
Seperti biasa, yang dilakukan Axel semalaman adalah menunggu Athena bangun sambil terus menatapnya. Kali ini Axel lebih tidak sabaran menunggu gadis itu bangun. Karena seperti yang diucapkannya semalam, saat pergantian waktu dia akan menagih kembali arti kata yang diucapkan Athena.
Axel oppa, Axel oppa, apa maksudnya, batin Axel.
Axel menyentuh bulu mata Athena, terlihat gerakan halus disitu.
Aha... aku sudah muncul lagi, aku sudah bisa menyentuhmu lagi, tiba saatnya pembalasanku, batin Axel.
Menatap wajah Athena yang masih tidur tepat didepannya. Axel meniup lembut wajah Athena untuk membangunkannya. Kelopak mata gadis itu bergerak, perlahan membuka matanya.
Melihat Axel yang tepat dihadapannya, dengan cepat Athena menutup matanya kembali.
"Jangan pura-pura tidur, aku tau kamu sudah bangun" ucap Axel.
Athena akhirnya membuka mata, langsung tersenyum cengengesan, seperti meminta pengampunan. Wajah Axel begitu dekat, hanya sejengkal diatasnya.
"Katakan apa arti ucapanmu semalam" ucap Axel.
"Yang mana ?" tanya Athena masih cengengesan.
"Jangan pura-pura lupa" ucap Axel.
"Aku lupa" jawab Athena jelas pura-pura.
"Katakan artinya atau aku akan menciummu" bisik Axel.
"Haaa... bukannya kemarin mau klitikin aja" ucap Athena.
"Ganti hukuman.. sekarang aku maunya itu, ayo cepat, katakan apa artinya" ucap Axel lagi.
Athena diam, dia hanya tersenyum.
"Apa ? aku penasaran" ucap Axel memelas.
Athena tetap diam, hanya tersenyum. Axel mulai mendekatkan wajahnya. Athena masih diam.
"Sedikit lagi bibirku akan menyentuh bibirmu" bisik Axel.
Athena tetap diam, pandangan matanya justru mengikuti bibir Axel yang semakin mendekat. Bibir Axel terus mendekat, terus mendekat, Athena masih memilih diam. Axel tidak bisa menghentikannya lagi perlahan menempelkan bibirnya ke bibir lembut Athena. Gadis itu tersenyum lalu mulai merasakan tarikan lembut dari bibir laki-laki itu.
Tanpa disadarinya, Athena melingkarkan tangannya ke leher hantu tampan itu. Membuat Axel semakin ingin membenamkan bibirnya ke rongga mulut gadis itu. Nafas Athena memburu, gadis itu menarik tubuh Axel agar lebih mendekat. Ingin menikmati ciuman hangat laki-laki itu lebih dalam.
Mereka mulai memainkan lidahnya, Axel dan Athena sama-sama mencari, sama-sama ingin menemukan dan sama-sama ingin menangkapnya, merasakan kelembutannya dan rasa manisnya.
Terus dan terus, gadis itu tidak ingin segera melepaskan ciuman itu jika saja nafasnya tidak tersengal-sengal. Axel mundur perlahan, lalu menatap wajah Athena yang sedang mengatur nafasnya.
Athena menangkup wajah laki-laki tampan itu. Tiba-tiba Athena menangis, Axel panik.
"Kenapa Athena ? apa kamu menyesal ? maafkan aku" ucap Axel hendak bangkit menjauh.
Tapi Athena justru menguatkan lingkaran tangannya dileher Axel, hingga membuat Axel jatuh menindih tubuh Athena. Axel membalas pelukan itu dan menghirup sela-sela pundak dan leher Athena.
Axel mengangkat tubuh Athena dan membuat mereka sama-sama terduduk. Masih dengan posisi memeluk, Athena sama sekali tidak mengendorkan pelukannya.
"Kenapa kamu selalu mendorongku bersama Evan ? apa kamu tidak menginginkanku ?" ucap Athena sambil terisak.
"Dia adalah cinta pertamamu dan sebentar lagi akan terwujud. Aku tidak ingin mengganggumu, aku tidak ingin suatu saat kamu menyesal karena tidak mencoba bersamanya. Athena, aku bisa menunggumu, aku rela menunggumu sampai kapanpun" ucap Axel.
"Kamu janji ?" tanya Athena mengangkat wajahnya menatap Axel.
"Bukannya kamu tidak suka kalau aku berjanji ?" ucap Axel sambil menepis rambut yang menutupi sebagian wajah Athena.
Athena menggeleng, wajahnya masih basah karena air mata.
"Tidak untuk yang satu ini, aku ingin kamu berjanji menungguku" ucap Athena.
"Baiklah, aku berjanji" ucap Axel.
Athena lega, gadis itu bersandar di dada Axel, tangannya melingkar dipinggang hantu ganteng itu.
"Gimana kalau aku benar-benar pacaran dengannya, kamu akan menungguku berapa lama ?" tanya Athena
"Selamanya, aku akan menunggumu selamanya, bahkan jika kamu menikah dengannya, memiliki anak dengannya, memiliki cucu dengannya, sampai rambutmu memutih, aku akan tetap menunggumu" ucap Axel.
"Mana mungkin seperti itu, rambutku memutih kamu masih seganteng ini. Mana mungkin kamu masih mau menungguku" ucap Athena sambil melepas pelukannya.
"Aku serius, di mataku kamu akan tetap seperti ini" ucap Axel.
"Gombal, itu karena kamu belum melihatku dengan rambut putih dan wajah keriput, sedikit lebih tua saja, mungkin kamu sudah meninggalkanku" ucap Athena sambil berdiri di depan jendela.
Axel memeluk Athena dari belakang dan meletakkan dagunya dipundak gadis itu.
"Buktikan saja" ucap Axel.
Athena tersenyum lalu menoleh kearah laki-laki itu, Axel juga menoleh pada Athena. Hidung mereka bersentuhan, Axel kembali mengejar bibir gadis itu. Athena membelai wajah Axel, mereka kembali berciuman, hingga Axel berubah menjadi bayangan. Axel menunduk kecewa, Athena tertawa.
Pagi itu adalah pagi yang indah bagi Athena, semua orang di beri hadiah olehnya, apa hadiahnya ? sebuah senyuman, gratis. Athena duduk di bangkunya, Kimmy sudah datang lebih dulu. Kimmy heran melihat raut ceria Athena.
"Napa loe ? baru menang undian ? ceria banget" ucap Kimmy.
"Ini lebih dari sekedar menang undian" ucap Athena berbinar.
"Apa itu ? aaahh... Evan udah nembak kamu ?" tanya Kimmy.
"Nggak, bukan itu" ucap Athena.
__ADS_1
"Apa dong ?" tanya Kimmy.
"Rahasia" ucap Athena, yang langsung bikin Kimmy sebal.
Tiba-tiba terlihat Luna yang masuk ke kelas dan berjalan menghampiri Athena. Gadis itu duduk dibangku kosong disamping Athena.
"Selamat ya, kamu yang terpilih menjadi pasangan Evan untuk acara perpisahan sekolah kita" ucap Luna sambil mengulurkan tangannya.
Athena menyambut jabat tangan Luna, Kimmy waspada memperhatikan tindak tanduk Luna. Gadis itu sama sekali tidak percaya kalau Luna bermaksud baik mengucapkan selamat pada Athena.
"Makasih, mudah-mudahan kamu juga dapatkan yang kamu inginkan" ucap Athena.
"Kamu nggak bisa berbasa-basi. Kamu pasti tau siapa yang aku inginkan" ucap Luna.
"Maaf, tapi bukannya kamu yang mutusin hubungan kamu dengan Evan ?" tanya Athena.
"Ya, itu agar dia sadar kalau dia nggak bisa pisah dari gue. Bisa dibilang itu adalah gertakan untuknya, tapi ternyata justru putus beneran" ucap Luna.
"Jadi, kamu masih cinta sama dia ?" tanya Athena, lengan gadis itu langsung yang disentuh oleh Kimmy.
"Sejak awal hingga akhir" ucap Luna.
"Kamu pasti nyesel banget akhirnya putus sama dia ?" tanya Athena.
"Andai dia nggak kenal kamu, mungkin saat ini masih ngemis buat balikan sama aku" ucap Luna.
"Maaf" ucap Athena.
"Sudahlah, mungkin ini karma ku karena telah merebut jabatan OSIS yang harusnya jadi milikmu" ucap Luna tersenyum miring.
"Aku tidak berpikir sampai kesitu" ucap Athena.
"Kamu tau ? anak IPA akan lakukan apapun agar posisi ketua tidak jatuh ke tangan anak IPS" ucap Luna sambil tertawa miring.
"Aku benar-benar tidak tau itu" ucap Athena.
"Sama dengan pacaran dengan anak IPS, anak IPA tidak akan mencari pacar anak IPS karena itu akan menjatuhkan derajatnya. Anak IPA hanya pacaran dengan anak IPA" jelas Luna.
"Bagaimana dengan Evan, dekat denganku berarti menjatuhkan derajat nya ?" tanya Athena.
"Hmm, tapi karena popularitasmu sedang naik jadi sepertinya tidak masalah baginya. Kamu dianggap seperti Cinderella, upik abu yang tiba-tiba disukai pangeran. Cinderella, meski dipandang rendah tapi banyak orang yang mendukungnya untuk mendapatkan pangeran, benarkan ? jadi sekarang Evan sedang menikmati perannya sebagai pangeran" cerita Luna.
Evan tidak sungguh-sungguh menyukaiku, batin Athena.
"Dia dipandang sebagai pangeran yang baik hati, yang demi cinta rela menurunkan derajatnya. Kamu tau ? dikalangan gadis-gadis dia semakin populer, gadis IPS yang tadinya tidak berani menyukainya, sekarang memiliki angan-angan untuk bisa bersamanya. Suatu saat bisa menjadi Cinderella selanjutnya setelah dirimu" lanjut Luna.
Memanfaatkanku untuk menaikkan popularitasnya sebagai pangeran baik hati, heh.. , kenapa tidak ada orang yang tulus menyukai seseorang tanpa niat apapun ? batin Athena.
"Aku beri kamu bocoran, Evan sedang mempersiapkan pernyataan cinta yang spektakuler untukmu" ucap Luna.
"Persiapkan dirimu" ucap Luna sambil tersenyum, lalu berdiri melambaikan tangan pada Athena keluar dari kelas.
"Loe percaya sama omongannya ?" tanya Kimmy.
"Omongan siapa ? " tanya Vivi yang baru datang.
"Itu si Luna" ucap Kimmy.
"Jadi tadi dia ngobrol sama kamu ? ngomongin apa ?" tanya Vivi.
"Evan mau menyatakan cinta sama Athena, pas pesta perpisahan nanti" ucap Kimmy.
"Benarkah ? wow hebat.. kamu bakal jadian sama Evan ? Athena selamat ya" ucap Vivi sambil melompat.
Kimmy dan Athena hanya menatap dengan tajam pada Vivi. Wajah mereka cemberut.
"Kenapa ? kok pada cemberut sih ?" tanya Vivi.
"Kamu nggak denger obrolan kami sih, Evan itu nggak tulus sama Athena, dia cuma ingin meningkatkan popularitasnya dengan berperan sebagai pangeran yang baik hati mau pacaran sama anak IPS" ucap Kimmy.
"Ya ampun jadi itu sebabnya, Athena jangan pikirin itu. Loe percaya sama ucapan Luna ? dia itu, nggak bisa move on dari Evan dan berharap, Evan juga nggak bisa move on dari dia. Dia nggak bisa terima kalau Evan benar-benar suka sama loe. Luna pasti iri kalau Evan bisa bahagia sama loe " ucap Vivi.
"Benar juga, napa kita percaya ama ucapan dia ya ?" tanya Kimmy.
"Athena, mau Evan tulus atau nggak, loe mesti mencoba. Jangan menyerah sebelum bertanding. Orang yang awalnya beneran tulus aja masih bisa bubar, begitu juga sebaliknya orang yang awalnya nggak tulus bisa bener-bener jatuh cinta karena lama-lama bisa merasakan ketulusan dari pasangannya" jelas Vivi.
"Benar juga Athena, kalau loe mundur sekarang, suatu saat loe bakal menyesal karena nggak mencoba. Bener yang diucapin Vivi, kita nggak tau apa yang akan terjadi. Bisa jadi Evan bener-bener suka sama loe" ucap Kimmy.
Athena bingung lalu menoleh pada Axel, laki-laki itu hanya tersenyum hambar.
"Maju Dewi Perang jangan pedulikan Luna" ucap Vivi mengepalkan tangan memberi semangat.
"Yap.. jangan menyerah kami dukung kamu Upik abu yang berubah menjadi Cinderella" ucap Kimmy.
"Jangan lebay deh" ucap Athena.
Athena kembali melirik Axel yang berdiri dibelakang Vivi. Gadis itu menghela nafas panjang. Semakin dekat dengan idaman hatinya justru perasaannya menjadi resah.
Semua ini karena kamu Axel, aku nggak bakalan bimbang menerima Evan jika aku nggak kenal kamu, batin Athena sambil menggigit bibirnya.
Bel berbunyi, merekapun belajar. Sejak mendapat peringkat sepuluh umum, Athena benar-benar belajar serius, dia tidak ingin apa yang telah dicapainya buyar hilang sia-sia setelah mencapai apa yang diinginkannya.
Semua orang akan mengira dia belajar hanya untuk bisa menjadi pasangan Evan. Athena tidak ingin orang berpikiran seperti itu. Yang terpenting baginya adalah apa yang telah dicapainya tidak sia-sia dan usaha Axel membantunya juga tidak percuma.
Sambil bercanda Kimmy, Athena dan Vivi, berjalan menuju gerbang sekolah. Mereka lega setelah melewati pelajaran hari ini yang cukup membuat tangan mereka pegal.
__ADS_1
Athena yang biasanya protes terhadap gurunya, sekarang tidak membantah apapun perintah gurunya. Sejak masuk peringkat, gadis itu serius memahami pelajarannya.
Hari ini jam pelajaran terakhir, Athena sedang berusaha membuat sebuah lukisan dengan tampilan yang bisa dilihat dengan mata biasa bukan dengan mata bathin.
Kalau dulu, saat tugas melukis dia akan menyiprat sembarangan cat minyak ke kanvas di hadapannya. Saat ditanya guru.
"Lukisan apa itu Athena"
"Lukisan Abstrak ?" jawab Athena, dia sendiri ragu dengan jawabannya.
"Ibu tau, aliran lukisanmu itu abstrak. Tapi ini lukisan apa ? menceritakan tentang apa ?" tanya guru seni.
Semua anak-anak dikelas melukis itu cekikikan mendengar jawaban Athena pada guru seni. Mereka tau kalau Athena hanya sembarangan menyipratkan cat ke kanvasnya tanpa ada maknanya.
"Setiap lukisan itu punya arti, punya cerita dibalik lukisan itu. Meski terlihat acak-acakan, hanya terlihat seperti cipratan-cipratan tapi pelukis dapat menjelaskan apa yang ada dipikirannya saat membuat sebuah lukisan" jelas guru itu pada semua siswa.
Para siswa mengangguk sambil cekikikan, menahan mulut mereka dengan tangan agar tidak mengeluarkan suara.
"Apa yang bisa kamu jelaskan dari lukisan ini ?" tanya guru kembali pada Athena.
"Mmmm... ini tentang seorang laki-laki tampan yang hidup dalam kegelapan ?" jawabnya sembarangan.
"Wah hebat Athena" ucap seorang siswa sambil tertawa.
"Athena pelukis misteri, cuma dia yang bisa mengerti" ucap seorang siswa, yang lain langsung tertawa.
Athena meringis mendengar teriakan teman-teman sekelasnya. Hanya karena warna-warna gelap yang masih tersedia di kotaknya sementara warna-warna cerah telah habis terpakai.
Athena lupa untuk membeli yang baru, jadi dia menggunakan warna yang ada untuk lukisannya.
"Ya.. Athena hebat bisa melihat ada laki-laki tampan dalam lukisannya" teriak yang lain.
Semua tertawa lagi.
"Tau darimana kalau dia tampan ?" teriak yang lain.
Kembali semua tertawa.
"Tentang seorang laki-laki tampan yang hidup dalam kegelapan" ucap guru itu mengulang ucapan Athena.
Guru itu langsung mendekat pada lukisan yang memang didominasi warna gelap itu. Mendekat hingga sangat dekat, Athena juga ikut mendekat seperti guru itu.
Lalu menoleh pada guru itu, dia sendiri tidak tau apa yang dicari gurunya dalam lukisan itu.
"Kamu yakin kalau disitu ada pria tampan ?" tanya guru itu.
Siswa dikelas cekikikan, Athena mengangguk keras.
"Bagaimana cara kamu melihatnya ?" tanya guru itu.
"Pake mata bathin" jawab Athena.
Seisi kelas tertawa terbahak-bahak. Guru itu menggeleng-gelengkan kepala.
"Kamu bikin lukisan khusus untuk orang-orang indigo ?" ucap guru itu langsung berjalan ke arah lain.
"Kawan-kawan kalau mau liat lukisan Athena, jangan pake mata biasa tapi pake mata bathin" teriak seorang siswa, semua tertawa terbahak-bahak.
Mengingat kejadian yang telah lama berlalu itu Athena tertawa sendiri. Tiba-tiba guru menyelutuk padanya.
"Athena jangan bikin lukisan yang dilihat pakai mata bathin lagi" ucap guru seni.
"Baik bu" ucap Athena patuh.
Para siswa tertawa.
"Yah, padahal kita pengen liat laki-laki tampan dalam kegelapan lagi" ucap seorang siswa dan yang lain tertawa.
"Betul, kami sudah mengasah mata bathin kami untuk melihat lukisanmu Athena" teriak siswa lain, kelas kembali riuh.
Athena tunduk tersipu.
"Kok mereka nggak lupa-lupa sih sama kejadian itu ?" tanya Athena pada Vivi.
"Salah loe sendiri sih, nyuruh orang liat lukisan pake mata bathin" ucap Vivi sambil tertawa.
Dan sekarang Athena serius membuat lukisannya, walau tidak terlihat begitu bagus namun dia bisa menjelaskannya.
"Lukisan apa itu Athena ?" tanya gurunya.
"Lukisan tentang seorang laki-laki yang kesepian ditengah keramaian" ucap Athena.
Guru itu kembali mengamati lukisan itu.
"Itu dia orangnya ?" tanya guru itu menunjukkan bentuk sebuah bayangan tubuh laki-laki yang tinggi.
Athena mengangguk, semua penasaran ingin melihat.
"Wah beneran ada" teriak siswa lain.
Mereka bergantian melihat lukisan Athena.
"Apa nama lukisan ini"
"A X E L"
__ADS_1
...~ Bersambung ~...