
Ny. Olivia merestui hubungan putranya dan Athena. Hal itu membuat Axel semakin yakin akan hubungannya dengan Athena. Axel merayu Athena untuk menyerahkan dirinya. Dengan segala cara Athena mengelak bahkan dengan memberi iming-iming seolah-olah bersedia menikah dengan Axel.
Axel bahkan meyakinkan Athena dengan mengatakan bahwa dia telah mengetahui detil tubuh Athena dari mimpinya dengan memberikan bukti foto tahi lalat yang tersembunyi di tubuh Athena. Gadis itu pun teringat akan tahi lalat di tubuh Axel kekasihnya. Timbul keinginan untuk membuktikan bahwa mereka adalah orang yang berbeda.
Athena melepas kemeja Axel yang disambut baik oleh laki-laki itu. Namun Athena tak melihat tahi lalat yang pernah dilihatnya di tubuh Axel-nya. Sekarang Athena yakin bahwa mereka adalah orang yang berbeda. Athena menolak melakukan hubungan yang lebih jauh, laki-laki itu pun rela dan hanya meminta sebuah ciuman dari Athena. Axel langsung memeluk tubuh Athena dan mencium gadis itu.
Ternyata mereka adalah orang yang berbeda, aku juga tidak rela jika Axel-ku adalah laki-laki playboy seperti ini. Aku lega, ternyata aku mencintai orang yang benar, batin Athena.
Athena merasa lega karena Axel yang dihadapannya dengan Axel yang dicintainya adalah orang yang berbeda. Sementara Athena merasa lega, Axel hantu justru menahan sakit di dadanya melihat gadis yang dicintainya dipeluk dan dicium oleh laki-laki lain.
Axel melepas ciumannya dengan senyum di bibirnya. Laki-laki itu segera mengambil kembali kemejanya yang tadi dibuang sembarangan. Laki-laki itu kemudian mengantar Athena pulang.
"Aku akan memberi kabar kapan Daddy ada waktu untuk bertemu denganmu lalu aku akan menjemputmu Ok!" ucap Axel sesaat tiba di halaman rumah Athena, gadis itu pun mengangguk.
Laki-laki itu membuka central lock hingga Athena bisa membuka pintu mobil. Laki-laki itu menahan tangan Athena dan menyuruhnya untuk diam di tempat. Laki-laki itu mengecup bibir Athena kemudian membuka pintu mobilnya. Axel berjalan memutari mobil lalu membukakan pintu untuk Athena, gadis itu pun segera keluar.
Axel mengantar Athena hingga ke depan pintu, Athena melirik laki-laki disampingnya itu. Ada sedikit rasa kagum timbul di hati Athena melihat perilaku Axel yang gentleman. Pintu rumah terbuka, Mama Athena muncul sambil tersenyum. Axel menyapa Mama Athena dan langsung meminta izin untuk pulang.
"Sampaikan salamku untuk Papamu, aku langsung pulang ya, sayang," ucap Axel.
Athena mengangguk, berdiri di teras menunggu laki-laki itu masuk ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan rumah Athena.
"Apa yang terjadi? Anak mama yang cantik ini sudah bertemu dengan ibunya Axel? Bagaimana tanggapannya? Apa dia menyukaimu? Apa dia merestui hubungan kalian?" tanya Mama Athena bertubi-tubi.
Ny. Anna tidak tahu kalau sebelumnya Athena telah bertemu dengan ibunya Axel bahkan langsung menyukainya. Athena hanya mengangguk mengiyakan semua pertanyaan ibunya.
"Kamu ini, Mama bertanya banyak, jawabannya cuma satu anggukan?" tanya Mama Athena.
"Iya Mamaku sayang, Mommy-nya Kak Axel menyukaiku, merestui hubungan kami. Beliau bahkan ...,"
Menyuruh kami menikah, huh yang benar aja. Jaman sekarang, baru tamat SMA di suruh nikah? Hanya karena putranya yang pewaris tunggal kekayaannya? Apa hubungannya denganku? Kenapa aku harus mengorbankan cita-citaku karena anaknya yang pewaris tunggal? Kenapa aku harus ...
"Hey ... hallooow ... kok malah melamun sih. Kalimat kamu tadi belum selesai, kok malah berhenti?" tanya Mama Athena.
"Maaf Ma, sampai di mana tadi. Athena lupa gara-gara melamun," ucap anak itu sambil tersenyum malu.
Mama Athena mencubit pipi putri kesayangannya.
"Mommy-nya Axel menyukaimu, merestui hubungan kalian. Beliau bahkan ... Mama tidak tahu lagi kelanjutannya karena kamu yang terlanjur melamun," tutur Mama Athena sambil terus mencubit pipi anaknya itu.
Athena tersenyum tapi di hatinya bingung mencari kelanjutan kalimatnya. Tak mungkin Athena menceritakan kalau ibunya Axel memintanya untuk menikah dengan putranya setamat SMA.
"Eh ..., beliau bahkan ehm ... ehm ... meminta Athena untuk bertemu dengan Daddy-nya Kak Axel," ucap Athena akhirnya.
"Cuma itu aja kok susah amat ngomongnya. Kayak di suruh kawin aja, ngomongnya ragu-ragu,"
"Haaa ...,"
__ADS_1
"Kenapa haaa ..., emang beneran di suruh kawin?" tanya Mama Athena iseng.
"Iih, Mama ini, Athena belum tamat Ma, masih sekolah," jawab Athena.
"Ya nggak sekarang juga maksudnya," ucap Mama Athena lalu meminta Athena mandi dan berganti pakaian.
Hari itu sudah menjelang malam, Athena tidak mau melewatkan kesempatan bertemu dengan laki-laki yang dicintainya. Merasa takut mandinya akan menyita waktu bertemunya dengan Axel. Athena berencana akan mandi setelah laki-laki itu menghilang kembali.
Athena menunggu hingga termenung dan tidak menyadari Axel telah berdiri di hadapannya. Laki-laki itu hanya diam menatap Athena yang termenung. Axel berpikir kalau Athena sudah mulai menyukai Axel manusia sejak gadis itu berinisiatif untuk mencium laki-laki itu.
Apa kamu mulai ragu-ragu Athena? Jangan ragu sayang, kejarlah kebahagiaanmu. Jika dia bisa membuatmu jatuh cinta, terimalah. Jangan karena aku, kamu mengorbankan kebahagiaanmu. Aku hanya akan mengikuti kehendakmu. Jika kamu ingin aku tetap di sini maka aku akan di sini. Jika kamu ingin aku pergi maka aku akan pergi. Bicaralah, jangan ragu-ragu, jangan sampai membuatmu merasa tertekan. Sayang, meski kamu memilihnya aku akan tetap bahagia karena aku akan bahagia jika melihatmu bahagia, bisik hati Axel.
Perlahan air mata laki-laki itu mengalir, namun laki-laki itu hanya diam membiarkan. Tidak bergerak sedikit pun, hanya menatap lurus gadis cantik yang ada di hadapannya.
Puas menunduk Athena mengangkat wajahnya dan terkejut saat melihat Axel telah berada di hadapannya.
"Kakak kenapa diam aja? Kenapa nggak beri tahu aku kalau Kakak udah muncul," jerit Athena bergegas mendekati laki-laki itu.
Axel tak ingin Athena melihat air matanya, segera menghapus air mata itu. Langkah kaki Athena terhenti melihatnya.
"Kakak kenapa? Kakak menangis? Apa karena aku? Karena kelakuanku tadi? Kakak melihatku bersama Kak Axel manusia itu tadi?" tanya Athena bertubi-tubi.
Axel hanya tersenyum miring, lalu menggelengkan kepalanya.
"Jangan bohong, Kakak pasti ikut denganku kerumahnya 'kan? Kakak melihat aku menciumnya? Karena itu Kakak sedih?" tanya Athena.
"Dia sangat mirip denganku dan kelebihannya dia adalah manusia, juga sangat menyukaimu. Mamamu juga menyukainya, Mommy-nya juga menyukai kamu. Ini sempurna, kamu memiliki harapan bahagia bersamanya. Kamu akan bahagia jika bersamanya Athena. Aku tidak ingin menghalangimu, aku ini hanya ...,"
Athena menghentikan ciumannya saat nafasnya sudah mulai terengah-engah.
"Jangan katakan itu lagi, aku melakukan itu hanya untuk membuktikan sesuatu. Aku ingin memastikan dia bukanlah dirimu. Aku sempat berpikir jika dia adalah Kakak di dunia nyata. Entah apa yang merasuki pikiranku hingga sempat berpikir seperti itu. Segalanya terasa mungkin terjadi, sejak aku bisa melihatmu, berteman denganmu dan mencintaimu. Aku berpikir ruhnya meninggalkan tubuhnya di saat pergantian waktu dan menjelma menjadi Kakak saat ini tapi entahlah gila rasanya memikirkan itu. Tapi sekarang aku telah yakin kalau dia bukanlah laki-laki yang aku cintai ini," papar Athena sambil menangkup wajah laki-laki tampan itu.
Axel tersenyum meski belum semua penjelasan Athena bisa di mengerti olehnya tapi Axel sekarang yakin kalau Athena masih mencintainya.
"Apa yang membuatmu ingin memastikan kalau aku bukan dia?" tanya Axel.
"Karena apa yang pernah Kakak ucapkan kemarin. Dia bisa melihatku dalam mimpinya, aku jadi berpikir kalau dia adalah Kakak tapi untunglah ternyata kalian orang yang berbeda," jelas Athena.
"Apa untungnya?" tanya Axel polos. Athena tersenyum.
"Karena aku tidak menyukainya, dia seorang playboy. Suka bermain dengan perempuan-perempuan hanya untuk kepuasannya. Aku tidak suka laki-laki yang seenaknya pindah dari satu perempuan ke perempuan yang lain. Seenaknya mempermainkan perasaan orang, aku tidak suka laki-laki yang tidak setia," ucap Athena menjelaskan dengan semangat yang berapi-api.
Membuat Axel tersenyum melihat cara gadis itu mengucapkannya.
"Tapi mungkin dia seperti itu karena belum menemukan cinta sejatinya. Jika dia benar-benar mencintaimu dan tunduk padamu, mungkin dia bisa menjadi laki-laki yang setia padamu," ucap Axel sambil tersenyum.
"Tidak mau, tidak suka karena aku sudah memiliki Kak Axel. Aku tidak tertarik dengan laki-laki mana pun lagi," tukas Athena.
__ADS_1
"Apa yang bisa membuktikan bahwa kami adalah orang yang berbeda?" tanya laki-laki itu lagi.
"Tahi lalat" ucap Athena singkat namun membuat Axel heran.
Athena membuka seragam Axel, lalu memperlihatkan tahi lalat yang cukup jelas bertengger di situ.
"Dia tidak memilikinya, jadi dia itu bukan Kakak," ucap Athena lagi.
Gadis itu kembali menatap tahi lalat di dada putih berotot itu. Athena mengangkat wajahnya menatap Axel, laki-laki itu tersenyum menatap gadis yang begitu dekat dengannya itu lalu memeluknya. Athena tersenyum lalu mengecup tahi lalat di dada Axel itu. Axel membalas dengan mengecup puncak rambut Athena.
Itu sebabnya kamu bersikap seperti itu, ternyata kamu masih setia padaku. Masih tetap di jalanmu, mencari asal usulku. Aku pikir hatimu telah berpindah padanya, karena dia mirip denganku dan dia adalah manusia, batin Axel.
"Jangan pernah berpikir kalau aku akan berpindah padanya ya!" seru Athena.
Axel membelalakkan matanya, terkejut karena apa yang di ucapkan Athena persis seperti apa yang di pikirkannya.
"Nggak usah heran, Kakak pasti berpikiran seperti itu," ucap Athena.
Axel tertawa, tangannya melingkar di pinggang gadis itu.
"Apa aku tidak bau? Aku belum mandi padahal sudah jalan seharian. Aku tidak mau kehilangan waktu bertemu denganmu gara-gara mandi," ucap Athena.
"Mandilah jika kamu gerah," ucap Axel.
"Nggak ah, nanti aja kalau Kakak udah menghilang," ucap Athena.
Gadis itu ingin melepas seragamnya karena takut Axel merasa tidak nyaman. Laki-laki itu langsung membalikkan badannya.
"Kenapa? Bukannya waktu itu Kakak udah liat?" tanya Athena.
"Kamu lupa mimpi laki-laki itu?"
"Aaaaah, iya,"
Athena buru-buru memasang kembali seragamnya. Setelah yakin Athena berpakaian, Axel membalik badan.
"Kak, maaf jika tingkah lakuku dengan Axel yang itu keterlaluan. Tapi percayalah semua itu aku lakukan untuk tetap menjalankan misiku mencari tahu tentang masa lalumu," ucap Athena.
"Athena, jika itu membahayakanmu dan jika itu membuatmu kesulitan, jangan di teruskan lagi. Tidak masalah bagiku tidak mengetahui asal usulku. Mungkin itu yang terbaik sayang," ucap Axel.
Athena tersenyum mendengar panggilan Axel padanya, padahal saat Axel manusia mengucapkan itu terasa biasa saja baginya.
"Tidak Kak, apa yang kulakukan ini kadang memang membuatku takut. Tapi masih banyak hal yang membuatku penasaran. Jadi Kakak jangan khawatir, aku akan tetap menyelidiki asal usul Kakak, lagi pula ada Kak Axel yang selalu berada di sampingku hingga aku sedikit pun tidak merasa takut. Yang aku takutkan hanyalah tingkah lakuku yang aku rasa mungkin akan menyakiti hatimu. Kakak percayalah padaku, jika aku yakin Kakak percaya padaku. Aku tidak akan ragu-ragu lagi memainkan peranku," mohon Athena dengan wajah lugu.
Axel tidak bisa lagi mencegah gadis itu melakukan apa pun yang dia inginkan. Gadis itu hanya ingin Axel mempercayainya. Dalam hati Axel berjanji akan berusaha memenuhi keinginan gadis itu untuk mempercayainya.
Axel mendekati gadis itu lalu memeluknya. Mengecup puncak rambutnya lalu menempelkan pipinya ke puncak rambut gadis itu sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
"Athena, aku mencintaimu."
...~ Bersambung ~...