
Setelah mandi dan menyantap sarapan pagi yang disediakan oleh restoran. Axel dan Athena pamit pada Pak Yatno, pemilik restoran dan Bang Yadi, karyawan kepercayaan Pak Yatno. Pemilik restoran itu menawarkan mereka untuk datang lagi saat liburan semester yang akan datang. Axel dan Athena tersenyum mendengar tawaran itu.
"Pak Yatno, lihatlah! Mereka malah tersenyum, jangan-jangan saat itu mereka sudah resmi. Berarti kita sediakan kamar bulan madu Pak," ucap Yadi.
"Oh ya ampun, kami ini baru semester tiga Bang. Mana mungkin menikah secepat itu?" tanya Athena.
"Huu, udah tanya dulu sama Axel? Mana tahu memang itu niatnya," jawab Yatno.
"Kak Axel kalau udah masuk kuliah nggak mikirin apa-apa lagi. Sangat sibuk. Sama saya aja mungkin lupa--"
"Yah malah curcol," sahut Axel.
"Bener gitu Axel? Wah jangan gitulah. Ntar kamu nyesel kehilangan Athena. Kalau Athena disambar cowok lain, ke sini jangan nangis ya?" tanya Yadi lalu tertawa.
"Nggak lah Bang, mana mungkin aku begitu," jawab Axel.
"Maksudmu nggak nangis kalau Athena disambar cowok lain?" tanya Yadi.
"Yah, nggak gitu Bang, maksudku--"
"Yaaa panik dia!" teriak Yadi langsung.
Yadi tertawa melihat Axel yang takut Athena salah paham. Ditambah Axel yang langsung menoleh pada Athena. Gadis cantik itu hanya tersenyum, saat melihat Axel mati-matian menolak ucapan Bang Yadi. Axel terlihat sangat takut kalau Athena mengira dirinya tak takut kehilangan gadis cantik itu.
Athena mengerti yang dimaksudkan Axel. Laki-laki itu meski sibuk tak akan melupakan Athena. Teringat hal itu Athena jadi sedih. Tak ingin laki-laki itu seperti di kejar waktu, Athena rela jika Axel tak menjemputnya. Namun, Axel menolak, baginya menjemput dan mengantar Athena pulang adalah saat-saat bahagia dan penyemangatnya dalam menjalani kesibukan kuliahnya setiap hari.
"Kalau aku nggak jemput kamu, berarti nggak lihat kamu. Aku bisa nggak semangat kuliah," ucap Axel waktu itu.
__ADS_1
Saat itu, Axel telat menjemputnya ke gedung jurusan Athena. Gadis itu kesal menunggu Axel yang tak kunjung datang. Laki-laki itu pun tak mengizinkannya pulang sendiri, padahal jika pulang sendiri, Athena mungkin sudah tiduran di kamarnya. Axel akan merasa bersalah karena membiarkan Athena menunggu.
Sepanjang jalan, saat mengemudi Axel akan mencium telapak tangan atau punggung tangan gadis itu. Seperti ingin meminta maaf tapi tak berani. Melihat Axel yang merasa bersalah seperti itu tentu saja Athena tak tega. Di saat itulah Athena meminta agar Axel tak perlu lagi menjemputnya karena takut hal itu akan membuatnya lelah.
"Kalau nggak lihat kamu dalam sehari justru akan membuatku lelah, " jawab Axel.
Lebay nggak sih? Tapi Axel tak sedang menggombal. Dia sungguh-sungguh dengan ucapannya. Saat sampai di depan rumah Athena. Laki-laki itu akan meminta bayaran berupa ciuman di pipi tapi suka meleset hingga ke bibir. Kalau setelah begituan, eh ... begitu, biasanya Axel akan fresh lagi.
Sekarang semester dua telah berlalu. Athena berharap masa-masa sibuk Axel juga telah berlalu. Mereka pun pergi berlibur berdua. Bertandang ke restoran yang pernah menjadi kehidupannya saat bertukar identitas dengan Hardy yang ternyata kakak kembarannya. Setelah selesai sarapan pagi dan berbincang-bincang dengan pemilik restoran dan asistennya, Axel dan Athena pun pamit pulang.
Saat melangkah ke terminal angkutan umum, Athena teringat pada Raihan karena memang masih satu desa dengan lokasi wisata air terjun itu. Axel menawarkan Athena untuk mendatangi rumah Raihan.
"Kakak mau mampir ke sana?" tanya Athena heran.
Axel mengangguk. Athena pun akhirnya setuju untuk mampir ke rumah penulis terkenal itu. Raihan senang akhirnya bisa bertemu dengan Axel. Axel ingat dulu pernah menjodohkan Athena pada Raihan. Dalam hatinya, Axel bersyukur karena Raihan menolak untuk dijodohkan dengan Athena.
"Nggak aah, kamu itu ingin dijodohkan dengannya untung aja dia menolak," jawab Axel. Athena terperangah mendapat tuduhan seperti itu.
"Siapa yang mau dijodohkan sama dia?" tanya Athena sewot.
"Jangan bohong! Waktu baca buku diary Raihana, kamu terlihat sangat mengagumi pribadi Raihan. Waktu bertemu langsung kamu juga kagum sama ketampanannya. Saat melihat karya-karya dan penghargaan-penghargaannya kamu langsung menjadi penggemarnya. Saat dijodohkan dengannya kamu menolak tapi setelah bertemu kamu jatuh cinta sama dia--"
"Nggak! Nggak! Nggak!" teriak Athena dengan mata dan hidung yang memerah.
Gadis itu kesal karena dituduh tak setia oleh Axel. Melihat Athena yang seperti mau menangis, laki-laki itu langsung memeluk gadis yang dicintainya itu. Beruntung jalan menuju rumah Raihan memasuki area sepi. Rumah di daerah terpencil di daerah perbukitan dengan berbagai macam tumbuhan-tumbuhan di sekitarnya.
"Bercanda sayang. Mana mungkin Athena ku selingkuh. Athena ku gadis yang paling setia. Bukan manusia aja, Athena tetap cinta. Apalagi kalau aku jadi manusia, makin cinta dong," ucap Axel membujuk.
__ADS_1
"Nggak! Sok tau! Axel hantu itu lebih manis kalau Axel manusia nyebelin. Nggak apa-apa lah sama Kak Raihan aja lebih dewasa, lebih menyayangi," ucap Athena berjalan cepat di jalan setapak itu.
"Kalau gitu nggak jadi ke sana!" teriak Axel yang berbalik arah.
Melihat itu Athena langsung berbalik mengejar Axel. Gadis itu langsung memeluk pinggang Axel dari belakang. Langkah Axel terhenti. Laki-laki itu tersenyum. Tentu Axel tak sungguh-sungguh marah dan meninggalkan Athena begitu saja.
"Sehebat apa pun dia, sejelek apa pun Kakak. Aku tetap pilih Kak Axel--"
"Ya ampun perbandingannya kok timpang amat," ucap Axel.
"Bukannya gitu lebih bagus? Kalau sama-sama hebat apa istimewanya pilih Kakak?" tanya Athena sambil mengintip dari samping belakang.
Axel langsung memencet hidung Athena yang mengintip di samping lengannya. Athena menjerit lalu melepaskan pelukan dari belakang itu. Axel berbalik arah menatap Athena sambil tersenyum.
Laki-laki itu pun mengajak Athena untuk segera mendatangi rumah Raihan sebelum terlalu siang. Mereka meniti di jembatan kayu menuju rumah yang terletak lebih tinggi di perbukitan itu. Sebuah perbukitan dengan nuansa seperti hutan.
Dulu Axel pernah mendorong Athena untuk menyukai Raihan. Menganggap Athena yang bisa melihat hantu adalah alasan bagi Athena dan Raihan untuk bersatu. Raihanna ikhlas jika kekasihnya itu bahagia bersama Athena begitu juga Axel yang ikhlas Athena mendapat manusia yang baik dan bisa melindunginya.
"Aku dan Raihanna adalah orang-orang yang tidak di takdir kan bersama. Raihanna tidak ditakdirkan bersama Raihan dan aku tidak ditakdirkan denganmu. Kita semua saling mengenal hanya untuk mempersatukanmu dengan Raihan. Aku rasa Raihanna juga ikhlas jika kamu bersama dengan Raihan."
Axel ingat kembali kata-kata yang pernah diucapkannya pada Athena demi menjodohkan gadis itu dengan Raihan. Dalam hatinya ada rasa cemburu sekaligus lega jika Athena mendapatkan laki-laki yang baik sebagai pasangan hidupnya. Namun, sekarang Axel bersyukur Athena menolak dijodohkan dengan Raihan. Axel yakin tak bisa kehilangan gadis cantik itu.
Raihan sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan Athena. Juga merasa senang saat mengenal Axel secara langsung. Sebenarnya Raihan bisa merasakan kehadiran Axel saat Athena mendatangi rumahnya tetapi tak bisa melihatnya.
"Akhirnya kita bertemu secara langsung. Apa sekarang masih ingin menjodohkan aku dengan Athena?" tanya Raihan lalu tertawa.
Axel tertegun lalu ikut tertawa, Axel yakin penulis itu sedang menggodanya karena pernah menyarankan gadis yang dicintainya itu untuk memilih Raihan sebagai pasangan hidupnya.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...