Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 115 ~ Tawaran ~


__ADS_3

Jiwa Athena keluar dari tubuh Axella. Setelah dokter membuatnya tertidur dengan menyuntikkan obat bius ke dalam tubuhnya. Begitu bahagia karena dia tak terperangkap lagi di dalam tubuh gadis yang pernah di bencinya itu.


Athena berlari kencang dengan begitu bahagianya. Begitu sampai di pintu ruang rawat inapnya, Athena langsung memanggil Axel. Rasa bahagia karena kembali bisa menyebut namanya sendiri. Athena yang mengira kalau Axel tak akan mendengar teriakannya.


Akhirnya terkaget karena Axel yang langsung menoleh ke arahnya. Bahkan langsung berdiri lalu melangkah cepat menghampirinya. Melihat gadis yang dicintainya berdiri di depan pintu itu, tanpa berpikir panjang Axel langsung memeluk dan mencium bibir Athena.


Rasa rindu laki-laki itu yang terbungkus rasa cemas sejak kejadian tadi malam. Membuat Axel tak peduli, apakah gadis yang didepannya itu. Hantu, setan atau jin yang menyerupai Athena. Tahu pasti kalau Athena masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit itu. Karena setiap kali bergerak mata Axel akan langsung menoleh ke arah gadis yang tak bergerak itu.


Kini justru berdiri di depan pintu. Sebuah kenyataan yang tak masuk akal. Namun, Axel begitu merindukan Athena hingga tak peduli dengan protes akal sehatnya. Axel tak bisa menahan diri lagi, melepas rasa rindunya dengan memeluk dengan erat tubuh Athena yang terasa nyata bagi laki-laki itu. Sementara Athena sendiri, justru merasa heran, setelah semalaman mencoba memanggil Axel, tetapi laki-laki itu justru tak mendengarnya.


Berapa kali memanggil, bicara bahkan menangis di hadapan laki-laki itu tetapi Axel tetap tak pedulikan padanya. Axel seperti tak melihat dan mendengarnya. Kini di saat Athena tak yakin Axel bisa melihat dan mendengarnya, laki-laki itu justru berlari menghampiri dan memeluknya.


"Kakak bisa mendengar suaraku?" tanya Athena menyadarkan Axel yang masih betah memeluknya.


"Aku bisa mendengar, memeluk dan menciummu sayang," jawab Axel membuat Athena tersenyum.


"Syukurlah! Aku sangat bicara denganmu," ucap Athena.


"Tunggu! Apa ini hanya mimpi? Apa ini tidak sungguh-sungguh terjadi? Aku tidak mau bangun! Aku ingin di sini, ingin tetap memelukmu! Aku tidak ingin bangun!" seru Axel panik.


Athena langsung meminta laki-laki itu untuk tenang dan pelankan suaranya. Dengan yakin menyatakan kalau yang mereka alami sekarang ini bukanlah mimpi. Athena lalu menoleh ke arah tubuhnya yang masih terbaring koma. Axel mengikuti arah tatapan Athena dan terperangah.

__ADS_1


Akal sehatnya telah kembali. Keanehan yang dirasakannya kini telah disadarinya. Laki-laki itu baru sadar akan keanehan itu setelah melepas rindunya. Kembali sadar kalau gadis itu saat ini masih dalam keadaan tak sadarkan diri. Athena meraih tangan Axel untuk menyadarkannya dari rasa kagetnya.


"Aku masih koma Kak dan ini bukan mimpi–"


"Bagaimana bisa?" tanya Axel heran dan akhirnya terdiam sendiri.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kita tapi bukankah dulu pernah terjadi pada Kakak? Aku bisa melihat jiwa Kakak yang gentayangan," ucap Athena.


"Benar, kita dianugerahi kemampuan untuk melihat jiwa yang lepas dari tubuhnya," ucap Axel dan langsung melirik jam tangannya.


"Menjelang pagi! Athena, aku bisa melihatmu di antara gelap dan terang," sambung laki-laki itu.


"Apa suntikan? Aku tidak lihat dokter berikan suntikan padamu. Begitu kondisimu stabil, dokter mengizinkan aku menunggu di sampingmu. Aku tak pernah tinggalkan kamu sekejap pun? Mana mungkin aku tidak melihat dokter memberi suntikan padamu," ucap Axel.


"Itu karena tadinya aku berada di dalam tubuh Axella. Aku mencoba memberitahu Kakak kalau aku berada di dalam tubuh Axella, tapi Kakak malah mengusirku. Sangat aneh, aku tak bisa menyebut namaku saat berada dalam tubuh Axella. Saat berwujud hantu, aku malah lancar menyebut nama. Aku hanya bisa menyebut nama Axella. Aku tidak bisa mengakui diriku saat berada dalam tubuh Axella. Setiap kali menyebut namaku sendiri, leherku seperti tercekik. Semakin berusaha keras menyebut nama semakin sakit rasa tenggorokanku. Aku bahkan–"


Athena tercenung melihat Axel dengan wajah sendu mencium punggung tangannya. Tingkahnya seperti tak merasakan kehadiran Athena lagi. Gadis itu terdiam, merasa apa yang diceritakan tadi tak sempat terdengar oleh Axel.


"Setidaknya aku tahu kamu ada di sisiku, benar kan? Kamu akan menemui aku lagi kan? Aku akan menunggumu sayang. Aku akan menunggumu sampai kapan pun," ucap Axel.


"Kakak yang sabar ya. Aku akan kembali saat pergantian waktu nanti," ucap Athena sambil tersenyum.

__ADS_1


Lalu melangkah kembali ke ruang rawat inap di mana Axella dirawat. Tiba-tiba Athena melihat Axella, gadis itu pun segera berlari menghampiri. Jiwa gadis itu terlihat melangkah keluar rumah sakit.


"Kak Axella tunggu!" seru Athena yang tentu saja tak terdengar sedikit pun oleh manusia yang mulai beraktivitas di pagi hari itu.


Axella melangkah tergesa-gesa. Seperti sengaja menghindari Athena tetapi Athena tak peduli, tetap saja mengejarnya. Athena segera berdiri menghalangi gadis itu.


"Minggir!" ucapnya dengan nada ketus.


"Nggak! Kak Axella harus kembali ke tubuh Kakak," ucap Athena.


"Apa urusanmu? Aku mau masuk lagi atau nggak itu bukan urusanmu. Lagi pula bukannya bagus aku berada di luar, kamu bisa pakai tubuhku sesukamu. Aku … lebih baik mati daripada kembali ke tubuh itu," ucap Axella.


"Jangan berkata seperti itu Kak. Apa Kakak tahu kenapa tubuh kakak masih hidup sementara kakak ada di luar sini? Itu karena separuh jiwa Kakak masih tertinggal di sana dan aku bisa merasakan kalau dia masih ingin hidup. Jika tidak, dia juga akan keluar bergabung dengan Kakak di sini. Saat itulah kakak dinyatakan meninggal. Percayalah, hati kakak masih belum mau meninggalkan dunia ini," jelas Athena.


"Oh ya? Kalau begitu kamu juga begitu, ya kan? Separuh jiwamu juga tertinggal di situ, lalu kenapa kamu tidak bisa kembali ke tubuhmu? Kenapa tubuhmu malah menolakmu. Apa mungkin, aku juga tak bisa kembali ke tubuhku tapi malah bisa masuk ke tubuhmu. Bagaimana? Apa aku boleh  coba masuk ke tubuhmu? Aku ingin tahu bagaimana rasanya dicium penuh nafsu oleh Axel?" tanya Axella lalu tertawa.


"Kak Axella." Hanya itu yang bisa diucapkan oleh Athena.


Sebuah pilihan yang diajukan oleh Axella. Karena Athena yang memaksanya untuk tidak berkeliaran lagi. Axella memberi syarat akan masuk ke dalam tubuh tetapi bukan ke dalam tubuhnya melainkan ke dalam tubuh Athena. Gadis itu tak bisa membayangkan melihat Axella yang menggunakan tubuhnya merayu Axel dan menikmati cumbuan laki-laki yang telah menjadi tunangannya itu.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2