
Axel tertawa mendengar ucapan lugu Athena, laki-laki itu lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Athena. Gadis itu terpaku, Axel berbisik padanya, mengatakan kalau Athena sangat menggemaskan. Axel tak tahan ingin menciumnya namun karena suasana yang ramai Axel hanya bisa menahan dirinya.
Axel hanya bisa menatap Athena dengan tatapan yang lembut. Athena terpesona, sekejap gadis itu merasa seperti mendapatkan tatapan dari Axel kekasih hantunya. Tanpa Athena sadari, Axel hantu yang berdiri tak jauh dari situ hanya bisa menatap Athena dengan tatapan pasrah dan sedih.
Saat langit antara gelap dan terang Axel muncul di hadapan Athena. Gadis itu langsung menghambur dalam pelukan laki-laki yang sangat dicintainya itu. Dengan penuh semangat Athena menceritakan kegiatannya hari ini. Axel hanya mendengarkan, tak bercerita pun sebenarnya dia telah tahu semuanya karena dia ikut kemana pun gadis itu pergi.
Meski dia juga hadir dalam kegiatan itu tapi Axel tak menghentikan Athena menceritakan keseruan kegiatannya. Setidaknya laki-laki hantu itu menikmati wajah berseri Athena saat bercerita. Tersenyum, tertawa hingga akhirnya gadis itu kelelahan sendiri setelah ceritanya selesai.
"Kamu akan selalu ikut kegiatan sosial itu?" tanya Axel. Athena mengangguk yakin.
"Kamu akan semakin akrab dengan keluarga itu. Apa kamu benar-benar akan menikah dengannya?" tanya Axel.
Mendengar itu senyum di wajah Athena langsung buyar. Hatinya risau, bukan karena cinta Athena telah beralih pada Axel manusia itu. Tapi justru jika Axel sungguh serius berharap cintanya maka Athena akan bingung cara menghindar darinya.
Karena Athena tak memberikan jawaban, Axel memberi ultimatum padanya.
"Jika kamu merasa dia sungguh-sungguh mencintaimu, terimalah dia, menikahlah dengannya. Aku berkata seperti ini bukan karena tidak mencintaimu lagi tapi justru memikirkan masa depan yang nyata untukmu. Aku tidak tahu sampai kapan aku akan bergentayangan di dunia ini. Kamu jangan sampai kehilangan cinta sejati karena aku," tutur Axel.
Mendengar itu Athena memeluk Axel dan menangis dalam pelukan hantu laki-laki itu.
"Kalau aku menikah dengannya, bolehkah aku tetap mencintaimu?" tanya Athena.
Axel tersenyum.
"Itu hak mu sayang, tapi sebenarnya tidak adil untuk suamimu. Tapi semua terserah padamu, aku tidak akan melarangmu, aku justru bahagia jika kamu tetap mencintaiku," jawab Axel.
"Jika terpaksa menikah dengannya, aku akan tetap jadi pacarmu. Kakak tidak boleh meninggalkanku, janji?" tanya Athena.
Axel mengangguk sambil tersenyum.
Mungkin jika saat itu terjadi, kamu yang akan mengusirku, batin Axel.
Sementara pikiran Athena justru berbeda,
Punya suami dan pacar dengan wajah yang sama, seru sekali. Ah, nggak mau ah, aku nggak mau mikirin itu, kalau bisa aku ingin kuliah trus kerja, jadi pacar kak Axel selamanya, batin Athena.
Apa yang di ucapkan Axel benar, Athena semakin akrab dengan keluarga Cullen. Athena kembali di undang untuk berkenalan dengan Tn. Tom Cullen. Laki-laki paruh baya keturunan Amerika itu hampir tiap hari mendengar nama Athena disebut. Setelah mendengar cerita dari istrinya tentang Athena, Tn. Cullen begitu penasaran ingin bertemu dengan Athena. Namun kesibukan pengusaha sukses itu menyulitkannya untuk mencari waktu bertemu dengan Athena.
__ADS_1
Malam itu Axel telah menunggu di ruang tamu Athena. Setelah meminta izin pada kedua orang tua itu untuk mengajak gadis cantik itu bertemu dengan ayahnya. Sambil menunggu, Axel berbincang dengan Tn. Dany dan Ny. Anna.
Sesekali laki-laki itu melirik ke arah tangga, namun Athena masih belum muncul juga. Ny. Anna melihat keresahan Axel, segera menyusul putrinya ke lantai atas. Mama Athena mengetuk pintu dan masuk setelah di izinkan.
Athena telah siap dengan gaun manis berwarna peach. Mama Athena melihat dari bawah hingga ke atas. Semua telah siap, sempurna. Putrinya terlihat sangat cantik dengan aksesoris jepitan rambutnya. Tapi Athena tak kunjung keluar dari kamarnya.
"Ada apa Athena? Kamu nunggu apa lagi sayang?" tanya Mama Athena.
"Tunggu siap Ma," ucap Athena menunduk.
"Tunggu siap apa lagi? Udah cantik begini? Mama yakin Axel dan orang tuanya pasti terpesona melihatmu. Ayolah sayang, kasihan Axel sudah menunggu dari tadi," ucap Mama Athena memberi semangat pada putrinya.
Mendengar ucapan Ny. Anna akhirnya, gadis itu bersedia keluar dari kamarnya. Athena turun dari tangga, Axel yang tadinya menuduk sontak berdiri saat melihat Athena turun dari tangga.
"Maaf ya Axel, harusnya dari tadi Tante samperin Athena. Anak Tante ini nggak berani turun karena nggak percaya diri," ucap Mama Athena.
Axel hanya diam saja, laki-laki itu masih terpana dengan penampilan Athena yang terlihat berbeda. Begitu manis dengan gaun indah ala gadis remaja. Athena salah tingkah karena Axel yang menatapnya tak berkedip.
"Axel?" panggil Mama Athena yang memanggilnya berkali-kali.
"Maaf ya, harusnya Tante menyusul Athena dari tadi. Jadinya Axel nggak perlu lama menunggu," ucap Mama Athena mengulang perkataannya tadi.
"Nggak apa-apa Ma, saya bersedia menunggu Athena selama apa pun. Asalkan akhirnya di terima jadi pacarnya. Saya bersedia menunggu sampai kapan pun," ucap Axel.
Tn. Dany kembali tertawa, kali ini mendengar ucapan Axel. Laki-laki itu seperti tidak peduli dan tidak merasa malu mengakui perasaannya yang bersedia menunggu Athena menerima cintanya.
"Baiklah, kalau kamu tidak kunjung mengajak Athena pergi. Bisa-bisa kita semua melewati makan malam kita," ucap Dany.
Athena dan Ny. Anna tertawa mendengar ucapan Tn. Dany. Mendengar itu Axel tersenyum malu, segera laki-laki itu mengajak Athena untuk berangkat ke rumahnya.
"Tolong putri Om diantar pulang sama seperti saat dia berangkat. Kecuali perutnya yang menjadi kenyang," ucap Dany.
"Baik Om, tentu saja. Kalau begitu kami berangkat dulu, Om, Tante," ucap Axel.
Segera mereka melangkah menuju mobil yang di parkir di depan teras rumah. Axel melambaikan tangan ke arah kedua orang tua itu. Axel tersenyum melirik pada Athena, tak bosan-bosannya laki-laki itu menatap Athena yang terlihat begitu cantik.
"Aku belum pernah melihatmu mengenakan gaun. Kamu cantik sekali, aku seperti melihat bidadari. Maaf kalau tingkahku tadi sangat memalukan di depan orang tuamu. Aku benar-benar terpesona olehmu, kamu cantik sekali Athena. Aku belum pernah melihat gadis secantik kamu," ucap Axel.
__ADS_1
Aku benar-benar tidak tahan menunggunya lulus sekolah baru menikah, batin Axel.
Laki-laki itu bercerita kalau ayahnya kali ini bela-belain pulang dari kantor lebih cepat demi ingin berkenalan dengan Athena. Setiap hari Ny. Olivia bercerita tentang kegiatan yang di lakukannya saat Athena ikut ke berbagai kegiatan sosial bersamanya.
"Daddy bahkan berkata, 'cerita tentang Athena ini sepertinya tidak habis-habis. Padahal hanya beberapa kali ikut denganmu' itu yang di ucapkan Daddy sama Mommy. Mommy berkata 'aku baru ingat saat Athena membujuk seorang anak perempuan kecil yang tak mau menghabiskan sayuran-sayuran. Apa yang di katakannya , dulu Kakak juga tidak suka sayur, kulit Kakak lama-lama jadi kering akhirnya Kakak di suruh makan sayur meski tidak suka Kakak tetap mencoba akhirnya jadi suka makan sayur dan kulit Kakak jadi lebih cantik', tau apa yang terjadi setelah itu? Anak perempuan itu langsung memakan semua sayurannya ditemani oleh Athena. Dia pandai sekali membujuk anak kecil'. Itu salah satu cerita Mommy pada Daddy. Akhirnya kemarin Daddy minta di pertemukan denganmu," papar Axel.
"Aku jadi nggak enak hati, Daddy yang begitu sibuk jadi harus menungguku. Harusnya aku yang menunggunya," ucap Athena.
"Nggak apa-apa, Daddy senang kok nunggu kamu, katanya demi calon menantu idaman Mommy, Daddy rela menyisihkan waktu bertemu denganmu," ujar Axel.
Athena terdiam mendengar ucapan Axel yang begitu yakin bahwa mereka akan menikah. Sementara Athena sama sekali tidak pernah membicarakan hal seperti itu pada kedua orang tuanya.
Mereka pun sampai di depan rumah, Athena segera melepas seat belt-nya dan ingin segera turun.
"Tunggu Athena, aku ... ingin melakukan sesuatu yang sangat ingin aku lakukan sejak melihatmu turun dari tangga tadi," ucap Axel.
Athena diam menunggu apa yang ingin dilakukan Axel. Axel segera mendekatkan wajahnya ke wajah Athena. Menyatukan bibir mereka dan perlahan lidah Axel berusaha menerobos masuk ke rongga mulut Athena. Awalnya gadis itu merasa canggung. Namun akhirnya ikut menikmati, Axel merasa sangat bahagia saat gadis itu membalas ciumannya.
Axel semakin membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu, lidahnya bermain-main mengejar lidah Athena. Saat tak mendapatkannya laki-laki itu melenguh tak puas. Dia ingin Athena menyerah pasrah, saat dia ingin melakukan apa pun di rongga mulut gadis itu.
Tanpa sadar Axel mempererat pelukannya pada gadis itu. Seperti terus mengejar dan tak pernah mendapatkan apa yang diinginkannya. Axel terus memburu hingga membuat nafas mereka tersengal-sengal. Laki-laki itu baru melepas ciumannya saat Athena diam memberikan apa yang diinginkannya, menikmati pertukaran saliva itu.
"Athena, aku tidak tahan lagi ingin segera menikah denganmu. Tolong terimalah cintaku, putuskan kalau kamu bersedia menjadi istriku," ucap Axel memohon.
"Tapi Kak, aku masih mau kuliah" ucap Athena.
"Tidak ada larangan bagi seorang mahasiswa untuk menikah. Percayalah, aku tidak akan melarangmu kuliah, kamu masih tetap bisa mencapai cita-citamu meski kamu telah menikah," ucap Axel.
Yang Kembali mengecup bibir gadis itu. Bibir Axel seperti selalu ingin bersentuhan dengan bibir gadis itu.
"Kak, ayo kita turun! Om dan Tante mungkin sudah menunggu kita," ajak Athena.
"Baiklah ayo kita temui mereka," ucap Axel segera.
Meski terlihat agak kesal namun laki-laki itu membenarkan Athena. Dia yakin orang tuanya telah lama menunggu. Akhirnya Athena bertemu dengan ayah dari laki-laki tampan itu. Dan Athena merasa kalau ketampanan Axel memang berkat andil dari laki-laki paruh baya yang masih terlihat tampan di usia yang sudah tak muda lagi itu. Ny. Olivia langsung mengajak Athena makan malam.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1