki-laki itu.
Namun, kebersamaan selalu membawa hanyut perasaan dari tak memiliki rasa sama sekali hingga cinta setengah mati. Dari masih menjadi hantu hingga menjadi manusia seperti saat ini. Dari cinta terpendam pada Evan hingga kini menerima lamaran Axel.
"Benarkah? Sungguh?" tanya Axel saat Athena berbisik bersedia menikah kapan saja.
"Ada apa?" tanya Okta, Sari dan Adit serentak.
"Athena tak biarkan aku menunggu hingga dua tahun lagi. Kapan aku mau, dia siap menikah denganku--"
__ADS_1
"Yuu-huuu ... gitu dong!" seru Okta.
"Iih, kamu takut Kak Axel aku rebut ya? Makanya buru-buru bersedia menikah kapan saja?" tanya Sari.
Athena tersenyum sambil mengangguk. Sari dan yang lain tertawa. Bagi Athena, Sari hanya mengingatkan. Bukan hanya Sari yang akan jadi ancaman tapi gadis-gadis lain yang dikenal maupun tak dikenal Athena.
Axel adalah laki-laki yang mempesona. Saat menjadi hantu saja, Athena sudah dibuat jatuh ke jurang cinta yang paling dalam. Tak bisa manjat atau melarikan diri lagi. Terperangkap dalam pesona Axel. Apalagi sekarang? Setelah laki-laki itu berwujud dan dapat dilihat, dipegang, dipeluk, dicium, semuanya. Untung saja Axel bukan untuk dimakan.
Athena tersenyum sendiri, jika mengkhayalkan itu. Dulu di saat masih menjadi hantu, setiap kali Axel jahil padanya, Athena serasa ingin menggigitnya. Namun, tak bisa karena hanya berupa bayangan. Kini laki-laki itu ada di sampingnya. Pipi Axel yang putih halus, ingin digigit sedikit, sekedar cicip.
Setelah itu, acara kumpul mereka bubar, Axel mengajak Athena main ke rumahnya. Begitu bahagianya Axel hingga ingin langsung mengumumkan pertunangan mereka pada orang tua Axel. Sama seperti Hardy dan Hani yang telah lebih dulu bertunangan.
"Apa? Terus terang sama Mommy dan Daddy?" tanya Athena.
Axel mengangguk, tetapi tak cukup itu alasan Axel mengajak Athena ke rumahnya. Axel ingin melepas rasa rindunya pada gadis itu setelah sibuk beberapa hari ini mempersiapkan materi sidang skripsinya. Begitu dinyatakan lulus dengan nilai yang direvisi menjadi A. Rasa bahagia Axel langsung melesat pada satu-satunya gadis yang dicintainya. Axel ingin meminta hadiah berupa ciuman hangat dari calon istrinya itu.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...