
Axel datang ke sekolah Athena, menciptakan kegaduhan dan teriakan histeris dari siswi-siswi yang memandang laki-laki tampan itu. Bahkan membuat ketiga sahabat Athena terkejut saat menyadari laki-laki itu ternyata ingin menemui Athena. Mereka pun terpana saat tiba-tiba laki-laki itu langsung mengecup bibir Athena karena tidak tahan melihat senyum manis gadis itu.
"Kak, ini di sekolah," ucap Athena yang tak enak hati.
Jerit histeris siswi-siswi di sekolah itu melihat Axel mengecup Athena makin terdengar. Ada yang kesal, ada yang mendukung namun ada yang tiba-tiba lemas menatap adegan romantis itu live di depan mata.
"Cuma sekejap, habisnya kamu cantik sekali sih, aku jadi tidak tahan ingin menciummu," ucap Axel yang membuat lutut ke tiga teman Athena mendadak lemas.
Kimmy langsung merengek minta dikenalkan, Athena pun mengenalkan ketiga temannya itu pada Axel.
"Halo Kak Axel, aku Kimmy yang imut," ucap Kimmy saat menyambut uluran tangan Axel.
Laki-laki itu tersenyum melihat tingkah Kimmy yang lucu dan lincah. Begitu juga saat bersalaman dengan Vivi yang terlihat malu-malu. Namun saat bersalaman dengan Mia terlihat Axel agak gugup. Laki-laki itu segera mengajak Athena pulang bersamanya.
"Aku tadi ke rumahmu, Mamamu bilang kamu belum pulang sekolah. Lalu aku meminta izin mengajakmu ke rumahku dan Mamamu mengizinkan. Bagaimana? Kita pulang sekarang?" tanya Axel segera mengajak Athena pergi.
Gadis itu pun meminta izin pada teman-temannya untuk pulang lebih dulu. Kimmy mengizinkan, dengan semangat gadis itu melambaikan tangannya ke arah Athena dan Axel.
"Kenapa Kak Axel terlihat takut sama Mia?" tanya Athena sesaat setelah Axel melajukan mobilnya.
"Takut? Siapa yang takut? Aku cuma merasa aneh aja sama tatapannya. Seperti tatapan seorang penyidik," jawab Axel lalu tertawa.
"Kalau tidak takut kenapa buru-buru pergi?" tanya Athena lagi.
"Lalu kenapa juga aku harus lama-lama di situ? Kamu nggak lihat siswi-siswi yang lain itu berisik sekali," jawab Axel.
Athena akhirnya diam mendengar jawaban Axel.
"Teman-temanmu lucu ya? Mereka beda-beda karakter, ada lucu, ada yang pemalu ada yang serem," ulang Axel.
"Serem bagaimana maksudnya?" tanya Athena.
"Seperti memiliki aura yang aneh, melihatnya dia seperti melihat dukun," jawab Axel kembali tertawa.
"Tadi katanya penyidik sekarang dukun," sahut Athena.
"Ya kalau gitu dukun yang sedang menyidik," lanjut Axel tersenyum lalu menoleh pada Athena.
Cowok tampan itu tercenung menatap Athena yang hanya diam memandang jalanan.
"Kamu sepertinya terpaksa ikut denganku, kalau kamu tidak suka, kita putar balik saja pulang ke rumahmu," ucap Axel.
"Bukan begitu Kak, cuma kenapa kita harus ke rumah Kakak?" tanya Athena lagi.
"Mau pacaran dong! Atau kamu ingin pacaran di tempat lain?" tanya Axel.
"Apa?"
Axel tertawa, laki-laki itu menoleh kembali ke arah Athena yang terlihat heran.
"Aku kangen sama kamu, makanya ingin ketemu. Kalau kamu ingin ke tempat lain, ayo aja tapi Mommy juga ingin ketemu sama kamu. Makanya aku ajak kamu sekalian ke rumah," tutur Axel.
"Kenapa Tante Olivia ingin ketemu denganku?" tanya Athena.
__ADS_1
"Entahlah, sejak kenal kamu Mommy sering bertanya padaku kapan aku akan membawamu ke rumah," ucap Axel bertanya.
"Tapi baru kemarin aku ke sana, masa langsung nanyain sih?" tanya Athena tak percaya.
"Ya, serius. Waktu makan malam Mommy cerita ke Daddy tentang perkenalannya denganmu. Akhirnya Daddy juga ingin kenal sama kamu. Langsung deh Mommy nyuruh aku ngajak kamu ke rumah lagi buat kenalan sama Daddy. Kebetulan aku juga kangen sama kamu," jelas Axel sambil tersenyum.
Athena hanya tersenyum simpul. Satu-satunya yang membuatnya bersedia diajak Axel ke rumahnya adalah demi menghilangkan rasa penasarannya. Athena ingin bicara dengan Ny. Olivia tentang putranya. Kemiripan antara Axel yang ada di sampingnya dengan Axel yang hanya bisa muncul di saat-saat tertentu itu membuatnya memikirkan kemungkinan mereka saudara kembar.
Tapi jika saudara kembar, mana mungkin namanya juga sama? Atau Ny. Olivia telah kehilangan putranya lalu menemukan laki-laki yang mirip Axel lalu memberinya nama yang dengan nama putranya? Ah, seperti sinetron aja, tapi tetap harus kutanyakan agar rasa penasaranku hilang, batin Athena.
"Athena! Athena! Aaa-thee-naa! Kamu mau aku gendong biar turun dari mobil?" tanya Axel.
Athena kaget dan melihat sekeliling, tanpa disadarinya mereka telah sampai di halaman rumah Axel.
"Lagi melamun apa sih Dewi Athena sampai nggak sadar kalau udah sampai?" tanya Axel di depan pintu mobil yang telah terbuka.
"Oh, sudah sampai ya? Maaf Kak, aku melamun," jawab Athena dan langsung turun dari mobilnya.
Axel langsung menggandeng tangan gadis itu untuk masuk ke dalam rumah. Sesekali tersenyum pada Athena yang membalas senyuman laki-laki itu dengan ragu-ragu. Laki-laki itu memperlakukan Athena dengan sangat manis. Tak sedetik pun melepaskan tangan gadis itu kemana pun di pergi.
Langsung mendatangi kamar ibunya, ke ruang kerja ayahnya atau ke ruang olahraga mewah di rumah itu. Namun Axel tetap tak menemukan ibunya. Akhirnya Axel menanyakan ibunya yang tak terlihat itu pada para pelayannya.
"Barusan keluar Den, katanya ada panggilan mendadak dari teman arisannya," jawab pelayan itu.
"Katanya suruh bawa Athena ke sini tapi Mommy malah pergi," gerutu Axel yang langsung mengeluarkan ponselnya menelpon ibunya.
Athena duduk sambil mengangkat wajahnya menatap Axel yang berdiri di hadapannya sambil menunggu sambungan teleponnya diterima. Awalnya Athena merasa curiga Axel berbohong kalau ibunya ingin bertemu dengannya, tapi setelah mendengar seriusnya Axel menghubungi ibunya, Athena sedikit merasa percaya.
"Halo Mommy, ini Axel udah bawa Athena ke rumah. Kok Mommy malah pergi sih?" tanya Axel.
"Jangan lama-lama Mom, nanti Athena nggak betah nungguin," sambung Axel.
Kembali Axel diam mendengar ucapan dari ibunya.
"Nanti kalau keburu mau pulang nggak apa-apa ya?" tanya Axel.
"Ok ... Ok ... ya. Bye Mom," ucap Axel akhirnya.
Lalu laki-laki itu duduk di hadapan Athena.
"Mommy bilang belum tahu kapan pulangnya, nanti akan diusahakan pulang secepatnya. Kamu disuruh makan siang dulu sayang, Mommy bilang kamu jangan sampai kelaparan," ucap Axel sambil menarik tangan Athena ke ruang makan.
"Tapi aku belum lapar," tolak Athena secara halus.
Sebenarnya Athena merasa tidak enak dengan perhatian Ny. Olivia padanya. Tapi Athena belum merasa begitu dekat dengan keluarga itu dan lebih lagi Athena merasa tujuannya mendekati keluarga itu bukan benar-benar untuk mengakrabkan dirinya dengan mereka.
"Kalau begitu nanti aja. Aku bilang ke pelayan dulu untuk menyiapkan makan siang kita sekitar satu jam lagi, gimana?" tanya Axel.
"Tidak usah, nanti aku makan siang di rumah aja," jawab Athena.
"Mommy bisa marah kalau keinginannya tidak dipenuhi. Kalau kamu disuruh makan siang di sini ya, makan siang di sini. Kamu harus patuh padanya kalau nggak Mommy bisa merajuk," lanjut Axel.
"Kalau gitu kita ke kamar dulu, yuk!" ajak Axel.
__ADS_1
Laki-laki itu langsung menarik tangan Athena. Kata-kata yang sering di dengarnya dari mulut Axel kekasihnya. Setiap kali laki-laki itu berkata seperti itu dengan cepat Athena menurutinya namun untuk ajakan dari Axel ini, Athena merasa takut.
"Tidak Kak, kita tunggu di sini aja," ucap Athena cepat.
"Kenapa? Kenapa sih kamu selalu melihatku seperti melihat hantu? Seperti selalu ketakutan, seperti curiga, apa aku salah? Apa aku pernah berbuat salah padamu?" tanya Axel.
Laki-laki itu bertanya dengan suara yang begitu pelan. Seolah-olah merasa begitu sedih dengan sikap Athena yang begitu terlihat hati-hati dan tidak terlihat nyaman saat bersamanya. Gadis itu pun merasa bersalah.
"Bukan begitu Kak, aku cuma ...." ucap Athena terputus karena dia tidak punya jawaban lain.
Apa yang diucapkan Axel memang benar, kalau dia selalu merasa khawatir, curiga dan berpikiran buruk pada laki-laki itu.
"Apa kamu takut aku akan berbuat sesuatu yang menyakitimu atau memaksamu?" tanya Axel.
"Apa? Apa maksud Kakak?" tanya Athena.
Sebenarnya Athena mengerti apa yang maksud Axel dan ucapan laki-laki itu memang benar. Terbukti saat Axel datang ke rumahnya laki-laki itu memaksa menciumnya hingga membuat marah Axel hantu.
"Sudahlah terus terang saja, kamu khawatir aku akan memaksamu bukan? Karena menurutmu aku laki-laki yang terbiasa melakukan itu dengan banyak gadis, benar 'kan?" tanya Axel.
Athena terpojok, gadis itu tidak bisa mengelak. Axel benar menebak isi hatinya. Akhirnya Athena mengangguk, sikap gadis itu membuat Axel tersenyum.
"Aku suka sama kamu dan karena itu aku tidak mau membuatmu merasa tidak nyaman apalagi merasa takut. Bayangkan olehmu jika kamu menyukai seseorang tapi dia justru merasa takut padamu. Merasa tidak nyaman didekatmu, apa kamu tidak merasa sedih melihat orang yang kamu sukai merasa tertekan?" tanya Axel.
"Maaf Kak," ucap Athena pelan.
"Percayalah! Aku tidak pernah memaksa seorang gadis meyerahkan dirinya padaku tapi mereka sendiri yang menyerahkan diri mereka padaku. Aku hanya memenuhi permintaan mereka," terang Axel.
"Berarti Kak Axel itu playboy, harusnya Kakak menolak jika tidak menyukai gadis itu, bukannya mengikuti keinginan mereka. Itu namanya memberi harapan pada mereka," ucap Athena mulai berani.
"Aku ini laki-laki normal, siapa yang tidak menyukai hal itu. Jika ada yang menyodorkan dirinya tanpa ada konsekuensi apa pun kenapa harus ditolak?" tanya Axel.
"Kalau gitu pemikiran kita berbeda, aku hanya akan melakukannya dengan orang yang aku cintai," ucap Athena.
"Berarti pemikiranmu tidak beda, pemikiran yang sama dengan pemikiran gadis-gadis itu. Mereka ingin melakukannya dengan laki-laki yang dicintai," ucap Axel.
"Lalu bagaimana dengan Kak Axel? Apa mencintai semua gadis itu hingga mau melakukannya?" tanya Athena.
"Laki-laki dan perempuan itu berbeda Athena. Seorang laki-laki bisa melakukannya dengan gadis yang tidak dicintainya dan itu hal yang biasa. Tapi percayalah untuk gadis yang benar-benar aku sukai, aku tidak akan memaksa. Lebih baik tidak merasakan itu daripada membuatmu membenciku dan akhirnya kehilanganmu," jelas Axel.
Hingga kamu sendiri yang menyerahkan dirimu padaku, sebentar lagi, batin Axel.
Laki-laki itu kembali mengajak Athena ke kamar lalu menyuruh gadis itu beristirahat. Axel keluar sebentar kemudian datang membawakan cemilan dan jus jeruk.
"Kamu suka jus jeruk?" tanya Axel.
Athena mengangguk, gadis itu meminum jus yang dibawakan Axel. Kemudian mereka berbincang-bincang. Setelah sekian lama, Athena meminta izin untuk pulang karena merasa terlalu lama menunggu. Gadis itu juga merasa mengantuk.
"Tunggu sebentar lagi ya, kalau kamu mengantuk tidur saja dulu," usul Axel.
Tapi Athena menggelengkan kepala, Axel permisi ingin melihat kesiapan makan siang mereka. Cukup lama Axel turun ke lantai bawah, membuat Athena berpikir untuk merebahkan diri di kursi malas itu.
Angin yang masuk melalui balkon ini membuatku jadi mengantuk, rebah sebentar saja ah. Nanti kalau Kak Axel datang aku akan bangun, batin Athena.
__ADS_1
Dan benar tak lama kemudian Axel datang namun Athena tak kunjung bangun. Axel tersenyum menatap gadis cantik itu lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Athena.
...~ Bersambung ~...