
Athena bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Sekali lagi gadis itu membaca pesan yang dikirim Axel ke ponselnya. Gadis itu merasa ada yang aneh karena tak biasanya Axel memintanya berangkat kuliah sendiri.
"Biasanya memaksakan diri untuk menjemput? Dilarang jemput malah memaksa datang. Sekarang aku berangkat siang, malah nggak bisa jemput," ucap Athena bicara sendiri.
Gadis itu kembali memastikan isi pesan yang dikirim Axel ke ponselnya. Gadis itu kembali merasa heran. Axel memintanya datang ke gedung jurusannya.
Disuruh dandan yang cantik lagi? Apa maksudnya? Apa dia ingin mengenalkan seseorang padaku hingga aku harus terlihat cantik? batin Athena.
Athena tersenyum sendiri melihat permintaan laki-laki yang dicintainya itu. Meskipun begitu, Athena tetap memenuhi permintaan laki-laki itu. Berangkat sendiri ke kampus, datang ke gedung jurusan Axel setelah kuliahnya usai, dan berdandan yang cantik.
Selama perkuliahan, pikiran Athena lebih banyak melayang pada laki-laki tampan itu. Baginya keinginan Axel terasa aneh. Tak biasanya Axel meminta yang macam-macam.
Tumben Kak Axel ini minta yang aneh-aneh? Ada acara apa ya? Apa ada surprise? tanya Athena dalam hati.
Dengan hati berbunga-bunga gadis itu menanti, berakhirnya jam kuliah. Begitu selesai, Athena meminta diantar ke gedung jurusan Axel. Ketiga temannya itu pun bersedia mengantar Athena.
"Rasanya seperti mengantar pengantin ya? Athena cantik sekali hari ini," ucap Okta.
"Ya, aku pikir juga begitu," ucap Adit sambil mengemudikan mobilnya.
"Nanti kami tunggu atau langsung pergi?" tanya Sari.
"Mmm, gimana ya?" tanya Athena bingung.
"Ya udah, kalau gitu kami tunggu aja dulu, nanti kalau Axel ajak pacaran, tinggal usir kami," ucap Okta.
"Ih, masa sih Athena tega begitu? Paling kita disuruh pulang aja," ucap Sari lalu tertawa dan yang lain pun ikut tertawa.
"Ya nggak mungkinlah Athena begitu. Athena ini baik hati, nggak mungkin kejam gitu suruh kita pergi. Paling kita diminta jangan gangguin dia--"
"Itu sih sama aja ngusir," ucap Okta protes ucapan Adit.
Mereka tertawa bersama-sama. Empat sekawan itu memang sangat akrab dan mereka sangat mendukung kisah cinta Athena. Saat tiba di depan gedung jurusan Axel, Athena segera turun dari mobil Adit.
"Kirimkan kiss bye ku untuk Axel ya?" teriak Sari. Athena tersenyum dan yang lain tertawa.
"Athena tunggu!" jerit Okta melongok dari jendela mobil.
__ADS_1
"Muter dulu!" teriak Okta sambil menggerakkan jari telunjuknya dengan arah memutar.
Athena pun menuruti permintaan Okta. Gadis itu berputar seperti memperagakan gaun yang dipakainya. Adit langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Oh cantik sekali, aku nggak mau lihat. Takut jatuh cinta!" ungkap Adit lalu tertawa.
"Ya, bisa patah hati kamu nanti. Athena itu udah banyak tolak cowok mentah-mentah. Paling jago bikin cowok patah hati," ucap Sari.
"Udah Athena! Udah cantik banget!" seru Okta sambil mengacungkan jempolnya.
Athena pun mulai melangkah ke kelas Axel. Laki-laki itu meminta Athena untuk menemuinya di bangku panjang di bawah pohon rindang di depan kelasnya. Dengan senyum yang mengembang di bibir Athena melangkah ke arah tempat yang ditentukan Axel.
Sementara itu Axel yang telah selesai sidang skripsi segera menunggu kekasihnya untuk datang ke kampusnya. Axel ingin memberi kejutan pada gadis itu dengan penampilannya yang terlihat sangat gagah mengenakan jas berwarna hitam. Awalnya Axel ingin mendatangi gadis itu ke gedung jurusan.
Namun, rasa percaya diri Axel tak sebesar itu. Jika semua orang sudah memandangnya saat datang menemui Athena, jangankan berani melamar Athena. Masuk ke area fakultas Athena saja, Axel sudah grogi dengan penampilannya seperti itu.
Axel menunggu gadis terkasihnya sambil sesekali mengeluarkan kotak segi empat kecil itu dari balik saku jas nya. Tiba-tiba Axella datang setelah kembali dari kelasnya yang ditinggal saat menunggu Axel di ruang sidang skripsi.
"Udah siap untuk melamar Athena?" tanya Axella melihat Axel yang membuka kotak berisi cincin berlian itu.
"Kamu ingat kan? Kalau kamu punya hutang permintaan padaku? Kamu juga masih ingat kan? Kalau aku akan menagihnya setelah lulus sidang skripsi?" tanya Axella sekaligus mengingatkan janji Axel yang akan memenuhi permintaannya.
"Ya aku ingat, mumpung Athena belum datang, katakanlah! Akan aku kabulkan," ucap Axel.
Justru aku ingin menunggu Athena, batin Axella.
"Mm, aku ragu, apa kamu mau mengabulkannya?" ucap Axella.
"Memangnya kamu mau minta apa?" tanya Axel.
"Kalau minta cium, boleh nggak?"
"Apa?" tanya Axel tak percaya.
Axella langsung tertawa. Axel yang tadi terkejut dan terlihat agak panik, kini mulai menampilkan wajah lega. Sebuah permintaan yang tak akan bisa dikabulkannya. Sementara Axel telah berjanji untuk memenuhi permintaan Axella. Melihat Axella yang tertawa, Axel langsung ingat kalau gadis itu memang suka mengerjainya.
"Baiklah! Aku tak akan memintamu untuk menciumku. Karena aku tahu itu tidak mungkin kamu kabulkan," ucap Axella.
__ADS_1
"Kalau tahu tak bisa dikabulkan kenapa malah minta itu?" tanya Axel.
"Ya, coba-coba, mana tahu dikabulkan," ucap Axella sambil tersenyum.
"Jangan begitu, jangan pernah mengujiku. Tanpa diuji pun kamu tahu kalau aku tak akan mengkhianati Athena," ucap Axel.
"Aku suka sama kamu," ucap Axella pelan seperti bicara pada dirinya sendiri.
"Apa?" tanya Axel tak percaya dengan pendengarannya.
"Aku tahu ini aneh. Aku suka padamu sejak awal kita bertemu. Saat Ospek hari pertama. Semakin mengenalmu, aku semakin kagum. Semangatmu menjalani kuliah dengan mata kuliah sebanyak itu. Kagum pada kecerdasanmu. Kagum pada cintamu untuk Athena tapi ... semakin lama kekagumanku pada cintamu justru membuatku iri. Dalam hati ingin merebutmu dari Athena--"
"Axella ... aku--"
"Aku tahu, kamu hanya menganggap aku sebagai teman biasa. Aku tahu kamu tak akan mengkhianati Athena. Aku juga tahu kalau setelah ini kamu tak akan mau menatap wajahku lagi--"
"Axella?" tanya Axel sambil menatap wajah gadis itu.
Ada rasa bersalah muncul saat Axella mengucapkan kata-kata itu. Sejujurnya Axel tak ingin sampai seperti itu, tetapi janjinya pada Athena membuatnya harus melakukan itu. Meski tak tega, Axel akhirnya tak menyangkal ucapan Axella.
"Artinya kita tak akan bertemu lagi 'kan? Bolehkah karena alasan itu, aku membencimu? Bolehkah karena alasan itu aku sangat membenci Athena?" tanya Axella.
"Wajar jika kamu membenciku dan Athena. Setelah apa yang kamu lakukan untukku, aku begitu tega berjanji seperti itu pada Athena," ungkap Axel.
"Aku tak akan membencimu dan Athena lagi jika kamu mau memenuhi satu hal itu," ucap Axella.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Axel.
"Aku tak akan memintamu untuk menciumku. Aku hanya ingin kamu diam setelah aku melakukan sesuatu," ucap Axella.
"Apa itu?" tanya Axel.
"Ini," ucap Axella lalu melingkarkan tangannya ke leher Axel dan langsung mencium bibir laki-laki itu, tepat di saat Athena datang untuk menemui Axel.
Laki-laki itu tak diminta menciumnya tetapi hanya diminta diam selama Axella melakukan keinginannya. Axel kaget. Ingin menghindari tapi gadis itu telah terlanjur memeluknya. Sementara Athena yang telah datang justru menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kalau Axel berciuman dengan Axella. Posisi Axel yang membelakangi arah datang Athena, tak menyadari kehadiran gadis yang dicintainya itu.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1