Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 36 ~ Siapa Axel ? ~


__ADS_3

Raihan menceritakan pada Athena tentang mimpinya yang bertemu dengan Raihanna. Raihan telah mengenal Athena di dalam mimpi itu. Raihanna ingin Raihan lebih mengenal Athena. Raihanna ingin Raihan berbahagia dengan Athena.


"Kamu gadis yang baik dan kita sama. Sama-sama memiliki seseorang di hati kita" ucap Raihan sambil menatap Athena.


Athena hanya menunduk, Raihan menatap gadis yang sedang termenung itu.


"Hei, mikirin apa?" tanya Raihan sambil tersenyum.


"Nggak apa-apa Kak" ucap Athena.


"Kamu sedih karena tidak bisa bahagia bersama dengan Axel?" tanya Raihan.


"Heee.. Kak Raihan kenapa bisa tahu namanya?" tanya Athena.


"Dia memperkenalkan diri dan memintaku untuk menjagamu. Kamu mau?" ucap Raihan sambil tersenyum.


"Terima kasih Kak tapi tidak usah" ucap Athena sambil tertawa.


"Aku tahu kamu akan menjawab itu. Seperti yang aku katakan tadi, kita sama dan tidak ada niat untuk menggeser posisi mereka di hati kita meski tidak bisa bersama" jelas Raihan.


"Ya, tapi Kak, jika Kak Raihanna menginginkan kakak untuk melanjutkan hidup tanpa dirinya. Kak Raihanna akan sedih jika kakak tidak mencoba untuk melanjutkan hidup dan bahagia bersama gadis lain. Coba membuka hati Kak, agar kak Raihanna bahagia" ucap Athena.


"Apa kamu bisa?" tanya Raihan sambil tersenyum.


"Aku tidak bisa, aku sudah mencoba tapi gagal. Aku tidak ingin mencoba lagi" ucap Athena.


"Mungkin saat itu kamu salah memilih orang? Kenapa tidak mencoba lagi. Aku rasa dia juga ingin kamu bahagia dengan laki-laki lain" ucap Raihan.


"Tidak akan, karena dia ada kak. Aku masih bisa bertemu dengannya. Berbeda dengan kak Raihanna" ucap Athena.


"Baiklah, aku akan mencoba meski aku tidak yakin" ucap Raihan sambil tersenyum.


"Kak, aku harus pulang. Aku senang kakak bisa berkumpul lagi dengan keluarga. Kak Raihanna juga pasti akan senang. Sekarang urusanku sudah beres, aku harus segera pulang kak" ucap Athena.


"Aku akan mengantarmu" ucap Raihan.


"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri" ucap Athena.


"Aku akan mengantarmu sampai jalan desa. Gadis cantik jalan di perbukitan ini bisa bahaya" ucap Raihan menakuti sambil tertawa.


"Baiklah kalau begitu sampai jalan desa" ucap Athena setuju.


Athena pun pamit dengan orang tua Raihan yang memutuskan untuk menginap di sana. Raisa memeluk erat Athena, mereka sekeluarga sangat berterima kasih pada gadis itu.


Meski berat melepas gadis itu pulang sendiri akhirnya mereka membiarkan Athena pulang. Raihan mengantar Athena sampai jalan desa.


"Maaf sudah merepotkanmu" ucap Raihan.


"Tidak kak, anggap saja lagi jalan-jalan. Kakak semangat menulis novelnya saya bangga bisa berkenalan dengan penulis terkenal" ucap Athena merasa bangga.


"Aku akan ingin memberikan kejutan untukmu suatu, aku harap saat itu kamu sudah memiliki seseorang di sampingmu" ucap Raihan.


Athena hanya tersenyum, gadis itu sama sekali tidak ingin berjanji apa pun tentang itu. Mereka pun berpisah Athena melanjutkan jalannya menuju pusat desa untuk mencapai angkutan umum.


Athena menunggu angkutan umum yang bisa membawanya ke pusat kota. Sambil menunggu gadis itu duduk di sebuah warung dan membeli minuman ringan.


"Kakak dari kota ya?" tanya gadis penunggu warung.


"Ya, apa masih lama menunggu angkutan untuk ke kota?" tanya Athena.


"Lumayan lama kak, bisa nanti sore baru datang" ucap gadis itu


"Setelah itu tidak ada angkutan umum lagi?" tanya Athena mulai cemas.


"Ada, tapi agak lebih malam lagi" ucap gadis itu.


Athena merasa cemas, gadis itu tidak pernah jalan sejauh ini hingga pulang larut malam. Sekarang dia hanya berdo'a semoga angkutan umum nya cepat datang hingga tidak terlalu malam hingga sampai di rumah.


"Kakak kuliah?" tanya gadis itu membuyarkan lamunan Athena.


"Belum, masih kelas XII" ucap Athena.


"Oh, gaya gadis kota memang beda. Terlihat lebih dewasa" ucap gadis itu.


"Cepat tua maksudnya?" tanya Athena.


"Nggak, nggak kak, bukan itu, sangat bergaya dan terlihat matang" ucap gadis itu lagi.


"Masa sih? Aku ini terkenal ceroboh. Mana mungkin gadis ceroboh itu terlihat matang" ucap Athena.

__ADS_1


Gadis itu tertawa, mereka pun saling berkenalan. Hani, nama gadis itu memperlihatkan foto pacarnya yang sedang kuliah di kota.


"Ini kak, namanya Hardy. Sebentar lagi mau semester lima di sebuah universitas swasta elit di kota" ucapnya sambil memperlihatkan foto-foto di ponselnya.


Athena terkejut hingga akhirnya tanpa di disadarinya merebut ponsel itu dari tangan Hani dengan paksa.


"Siapa namanya?" tanya Athena sekali lagi.


"Hardy. Dia itu dulu tinggal di sana. Toko sembako itu milik pamannya. Kak Hardy bantu-bantu di sana sejak kecil hingga SMA. Saat naik kelas XI kak Hardy pindah ke kota dan hidup sendiri di sana" cerita gadis itu.


"Sekarang masih sering pulang ke sini?" tanya Athena.


"Udah jarang kak. Bahkan udah hampir nggak pernah pulang lagi" ucap Hani.


"Kamu nggak ingin bertemu dengannya lagi?" tanya Athena.


"Ingin Kak, tapi bagaimana lagi dianya nggak pulang-pulang" jawab Hani.


"Kapan terakhir dia pulang?" tanya Athena.


"Sekitar dua tahun lalu. Dia bilang mau masuk universitas jadi nggak bakalan pulang hingga di wisuda" jelas Hani dengan raut wajah sedih.


"Sejauh mana hubungan kalian? Maaf jika aku bertanya sesuatu yang sangat pribadi" tanya Athena.


"Nggak apa-apa Kak, kami juga pacaran nggak aneh-aneh kok. Kak Hardy orangnya baik. Paling dia cuma menciumku" ucap Hani.


"Mencium Hani? Dia sangat mencintai Hani?" tanya Athena.


Hana mengangguk.


"Boleh aku meminta fotonya, mungkin aku bisa mencarinya di kota?" tanya Athena.


"Boleh Kak, saya kirim sama kakak ya" ucap gadis itu.


Hani pun mengirimkan beberapa foto Hardy. Hani sangat senang saat mendengar Athena ingin menolongnya mencari Hardy.


"Kalau bertemu, apa yang ingin Hani tanyakan?" ucap Athena.


"Kapan pulang dan kapan nikahin Hani?" tanya Hani.


"Dia berjanji akan menikahi Hani?" tanya Athena.


"Ya, Kak. Setelah wisuda dia bilang akan menikahi Hani. Tapi Hani agak kurang yakin" ucap Hani.


"Terakhir-terakhir itu sikap agak aneh, orang sini bilang seperti kepribadian ganda" ucap Hani.


"APA? Kepribadian ganda?" tanya Athena tidak yakin dengan ucapan Hani.


"Ya, Kak. Sikapnya suka berubah-ubah. Kadang baik kadang cuek. Kadang mesra dan sayang banget sama Hani tapi kadang tak acuh sama Hani. Makanya orang bilang dia itu kepribadian ganda. Pamannya saja suka bingung di bikinnya. Kadang rajin, kadang malas membantu. Dan juga kadang pinter kadang biasa aja" jelas Hani panjang lebar.


"Kamu tahu di Universitas apa dia kuliah?" tanya Athena.


"Tau kak, ntar Hani catat buat kak Athena ya" ucap Hani.


Athena tercenung menatap foto-foto yang telah di kirimkan Hani padanya. Gadis itu menatap Hani yang sedang menuliskan nama universitas tempat Hardy kuliah.


"Hani sangat mencintainya?" tanya Athena.


"Ya, Kak. Kak Hardy adalah cinta pertama dan terakhir bagi Hani" ucap Hani sambil tersenyum.


"Dia juga sangat mencintai Hani?" tanya Athena.


"Ya, Dia janji setelah wisuda dia akan nikahi Hani dan membawa Hani ke kota" ucap Hani.


Athena memandang foto yang begitu banyak di kirimkan Hani padanya. Tak terasa hari sudah sore, mereka menunggu angkutan umum untuk ke kota. Hani meminta nomor ponsel Athena. Mereka pun bertukar nomor ponsel.


Athena naik angkutan umum yang akan membawanya kembali ke kota. Gadis itu menatap Hani yang tersenyum sambil melambaikan tangan padanya. Gadis itu berharap Athena bisa menemukan Hardy dan memberikan kabar Hardy padanya.


"Bagaimana cara memberi tahu kalau laki-laki yang di tunggunya ternyata telah meninggal?" bisik hati Athena.


Tanpa terasa air matanya mengalir, gadis itu sangat sedih melihat ketulusan cinta Hani. Menunggu cinta pertamanya dengan begitu setia. Hani bercerita telah banyak laki-laki yang ingin melamar gadis manis itu.


Tapi dia tetap menunggu cinta pertamanya yang hilang tanpa kabar berita.


"Di kampung ini anak gadis seusia ku sudah menikah kak, atau minimal sudah mulai di incar orang" ucap Hani.


"Tapi bukannya UU pernikahan melarang menikah di usia muda?" ucap Athena.


"Di sini mana ngerti hal seperti itu kak, tamat SMA sudah segera di nikahkan, sedangkan tamat SMP saja udah mulai ada yang melamar. Tapi Hani tetap menolak karena Hani ingin menunggu janji kak Hardy" ucap gadis lugu itu.

__ADS_1


Athena segera menghapus air matanya. Athena tidak ingin menjadi perhatian orang-orang dalam angkutan umum seperti bus antar propinsi namun dengan ukuran yang tidak terlalu besar itu.


Sesampai di rumah Athena melepas lelahnya dengan berendam di bathtub. Menyandarkan kepalanya menatap ke langit-langit kamar mandi. Air matanya mengalir ke samping matanya. Gadis itu lelah hingga akhirnya tertidur.


"Sayang, ayo bangun ini sudah pergantian waktu. Bangunlah, jangan tidur sambil mandi" ucap Axel.


Athena kaget langsung menutupi tubuhnya.


"Apa yang kakak lakukan di sini?" teriak Athena.


"Aku memanggilmu dari tadi tapi kamu diam saja. Apa kamu tidak tahu kalau aku begitu khawatir melihat ekspresimu sejak di kampung tadi" ucap Axel.


"Alasan, sana cepat keluar. Nggak sopan masuk ke dalam kamar mandi anak gadis. Kakak mau ngintip ya?" teriak Athena yang kesal Axel beraninya masuk saat dia di kamar mandi.


"Nggak sayang, aku nggak lihat apa-apa. Aku cuma mau bangunin kamu. Kamu ketiduran aku khawatir kamu bisa tenggelam karena ketiduran" ucap dengan raut wajah khawatir.


"Ya sudah sana keluar dulu, nanti Athena keluar" ucap Athena mengusir Axel.


Axel menuruti ucapan Athena, laki-laki itu sabar menunggu di kamar. Saat Athena keluar dari kamar Axel langsung tersenyum menyambut tapi tatapan Athena sama sekali tidak bersahabat. Athena terlihat kesal pada Axel. Laki-laki itu diam menunggu Athena menjelaskan kemarahannya.


"Apa Kak Axel ikut mendukungku bersama Kak Raihan? Kalian, Kak Axel dan Kak Raihanna berniat menjodohkanku dengannya?" tanya Athena.


"Dia laki-laki baik Athena, dia bisa menjadi pelindungmu. Dia juga laki-laki penyayang dan bijaksana, dia bisa membimbingmu" jelas Axel seperti seorang tersangka.


"Gimana dengan Kak Axel? Kakak tidak mau melindungiku lagi? Tidak mau membimbingku lagi?" tanya Athena.


"Tapi dia nyata Athena, dia ada dan siap setiap saat melindungimu. Aku tidak bisa melakukan itu, aku menyayangimu tapi tak bisa melindungimu. Itu sangat menyakitkanku" ucap Axel.


"Baiklah kalau tidak ingin tersakiti lagi, tidak ingin mengkhawatirkanku pergi sana jauh" ucap Athena yang kemudian disesalinya.


Saat melihat Axel tertunduk gadis itu langsung menggenggam tangan Axel erat. Laki-laki itu heran dengan sikap Athena. Mata gadis itu berkaca-kaca.


"Kenapa?" tanya Axel.


"Aku mengusirmu lagi" ucap gadis itu sambil mempererat genggaman tangannya.


"Menggenggam tanganmu erat tidak ada artinya. Aku tetap bisa pergi jika aku mau" ucap Axel tersenyum.


Athena memeluk Axel, laki-laki itu kembali tersenyum.


"Memelukku juga tidak bisa menghalangiku jika aku ingin pergi" ucap Axel semakin tersenyum.


"Jangan pergi" ucap Athena akhirnya.


"Kata-kata ini yang bisa menghalangiku untuk pergi" ucap Axel sambil menangkup wajah Athena.


"Jangan menemuinya, jangan ingat lagi padanya. Lupakan dia, jangan kembali padanya" ucap Athena menangis.


"Apa maksudmu Athena?" tanya Axel heran.


"Kamu mengikutiku hingga ke desa itu kan? Kamu mendengar percakapanku dengan gadis itu kan?" tanya Athena.


Axel mengangguk, segera Athena melepas pelukannya dan mengambil ponsel di atas meja belajarnya. Membuka galeri ponsel dan memperlihatkan pada laki-laki itu. Axel terkejut saat melihat foto-foto yang tersimpan di ponsel Athena.


"Siapa ini?" tanya Axel tidak yakin dengan apa yang dilihatnya.


"Itu Kak Axel kan? Laki-laki yang bersama dengan Hani itu Kak Axel kan?" tanya Athena dengan air mata yang mengalir.


"Dia menunggu Kakak, dia setia menunggu Kakak. Dia ingin menagih janji Kakak untuk menikahinya. Lupakan dia, jangan mengingatnya. Jangan mengingatnya lagi" ucap Athena memohon.


Axel masih terdiam melihat banyaknya foto dirinya bersama dengan gadis bernama Hani. Axel menatap Athena yang menangis, dengan pandangan yang nanar. Hatinya terguncang tidak menyangka jika dulunya memiliki seseorang yang dicintainya.


"Aku sama sekali tidak mengingatnya. Athena aku tidak akan mencintai siapa pun kecuali kamu" ucap Axel ingin meyakinkan Athena.


Gadis itu menangis di pelukan Axel.


"Gimana nanti saat kakak kembali ingat padanya. Kakak pasti akan kembali mencintainya" ucap Athena serak.


"Kalau begitu lebih baik aku tidak mengingat siapa diriku. Aku tidak peduli siapa aku, biarlah aku lupa selamanya asalkan itu bisa membuatku tetap mencintaimu" ucap Axel sambil membalas pelukan Athena erat-erat.


"Nama kakak sebenarnya Hardy tapi kenapa bisa mengenakan seragam Axel?" tanya Athena.


"Aku tidak peduli lagi namaku Axel atau Hardy yang penting aku ingin tetap di sini bersamamu" ucap Axel.


"Tapi gimana dengan janjiku pada Hani, dia pasti menanti kabar dariku. Aku tahu kamu telah meninggal, nggak mungkin memberitahukan berita seperti itu sementara aku sendiri tidak tahu di mana makam kakak" ucap Athena.


"Jangan pikirkan dia, katakan saja kamu belum mendapat petunjuk tentang keberadaanku" ucap Axel.


"Ada yang aneh dengan cerita Hani. Dia berkata sikap Hardy seperti memiliki kepribadian ganda, saat mendengar itu aku teringat pada ucapan pak TU. Axel Cullen juga memiliki kepribadian ganda bukan? Apa Hardy dan Axel Cullen adalah orang yang sama?" tanya Athena.

__ADS_1


Athena mulai merasa aneh setelah mengingat kembali ucapan Hani dan Bapak TU. Gadis itu ingin kembali mengusut tentang jati diri Axel atau Hardy.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2