Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 68 ~ Kembali ke Posisi ~


__ADS_3

Hari itu adalah hari kelulusan, Athena tersenyum sambil berdiri, menunggu Axel yang terlihat melangkah ke arahnya. Namun, tiba-tiba Luna datang untuk mengucapkan selamat pada laki-laki itu. Tak cukup hanya mengucapkannya saja, Luna bahkan langsung memeluk Axel.


Gadis itu juga langsung membenamkan bibirnya ke bibir laki-laki itu. Athena pernah mendengar kalau Luna mulai mendekati idola baru itu namun tak menyangka seberani itu memeluk dan mencium Axel di depan orang banyak.


Evan yang berada tak jauh dari tempat itu pun terkejut. Axel mendorong tubuh gadis itu namun Luna tak mau melepaskannya. Axel panik melihat Athena yang telah berlari masuk ke dalam kelasnya. Evan yang melihat kejadian itu, langsung menarik tubuh Luna yang menempel pada Axel.


"Apa-apaan sih kamu, tak tahu malu. Tak bosan-bosannya mengacaukan kehidupan orang," ucap Evan.


Laki-laki itu langsung menarik tangan Luna menuju kelas Luna. Evan yang sekelas dengan Axel justru menjadi teman baik laki-laki itu. Saat melihat Axel masuk sebagai anak baru di kelasnya Evan terkejut namun Axel justru bersikap ramah padanya karena Axel tahu sekarang Athena telah berteman dengan laki-laki itu.


Melihat keramahan Axel, Evan pun menyambut baik pertemanan mereka. Apalagi Axel yang dalam hal belajar sama sekali tidak pelit berbagi ilmu. Evan justru akhirnya memilih duduk di sampingnya dan berdiskusi dengan Axel. Laki-laki yang pernah menjadi pacar Athena itu menerima kalau sekarang Axel adalah pacar Athena.


Melihat tingkah Luna yang mulai mengacaukan hubungan Axel dan Athena, Evan langsung turun tangan. Menarik tangan gadis itu menjauh dari laki-laki tampan itu.


Thanks Evan, batin Axel.


Terlepas dari pelukan Luna, Axel langsung mengejar Athena ke kelas. Segera laki-laki itu membujuk Athena, langsung duduk di samping gadis yang di cintainya itu.


"Sayang maaf, aku tidak tahu, tiba-tiba dia muncul dihadapanku," ucap Axel langsung menarik Athena dalam pelukannya.


"Aku tahu, aku melihat sendiri tapi tetap saja aku melihatnya berciuman dengan Kakak," ucap Athena pelan.


"Itu namanya bukan berciuman, dia saja yang menciumku, aku tidak," bantah Axel.


"Kenapa tidak? Bibir Kakak juga menempel padanya," ujar Athena.


"Dia yang menempelkannya padaku, sedang aku sama sekali tidak berniat. Athena, tolonglah jangan marah lagi, ini tidak adil, ini bukan kesalahanku," ucap Axel memohon.


"Kakak tidak menikmatinya?" tanya Athena.


"Menikmati apa? Aku justru ketakutan kamu akan marah padaku," jawab Axel.


Athena tersenyum dalam pelukan Axel.


"Aku kesal, sekarang sudah ada bekas gadis lain di bibir Kakak, walau cuma sedetik," ucap Athena.


"Ya nggak dong sayang, aku protes. Satu-satunya gadis yang ingin aku cium itu cuma kamu. Kalau denganmu jangankan sedetik, seharian pun bisa aku lakukan," ucap Axel.


Athena kembali tersenyum dalam pelukan Axel. Beruntung para siswa tak ada yang berada di kelas. Mereka asyik menikmati hari kelulusan mereka. Sementara Axel akhirnya membuktikan ciumannya hanya untuk Athena.


"Sayangnya di sini tidak nyaman, bagaimana kalau kita lanjut di rumah," ucap Axel setelah melepas ciuman mereka.


"Nggak mau, bahaya! Nanti bisa keterusan," ucap Athena.


Axel pasrah mengikuti keinginan kekasihnya.


"Selamat ya Kak, Kakak lulus dengan nilai tertinggi," ucap Athena akhirnya.


"Selamat juga untukmu ya, sekarang waktunya kita belajar agar kita bisa lulus di universitas terbaik," ucap Axel.


"Nggak mau! Aku mau nyantai dulu," ucap Athena.


"Bukannya dari kemarin kamu emang nyantai terus?" tanya Axel sambil tertawa.


Athena menoleh dan mencubit pinggang laki-laki tampan itu, bersama mereka tertawa. Axel mengajak Athena ke rumahnya. Di sana juga telah datang Hani. Saat melihat Athena, Hani langsung memeluknya.


"Akhirnya kita ketemu lagi, Kak Athena," ucap Hani.

__ADS_1


"Nggak usah pakai embel-embel Kak. Apa aku terlihat sudah tua?" tanya Athena.


"Maaf, sudah kebiasaan memanggil seperti itu pada orang yang belum begitu aku kenal. Bukan karena terlihat tua. Athena, kamu justru sangat imut dan cantik," ucap Hani.


Athena tersenyum, gadis itu telah mendengar cerita kalau Hani akan melanjutkan kuliah dan akan tinggal di rumah keluarga Cullen itu.


"Awas ya kalau Kakak pura-pura jadi Kak Hardy terus menggoda Hani," ucap Athena saat mereka telah di kamar Axel.


"Nggak mungkin dong sayang, aku udah punya kamu buat apa gadis lain," ucap Axel sambil memeluk pinggang gadis itu.


"Buat selingan, pengen cari rasa yang lain. Lagi pula dia cinta pertama Kakak. Kakak pasti masih ada rasa suka padanya meski dia sama sekali tidak tahu kalau selama ini yang menyambut cintanya adalah Kak Axel," ucap Athena begitu lancar.


Namun membuat Axel tercenung, tatapan Axel lurus ke arah Athena. Tatapan yang sendu memohon Athena agar mempercayainya.


"Ya, dia cinta pertamaku, tapi aku justru bersembunyi di balik identitas orang lain. Aku bahkan tidak pernah menunjukkan mencintainya dengan identitas diriku sendiri. Sedangkan denganmu aku mencintai atas nama diriku sendiri. Dia cinta pertama bagiku tapi kamu cinta terakhir bagiku. Athena jangan ragukan cintaku karena bagiku kamulah cinta sejatiku, kamulah segala-galanya bagiku," ucap Axel panjang lebar.


Athena tersenyum mendengar ucapan laki-laki itu dan kemudian mengangguk. Axel mengencangkan pelukannya. Laki-laki itu ingin melakukan apa saja untuk membuktikan cintanya pada Athena.


Hari itu Athena di minta menginap di rumah keluarga Cullen. Setelah mengundang Mama dan Papa Athena dalam sebuah jamuan makan malam, kedua keluarga itu berkumpul untuk berbincang-bincang. Keluarga Cullen juga mengenalkan Hardy sebagai putra mereka.


"Jadi Axel punya saudara kembar? Ternyata mereka begitu mirip. Mereka kembar identik. Kita bisa tertipu ini?" tanya Mama Athena kaget.


Semua tertawa mendengar ucapan polos Mama Athena.


"Ya benar! Saking miripnya, selain aku hanya Athena yang bisa membedakan keduanya," jawab Olivia.


Athena, Axel dan Hardy tertawa kecil menghilangkan rasa canggung.


"Ya, sebenarnya ada sedikit masalah dengan kemiripan mereka, bukan bermaksud menipu tapi semua karena cinta. Kami melakukan itu demi cinta, sebenarnya Axel belum menjadi mahasiswa karena Axel mengalami koma selama lebih dari empat tahun dan Hardy yang saat itu menggantikan posisi Axel mendekati Athena. Tapi percayalah sekarang semua telah berada di posisinya. Axel telah bangun dari koma dan kembali mendapatkan cintanya. Sementara Hardy kembali pada cintanya yaitu Hani. Mungkin ini terdengar aneh Jeng Anna tapi kami tidak bermaksud menipu. Karena cintaku dan sayangku pada Athena hingga aku ingin mempertahankannya menjadi calon menantuku. Maafkan kami jeng Anna, Tuan Danny. Maafkan kami," jelas Olivia.


Mendengar itu, meski merasa bingung tapi melihat ketulusan Ny. Olivia menjelaskan sesuatu yang bahkan tidak mereka tanyakan. Ny. Olivia ingin jujur meski tak sepenuhnya. Tn. Danny dan Ny. Anna terlihat bingung, melihat itu Axel ikut bicara.


Athena menggenggam tangan Axel karena melihat ekspresi Axel yang terlihat merasa bersalah. Begitu juga dengan ekspresi wajah Hardy. Melihat putrinya yang begitu perhatian dan ingin menguatkan hati orang terkasihnya Tn. Danny dan Ny. Anna melunak hatinya.


"Tapi bagaimana kamu mengejar ketinggalan sekolah selama lebih dari dua tahun hanya dalam waktu satu semester?" tanya Anna.


"Kak Axel ini jenius Ma, Kak Axel yang bantu Athena waktu meraih sepuluh besar saat tryout UN kemarin. Kak Axel juga yang bantu Athena belajar untuk UN dan kemarin Kak Axel meraih nilai tertinggi UN untuk seluruh SMA di negeri ini. Jadi wajar baginya bisa mengejar ketinggalan pelajarannya. Mungkin pada dasarnya pengetahuan Kak Axel sudah melebihi pengetahuan yang di miliki tamatan SMA," jelas Athena panjang lebar untuk meyakinkan keluarganya.


"Wah, hebat! Kalau begitu kamu memang anak jenius! Tapi jangan lupa jaga kesehatan ya. Belajar yang giat itu bagus tapi jaga kesehatan itu lebih penting," ucap Anna menasehati calon menantu.


Mendengar ucapan Mamanya yang seperti mengkhawatirkan Axel, Athena merasa lega. Laki-laki itu pun merasa tenang karena keluarga Athena memaklumi kenyataan dirinya yang ternyata masih baru tamat SMA.


Saat pamit pulang Athena diminta menginap di rumah itu. Dan yang meminta izin adalah Ny. Olivia, meski merasa aneh dengan alasannya, Athena akhirnya diizinkan untuk menginap di rumah calon besannya itu.


"Ma, Mommy belum puas makannya, Athena itu ibarat penyedap rasa bagi Mommy. Kalau tak lihat Athena nafsu makan Mommy langsung hilang," ucap Axel meniru ucapan Hardy.


Ny. Anna terperangah namun akhirnya tertawa mendengar kiasan dari Axel itu.


"Ya sudah! Kalau memang jadi menginap, di bagasi mobil sudah mama siapkan baju gantimu," ucap Anna sambil membelai rambut putrinya.


Ekspresi Athena terlihat senang dan langsung berlari mengambil travel bag-nya dalam bagasi mobil. Baru akan meraih travel bag itu, tangan Axel sudah mendahului.


"Makasih Ma, Pa, sudah mengizinkan Athena menginap di sini," ucap Axel sambil menjinjing travel bag milik Athena.


Ny. Anna dan Tn. Danny tersenyum melihat ekspresi bahagia Axel karena Athena diizinkan menginap.


"Tolong jaga putri Mama ya," ucap Mama Athena.

__ADS_1


"Siap Ma," ucap Axel.


Setelah mendengar itu, Papa dan Mama Athena masuk ke dalam mobil. Mereka semua yang berdiri di terasa rumah melambaikan tangannya. Axel dan yang lain masuk ke dalam rumah setelah melihat mobil Papa Athena menghilang di balik gerbang. Ny. Olivia langsung mengajak Athena dan yang lain duduk-duduk di beranda belakang.


Mereka berbincang-bincang seru mengenang masa lalu Ny. Olivia dan Tn Tom Cullen.


"Kisah Mommy dan Daddy ini seru?" tanya Olivia.


"Seru sekali Mommy," jawab Athena sambil tertawa.


"Tapi bagi Mommy cerita kalian lebih seru lagi. Kisah cinta putra-putra Mommy pada gadis-gadis cantik ini lebih seru lagi. Sangat langka dan mungkin satu-satunya. Nanti jika waktu telah berlalu cukup lama. Dan cinta kalian sudah sangat kokoh, ceritakanlah yang sebenarnya. Pada mereka yang tak mengerti kejadian yang sebenarnya. Agar kita tidak berhutang penjelasan lagi pada mereka," ucap Olivia menasehati.


Axel , Athena dan Hardy mengangguk serentak. Mereka memang orang-orang yang paling mengerti cerita yang sebenarnya dari kisah mereka. Setelah cukup malam Ny. Olivia dan Tn Tom Cullen pamit istirahat. Tak lama kemudian Athena pun pamit istirahat di kamar tamu. Namun Axel memohon agar Athena jangan tidur lebih dulu.


Axel mengajak Athena ke kamarnya. Sesampai di kamarnya, laki-laki itu kembali memeluk Athena. Rasa terima kasihnya yang tertahan di hati sejak tadi ingin diluapkannya.


"Terima kasih karena telah membantuku meyakinkan Mama dan Papa," ucap Axel masih memeluk Athena erat-erat.


"Aku lakukan bukan hanya untuk Kakak, aku lakukan itu juga untuk diriku sendiri. Aku tak ingin mereka menganggap Kak Axel tak mampu menjagaku karena kita masih tamatan SMA. Jika aku bercerita seperti itu, Mama dan papa justru malah kagum sama Kakak. Lagi pula itu bukan cerita bohong, itu adalah kenyataan yang sebenarnya. Aku hanya ingin Mama dan Papa tahu kalau Kakak itu bukan laki-laki biasa, tapi luar biasa," ucap Athena.


Axel langsung menggendong Athena ke ranjang, Athena kaget tapi justru menutup mulutnya agar tak bersuara keras.


"Tidur di sini ya sayang," ucap Axel lagi rebah di samping Athena.


"Iih, jangan Kak, nggak baik! Apa kata Mommy dan Daddy nanti?" ucap Athena bertanya yang tak perlu jawaban.


"Kalau Mommy dan Daddy terserah aja orangnya. Kita tamat SMA aja udah di suruh nikah kok," ucap Axel.


"Ya tapi kita 'kan belum ...,"


Athena tak sempat menyelesaikan ucapannya. Axel telah buru-buru menyumpal bibir gadis itu. Hari ini mendapat kesempatan berduaan dengan gadis itu tak akan di sia-siakannya. Hasratnya yang ditahan saat menjadi makhluk tak kasat mata ingin dilampiaskan, karena Axel merasa, sekarang dia mampu untuk bertanggung jawab terhadap gadis itu.


T-shirt Axel telah melayang jatuh ke lantai dan satu per satu kancing kemeja Athena pun sudah mulai terlepas. Terdengar deru nafas mereka yang memburu, seiring nafsu yang menggebu-gebu. Tangan Axel telah menyusup kebalik punggung gadis itu.


"Suamiku," ucap Athena dengan mata yang terpejam.


Athena tanpa sadar mengucapkan itu, jika Axel inginkan dirinya maka dia akan menyerahkan dirinya. Baginya Axel telah lama dianggap sebagai suaminya. Tapi ucapan Athena justru menyadarkan Axel. Teringat kembali kata-kata yang justru mengingatkannya pada masa-masa saat menjadi hantu. Ucapan yang pernah dilontarkannya sendiri.


~ Kamu tidak boleh menyerahkan dirimu pada sembarangan orang. Kamu hanya boleh menyerahkan dirimu pada suamimu, dengan begitu dia akan selalu menghargaimu. Hidupmu tidak akan tenang jika menyerahkan kesucianmu pada laki-laki yang bukan suamimu ~


Aksi Axel terhenti, dia tak boleh melanggar ucapannya sendiri. Athena membuka matanya dan merasa heran melihat Axel yang hanya diam menatapnya.


"Aku mencintaimu Athena, ini sudah cukup bagiku untuk membuktikan cintamu," ucap Axel sambil memasang kembali kancing kemeja Athena.


Gadis itu merengut dan duduk, melihat itu Axel tersenyum sambil menangkup wajah gadis yang dicintainya itu.


"Kamu benar kalau kita berdua saja di ruangan ini bisa bahaya! Kita bisa-bisa lupa diri. Aku tidak akan merendahkan gadis yang aku cintai dengan cara seperti itu. Aku akan berjuang untuk segera tamat kuliah dan memiliki pekerjaan setelah itu melamarmu, kamu bersedia menungguku 'kan?" tanya Axel.


Athena mengangguk, Axel memeluk gadis yang dicintainya itu lalu mengecup puncak rambutnya. Axel mengantarkan Athena ke kamar tamu untuk beristirahat.


"Istirahat ya sayang! Kalau mau mulai besok kita mulai belajar untuk persiapan tes masuk perguruan tinggi, Ok!" ucap Axel.


"Ok!"


Athena pun masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Tinggal Axel yang termangu menatap daun pintu dihadapannya.


Hampir saja, huufh benar-benar bahaya. Kami tidak boleh menyerempet-menyerempet situasi seperti tadi. Terima kasih sayang telah mengingatkanku, terima kasih. Aku sudah tahu kalau kamu sungguh-sungguh mencintaiku, batin Axel.

__ADS_1


Laki-laki itu kembali ke kamarnya, meski akhirnya susah tidur namun tekadnya untuk mulai giat belajar bersama Athena membuat Axel akhirnya tertidur.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2