Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 119 ~ Ingin Bangun Lagi ~


__ADS_3

Axel mengusir Athena karena di matanya, orang yang ada di hadapannya adalah Axella. Athena bertahan, begitu ingin tetap berada di sisi Axel. Athena meminta maaf seolah-olah dirinya adalah Axella. Memaklumi rasa benci Axel terhadap Axella. Athena berusaha menjadikan dirinya Axella yang benar-benar merasa menyesal.


Axel tak akan sebenci itu, jika bukan karena Axella yang menyebabkan kecelakaan pada tunangannya. Athena mengerti, kebencian Axel terhadap Axella semakin bertambah setelah Axella dengan sengaja membuat Athena salah paham sesaat setelah sidang skripsi. Sengaja mencium laki-laki itu begitu melihat Athena datang. Axel tahu niat busuk Axella hingga akhirnya menjadi sangat membencinya.


Kini, Axella meminta maaf atas segala perbuatannya. Menyatakan kalau dirinya pun memahami perubahan sikap Axel dan memaafkan laki-laki itu. Semua demi Athena, Axella berusaha menerima perubahan sikap laki-laki itu.


Rasa risau di hati Athena membuatnya menggigit bibirnya. Kebiasaan Athena yang tak sengaja keluar meski jiwa Athena berada di dalam tubuh Axella. Membuat Axel gusar melihatnya. Tingkah Athena yang selalu membuatnya tak tahan ingin menggigit bibir gadis itu.


Kenapa dia seperti itu? Kenapa tingkahnya semakin mirip dengan Athena? Apa dia ingin merubah dirinya agar aku mau menerimanya? Nggak! Sampai kapan pun, aku nggak akan tinggalkan Athena. Meski Athena hanya terbaring koma, aku nggak akan tinggalkan Athena, batin Axel yang masih melihat Axella menggigit bibirnya.


"Jangan lakukan itu!" ucap Axel.


"Apa?" tanya Athena.


"Aku bilang jangan lakukan itu … menggigit bibirmu," ucap Axel.


Setiap kali Athena melakukan itu, dirinya tak akan mampu menahan hati untuk tidak menciumnya dan ikut menggigit bibir mungil Athena. Saat ini Axel justru kesal melihat gadis yang di matanya adalah Axella itu memiliki kebiasaan yang sama dengan Athena, yaitu menggigit bibirnya saat merasa bingung. Axel meminta gadis itu menghentikannya.


"Mau apa kamu ke sini?" tanya Axel.


Tentu saja ingin di dekatmu Kak, batin Athena.

__ADS_1


"Aku cuma ingin melihat keadaannya," ucap Athena.


"Keadaannya masih seperti itu. Kamu pergilah, saat ini kedua orang tuanya sedang makan siang. Jika mereka kembali dan melihatmu mereka pasti akan kesal, marah, sedih. Sebaiknya kamu segera pergi dari sini," ucap Axel.


"Tapi … aku hanya sendiri di ruanganku. Aku kesepian. Aku lebih senang di sini bersamamu–"


"Apa? Kamu lebih senang di sini bersamaku? Atau senang melihat keadaan Athena seperti ini?" tanya Axel.


"Nggak! Jujur, aku sangat ingin Athena bisa bangun lagi," ucap Athena.


"Bisa bangun lagi? Ucapanmu terdengar aneh. Seperti tidak ada harapan bagi Athena untuk bangun lagi," ucap Axel dengan wajah kesal.


Melihat Axella yang tertunduk, Axel pun tak tega. Laki-laki itu kembali mengingatkan Axella kalau orang tua Athena akan segera kembali dan kembali memintanya untuk pergi. Athena mencoba bertahan.


Aku juga ingin bertemu dengan mereka Kak, batin Athena, enggan pergi.


"Pergilah Axella! Aku hanya ingin berdua dengan Athena. Melihatmu di sini, seolah-olah kamu menunggu dan nggak rela dia bangun lagi tapi aku yakin dia akan bangun. Melihat kamu ada di sini, dia jadi enggan untuk bangun. Mungkin terlihat di wajahmu kalau kamu nggak ikhlas kalau dia bangun," ucap Axel.


"Aku nggak seperti itu," ucap Athena dalam tubuh Axella.


Itu karena aku yakin dia belum bisa bangun karena aku ada di sini. Mana mungkin aku bangun, sementara jiwaku ada di tubuh ini, batin Athena.

__ADS_1


"Tolong pergilah. Jangan bikin aku kesal lagi," ucap Axel akhirnya.


Pelan tanpa membentak tetapi membuat Athena tak punya pilihan. Axel seperti telah memohon agar dirinya segera keluar dari ruang rawat inap intensif itu. Sementara Athena melangkah mundur, memutuskan untuk pergi, Axel terus memandangi wajah tunangannya itu.


"Aku harap kamu datang temui aku lagi sayang," bisik Axel sambil mengusap lembut pipi tubuh Athena yang terbaring itu.


Aku yakin kemarin kamu datang temui aku. Rasanya seperti mimpi. Aku harap aku tidak bermimpi. Aku harap aku bisa bertemu denganmu lagi. Sayang, ini benar kan? Aku tidak gila kan? Batin Axel bertanya-tanya.


"Pergilah!" seru Axel setengah membentak.


Karena melihat Axella masih saja terpaku menatapnya. Athena telah memutuskan untuk pergi tapi saat mendengar Axel memohon padanya untuk menemuinya lagi membuat Athena kembali tertegun.


Mendapat bentakan itu, membuat air mata Athena langsung mengalir. Athena tak tahan mendengar laki-laki yang dicintainya itu mengusirnya. Axel segera memalingkan wajahnya, dia sendiri tak tega membuat seorang gadis menangis.


Namun, Axel lebih takut jika Axella bertemu dengan kedua orang tua Athena. Axel tak ingin kedua orang tua itu mengira dirinya masih bersikap baik pada gadis yang menyebabkan putri mereka terbaring koma. Axel terpaksa kembali membentak Axella.


"Aku akan datang lagi. Aku akan ke sini lagi nanti, di saat pergantian waktu," ucap Athena lalu berlari meninggalkan ruang rawat inap itu.


Ucapan itu begitu cepat, sekilas tetapi membuat Axel terkejut. Kata-kata itu terbiasa diucapkan oleh mereka berdua. Axel segera berlari keluar ruangan untuk mengejar Axella tetapi gadis itu tak terlihat lag. Axel kembali tak yakin dengan apa yang diucapkan Axella tadi.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2