
Mereka menjalani hari-hari bersama, semakin lama Athena semakin sering melihat Axel disiang hari. Terbukti kemampuan gadis itu melihat makhluk astral semakin kuat. Namun Axel selalu menemani Athena kemanapun gadis itu pergi. Merasa ada yang selalu mendampinginya, hati Athena sedikit merasa tenang.
Hari itu Athena bertekad ingin sedikit membalas kebaikan Axel. Ingatkan ? Axel telah membantu Athena berkenalan dengan Evan. Giliran hari ini Athena ingin mencari informasi tentang Axel. Meski Axel sering terlihat disiang hari namun kadang-kadang laki-laki itu tak bisa menampakkan batang hidungnya.
Kebetulan hari ini guru dikelasnya sedang berhalangan hadir, kelas hanya diberikan catatan.
"Loe catat ya, ntar gua pinjam catatan loe. Gue mau keluar dulu, ada urusan" ucap Athena pada Kimmy.
"Kemana ? ngapain ?" tanya Kimmy penasaran.
"Mau tau aja" ucap Athena.
"Loe mau makan di kantin ya, huu... mo makan nggak ngajak-ngajak" ucap Kimmy protes.
" Nggak.. swear, gua ada urusan lain, ntar kalau mo makan, gua ajak deh. Pergi bentar yaa" ucap Athena sambil menepuk bahu Kimmy.
Gadis itu berniat untuk mencari tau tentang Axel, siapa dia, dimana tinggalnya, siap orang tuanya, nomor sepatunya berapa, hehehehe.. buat apa ya nomor sepatu, beli dimana sepatu untuk hantu ?
Athena berjalan di selasar sekolah.
Waduh ada cewek hantu itu, batin Athena ketakutan.
Gadis itu ingat pada pesan Axel, hantu itu nggak mau melihat dan nggak mau dilihat. Athena berjalan sambil telapak tangannya menutupi wajah. Tapi dengan gaya seperti itu Athena ketara bisa melihat hantu itu.
Akhirnya dia menurunkan tangannya berlagak tidak melihat. Tips dari Axel sama seperti sebuah game horor di ponsel kalau ketemu hantunya langsung palingkan wajah kearah lain maka akan selamat. Tapi kalau telat meleng, game over deh.
Tapi hantu ini masih mending dari hantu di aplikasi game horor, dia nggak menatap siapa-siapa, dia nggak menangkap siapa-siapa, dia hanya berjalan tak tentu arah. Kalau berjalan prok... prok... prok... emang seorang kapiten hehehe..
Kalau berjalan pandangannya kosong lurus kedepan. Entah mengapa, mungkin karena telah sering melihatnya. Athena tidak begitu takut lagi, gadis itu melirik kearah si hantu cewek itu.
Dia menangis, hantu itu ternyata meneteskan air mata, batin Athena.
Setelah melewati hantu itu, akhirnya gadis itu tiba di depan kantor kepala sekolah, atau kantor tata usaha, setelah lolos mengikuti acara uji nyali berpapasan dengan hantu.
Gadis itu bingung kemana dia harus bertanya, kantor kepala atau kantor kaki eh... maksudnya kantor kepala sekolah atau kantor tata usaha. Apa harus searching dulu ? kemana harus bertanya tentang data-data siswa.
Sebentar ya saya searching dulu, Athena melihat ada wakil kepala sekolah bidang kesiswaan tapi akhirnya dia memilih masuk ke tata usaha. Menurutnya sesuatu itu harus dimulai dari bawah, jadi dari kantor TU dulu, kalau dimulai dari nol itu di SPBU.
Athena mengetuk pintu kantor Tata Usaha, kalau mengetuk pintu hatimu itu namanya gombal. Bapak yang berada didalam tentu saja mempersilahkan masuk, nggak mungkin mempersilahkan keluar, orang Athena nya udah berada diluar.
Athena masuk kedalam, nah satu lagi pemborosan kata-kata, dimana-mana, masuk itu kedalam, nggak ada masuk itu keluar. Tapi kalau di tulis Athena masuk, dah gitu aja rasanya jadi nanggung. Yah sudahlah pokoknya Athena ceritanya sudah didalam.
Bapak TU itu mempersilahkan Athena duduk, yah nggak bisa juga mempersilahkan berdiri, karena Athena emang sedang berdiri, duh ribet.
"Permisi pak numpang tanya, apa saya boleh tau informasi tentang siswa kelas X tahun 2017 bernama Axel Cullen ?" tanya Athena.
"Kenapa ananda ingin tau ?" tanya pak TU.
Athena bingung mau menjawab apa, saya juga bingung.
"Untuk mengetahui apa benar ada siswa yang bernama Axel Cullen pernah sekolah disini ?" jawab Athena.
"Oh benar, semua guru disekolah ini tau kalau Axel Cullen pernah sekolah disini" ucap pak TU.
"Jadi beneran ada pak ?" tanya Athena sekali lagi untuk meyakinkan.
Athena tidak menjawab alasan dia mencari informasi tentang Axel tapi akhirnya pak TU terpancing juga untuk memberi informasi.
"Axel Cullen itu dulu adalah seorang anak yang sangat cerdas dia bahkan mengharumkan nama sekolah melalui lomba-lomba kecerdasan. Meraih piala dalam olimpiade-olimpiade science dan matematika" ucap pak TU semangat.
"Wah... secercah... eh secerdas itu pak ?" tanya Athena.
Pak TU mengangguk semangat.
"Juara umum pada saat semester pertama, tapi sayang nasibnya tragis" ucap pak TU.
"Mati ya pak ?" tanya Athena.
"Nggak"
"Heee.. "
"Dia terjatuh dari rooftop sekolah dan koma" ucap pak TU.
"Koma ?"
"Ya koma bukan titik" jawab pak TU.
"Trus pak, sekarang udah mati ?" tanya Athena lagi.
"Kamu kok pengen bener dia mati ?" tanya pak TU.
__ADS_1
"Hehehehe.. bukan pak, cuma tadi kata bapak, nasibnya tragis" ucap Athena.
"Ya, tapi kira-kira sebulan kemudian dia bangun" ucap pak TU lagi.
"Haaa.."
"Tadi heee... sekarang haaa... kamu itu plin-plan ya ?" tanya pak TU.
Athena garuk-garuk kepala, nggak penting banget pertanyaan pak TU.
"Trus pak, dia hidup lagi ?" tanya Athena.
"Kenapa dia hidup lagi, yang bilang dia mati siapa ? dia itu bangun lagi. Tapi sayang sejak jatuh koma itu dia tak secerdas dulu lagi" ucapnya pak TU.
"Berarti dia nggak mati ya ?" ucap Athena sendiri yang diiringi tatapan tajam pak TU.
"Hehehe... nggak usah dijawab pak" ucap Athena lagi.
"Boleh minta alamatnya nggak pak ?" tanya Athena.
"Boleh tapi nanti saya cari dulu berkasnya" jawab pak TU.
"Satu lagi pak, dia itu keturunan bule ya pak ? soalnya tinggi banget" tanya Athena.
"Hmmmm... kamu kok kenal ?" tanya pak TU.
Waduh kok gua ngomong gitu sih, lagian Axel yang ini kan masih hidup berati bukan dia, bisik hati Athena.
"Nggak kenal pak, cuma dengar ceritanya aja" jawab Athena ngeles.
Dengar dari siapa ? dari hantu itu, huu... hantu penipu.
"Kok bapak yakin sekarang masih hidup ?" tanya Athena.
"Yakinlah dia itu sekarang kuliah di salah satu universitas swasta elit di kota ini" ujar pak TU.
"Ooow.. "
"Dia itu keturunan Indonesia Korea Amerika, ibunya Indonesia Korea, ayahnya Amerika. Nama Cullen itu adalah nama keluarganya" jelas pak TU.
"Oooh.. kapan saya bisa dapat alamatnya pak ?" tanya Athena.
"Kalau nggak besok ya lusa" jawab pak TU.
Pak TU mengangguk, Athena keluar dari kantor TU. Wajahnya jadi kusut, gimana nggak, Axel Cullen yang terdaftar disekolah itu ternyata masih hidup.
Lah hantu yang suka gangguin gua itu siapa sebenarnya ? pusiiiing, kalau masih hidup ya nggak mungkin jadi hantu lah, batin Athena sambil garuk-garuk kepala.
Gara-gara pusing Athena jadi malas balik ke kelas, nggak juga sih, emang dia malas duduk di kelas. Kelas itu bagai neraka baginya, duh lebay.
Gadis itu berbelok ke kantin, duduk disana sambil bertopang dagu. Melihat jam istirahat yang masih lumayan lama. Athena mengeluarkan ponselnya, mengirim pesan pada Kimmy.
"Udah selesai belum nyatat nya ?" tanya Athena lewat aplikasi whatswrong hehehehe..
"Udah, loe dimana ? masih lama urusannya ?" balas Kimmy.
"Udah, tapi sekarang ada urusan lain, dikantin hehehe..." balas Athena lagi
"Ya udah, urusan di kantin gua ikut ya ?" balas Kimmy.
Athena mengiyakan, gadis itu segera memesan dua mangkok bakso kesukaan mereka. Melebihi kecepatan cahaya Kimmy langsung datang ke kantin dan langsung duduk disamping Athena
"Mana bakso gue ?" tanya Kimmy.
"Ish.. baru juga dipesan" ucap Athena cuek.
Tak berapa lama kemudian bel berbunyi, para siswa berhamburan menuju kantin. Beruntung juga Athena dan Kimmy datang duluan. Kalau telat dikit, kantin penuh. Mereka nunggu antrian, udah gitu anak-anak yang duduk disana suka ngobrol sampai lama.
Udah capek-capek nunggu bangku kosong eh malah bunyi bel. Bangku kantin otomatis jadi kosong tapi siapa yang mau duduk disana kalau pelajaran sudah dimulai.
Athena dan Kimmy berhasil menikmati bakso dengan santai tanpa tunggu antrian dan mereka ngobrol berlama-lama membiarkan yang menunggu kesal sambil menatap mereka.
"Udah tunggu istirahat kedua aja" ucap Athena sambil tertawa bareng Kimmy.
Tapi justru jam segitu adalah jam lapar-laparnya. Yang nggak sarapan atau cuma nyomot roti, jam segitu, pasti perut udah gelar konser.
"Ups.. " ucap seorang gadis cantik, baru datang dan langsung membuat siswi yang duduk didepan Athena segera beranjak pergi.
Wah ada gangster cewek ini, jadi pada minggir semua, batin Athena.
Ya, cewek cantik yang baru datang itu adalah kelompok cantik kelas IPA. Mereka sangat bangga dengan jurusan mereka, sangat populer karena kelompok ini terdiri dari cewek-cewek cantik dan kaya di sekolah.
__ADS_1
Ups..., padahal sengaja tuh, batin Athena.
Kelompok ini memang terkenal karena jika bergabung dengan kelompok itu atau minimal jadi fansnya maka popularitas akan ikut melambung. Siswa siswi disitu juga tau kalau mereka suka bikin gara-gara bukan agar-agar, karena mereka terkenal semena-mena, suka membully dan sombong, udah gitu banyak yang naksir lagi.
Bikin Athena jadi kesal, dan sekarang mereka bikin gara-gara dengan Athena, bukan ge er, karena gaya pimpinan geng cantik itu selalu seperti itu. Nyenggol botol sambel trus ups... seperti itu terus, dasar nggak kreatif.
Athena cuek. Kimmy mulai gemetar.
"Jadi ini yang namanya Athena ?" ucap Luna, sang pimpinan geng cantik itu.
Mendengar namanya disebut Athena langsung menatap kearah cewek itu. Athena menduga Luna muncul dihadapannya gara-gara perkenalannya dengan Evan waktu itu. Semua orang tau Luna adalah pacar Evan dan semua orang juga tau kalau mereka sudah putus. Kalau nggak tau berarti belum baca berita.
"Berani-beraninya anak IPS suka sama anak IPA, dasar nggak tau malu" ucapnya sambil memandang Athena.
Sombong amat, ranking terakhir aja sok, mentang-mentang anak IPA, jadi menganggap anak IPS bego semua, jangan liat gua dong liat yang juara satu sana, eh.. apa maksudnya itu, maksud gua gini-gini gua masih rangking tengah nggak bego-bego amat kayak luuu, batin Athena.
"Emang kalau jurusan IPS kenapa, mending gua IPS masih rangking tengah daripada jurusan IPA tapi rangking akhir, kalau gurunya bikin garis tutup, namanya hampir-hampir nyenggol itu" balas Athena, membuat Kimmy ternganga.
Entah karena makan bakso lebih cepat dari waktunya atau karena apa, Athena sama sekali tidak memiliki rasa takut pada Luna.
Ucapan Athena membuat Luna emosi, udah gangguin cowoknya sekarang diremehkan lagi.
"Siapa bilang gua ranking akhir" tanya Luna.
"Agen rahasia gua yang ngomong" ucap Athena.
Athena cuma asal ngomong, tapi Luna gelagapan itu artinya tebakan Athena benar. Cewek sombong itu rangking terakhir.
"Heh, rangking terakhir IPA itu lebih pintar dari rangking satu di IPS" teriak Luna semakin menunjukkan kalau dia memang rangking terakhir di kelasnya.
"Belum tentu, dan jelas tidak mungkin kalau lu orangnya" ucap Athena pe de.
"Ya Luna... buktikan aja" ucap seorang anggota geng nya, yang langsung membuat mata Luna mendelik.
"Mana mungkin berani, masuk IPA aja ngemis-ngemis dulu. Mana mungkin berani menantang anak yang IPS yang jujur memilih jurusan karena kemauan sendiri" ucap Athena menantang membuat Kimmy benar-benar terperangah.
"Baik ayo kita bertanding kamu bisa nggak menjawab soal-soal IPA. Pelajaran IPA itu sulit-sulit tau" ucap Luna.
"Napa juga gue mesti ngerjain soal IPA, lu aja yang ngerjain soal-soal IPS yang katanya mudah-mudah" balas Athena.
"Kalau gini nggak bakalan ketemu caranya, begini aja tak berapa lama lagi kita akan mengikuti try out tuh, nah nanti kita akan diberikan peringkat untuk seluruh siswa yang kelas XII, peringkat siapa lebih tinggi, itu lah yang menang" ucap salah seorang anggota geng cantik itu.
"Emang peringkatnya digabung ?" ucap Athena.
"Ya, dan bisa saja jurusan IPS bernilai lebih tinggi, ya tergantung kehebatan dalam mengerjakan soal-soal" ucap cewek itu lagi.
"Ok.. deal" ucap Athena.
Yang langsung menyetujui, Luna pun terpaksa setuju. Athena berdiri dari kursi kantin, membayar baksonya dan dengan bangga berjalan melewati Luna. Dan...
"Ups..." ucap Athena sambil menyenggol botol sambel.
Athena dan Kimmy pun keluar dari kantin dan berjalan dengan bangga ke kelasnya.
"Kamu hebat berani menantang Luna, anak IPA, ini akan menjadi tonggak sejarah perlawanan anak IPS terhadap kezaliman anak IPA yang suka meremehkan anak IPS" ucap Kimmy dengan semangat dan bangga.
Sementara ekspresi Athena justru berbeda, gadis itu terlihat mewek, Kimmy kaget melihat ekspresi itu yang berbeda jauh saat berdebat dengan Luna tadi.
"Gimana nih, mana gua bisa, gua kan bego" ucap Athena.
"Tadi kenapa loe pe de banget nantangin dia ?" tanya Kimmy heran.
"Gue kira dia nggak berani huaa.. haa.. ha.." teriak Athena mewek lagi membuat Kimmy menggeleng-gelengkan kepala.
Sore menjelang malam saat Axel muncul Athena langsung menceritakan semua kejadian yang terjadi dihari ini. Karena Axel yang sama sekali tidak terlihat. Athena mulai dari ketemu cewek hantu, dapatin informasi tentang Axel hingga tantangan melawan anak kelas IPA.
"Gimana nih Axel ? gimana ini ?" ucapnya sambil mengguncang-guncang tubuh Axel. Hantu laki-laki itu hanya tertawa, sebenarnya dia sudah melihat sendiri kejadian-kejadian itu.
"Jangan khawatir aku akan mengajarimu" ucap Axel.
"Benarkah ? kamu mau ngajarin aku ? benarkah Axel ?" tanya Athena seperti mendapat harapan baru.
Axel mengangguk lalu mengetuk-ngetuk pipinya, saking senangnya Athena mendapat jalan keluar dari masalahnya Athena langsung mengecup pipi Axel.
Saat sadar akan kelakuannya, Athena langsung memalingkan wajahnya sambil mengetuk-ngetuk keningnya.
Axel memeluk gadis itu dari belakang, sambil meraih tangan gadis itu dan menguncinya dengan melingkarkan tangannya ditubuh gadis itu.
"Jangan suka menyakiti dirimu, kamu bukan gadis yang bodoh cuma sedikit malas" ucap Axel.
Begitu dekat ditelinga Athena, bahkan gadis itu bisa merasakan pipinya bersentuhan dengan pipi Axel. Gadis itu bersemu merah.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...