
Ny. Olivia mengirim foto-foto itu pada suami dan putranya. Axel senang menerima kiriman foto-foto itu. Rasa rindunya pada Athena sedikit berkurang.
Namun satu foto langsung membuatnya lemas. Terlihat Athena yang berfoto bersama dengan para dokter dan suster di mana gadis itu berdiri sambil tersenyum di samping seorang dokter muda yang sangat tampan.
Keesokan harinya saat Athena dan rombongan kembali, Axel telah bersedia menanti gadis yang dicintainya itu di teras. Begitu mobil yang membawa Athena masuk, Axel langsung menghampiri.
Tanpa menunggu, membantu membukakan pintu mobil dan membawakan tas ransel gadis itu. Ny. Olivia geleng-geleng menatap putranya yang hanya memikirkan gadis yang dicintainya itu. Laki-laki itu langsung mengajak Athena ke lantai atas. Athena yang letih karena perjalanannya tak kuasa menolak. Athena langsung memilih duduk di sofa dan langsung merebahkan dirinya. Saat melihat Athena begitu lemas akhirnya Axel membiarkan gadis itu beristirahat.
Axel akhirnya menggendong Athena dan memindahkannya ke ranjang. Athena masih tertidur nyenyak. Axel bahagia melihat gadis yang dicintainya itu, sedang tidur di ranjangnya. Hatinya berbunga-bunga, menatap wajah Athena.
"Axel, boleh Mommy masuk?" tanya Olivia.
Axel yang baru saja ingin mengecup bibir Athena, urung mendengar suara Nyonya cantik itu. Axel membukakan pintu dan bicara pelan pada ibunya.
"Ada apa Mom?" tanya Axel.
"Bagaimana Athena, sayang? Apa dia keletihan?" tanya Olivia.
"Ya Mom, itu lagi tidur. Athena kelihatannya letih sekali jadi aku ajak ke kamar untuk istirahat," jawab Axel.
"Oh, Mommy pikir Athena ingin langsung pulang, tapi Mommy lihat mobilmu masih ada di garasi. Kalau begitu biarkanlah dia tidur dulu, kalau dia nanti mau pulang, kamu antar ya sayang. Tapi kalau mau menginap, Mommy senang sekali. Biar Mommy yang bilang sama Mama dan Papanya. Ok," ucap Olivia.
"Ok Mom," jawab Axel.
Laki-laki itu kembali menutup pintu dan menoleh ke arah Athena yang tertidur di ranjangnya. Tersenyum sekilas lalu rebah di samping Athena. Menatap gadis yang masih masih tertidur di sampingnya. Axel mendekatkan wajahnya ke wajah Athena. Menyatukan bibir mereka dengan lembut agar Athena tidak terjaga.
Aku cinta sama kamu Athena, aku tidak tahu apa yang membuat aku jadi seperti ini. Awalnya hanya ingin mendapatkanmu, merasakan nikmatnya tubuhmu tapi aku kalah. Aku mengalah demi kamu yang tak mau menyerahkan dirimu, aku rela mengalah untuk menunggumu hingga akhirnya aku terjebak oleh cinta yang aku iming-imingkan sendiri. Cinta yang aku janjikan untuk bisa menaklukkanmu, tapi justru aku sendiri yang takluk padamu. Kamu hebat sayang, kamu bisa membuatku jatuh cinta padamu, batin Axel.
Laki-laki itu tersenyum sendiri lalu rebah kembali di samping Athena sambil menatap langit-langit kamarnya. Axel bertekad ingin serius mencintai Athena, karena hatinya yang terlanjur terikat oleh cinta gadis itu. Terlanjur berharap gadis itu menerima cinta meski awalnya untuk alasan yang lain.
Saat malam tiba, Athena terbangun. Langsung tersenyum saat melihat Axel yang tersenyum menatap ke arahnya. Athena langsung memeluk laki-laki itu dan tentu saja Axel kaget namun senang bukan main mendapat pelukan yang begitu hangat dari gadis itu.
"Aku kangen memelukmu Kak," ucap Athena.
Axel kaget mendengar ucapan Athena yang begitu berani dan terbuka.
Apa kamu kerasukan, pulang-pulang langsung berubah begini. Biasanya kamu selalu menjaga jarak, cuma aku ingin selalu mendekatimu. Tapi sekarang kenapa justru kamu yang nyosor duluan, batin Axel.
Laki-laki itu tak kuasa menolak Athena yang membenamkan bibirnya ke bibir laki-laki itu.
Seperti di dalam mimpiku, Athena yang begitu menginginkan aku, batin Axel.
Athena yang memeluknya erat dan memainkan lidahnya di rongga mulut Axel, benar-benar membuat laki-laki itu heran setengah mati namun senang bukan main.
Benar, ini seperti di dalam mimpiku, Athena begitu menginginkanku, bahkan rela menyerahkan dirinya untukku, batin Axel.
Melihat sikap Athena yang begitu agresif, Axel tak mau kalah. Perlahan melepas kancing kemeja Athena satu persatu. Axel beralih menciumi leher Athena, gadis itu memejamkan mata menikmati ciuman lembut laki-laki itu. Axel tak bisa menahan diri lagi hingga ingin melepas jeans yang dikenakan Athena.
Gadis itu masih menikmati ciuman lembut di lehernya hingga akhirnya turun ke dadanya. Namun saat Axel ingin melepas penghalang di dada Athena, gadis itu membuka matanya dan langsung mendorong tubuh Axel yang juga telah terbuka.
Athena baru sadar, laki-laki yang dihadapannya bukanlah Axel yang dicintainya. Athena yang telah begitu merindukan Axel bahkan bertekad menyerahkan dirinya pada hantu tampan itu. Namun, saat laki-laki itu hendak melepas yang menjadi penghalangnya saat menciumi dada Athena, gadis itu sadar. Axel-nya tak akan melakukan itu, Axel akan mengingatkannya untuk tidak boleh menyerahkan diri pada laki-laki yang bukan suaminya.
Athena langsung menutupi tubuhnya dengan selimut dan itu membuat Axel heran. Setelah Athena membangkitkan gairahnya, sekarang gadis itu justru mendorong tubuhnya.
"Ada apa Athena, kenapa berhenti? Bukannya kamu menginginkannya? Ayolah Athena, aku juga menginginkanmu, kamu telah membangkitkan hasratku. Kenapa harus berhenti sekarang?" tanya Axel.
"Maaf Kak, aku khilaf. Aku tidak boleh melakukan ini, maafkan aku," ucap Athena yang ketakutan hingga menangis.
Athena yang baru sadar merasa syok karena nyaris kehilangan kesuciannya bukan dengan laki-laki yang dicintainya. Athena begitu rindu memeluk Axel karena selama perjalanan gadis itu hanya bisa memandangi Axel di antara pergantian dua waktu.
Karena letih Athena mengira telah sampai di rumahnya. Saat melihat lampu menyala, Athena mengira sedang pergantian waktu. Axel memang biasa rebah di sampingnya langsung Athena mengira yang dihadapannya adalah Axel yang dicintainya. Hasrat Athena yang juga telah muncul karena ciuman yang mereka lakukan hampir saja membuatnya menyerahkan dirinya.
Namun, teringat pada pesan Axel si hantu tampan, bahwa Athena jangan pernah menyerahkan diri pada laki-laki yang bukan suaminya. Axel si hantu tampan itu, akan selalu mengingatkan Athena. Bukan mengikuti kemauan Athena yang menyerahkan diri seperti ini.
__ADS_1
Melihat Athena yang menangis akhirnya Axel menyerah. Laki-laki itu ingin memeluk Athena yang menangis, syok karena nyaris kehilangan kesuciannya. Namun Athena mundur menjauh dari Axel. Laki-laki itu akhirnya mengangguk mengerti. Axel akhirnya meraih kemejanya dan melangkah ke luar kamar.
Athena segera memunguti semua pakaiannya dan segera mengenakannya. Gadis itu langsung berlari keluar dari kamar itu untuk pulang ke rumahnya. Axel yang menunggu di luar kamar langsung menyambar tubuh Athena. Gadis itu meronta sambil menangis, Axel memeluknya erat. Athena memohon dilepaskan.
"Athena ..., sayang, tenanglah. Aku tidak akan menyakitimu. Aku akan mengikuti keinginanmu, aku tidak akan memaksamu," ucap Axel.
"Maafkan aku, aku selalu menolakmu. Carilah gadis yang lain, aku hanya akan membuat Kak Axel kecewa," ucap Athena masih terisak-isak.
"Tidak apa-apa sayang, aku rela. Demi cintaku padamu, aku rela. Apa yang kamu lakukan ini hal yang baik, aku tidak keberatan menunggumu. Aku sayang padamu Athena, aku akan selalu mendukungmu. Semuanya, semua keinginanmu apa pun itu, aku akan patuhi itu asalkan kamu jangan tinggalkan aku," ucap Axel.
"Maaf Kak, tolong antarkan aku pulang," ucap Athena pelan, akhirnya.
"Baiklah, tapi tadi Mommy sudah meminta izin sama Mama kalau kamu menginap di sini," ucap Axel.
"Apa?" tanya Athena.
"Ya, tapi jika kamu pulang, Mama akan heran. Kamu bisa menempati kamar lain jika kamu tidak mau tidur di kamarku. Menginap di sini saja ya sayang? Kamu bahkan belum makan malam 'kan? Ayo kita makan malam dulu. Nanti kalau ingin kamar yang lain, tinggal pilih saja sayang," ucap Axel.
Gadis itu akhirnya pasrah mengikuti ucapan Axel. Selagi dia masih sadar dia bisa berusaha melindungi dirinya sendiri. Karena berharap Axel akan mengingatkannya? Mungkin tidak, karena laki-laki itu sangat ingin melakukannya dengan Athena.
Athena mengangguk, Axel pun mengajak gadis cantik itu turun ke lantai bawah. Athena di minta duduk di ruang tengah sementara Axel meminta para pelayannya menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
"Athena bangun lagi? Mommy takut kamu kelelahan jadi nggak ngajak makan malam. Ayo makan malam dulu sayang! Tadi kamu ketiduran," ucap Olivia.
"Ya, Mommy," ucap Athena pelan.
Axel datang dan mengatakan kalau dia telah menyuruh pelayan menyiapkan makan malam untuk mereka.
"Ya sudah! Makan yang banyak ya! Maaf Mommy tidak bisa temani, Mommy sudah mengantuk, mau tidur dulu," ucap Olivia pamit dari hadapan Athena.
"Baik Mommy," jawab Athena.
Axel tersenyum, lalu duduk di sandaran kursi di samping Athena dan mengecup puncak rambut gadis itu. Athena diam mematung, meski sudah mulai tenang namun jika mengingat kejadian tadi Athena masih merasa takut.
Axel mengusap lengan gadis itu untuk membuatnya merasa nyaman. Axel ingin Athena mengubah pemikiran Athena tentang dirinya. Dia ingin Athena menilainya sebagai laki-laki baik yang juga bisa menjaga, menahan diri dan juga bisa menjaga kesuciannya.
"Sudah lapar belum? Sebentar lagi makan malamnya siap ya," ucap Axel.
Laki-laki itu berusaha membuat gadis itu merasa nyaman bersamanya. Namun, Athena masih diam kaku tak bergerak. Pelayan menyampaikan makan malam telah siap, laki-laki itu segera mengajak Athena untuk makan malam bersama.
"Aku sengaja tidak makan demi menunggumu makan malam bersama," ucap Axel sambil menaruh makanan ke piring lalu meletakkannya di hadapan Athena.
"Jangan terlalu baik padaku," ucap Athena yang merasa tidak enak diperlakukan seperti itu.
"Jadi aku boleh sedikit jahat padamu?" tanya Axel.
"Apa?" tanya Athena kaget.
"Aku cuma bercanda, jika tidak boleh terlalu baik padamu. Aku harus bagaimana? Sedikit jahat? Nanti kamu malah kabur. Terlalu baik saja masih bisa kabur dari sisiku, apalagi kalau sedikit jahat," ucap Axel.
Athena diam memandangi wajah laki-laki tampan di sampingnya.
Kenapa? Padahal wajahnya sama tapi kenapa aku tidak bisa merasakan perasaan yang sama pada mereka? batin Athena.
"Apa yang kamu pikirkan? Apa sedang mempertimbangkan perasaanmu padaku?" tanya Axel.
"Apa?" tanya Athena lagi.
"Dari tadi kata-kata yang bisa kamu ucapkan cuma 'apa'. Kamu tidak sedang kemasukan jin rumah sakit daerah itu 'kan? Ah ya aku ingin tanya sama kamu, apa dokter di sampingmu itu menggodamu? Kenapa di beberapa foto posisi kalian selalu berdampingan?" tanya Axel.
Kali ini laki-laki itu ingin bertanya dengan serius. Athena menyantap makanannya pelan, tadinya gadis itu sedikit malas karena ditanya seperti itu, Athena mengalihkan pembicaraan dengan menyantap makanannya.
Axel menunggu jawaban, laki-laki itu sengaja melongokkan wajahnya ke depan Athena.
__ADS_1
"Itu cuma kebetulan," jawab Athena akhirnya.
Sebenarnya bukan kebetulan, Dokter tampan itu memang sedikit suka padanya. Sejak para suster itu berkata mereka pasangan yang serasi, dokter muda itu terlihat sering mendekatinya dengan alasan macam-macam.
Kenapa aku harus berpura-pura? Kenapa aku harus menutupinya? Demi menjaga perasaannya kah? Benarkah aku sudah peduli pada perasaan Kak Axel yang ini? batin Athena bertanya-tanya.
"Oh, mungkin kamu tidak merasakannya. Kamu tipe orang yang tidak peka terhadap perasaan orang yang ingin mendekatimu," ucap Axel sambil menyantap makan malamnya.
Bukan tidak peka tapi menghindar karena aku juga tidak akan bisa menerimanya. Aku pura-pura tidak tahu saja. Bagiku cuma perasaan Kak Axel yang aku inginkan, batin Athena.
"Athena, nanti tidur di kamar mana? Kamarku atau kamar tidur yang lain?" tanya Axel.
"Kamar yang lain saja," jawab Athena.
"Nggak takut tidur sendirian? Apalagi ini pertama kalinya kamu menginap di sini," ucap Axel.
"Tidak apa-apa," ucap Athena.
"Kamu pasti lebih takut padaku daripada sama hantu," ucap Axel lalu tertawa.
Athena terkejut sesaat, Axel seakan-akan tahu isi hatinya. Apa yang dikatakan laki-laki itu terdengar bercanda namun itu memang yang sebenarnya. Athena lebih takut bersama Axel manusia daripada dengan Axel hantu.
"Bukan begitu Kak, aku ...,"
"Aku mengerti, kamu belum sepenuhnya menyukaiku. Tapi tidak apa-apa, aku akan berusaha mendapatkan cintamu. Sementara, seperti ini saja sudah cukup daripada kamu menolakku mentah-mentah," ucap Axel sambil tertawa kecil.
"Terima kasih Kak, tidak ada yang lebih pengertian dari Kak Axel," ucap Athena.
"Sebenarnya aku, sedikit lega saat kamu cerita tentang cinta tidak masuk akal itu. Mungkin karena sekarang aku yakin kamu bukannya sengaja menggantung cintaku atau karena aku merasa memiliki harapan karena kamu sendiri ingin mencari sebuah cinta yang masuk akal dan kamu bilang aku yang lebih masuk akal" tutur Axel.
Athena mengangguk, gadis itu berharap Axel sabar menunggunya. Menunggu cintanya sungguh-sungguh bisa di berikan untuk laki-laki itu. Setelah makan malam, Axel mengajak Athena berjalan-jalan di pinggir kolam renang. Gadis itu bersedia, mereka berjalan pelan mengitari kolam renang di dekat taman.
Athena menatap lurus ke depan saat Axel meraih tangan Athena dan mengenggam tangan gadis itu. Athena menoleh dan tersenyum.
"Aah ...,"
"Kenapa Kak?" tanya Athena khawatir.
"Tidak apa-apa, cuma senyummu itu terlalu manis. Aku tidak kuat melihatnya ..., tanpa melakukan apa pun," ucap Axel.
"Apa maksudnya itu?" tanya Athena.
"Tanpa melakukan ini," ucap Axel langsung memeluk Athena dan menyatukan bibir mereka.
Axel mencium lembut bibir itu tanpa mencoba menyusupkan lidahnya. Hanya kecupan-kecupan lembut dan manis. Athena tersenyum, Axel mengusap lembut pipi Athena, gadis itu mengangkat tangannya menyentuh lengan Axel.
"Aku mencintaimu Athena," bisik Axel.
Laki-laki itu kemudian memeluk gadis yang dicintainya itu. Lama sekali, saling membagi kehangatan tubuh mereka. Athena membalas pelukan Axel dengan memeluk punggung laki-laki itu.
Setelah puas saling memeluk. Axel dan Athena kembali ke dalam rumah.
"Kak, aku mau masuk kamar ya? Aku mau tidur, rasanya sudah mengantuk," ucap Athena pamit tidur ke kamarnya.
Axel mengangguk dan mengantar gadis itu ke kamar tamu. Athena ingin tidur lebih cepat agar bisa bangun sebelum habis pergantian waktu antara gelap menjadi terang.
Axel mengecup kening Athena yang telah rebah di ranjang. Axel bersikeras mengantar gadis itu hingga naik ke ranjang. Menyelimuti gadis itu lalu menyalakan lampu tidur.
"Selamat tidur sayang, mimpi indah ya, seperti aku yang selalu memimpikan kamu," bisik Axel.
Axel mengecup bibir Athena sekilas lalu meninggalkan kamar itu sambil mematikan lampu terang. Athena memejamkan mata berharap bisa segera tertidur lelap. Sebenarnya Athena tak terbiasa menginap di tempat yang asing. Akan sulit baginya membiasakan diri, namun Athena bertekad untuk segera tertidur agar bisa segera bertemu laki-laki yang dirindukannya.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1