
Athena mengajak Axel masuk ke dalam rumah setelah Axel mencium Athena. Laki-laki itu seperti enggan melepas ciumannya. Meski terlihat agak kesal namun akhirnya Axel membenarkan ucapan Athena.
Axel yakin orang tuanya telah lama menunggu. Akhirnya Athena bertemu dengan ayah dari laki-laki tampan itu. Dan Athena merasa kalau ketampanan Axel memang berkat andil dari laki-laki paruh baya yang masih terlihat tampan di usia yang sudah tak muda lagi itu. Ny. Olivia yang begitu senang melihat kedatangan Athena, langsung mengajak Athena makan malam.
Saat makan malam Athena mendapat bermacam-macam pertanyaan. Sekolah, hobby, teman-teman, pacar dan lain sebagainya. Namun, hal yang paling disukai oleh Tn. Cullen adalah jurusan IPS.
"Kamu bisa mengambil jurusan Manajemen Bisnis lalu menjalankan perusahaan keluarga. Bayangkan, cantik, pintar, pimpinan perusahaan, wah, Athena tidak ada lawan lagi," ucap Tom Cullen.
Athena tersenyum sipu, dalam hatinya masih jauh bayangannya untuk mencapai hal yang seperti itu. Setelah asyik makan malam sambil berbincang mereka beralih duduk di beranda belakang sambil menikmati taman yang asri. Hembusan angin lembut membuat semuanya merasakan suasana yang nyaman dan akrab.
Athena dengan cepat dapat beradaptasi dengan keluarga itu karena mereka yang memang sangat terbuka pada Athena. Ny. Olivia bahkan membandingkan Athena dengan gadis-gadis yang pernah di kenalkan padanya. Namun, tak satupun dari gadis-gadis itu yang berhasil menarik hatinya.
"Dari sekian banyak gadis yang dikenalkan Axel sama Mommy, cuma Athena yang Mommy suka," ucap Olivia.
"Kenapa Mom? Apa alasannya?" tanya Tom Cullen.
"Entahlah, mungkin karena namanya. Nama Athena itu membawa kebahagiaan bagi Mommy. Itu adalah tempat yang berkesan bagi Mommy," ucap Olivia.
"Ya, dulu Mommy cerita kalau Mommy suka jalan-jalan ke kota Athena," sahut Athena.
"Bukan hanya karena suka jalan-jalan ke sana tapi karena itu adalah kota pertama kali kami bertemu," ucap Tom Cullen.
Ny. Olivia langsung mencubit lengan suaminya karena membuka rahasia mereka.
"Oh begitu, jadi Daddy dan Mommy jadian di kota itu?" tanya Athena.
"Bukan, itu kota lain lagi. Athena adalah kota pertama kali kami bertemu, saat itu belum jadian bahkan belum kenalan. Mommy dan Daddy hanya pelancong yang kebetulan bertemu di cafe. Kebetulan saat itu Cafe cukup penuh dan Daddy minta izin untuk duduk di meja yang sama dengan Mommy. Kami saling cuek ..."
"Benarkah? Mommy cuek? Daddy rasa waktu itu Mommy suka lirik-lirik Daddy," sahut Tom Cullen dan langsung tertawa.
"Ya, itu karena sebentar-sebentar Daddy menoleh padaku," protes Olivia.
"Tapi siapa yang melirik-lirik duluan?" tanya Tom Cullen.
"Daddy lah," jawab Olivia.
"Bukannya Mommy dulu, yang pura-pura baca pamflet sambil ngintip-ngintip? Masa baca informasi sedikit itu saja bisa lama? Itu untuk menutupi mata Mommy yang ngintip-ngintip Daddy 'kan?" tanya Tom Cullen sambil tertawa.
Kembali Ny. Olivia mencubit lengan si Daddy. Athena tersenyum melihat keharmonisan pasangan suami istri itu.
"Jadi tidak bisa di buktikan siapa yang melirik duluan? Apa kita periksa kamera pengawas saja?" tanya Athena sambil tersenyum.
__ADS_1
Mereka tertawa.
"Menurutmu siapa di antara kami yang melirik dan naksir duluan?" tanya Olivia.
Athena berpikir sebentar lalu menatap wajah Ny. Olivia dan Tn. Tom Cullen berganti. Lalu seperti berpikir keras dengan mata yang agak di sipitkan. Axel tersenyum sambil menunduk untuk menahan ketawanya. Bukan hanya karena gaya Athena yang lucu meniru seorang detektif yang sedang mengamati tapi juga tingkah kedua orang tuanya yang serius dan penasaran menunggu analisa dari Athena.
"Kalau menurut saya, di meja itu, Mommy yang melirik Daddy duluan karena Daddy sangat tampan dan menarik. Jadi Mommy nggak tahan untuk melirik-lirik pada Daddy," ucap Athena.
"Benarkan kataku? Mommy yang naksir Daddy duluan," ucap Tom Cullen lalu tertawa.
Tn. Tom Cullen merasa menang dan senang karena Athena memihak padanya. Saking senangnya Tn. Tom sampai melakukan hi five dengan Axel. Axel ikut bangga sebagai sesama laki-laki. Melihat itu Ny. Olivia cemberut, wanita cantik di usia yang tak muda lagi itu merasa iri dengan kekompakan kedua laki-laki itu.
Sementara Athena yang sesama wanita dengannya, tak memilih memenangkannya. Athena tersenyum melihat Ny. Olivia yang seperti merajuk.
"Ah, Athena nggak cs-an sama Mommy. Meski kenyataannya Mommy yang lirik duluan, jangan di kasih tau yang sebenarnya. Jadinya Mommy kalah deh," ucap Olivia pasang muka cemberut.
"Jadi Mommy kalah, kita yang menang. Club laki-laki tampan," ucap Tom Cullen sambil kembali hi five dengan putranya.
"Kalah? Memangnya cari siapa yang naksir duluan itu ada menang dan kalahnya? Kalau gitu Mommy yang menang ....,"
"APA?" Serentak semua berseru.
"Kok bisa Mommy yang menang?" tanya Axel bernada protes.
"Tadi saya bilang kalau di meja itu, di me-ja i-tu, memang Mommy yang melirik Daddy duluan karena Daddy sangat tampan dan menarik. Tapi yang suka dan naksir duluan itu Daddy," ucap Athena pasti.
"Lho kok bisa gitu?" tanya Axel lagi yang sebenarnya juga sama dengan pertanyaan dalam hati Ny. Olivia.
"Karena ceritanya Cafe itu cukup penuh jadi belum benar-benar penuh, masih ada tempat kosong yang lain, tapi Daddy malah minta izin duduk di hadapan Mommy. Itu karena saat mencari tempat duduk, Daddy melihat seorang gadis cantik yang duduk seorang diri. Dan Daddy langsung tertarik dan naksir sama Mommy makanya minta izin duduk di hadapan Mommy," jelas Athena.
"Benarkah? Benarkah?" tanya Olivia pada Athena lalu beralih bertanya pada suaminya.
"Bener Dad?" tanya Axel.
Tn. Tom Cullen tersenyum mengangguk sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Tn. Tom Cullen tersenyum malu-malu pada semua karena kenyataan yang tertebak oleh Athena.
"Yey ..., ternyata Mommy menang," ucap Olivia langsung memeluk Athena yang duduk di sampingnya.
Athena tersenyum melihat kebahagiaan Ny. Olivia yang luar biasa seperti habis memenangkan sebuah lotre. Sementara Tn. Cullen tersenyum pada putranya sambil mencebik. Namun kemudian keduanya tertawa, Axel menatap kagum pada Athena, laki-laki itu semakin menyukai Athena.
Tak ada alasan bagi Axel untuk tidak menyukai gadis itu, dia mampu berbaur dengan kedua orang tuanya. Athena mampu membawa keceriaan dalam keluarga itu dan Athena juga sangat di sukai oleh kedua orang kaya yang terhormat itu.
__ADS_1
Mereka kembali berbincang-bincang dan tertawa. Mereka bahkan tertawa sampai terpingkal-pingkal. Tubuh Ny. Olivia terasa letih setelah tertawa begitu lama. Akhirnya kedua orang tua itu minta diri kembali ke kamar dan memberi kesempatan pada putranya untuk berduaan dengan Athena.
Padahal Tn. Tom Cullen masih ingin berbincang dengan Athena tapi karena di ajak sambil di cubit di tambah dibelalakkan mata akhirnya, ayah Axel itu berdiri dan melangkah mengikuti istrinya.
Tinggallah Axel dan Athena berdua di beranda itu. Axel pindah ke samping Athena. Laki-laki itu langsung merangkul bahu Athena dan membenamkan bibirnya.
"Kamu mengagumkan Athena," bisik Axel.
Athena tersenyum sambil menunduk, ada perasaan bahagia karena di sukai oleh orang tua Axel. Tapi merasa risau saat menyadari laki-laki yang dihadapinya itu bukanlah laki-laki yang dicintainya.
Kenapa aku harus berusaha di sukai mereka? Mereka menyukaiku, hatiku merasa bahagia, tapi apa tujuannya? Untuk menarik hati mereka agar diterima sebagai gadis yang ingin menjadi pacar anaknya? Tidak, aku jelas-jelas tak ingin jadi pacar Axel. Lalu untuk apa aku melakukan semua ini? Untuk menarik hati Axel? Tak perlu melakukan itu pun Axel telah menyukaiku, batin Athena.
Gadis itu berpikir keras tentang tujuannya dekat dengan keluarga itu. Hingga dia tidak menyadari kalau Axel telah memainkan lidahnya dalam rongga mulut Athena. Gadis itu seperti tidak merasakan apa-apa, hanya sibuk dengan pikirannya. Athena diam, Axel semakin menjadi-jadi, dengan nafas memburu laki-laki itu mencoba menyusupkan tangannya ke balik gaun Athena.
Athena tersadar, merasakan tangan Axel yang menyentuh pahanya. Athena langsung mendorong hingga laki-laki itu tersandar mundur. Axel bingung, tadi Athena seperti membiarkan dia berlaku mesra tapi tiba-tiba gadis itu mendorongnya ke belakang.
Athena menatap tajam ke mata laki-laki itu, rasa bingung Axel akhirnya berubah. Dia sadar kalau Athena tidak suka diperlakukan seperti itu.
"Maafkan aku Athena, aku tidak sadar karena ..., karena aku sangat mencintaimu. Aku ingin memilikimu, aku tidak tahan ingin segera menjadikanmu milikku," ucap Axel memohon.
"Seperti itu caranya ingin memiliki seseorang? Baiklah aku mengerti, karena selama ini, saat ingin memiliki seseorang Kakak melakukannya dengan caranya seperti itu. Dan biasanya berhasil. Tapi aku tidak, mungkin karena hingga kini aku belum begitu menyukaimu hingga aku tidak bersedia menyerahkan diriku pada Kak Axel," ucap Athena.
"Athena ...,"
"Jika Kak Axel lelah, jika Kak Axel capek atau bosan tak kunjung mendapatkan apa yang Kak Axel inginkan dariku. Silahkan cari cewek lain untuk memuaskan hasrat Kakak, saya akan berhenti sampai di sini," ucap Athena langsung berdiri dari kursi beranda itu.
Axel langsung menangkap tangan Athena.
"Athena, jangan seperti itu. Jika aku tahu kamu tidak menginginkannya, aku juga tidak akan melakukan itu. Tadi aku pikir kamu pasrah dan juga menginginkanku, karena itu aku ..., maaf Athena, aku tidak akan mencari cewek lain. Aku akan menunggumu, sampai kamu menyerahkan diri dengan ikhlas padaku," jelas Axel.
"Bagaimana kalau itu tidak terjadi? Bagaimana kalau hubungan kita memburuk, Kakak telah menyia-nyiakan waktu bersamaku. Apa Kak Axel tidak akan menyesal?" tanya Athena.
"Tidak akan Athena, aku tidak akan menyerah ataupun menyesal. Tidak akan ada penyesalan menunggu seseorang yang dicintai," ucap Axel.
Axel berdiri di hadapan Athena.
"Rasanya aku hampir gila, aku begitu menyukaimu. Dalam mimpi aku telah memilikimu, aku merasa bingung antara mimpi dan kenyataan. Apa yang harus kulakukan Athena, aku lebih suka hidupku dalam mimpi karena di situ kamu menginginkanku. Di sana, kita saling mencintai Athena" ucap Axel dengan mata yang berkaca-kaca.
Axel mendekati Athena dan memeluk gadis itu.
"Aku akan menunggumu, aku rela menunggumu sampai kamu benar-benar menjadi milikku dan kamu bersedia menyerahkan dirimu, hatimu, cintamu padaku seperti di dalam mimpiku," ucap Axel.
__ADS_1
Athena terdiam, setengah hatinya percaya ucapan Axel. Namun setengahnya lagi masih meragukannya karena Athena telah tahu pergaulan Axel selama ini yang selalu mendapatkan apa yang diinginkannya baik dengan cuma-cuma atau dengan sedikit usaha dari laki-laki itu.
...~ Bersambung ~...