Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 26 ~ Farewell Party ~


__ADS_3

Athena pulang diantar Evan, memegang gagang pintu kamarnya sekian lama. Gadis itu ragu apa yang harus dilakukannya saat bertemu dengan Axel. Mengabaikannya atau mengamuk sejadi-jadinya.


Tega sekali kamu membohongiku, tega sekali kamu memanfaatkan perasaanku, ini yang kamu inginkan? tinggal dikamarku, bebas menciumku? membuat aku jatuh cinta padamu? baiklah aku tidak akan tertipu lagi. Aku akan menetapkan hatiku pada Evan, setelah itu kamu boleh pergi, aku tidak memerlukan kemampuan melihat hantu sepertimu lagi, jerit hati Athena.


Axel tersenyum saat melihat Athena masuk ke kamarnya, laki-laki itu langsung mendekatinya dan menyapa. Tapi sikap Athena yang acuh tak acuh membuat Axel heran dan berpikir kalau Athena tidak bisa mendengar dan melihatnya.


"Athena, kamu kenapa? apa tidak bisa mendengarku? tidak bisa melihatku?" tanya Axel sambil mengikuti kemana pun Athena pergi.


Tapi Athena tetap tidak menunjukkan kepeduliannya, Axel mengira gadis itu bercanda seperti dulu. Axel mencoba menggoda Athena tapi gadis itu justru menunjukkan ekspresi marah.


"STOP...!!! jangan ganggu aku lagi" ucap Athena sambil menatap tajam ke arah Axel.


"Athena, ada apa? kenapa kamu marah?" tanya Axel kaget dengan sikap keras gadis itu.


"Tanyakan pada dirimu sendiri? apa karena telah terbiasa hingga membuatmu lupa dan tidak merasa bersalah sama sekali" ucap Athena.


"Aku tidak mengerti Athena, aku lupa, aku benar-benar tidak tahu apa salahku. Katakan saja, aku benar-benar tidak tahu?" tanya Axel.


Athena tertawa miring.


"Aku tidak ingin melihatmu lagi, aku tidak suka dengan orang yang suka berbohong" ucap Athena dengan mata yang lurus menatap mata Axel.


Laki-laki itu tertunduk, setelah mengatakan tentang kebohongan barulah Axel sadar. Satu-satunya kebohongan Axel adalah membuat gadis itu percaya bahwa kemampuannya melihat makhluk gaib adalah karena anugrah atas perbuatan baiknya.


"Tapi Athena, aku lakukan semua itu karena.."


"Cukup, apa pun alasannya, aku tidak terima" balas Athena dengan cepat.


"Tapi Athena...,"


"CUKUP..!!!, aku tidak mau dengar apa-apa lagi. Kamu jahat, kamu cuma mau manfaatin aku, kamu jahat, aku benci padamu" teriak Athena sambil menunduk dan menutup kedua telinganya.


Gadis itu tidak mau mendengar penjelasan Axel lagi. Axel sangat ingin memeluk Athena tapi laki-laki itu masih berbentuk bayangan. Axel panik ingin menenangkan Athena tapi gadis itu tidak mau melihatnya lagi.


Tiba-tiba terdengar ketukan pintu, mama Athena muncul dari balik pintu.


"Sayang kamu kenapa?" tanya mama Athena sambil memeluk Athena yang menangis.


Athena tidak menjawab, gadis itu justru semakin menangis. Mama Athena panik melihat anak satu-satunya itu bersikap seperti itu. Axel hanya bisa menatap mereka dengan pandangan sedih.


"Usir dia" bisik Athena.


"Siapa?" tanya mama Athena sambil melihat sekeliling.


Athena hanya diam, itu membuat mamanya semakin bingung. Axel tertunduk, meski pelan tapi laki-laki itu mendengar ucapan Athena. Athena ingin ibunya mengusir Axel. Laki-laki itu menitikkan air mata lalu menghilang dari kamar.


"Ayo Athena kamu harus siap-siap untuk ke pesta. Mama antar kamu ke salon ya sayang" bujuk mama Athena.


Athena melepaskan pelukannya lalu menoleh ke sekeliling kamarnya. Gadis itu kembali menitikkan air mata. Ada perasaan menyesal dengan ucapannya setelah tak lagi melihat Axel. Melihat sikap Athena mamanya semakin cemas.


"Kamu kenapa nak? kamu sakit? apa bertengkar dengan Evan?" tanya mama Athena.


Athena menggelengkan kepalanya.


"Kamu nggak mau ke pesta itu? kalau kamu nggak mau datang ya sudah, kamu nggak usah datang" kata mama Athena.


Athena kembali menggeleng.


"Athena mau siap-siap ma, nanti nggak keburu" ucap Athena lalu melangkah ke kamar mandi.


"Mama antar kamu ke salon ya" ucap mama Athena lagi.


Athena mengangguk.


Mama Athena mengantar anak gadisnya untuk berias di salon langganannya.


"Anak gadis Tante cantik sekali. Gimana kalau di dandan ya bisa ngalahin model internasional" ucap seorang penata rias.


Penata rias itu mulai sibuk mendandani Athena.


"Anak siapa dulu dong?" ucap mama Athena.


"Mamanya aja cantik anak gadisnya juga cantik lah" ucap penata rias yang lain.


"Tapi lagi patah hati ya, kok dari tadi cemberut aja?" tanya penata rias lain.


Athena hanya tersenyum sekilas.

__ADS_1


"Nggak mungkin patah hati, cantik begini siapa yang mau ninggalin. Yang ada malah adek ini yang mutusin pacarnya" ucap gadis yang merias Athena.


"Tenang aja, abis ini banyak yang datang menggantikan. Adek cantik ini pasti menjadi bintang pesta malam ini" ucap penata rias lain.


Mama Athena hanya senyum-senyum mendengar obrolan kedua penata rias yang sibuk mempercantik putrinya. Tak berapa lama kemudian mereka selesai merias gadis itu.


Seperti yang mereka janjikan Athena tampil begitu cantik dengan make up yang tidak meninggalkan kesan cantik gadis remaja. Mama Athena sangat puas dengan hasil kerja kedua penata rias itu, karenanya mama Athena memberi tips pada keduanya.


Setelah sampai di rumah Athena langsung berlari ke kamarnya. Athena kecewa saat tidak melihat Axel di kamar itu.


Kenapa selalu seperti ini? kenapa aku tidak bisa menahan emosi? begitu cepat mengusirnya begitu cepat merindukannya, jika seperti ini akhirnya kenapa tadi aku memarahinya? kenapa membuatnya pergi? batin Athena menangis.


Athena menitikkan air mata, lalu segera menghapusnya, tak lama kemudian terdengar ketukan pintu.


"Sayang itu Evan sudah datang, ayo turun" ucap mama Athena memberitahu.


Maafkan aku Axel, jangan pergi, aku akan mencarimu di rooftop. Jangan sembunyi ya, ucap Athena dalam hati.


Gadis itu segera keluar dari kamar dan menemui Evan. Laki-laki itu langsung terpesona menatap Athena yang terlihat sangat cantik dengan gaun selutut dan sepatu high heels yang cantik.


Evan tersenyum tak berkedip memandang Athena, rasanya sedetik saja melepaskan pandangannya, Evan merasa sangat rugi. Jantung laki-laki itu langsung berdebar, begitu juga dengan Athena yang dilihat dengan cara seperti itu.


Mama Athena berdehem untuk menyadarkan Evan, laki-laki itu langsung tersenyum pada mama Athena.


"Maaf Tante, habisnya Athena cantik sekali" ucap laki-laki itu sambil mengusap tengkuknya sendiri.


"Ya sudah kalian berangkatlah, menyetirnya jangan ngebut dan pulang jangan terlalu malam ya" pesan mama Athena.


"Baik Tante" ucap Evan cepat.


Mereka berangkat ke sekolah, seperti yang disarankan mama Athena. Evan menyetir sangat lambat, bukan karena patuh pada pesan mama Athena tapi karena Evan merasa ingin berlama-lama berdua bersama Athena.


Saat sampai di parkiran sekolah, Evan bahkan tidak buru-buru membuka pintu mobil. Athena memandang heran pada Evan yang masih diam di dalam mobil. Gadis itu mencoba membuka sendiri pintunya tapi tidak bisa karena central lock masih belum di buka.


Athena diam memandang ke depan, menunggu apa maksud Evan belum membuka pintu mobilnya.


"Aku ingin lebih lama denganmu, aku takut kamu akan menolakku dan kita akan saling menjauh" ucap Evan tiba-tiba memecah kesunyian.


Athena hanya diam, dia sendiri tidak bisa menjanjikan apa-apa karena hingga ini masih belum yakin dengan perasaannya. Jawaban untuk pertanyaan Evan pun masih belum dipersiapkannya.


"Sayang, tolong jangan permalukan aku nanti, terimalah cintaku. Tolong terima aku jadi pacarmu" pinta Evan.


Evan mungkin tidak akan menghentikan aksinya jika mereka tidak dikagetkan oleh teman-teman Evan yang parkir di sebelah mobilnya.


"Nanti aja lanjutin sekarang masuk dulu" teriak teman Evan sambil melongok ke dalam mobil Evan.


Sial, mengganggu saja, awas kalian, batin Evan.


Evan menggerutu dalam hati namun tersenyum diwajahnya.


"Mereka bilang lanjutin nanti, kamu mau kan?" tanya Evan sambil tersenyum.


Athena hanya tersenyum tipis. Evan membuka central lock, Athena hendak membuka pintu. Namun, Evan melarangnya, laki-laki itu keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil Athena kemudian mempersilakan keluar.


Athena tersenyum tipis, perlakuan Evan sangat manis tapi perasaannya masih galau karena kepergian Axel. Gadis itu ingin segera mencarinya di rooftop sekolah.


Acara perpisahan pun di mulai beberapa orang penyanyi solo tampil secara bergantian begitu juga dengan kelompok boy band dan girl band. Bahkan grup band sekolah juga tampil membawakan lagu-lagu yang sedang hits.


Saat alunan musik lembut mengalun siswa-siswi yang hadir langsung mengambil posisi berdansa. Evan pun mengajak Athena berdansa tapi gadis itu menolak.


"Aku tidak bisa berdansa" ucap Athena.


"Aku juga tidak bisa tapi kita lihat dan ikuti saja mereka. Berpelukan dan bergerak sedikit saja, itu sudah berdansa namanya" ucap Evan bercanda.


Athena tertawa, gadis itu berpaling ke arah lain. Terlihat Luna yang melihat ke arahnya. Tawa Athena langsung menghilang lalu menoleh pada Evan. Laki-laki itu meraih pinggang Athena dan merapatkan tubuh mereka. Evan mendekat kemudian mengecup bibir Athena.


Gadis itu salah tingkah karena sikap Evan yang begitu berani bermesraan di depan banyak orang. Tapi Evan tak peduli kembali mengecup bibir Athena, gadis itu ingin menghindar tapi Evan justru mengencangkan pelukannya.


"Evan jangan seperti ini, aku malu" ucap Athena akhirnya.


Gadis itu lebih banyak diam, hanya sekedar tersenyum atau tertawa. Namun, kali ini Athena bicara karena tidak tahan dengan sikap Evan yang terlalu berani.


"Luna melihat ke arah sini" lanjut Athena.


"Apa hubungannya dengan kita? tentu saja dia melihatmu. Dia pasti sangat iri padamu, kamu terlihat begitu cantik malam ini" ucap Evan.


"Tapi jangan seperti ini, aku tidak enak hati dengannya" ucap Athena.

__ADS_1


"Kamu ini gadis yang sangat baik masih memikirkan perasaan orang lain jika gadis lain pasti semakin jadi untuk memanasinya" ujar Evan.


"Ayo kita duduk" ucap Athena.


Evan mengangguk, karena dari tadi mereka sudah berdiri menonton pertunjukan di panggung. Tiba-tiba Vivi dan seorang laki-laki yang tidak dikenal datang. Vivi langsung memperkenalkan laki-laki itu pada Athena dan Evan.


Selagi laki-laki gandengan Vivi berbincang dengan Evan, Athena berbisik pada Vivi.


"Apa dia si handsome private teacher?" tanya Athena.


Vivi mengangguk-angguk, Athena tersenyum.


"Kalian sudah jadian?" tanya Athena lagi.


Vivi kembali mengangguk, Athena tercengang.


"Benarkah? kapan?" tanya Athena lagi.


"Barusan, sekarang giliranmu. Apa kalian sudah jadian?" tanya Vivi yang dibalas gelengan kepala oleh Athena.


"Kapan dia mau nembak kamu?" tanya Vivi di sela-sela hingar-bingar suara alat musik.


Athena hanya mengangkat bahu.


"Mana Kimmy, kamu sudah melihatnya?" tanya Vivi.


"Belum, aku dari tadi di sini tapi belum melihatnya, apa kita telpon dia?" ucap Athena langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Kimmy.


"Aku sudah di sini" ucap Kimmy mengagetkan Vivi dan Athena.


Kimmy memperkenalkan laki-laki yang datang bersamanya. Mereka saling berjabat tangan, melihat itu Evan langsung datang menghampiri dan ikut berkenalan, begitu juga dengan laki-laki yang di panggil handsome private teacher.


Mereka bergabung dan berbincang-bincang bersama di sebuah meja bundar, selama pembicaraan itu Evan tak sekali pun melepaskan rangkulannya dari bahu Athena. Laki-laki itu ingin menunjukkan kepada semua orang yang hadir di acara itu bahwa Athena adalah pasangannya.


Bahkan sesekali laki-laki itu mengecup pipi Athena. Gadis itu merasa jengah dengan sikap Evan namun yang lain justru merasa iri melihat sikap manis Evan. Para cowok pasangan lain pun berlomba untuk menunjukkan kemesraan mereka.


Athena menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kenapa, memangnya cuma kita yang boleh bermesraan, mereka juga mau" ucap Evan yang semakin berani bahkan mencium bibir Athena.


Gadis itu terbelalak bukan hanya karena tingkah Evan tapi juga karena Athena yang melihat Luna sedang berjalan mendekat.


"Kamu jadi naik panggung" tanya Luna sambil menggebrak meja.


"Jadi dong justru itu intinya aku hadir di sini" ucap Evan yang menatap lurus ke arah Luna.


Luna menatap wajah Evan dengan tatapan yang sendu. Athena merasa kalau Luna masih mencintai Evan sementara laki-laki itu justru merasa bangga karena bisa move on dari Luna. Evan semakin mengencangkan rangkulannya hingga membuat Athena jatuh kedadanya.


Laki-laki itu langsung meraih bibir Athena dan menciumnya dengan sangat dalam, Luna langsung pergi dari tempat itu. Athena mendorong Evan, gadis itu tidak suka dimanfaatkan untuk membuat Luna cemburu.


"Kamu masih menyukainya, kamu ingin membuatnya cemburu? kalau kamu masih peduli pada perasaannya kembali saja padanya" ucap Athena yang hendak berdiri.


Evan menahan tangan Athena.


"Aku tidak peduli pada perasaannya, aku hanya merasa bangga bisa menjadi pasanganmu. Aku ingin menunjukkan padanya kalau aku sudah memiliki seorang yang sangat berarti bagiku" ucap Evan dengan wajah yang memelas.


Tiba-tiba terdengar host yang memanggil nama Evan, laki-laki itu langsung tersenyum pada orang-orang di sekitar yang melihat kearahnya.


"Tunggu di sini ya, ini adalah saatnya" ucap Evan kemudian melangkah ke atas panggung.


Di atas panggung laki-laki membacakan sebuah puisi. Puisi yang diciptakannya sendiri dan dipersembahkannya untuk Athena. Semua hadirin menoleh pada Athena, mereka terkagum-kagum dan iri mendengar indahnya puisi persembahan Evan.


Puisi yang berisi tentang kekagumannya pada Athena. Semua terkesima mendengarnya terutama para siswi-siswi. Mereka sebentar-sebentar melirik ke arah Athena. Ada yang kagum padanya ada juga yang iri padanya.


Hingga tiba saatnya Evan memanggil Athena ke panggung. Vivi dan Kimmy langsung mendorong Athena ke atas panggung. Athena melangkah dengan ragu-ragu.


Di atas panggung Evan memperkenalkan Athena sebagai gadis pujaannya. Evan menyatakan cintanya dan meminta Athena untuk menjadi pacarnya. Evan menunggu jawaban dari Athena.


Semua memandang tegang, bahkan ada yang menahan napas. Athena menatap wajah Evan dengan perasaan yang bercampur aduk, panik, sedih dan takut. Sangat jelas kalau gadis itu belum siap untuk menjawab pertanyaan itu.


Tapi gadis itu juga ingin menerima laki-laki yang telah disukainya sejak mulai menginjakkan kakinya di sekolah itu. Hening sekian lama, Athena hanya diam menatap.


"Tolong jangan permalukan aku" bisik Evan.


Athena masih belum menjawab, gadis itu semakin bingung, suasana kembali hening menunggu jawaban darinya. Tiba-tiba terdengar suara Kimmy yang berteriak.


"Trima..., trima..., trima..., trima...," berulang kali.

__ADS_1


Hingga semua yang hadir ikut latah mengucapkan kata yang sama. Suara gemuruh dalam ruangan mendengungkan kata itu membuat Athena semakin panik. Baru saja gadis itu akan bersuara tiba-tiba Athena melihat sesosok bayangan yang mirip Axel, Athena diam terpaku.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2