Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 81 ~ Pesan Raihan ~


__ADS_3

Raihan menyesal, laki-laki itu semakin terisak-isak hingga tertunduk. Dalam hatinya Raihan membenarkan ucapan Axel. Raihan ingin Raihanna selalu muncul karena rasa bersalahnya. Sementara Axel tak suka Raihan bersikap seperti itu.


"Kak Hanna sudah bertahun-tahun menderita melihat Kak Raihan begini. Kak Hanna merasa bersalah melihat Kak Raihan seperti ini. Sementara Kak Raihan tahu, cara terbaik untuk membahagiakan Kak Hanna adalah dengan melupakannya--"


Setelah mendengar ucapan Axel, Raihan setuju untuk ikhlas melepas Raihanna. Namun, syarat laki-laki itu melakukannya membuat Axel terkejut. Raihan hanya dapat melupakan Raihanna melalui Athena.


"Apa maksud Kak Raihan?" tanya Athena.


"Cukup Athena, jangan tanyakan lagi. Itu syarat yang mengada-ada. Aku hanya memintanya melepaskan Kak Hanna karena tak tahan melihatnya menderita. tapi ternyata orang yang dicintai Kak Hanna itu orang yang begitu tega. Tega membuat gadis yang dicintainya merasa bersalah selama-lamanya. Aku memintanya untuk melupakan Kak Hanna tapi dia malah memintamu. Dari tadi aku ingin tahu isi hatimu yang sebenarnya, sekarang sudah terjawab. Terima kasih untuk semuanya tapi aku tak akan menyerahkan gadisku pada siapa pun," ucap Axel tegas menatap lurus ke mata Raihan.


Sementara Athena menoleh ke arah Axel, berharap laki-laki itu memberikan penjelasan yang membuatnya bisa mengerti. Namun, Axel tak menjelaskan apa-apa padanya. Hanya mata laki-laki itu yang tajam mengarah pada Raihan.


"Dari tadi aku ingin bertanya apa maksud ucapan Kak Raihan, ternyata ini maksudnya?" tanya Axel.


"Ucapanku yang mana?" ucap Raihan balik bertanya.


"Kalau Kak Raihan sedih untuk kami," jawab Axel.


Raihan tersenyum lalu menoleh ke arah Athena. Axel langsung berdiri dan mengajak gadis itu pergi. Athena yang tak mengerti apa maksud semua itu tak setuju Axel mengajaknya pergi begitu saja.


"Kakak, nggak baik kayak gini. Kalau ada masalah kita bicarakan baik-baik," ucap Athena setuju Axel pergi dengan amarah dihatinya.

__ADS_1


"Kamu nggak tahu, dia ini pura-pura menolakmu. Sebenarnya dia ini menginginkan kamu. Dia memilih kamu untuk melupakan Kak Hanna. Apa kamu mau?" jelas Axel. Athena menatap Raihan bingung.


"Apa maksudnya Kak? Kak Axel salah sangka 'kan?" tanya Athena.


"Athena, Axel ingin aku melupakan Hanna dengan mencari gadis pengganti. Aku tak merasakan apa pun pada gadis lain, aku hanya merasakan sesuatu padamu. Cuma kamu yang bisa menggantikan posisi Hanna di hatiku--"


"Nggak! Nggak! Athena adalah milikku. Aku tak akan menyerahkannya pada siapa pun," ucap Axel tegas. "Ayo kita pulang sayang," sambung Axel.


"Itu?" tanya Athena sambil menunjuk buku yang diberikan Raihan.


"Biarkan saja! Aku tak butuh," ucap Axel.


"Ambillah Athena, kamu akan membutuhkannya," ucap Raihan menyerahkan pada gadis itu.


"Kita sudah pergi, kenapa Kakak masih cemberut?" tanya Athena.


"Kenapa masih minta buku itu? Aku benci padanya. Buat apa buku itu dibawa. Kita tak butuh! Aku bisa belikan buku-buku yang lebih bagus lagi," ucap Axel.


"Kakak yang nggak butuh. Kata Kak Raihan aku butuh buku ini--"


"Kenapa masih percaya padanya? Dia jelas-jelas ingin memisahkan kita," ucap Axel.

__ADS_1


"Belum tentu Kak. Itu kan pemikiran Kak Axel saja yang selalu cemburu pada cowok yang suka padaku. Sekarang situasinya sudah beda Kak. Kak Axel-ku bukan lagi hantu jadi bisa bersaing dengan jantan dengan mereka. Kalau dulu jadi hantu, tak ada menganggap Kak Axel saingan. Melihat juga nggak? Aku nggak yakin Kak Raihan berniat merebutku dari Kakak. Justru Kak Raihan yang mengingatkanku kalau Kakak lah orang yang bisa melindungiku," ucap Athena.


Axel tercenung, setelah dipikirkan, apa yang diucapkan Raihan bukan seperti seseorang yang ingin merebut Athena darinya. Laki-laki itu mengingat lagi semua ucapan-ucapan Raihan yang membuatnya yakin untuk tetap bersama Athena meski merasa tak pantas untuk gadis sebaik Athena.


'Hanya orang yang mencintai dengan tulus yang merasa dirinya tak pantas untuk orang yang dicintainya.' Ucapan Raihan yang justru membangkitkan semangat Axel untuk percaya diri pada cintanya untuk Athena. 'Baik-baiklah menjaganya, Athena adalah orang yang rela membahayakan dirinya demi menolong orang meski itu adalah orang yang tak disukainya' adalah ucapan Raihan yang lain.


Sedikit pun tak terlihat Raihan seperti ingin merebut Athena dari sisi Axel. Athena menoleh ke arah Axel yang terlihat sibuk dengan pikirannya. Gadis itu menjalin jemarinya dengan jemari Axel.


"Aku rasa aku salah menilai dia, aku akan meminta maaf padanya nanti. Tapi apa maksud ucapannya itu?" tanya Axel seperti bicara pada dirinya sendiri.


"Kak Raihan itu penulis, dia terbiasa untuk membuat cerita yang tak mudah ditebak. Kita hanya tahu apa yang maksudnya, setelah kita mengikutinya ceritanya," ucap Athena.


"Bertambah pintar aja? Bukannya kamu yang ingin baca novel dari halaman belakang? Kenapa sekarang jadi ingin mengikuti ceritanya?" tanya Axel.


"Itu karena Kak Raihan membuat cerita tentang kita. Aku jadi penasaran, seperti apa akhirnya. Yang penting sekarang Kak Axel jangan lupa pesan-pesan Kak Raihan. Baik-baiklah menjagaku, kalau nggak nanti aku bisa direbut orang," ucap Athena sambil tersenyum menggoda


"Bukan itu."


"Lalu apa?" tanya Athena sambil mengedip-ngedipkan matanya kembali menggoda laki-laki itu.


Axel tertawa melihat ekspresi lucu Athena lalu merangkul gadis yang dicintainya itu. Mengecup puncak rambutnya lalu melangkah bersama pulang menuju ke rumah mereka.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2