
Axel telah berada di kamar Athena, laki-laki yang sekarang hanya bisa dilihat Athena saat pergantian waktu itu memeluk erat tubuh gadis yang dicintainya. Mengecup bibirnya berkali-kali hingga akhirnya Athena memeluk tubuh Axel lebih erat. Athena membenamkan bibirnya ke bibir laki-laki yang dirindukannya itu. Memejamkan matanya demi meresapi ciuman hangat dari laki-laki itu.
Athena terlena hingga hampir lupa. Gadis itu berencana menemui Evan malam ini meski Axel melarangnya. Namun, Athena bersikeras untuk datang ke rumah Evan.
"Axel, aku harus pergi, aku harus menemui Evan. Aku ingin dia menghapus rekaman video itu. Aku nggak ingin kamu menjadi incaran paranormal atau pemburu hantu. Aku takut mereka akan melenyapkanmu" ucap Athena semakin berkaca-kaca.
"Lebih baik aku lenyap daripada membiarkanmu menemui laki-laki jahat itu. Tidak, kamu nggak boleh menemuinya" ucap Axel sambil menangkup wajah Athena.
"Axel, kamu nggak boleh berpikiran seperti itu. Aku nggak akan membiarkan kamu diburu. Aku harus mendapatkan rekaman itu. Aku nggak mau kehilangan kamu" ucap Athena dengan air mata yang telah mengalir.
Tak terkira betapa bahagia Axel mendengar ucapan Athena. Laki-laki itu memeluk Athena dengan erat, Axel harus mencari cara untuk mengatasi ancaman Evan. Axel tidak rela jika Athena menyerahkan diri demi menyelamatkannya.
"Aku akan ikut denganmu" ucap Axel.
"Apa? Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Athena.
Axel tidak bisa menghentikan Athena untuk menemui Evan. Axel juga khawatir jika Athena pergi sendiri. Untuk itu Axel menyusun rencana untuk membalas Evan. Dan itu bisa dilakukannya selama dalam pergantian waktu.
"Kalau gitu kita harus pergi sekarang" ucap Athena.
Axel setuju, mereka segera pergi ke rumah Evan. Setelah meminta izin pada mamanya. Athena segera berangkat ke rumah Evan.
"Kenapa sekarang? Sudah hampir malam sayang" ucap mama Athena.
"Harus sekarang Ma, kalau nggak bisa terlambat" ucap Athena sambil mencium pipi mamanya.
"Mau mama anterin nggak?" teriak mama Athena.
"Nggak usah Ma" balas Athena juga berteriak.
Gadis itu langsung memesan taksi online untuk segera ke rumah Evan. Athena bahkan meminta sopir taksi itu untuk memacu kecepatan mobilnya agar segera sampai di tujuan. Athena harus mengejar waktu, agar Axel dapat membantunya menyelesaikan masalah dengan Evan.
Athena menelpon Evan agar menunggunya, Evan sangat senang mendengar kedatangan Athena. Sesampai di rumah Evan. Laki-laki itu langsung mengajak Athena ke kamarnya. Laki-laki itu langsung memaksa mencium Athena.
"Berikan ponselmu padaku, aku harus memastikan kamu menghapus rekaman itu" ucap Athena sambil menghindar dari ciuman Evan.
"Baiklah, aku juga akan membuat rekaman baru, tapi tanpa makhluk jelek itu" ucap Evan lalu memberikan ponsel itu pada Athena.
Athena menyaksikan rekaman peristiwa di kamar waktu itu. Evan tak sabar dan langsung menciumi leher gadis itu. Kesempatan itu digunakan Athena untuk mengirim rekaman video itu ke ponselnya lalu menghapus rekaman yang ada di ponsel Evan.
"Aku sudah menghapusnya" ucap Athena kemudian menyerahkan ponsel Evan kembali.
"Baiklah, sekarang kita bikin rekaman baru. Hanya aku dan kamu" ucap Evan sambil meletakkan ponselnya dalam posisi merekam.
Evan melepas kaos oblongnya dan mendekati Athena. Laki-laki itu bersiap-siap untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
"Maaf aku harus pergi, aku tidak bisa memenuhi keinginanmu. Karena mulai detik ini kita sudah tidak ada hubungan lagi. Kita putus" ucap Athena hendak berlalu dari kamar itu.
Evan langsung meraih lengan Athena, menarik gadis itu lebih mendekat. Evan tertawa sinis sambil menatap tajam langsung ke mata Athena. Gadis itu membalas, sedikit pun tidak terlihat raut takut di wajahnya.
"Kamu pikir menghapus rekaman di ponsel itu saja sudah cukup. Aku telah mengcopy rekaman itu di perangkat lain. Tampang makhluk jelekmu itu bisa tersebar " ucap Evan sambil tersenyum miring.
"Kamu tidak takut usahamu memperkosaku bisa ikut tersebar?" tanya Athena.
"Aku bisa mengeditnya sayang, bagian itu bisa kuhapus dulu" ucap Evan.
"Tapi aku sudah memiliki rekaman lengkapnya. Jika kamu nekat menyebarkan hasil editan itu, aku juga bisa menyebarkan rekaman lengkapnya" ucap Athena.
Mendengar ancaman Athena, Evan merasa kesal. Langsung saja laki-laki itu mendorong Athena ke dinding dan memaksa mencium gadis itu. Athena meronta, Evan tetap memaksa. Laki-laki itu telah kalap karena keinginannya tidak tercapai. Terbayang teman-temannya yang akan menertawakannya.
Evan berbalik mendorong Athena ke ranjang, tiba-tiba kamar itu terasa lebih terang. Evan berbalik dan melihat makhluk yang terang seperti terbakar. Makhluk itu mengibaskan tangannya dan langsung membuat Evan melayang jatuh ke lantai.
Makhluk itu berjalan mendekatinya, Evan ketakutan.
"Kamu ingin melenyapkanku? aku lebih dulu yang akan melenyapkanmu" ucap Axel.
Evan ketakutan dan langsung duduk bersimpuh memohon ampun.
__ADS_1
Athena bangun dan memeriksa ponsel Evan. Segera menghapus rekaman yang sedang berlangsung. Athena tidak ingin ada rekaman baru saat Axel mengancam Evan.
"Ampun, aku tidak berani. Aku tidak akan melakukannya lagi" ucap Evan memohon.
"Aku bisa membakarmu sekarang dan juga kamar ini. Apa keluargamu bisa secepatnya menyelamatkan diri? Aku tidak ingin menghukum orang yang tidak bersalah" ucap Axel dengan suara yang bergema.
"Tidak, tolong ampuni aku. Aku menyesal, aku tidak akan melakukannya lagi" ucap Evan.
"Kamu orang yang tidak tertolong lagi, kelakuanmu sudah banyak merugikan orang lain. Kamu tidak menghargai perempuan, menjadikan perempuan sebagai permainan. Merusak mereka yang tulus menyayangimu, kamu tidak peduli bagaimana hidup mereka selanjutnya. Orang sepertimu tak layak hidup lebih lama di dunia ini. Dan orang tuamu lebih kasihan lagi, mengira putranya adalah yang terbaik namun tidak mengetahui kelakuan anaknya yang sebenarnya. Mereka menyayangimu, membanggakanmu namun mereka tidak tahu kalau kelakuanmu sangat memalukan dan bisa merusak nama baik mereka. Suatu saat mereka akan mengetahui dan merasa sedih dan kecewa. Orang tua selalu menjadi orang yang paling terkena imbas kelakuan anaknya, yang paling bersedih untuk anaknya. Sebelum itu terjadi lebih baik aku menghentikannya sekarang ini" ucap Axel sambil mengangkat tangannya.
Evan langsung menangis meminta ampun. Laki-laki itu berjanji akan hidup lebih baik dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Evan berjanji tidak akan pernah bertaruh dengan menipu dan merusak gadis-gadis lagi. Laki-laki itu juga berjanji tidak mengungkit tentang kemunculan Axel pada siapa pun.
"Aku akan kembali jika kamu mengingkari janjimu. Rumah ini bisa kulenyapkan berikut penghuninya" ucap Axel dengan suara keras yang menggema.
Evan bertekuk lutut memohon ampun, Axel meredakan api yang muncul dari dalam tubuhnya. Hanya tersisa warna merah di matanya dan itu pun Evan tak berani menatapnya.
Setelah mendengar janji Evan, Athena dan Axel meninggalkan kamar itu. Meninggalkan Evan yang masih gemetar karena ketakutan. Laki-laki itu hingga tergolek di lantai karena kakinya tak sanggup menahan tubuhnya sambil menangis menyesali diri.
Athena dan Axel berjalan di jalanan komplek perumahan itu. Athena tersenyum memandang Axel, gadis itu langsung memeluk Axel.
"Terima kasih sayang" ucap Athena.
Panggilan yang sangat indah, Axel bahagia dan membalas pelukan Athena.
"Kamu harus cepat pulang, sebentar lagi pergantian waktu akan habis. Aku tidak bisa menemanimu, kamu terpaksa pulang sendiri sayang" ucap Axel.
"Baiklah, aku akan pulang sekarang tapi meski aku tidak bisa melihatmu, kamu tetap ada di dekatku kan?" tanya Athena.
Axel mengangguk.
"Kita akan tetap bersama"
Athena tersenyum, segera memesan taksi online untuk mereka pulang. Dan benar saja, tak lama kemudian Axel menghilang. Athena merasa sedih meski tahu Axel tetap ada di sampingnya namun gadis itu tidak bisa berbicara ataupun mendengar suaranya lagi.
Athena menghempaskan dirinya di ranjang. Begitu sampai di rumah gadis itu merasa lelah. Membayangkan kejadian yang menimpanya tadi dan rasa takut yang hanya disimpannya sendiri.
Untung saja Axel ikut, Evan tidak bisa di ancam. Dia gelap mata dan tidak peduli apa-apa lagi, aku tidak akan bisa melawannya sendirian. Kalau tidak ada Axel, dia pasti sudah berhasil memperkosaku. Oh ya ampun mengerikan sekali, jerit hati Athena.
Terima kasih Axel, terima kasih telah menjagaku. Aku mohon jangan pernah meninggalkanku lagi, batin Athena.
Setelah puas menangis, gadis itu turun ke lantai bawah mencari mamanya yang sedang sibuk menyiapkan makan malam. Gadis itu langsung memeluk mamanya dari belakang. Gadis itu kembali menangis, membuat mama Athena merasa heran.
"Anak mama ini kenapa?" tanya mama Athena sambil berbalik menghadap putrinya.
Mama Athena langsung menangkup wajah putrinya dengan wajah cemas. Mama Athena langsung mengajak putrinya ke ruang tengah. Memerintahkan para asisten rumah tangga untuk melanjutkan memasak makan malamnya.
Athena langsung merebahkan diri di pangkuan mamanya.
"Ada apa sayang, cerita sama mama nak" ucap mama Athena membujuk putrinya.
"Athena udah putus sama Evan Ma" ucap Athena.
Mama Athena kaget langsung memeluk tubuh putrinya yang masih rebah dipangkuannya.
"Kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Mama Athena langsung risau melihat kesedihan putrinya.
Athena memang bersedih namun bukan karena putus hubungan dengan Evan namun karena syok atas apa yang hampir terjadi pada dirinya. Kehormatannya hampir saja di rampas oleh Evan dan semua itu akan berimbas pada masa depannya, nama baik dirinya dan keluarganya.
Athena membayangkan betapa sedih ayah ibunya jika terjadi hal yang buruk pada dirinya. Athena tidak sanggup membayangkan semua itu. Athena ingin menangis, menangis untuk menghilangkan ketakutannya. Menangis untuk mensyukuri hal yang buruk masih bisa dihindarinya.
"Jangan bersedih sayang, kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih baik lagi" ucap Mama Athena menghibur putrinya.
Athena duduk menghadap ibunya kemudian mengangguk cepat. Athena memeluk erat tubuh ibunya dan mengatakan kalau dia baik-baik saja.
"Athena pasti bisa melupakannya, Athena pasti bisa mendapatkan yang lebih baik" ucap Athena sambil tersenyum.
Gadis itu tidak ingin sedih lebih lama, dia juga tidak ingin ibunya sedih karena dirinya. Karena sesungguhnya Athena bersyukur sekarang dirinya masih baik-baik saja dan masih terlindungi.
__ADS_1
"Doakan Athena terus ya Ma, doakan keselamatan Athena" ucap Athena sambil tersenyum.
"Itu sudah pasti nak, mama tidak pernah lupa mendoakan kebaikanmu, keselamatanmu dan kebahagiaanmu" ucap Mama Athena sambil mengusap wajah cantik putrinya.
Athena tersenyum lalu mencium kedua pipi mamanya. Gadis itu bangkit untuk kembali ke kamarnya.
"Sebentar lagi makan malam ya nak, jangan sampai melewatkan makan malam" teriak Mama Athena.
"Ya mama sayang, sebentar lagi Athena turun lagi" ucap Athena.
Segera menuju kamarnya, sangat ingin menemui Axel namun tidak bisa menemukannya. Athena ingin bercerita pada laki-laki itu kalau dirinya selalu di doakan oleh ibunya sehingga dia bisa terhindar dari hal-hal buruk.
Athena menatap diary Raihanna, gadis itu sekarang bisa memahami betapa sedihnya orang tua Raihanna saat mendapati putrinya menghadapi cobaan. Hamil dan tidak bisa mengungkapkan siapa ayah dari anak yang di kandungnya sementara orang tuanya justru menghukum orang yang tidak bersalah.
Raihanna juga tidak bisa membuktikan pelaku sebenarnya karena difitnah lebih dulu. Hingga memilih menyelesaikan masalahnya sendiri dengan berusaha menggugurkan kandungannya. Karena sudah jelas saudara sepupu yang telah menghamilinya tidak akan mau bertanggung jawab.
Athena membuka lembaran diary itu dan melanjutkan membaca isi hati Raihanna yang dituangkannya dalam buku harian itu
Selasa, 02 Desember 2014.
Dear Diary,
Apa yang harus aku lakukan? Diary, hari ini orang tuaku pergi keluar kota. Aku takut tinggal di rumah sendirian bersama kakak sepupu itu.
Dia selalu memandang aneh padaku, apa aku harus menginap di rumah Ditha untuk menghindar darinya? Apa yang harus kulakukan Diary?
Diary,
Aku berangkat sekolah dulu ya aku lanjutkan menulis lagi nanti.
Selasa, 02 Desember 2014.
Dear Diary,
Bagaimana ini aku tidak bisa menghindar dari sepupuku itu. Aku tidak bisa menginap di rumah Ditha, ibunya sedang sakit dan Ditha harus merawatnya. Aku tidak bisa lebih merepotkannya.
Diary,
Apa aku harus mengurung diri di kamar tapi bagaimana jika saat aku ke kamar mandi dia mendekatiku?
Diary,
Dia mengancamku diary, dia akan ingin aku melayaninya.
Bagaimana ini?
Athena berhenti membaca buku harian itu, rasanya gadis itu tidak sanggup melanjutkannya. Dalam buku harian itu Raihanna meminta bantuan pada Diary, dia tidak memiliki siapa pun untuk menolongnya.
Athena ingin melanjutkan membaca namun Mama Athena memanggil untuk makan malam. Gadis itu menaruh bacaannya dan keluar kamar. Sepanjang makan malam itu Athena membayangkan apa yang terjadi pada Raihanna hingga membuat mama Athena khawatir dan bertanya.
"Sayang kamu baik-baik saja kan?" tanya mama Athena.
"Ya Ma, Athena nggak apa-apa kok" jawab Athena.
"Memangnya ada apa sih? kok papa lihat kamu sering melamun?" tanya Papa Athena.
"Athena putus dengan Evan Pa, mereka sudah tidak pacaran lagi" jelas Mama Athena.
"Bukannya baru jadian? Kalian pacaran hanya hitungan hari? Wah benar-benar rekor pacaran tersingkat. Papa pacaran selama sebulan kemudian putus. Kamu putus lebih cepat lagi? Kalau dapat pacar lagi bisa bertahan berapa lama? Sekalinya pacaran cuma beberapa hari doang? Papa salut sama kamu, Papa kalah lagi. Tadinya mama yang jadi juara. PDKT tiga bulan, pacaran cuma seminggu" ucap Papa Athena sambil tertawa.
"Papa, anaknya lagi sedih malah ditertawakan" ucap Mama Athena sambil memukul-mukul lengan suaminya.
Athena justru tertawa, melihat tingkah kedua orang tuanya yang masih seperti berpacaran. Papa Athena justru senang melihat putrinya kembali tertawa.
"Tuh lihat, Athena aja tertawa. Putus cinta jangan dipikirkan, selalu berpikir kalau kamu pasti akan menemukan yang lebih baik. Seperti papa ini, putus cinta beberapa kali, sekarang malah dapat mama kamu. Kalau papa nggak putus-putus sama pacar papa dan mama tidak putus sama pacarnya. Papa nggak bakalan nikah sama Mamamu yang cantik dan nggak bakalan punya anak secantik kamu" jelas papa Athena.
Cerita yang membuat Mama Athena berbunga-bunga. Athena mengangguk setuju, benar jika mereka tidak bersama maka Athena tidak akan lahir ke dunia.
__ADS_1
Kalau aku tidak lahir maka aku nggak akan bertemu dengan Axel, jalan hidup mama dan papa membawaku bertemu dengan hantu baik itu. Makasih mama, makasih papa. Terima kasih karena kalian memilih untuk tetap bersama.
...~ Bersambung ~...