
Athena giat belajar bersama Axel, sebenarnya Athena yang belajar pada Axel. Namun laki-laki itu seolah juga ikut belajar demi menjaga mood Athena yang harus belajar ekstra agar bisa di terima di universitas terbaik. Hani pun ikut belajar bersama mereka. Gadis itu juga harus mengikuti tes masuk perguruan tinggi.
Hani berencana masuk universitas yang sama dengan Hardy sementara Athena berencana masuk universitas yang sama dengan Axel.
"Aduh! Kalian yang belajar kok Mommy yang pusing sih? Udahan dulu belajarnya! Ayo istirahat dulu, ini Mommy bawakan cemilan untuk kalian," ucap Olivia sambil menyuruh para pelayan untuk membawakan makanan untuk putra-putrinya yang sedang belajar di kamar Axel.
Mereka pun menghentikan kegiatan belajar mereka sejenak dan menikmati martabak telor yang di bawakan para pelayan untuk mereka.
"Ayo Mommy makan bareng kita?" tanya Athena.
"Oh Mommy boleh makan bareng di sini?" tanya Olivia.
"Tentu Mommy, sini makan bareng Athena," ucap Athena.
"Mommy berbagi sama Mommy? Tapi Mommy masih bisa minta bawain lagi?" tanya Olivia.
"Itu buat nanti Mommy sekarang coba yang ini aja dulu," ucap Athena langsung menyuapi Ny. Olivia.
Ny. Olivia langsung menyantap martabak telur yang Athena suapkan padanya. Terlihat kebahagiaan di wajah Ny. Olivia saat calon menantunya itu menyuapinya. Axel cemberut, laki-laki itu juga mendekat pada Athena.
"Suapin juga dong?" ucap Axel.
"Iih, Kakak suap sendiri!" ucap Athena sambil tersenyum.
Axel cemberut, akhirnya Athena menyuapi laki-laki yang mendadak manja itu. Axel tersenyum disuapi Athena, giliran Axel menyuapi Athena gadis itu hanya diam.
"Kenapa? Jijik pake sendok bekas air liurku? Giliran ciuman kamu mau aja tukeran air liur," tanya Axel.
"Haaish, Kakak ini malu-maluin," ucap Athena melirik Ny. Olivia yang tertawa mendengar ucapan putranya.
Saking malunya Athena memukuli lengan laki-laki itu. Axel pura-pura sakit, Ny. Olivia makin tertawa.
"Athena masih malu-malu rupanya," ucap Olivia.
"Betul Mom, padahal kalau ciuman dia yang paling hot," ucap Axel menjadi-jadi.
"Iih, fitnah, fitnah, fitnah," ucap Athena sambil memukuli lengan Axel.
"Udah! Udah! Kalian lanjutkan dan belajarnya. Mommy mau pergi dulu, teman-teman Club tennis Mommy pasti udah nungguin," ucap Olivia.
Olivia pun berlalu dari kamar Axel, laki-laki itu saling menatap dengan Athena. Hani diam-diam melangkah keluar kamar. Diam-diam tapi ketahuan. Namun Axel dan Athena membiarkan dia pergi, mereka masih saling menatap.
"Kakak bikin aku malu di depan Mommy dan Hani," ucap Athena pelan.
"Kenapa harus malu, Mommy juga pernah muda dan kita juga telah direstui oleh Mommy. Lalu kenapa harus malu? Kalau bilang sekarang ini mau nikah Mommy pasti senang sekali. Aku nggak yakin kalau Mommy nggak tahu kalau kita pernah ciuman," ucap Axel.
Athena tertunduk, dia bahkan pernah kepergok berciuman dengan Hardy saat pesta ulang tahunnya. Athena menoleh pada Hani yang telah keluar kamar.
"Udah cabut dia, bolos dari kelas," ucap Axel sambil tersenyum.
"Kakak nggak keberatan mengingat aku pernah berciuman dengan Kak Hardy?" tanya Athena dengan suara pelan.
"Nggak! Karen saat itu aku sendiri juga merestui hubungan kalian. Tapi kalau sekarang, kalian coba-coba ciuman? Awas saja tunggu pembalasanku!" seru Axel dengan pandangan yang pura-pura mendendam.
Athena tertawa melihat ekspresi Axel dengan gaya seperti itu. Athena justru takut dan sedih jika Athena merasa berbuat salah dan Axel justru hanya mendiamkannya.
"Orang lagi marah kok malah ketawa sih?" tanya Axel sambil menggelitik Athena.
Gadis itu tak bisa menahan geli dan meminta ampun pada Axel.
"Tiada ampun bagimu," ucap Axel yang terus menggelitik Athena.
Terbayang oleh Axel alangkah indahnya kalau saat ini mereka telah menikah. Setelah bercanda mereka bisa lanjut bercinta. Hal itu membuat Axel kembali bersemangat untuk belajar lagi.
"Haa, belajar lagi? Capek!" ucap Athena.
"Kalau kamu nggak belajar, kita nggak bisa satu universitas. Apa tidak masalah jika kamu tidak satu universitas denganku?" tanya Axel.
Mendengar itu Athena langsung duduk dan meraih buku dan langsung membaca serta mengerjakan latihan-latihannya. Melihat itu Axel sangat bersyukur, artinya bukan dia sendiri yang berharap bisa satu kampus dengan Athena. Namun, gadis itu pun ingin satu almamater dengannya.
"Jika rasanya masuk universitas ini terasa berat bagimu, kita bisa lihat universitas yang lain. Yang kemungkinan lulusannya lebih mudah ...,"
"Heee, ganti universitas? Trus Kakak mau masuk univ. itu juga? Nggak! Kita tetap usahakan universitas ini biar kecerdasan Kakak nggak sia-sia," ucap Athena.
"Tapi jika kamu kesulitan, nggak apa-apa sayang. Biar aku yang ikut universitas kamu," ucap Axel.
"Nggak! Nggak! Nggak! Aku nggak mau ganti! Aku tahu Kak, aku udah dengar isu-isu kalau Kakak harusnya bisa lulus di universitas terbaik di luar negeri tapi Kakak tetap memilih di sini. Itu karena Kakak tahu aku nggak bakalan bisa diterima di Universitas di luar negeri 'kan? Kakak udah mengalah untuk aku. Kakak udah menyeberang jembatan demi menuju ke arah ku. Meninggalkan segala sesuatu yang lebih baik demi bisa bersamaku. Aku ... aku bisa menjangkaumu. Meski jembatan yang harus kutempuh sulit dan terjal tapi aku akan mencoba mencapainya. Aku tak ingin Kakak berkorban lagi untuk mendatangiku," ucap Athena beranalogi.
"Tidak apa-apa sayang, aku enjoy aja kok dapat universitas mana aja? Asalkan kamu nggak stress," ucap Axel.
"Nggak! Nggak! Nggak!" ucap Athena, kali ini menangkup wajah Axel dan menggelengkan kepala Axel.
"Ya tapi ...,"
"Haaa, jangan ganggu! Aku mau belajar!" teriak Athena sambil menutup kedua telinganya.
__ADS_1
Axel tertawa lalu mengecup puncak rambut gadis itu.
"Terima kasih sayang," ucap Axel sambil tersenyum.
Melihat usaha gadis itu untuk bisa masuk universitas yang sama dengan pilihannya. Membuat hati Axel semakin tergugah, laki-laki itu semakin jatuh cinta pada Athena.
Apa pun hasilnya nanti, aku tidak akan kecewa sayang! Melihat usahamu yang luar biasa demi aku, aku sudah sangat terharu, batin Axel.
Sejak saat itu Athena serius belajar, tak akan berhenti sebelum perutnya keroncongan. Bahkan Axel khawatir karena gadis itu yang selalu melewatkan makannya.
"Sebentar lagi,"
"Sedikit lagi,"
"Nanti dulu,"
"Ini belum selesai,"
"SAYANG!" ucap Axel agak keras hingga perhatian Athena akhirnya teralihkan pada laki-laki itu.
"Untuk apa gunanya masuk universitas pilihan kalau setelah itu kamu sakit. Tidak cuma kali ini kamu mengabaikan makanmu. Sarapan, makan siang, makan malam. Kalau begitu caranya, udah berhenti aja. Kalau nggak manage waktu, pintar pun tak ada gunanya," sambung Axel.
Membuat Athena tertunduk dengan mata yang berkaca-kaca. Dalam hati gadis itu stress takut tak bisa masuk universitas yang sama dengan Axel. Sementara dia tahu Axel menolak tawaran universitas di luar negeri agar bisa satu kampus dengannya.
Axel memeluk gadis itu erat, tak bermaksud membentak Athena. Untuk menghiburnya Axel mengecup puncak rambut gadis itu lama sekali.
"Kita makan siang dulu ya!" seru Axel.
Athena mengangguk, Axel tersenyum. Setelah kejadian seperti itu, Athena patuh. Saat Axel menyuruhnya berhenti, dia akan berhenti. Jika mulai belajar lagi dia akan mulai belajar lagi. Melihat kegiatan Athena yang sibuk belajar seperti itu, Mama Athena sangat kaget.
"Apa Axel memaksamu belajar?" tanya Mama Athena khawatir.
Gadis itu menggeleng.
"Kak Axel malah marah kalau lihat aku belajar terus," ucap Athena.
Mama Athena tak mengerti, akhirnya Athena menjelaskan situasinya. Keinginannya untuk bisa satu almamater dengan Axel membuatnya harus semangat belajar.
"Tapi jangan terlalu dipaksakan ya sayang, Mama khawatir kalau kamu jatuh sakit," ucap Mama Athena.
"Ya Ma, Mama persis Kak Axel. Selalu khawatir," ucap Athena sambil mencomot baklava dan langsung memakannya.
"Ya, syukurlah kalau dia cerewet sama kamu karena kamu sulit di omongin, keras kepala," ucap Mama Athena yang mampir untuk mengunjungi anaknya.
"Mama jadi kangen sama kamu, belum menikah aja udah terpisah seperti ini. Gimana kalau udah terpisah, kamu mungkin udah lupain Mama," ucap Mama Athena agak sedikit merajuk.
"Ada-ada aja kamu. Orang Nyonya Olivia itu ingin sekali kamu menetap di sini. Calon mertuamu itu nggak bisa pisah lagi sama kamu," ucap Mama Athena.
"Trus gimana dong? Kalau gitu beda rumah aja biar adil jadi Mama datang ke rumah Athena, Mommy juga datang ke rumah Athena. Kalau gitu gimana?" tanya Athena.
"Huu, kamu ini mana boleh sama Mommy kamu," ucap Mama Athena.
Axel yang mendengar percakapan mereka di balik dinding hanya tersenyum. Laki-laki itu juga langsung ikut membayangkan jika sudah menikah dengan Athena.
Pada satu kesempatan teman-teman Athena datang berkunjung. Saat melihat kegiatan Athena sehari-hari adalah belajar dengan calon suaminya, Vivi, Kimmy dan Mia meledek Athena habis-habisan.
"Duh belajar sama calon suami yang jenius, enak amat ya! Ntar sambil mesra-mesraan sambil bahas soal," ucap Kimmy.
"Ya, kalau nggak sambil peluk-peluk Athena denger hafalan," ucap Vivi.
"Sambil nidurin Athena sambil bacain buku paket," ucap Mia.
"Nidurin? Apa maksud loe?" tanya Athena sewot.
"Maksud gue kayak anak kecil yang dibacain dongeng sampe tidur gitu," ucap Mia yang salah memilih kata-kata.
Mereka semua tertawa, tak puas-puasnya meledek Athena. Namun, kemudian mereka memohon untuk diizinkan belajar bersama.
"Nggak! Tadi pada meledek semua, sekarang minta diajarin. Huh, enak bener," ucap Athena dengan wajah pura-pura kesal.
"Please, Kak Axel 'kan pinter. Kalau belajar ma dia mana tau kami bisa jebol univ negri. Please biarin kami belajar ama laki loe ya?" tanya Kimmy.
"Iishh, tuh 'kan masih ngeledek!" ucap Athena.
"Meledek gimana? Gua nih serius," bujuk Kimmy.
"Lah itu tadi laki loe, laki loe, kapan gue nikah?" tanya Athena.
Vivi dan Mia tersenyum ditahan.
"Ya deh, nggak laki loe tapi suami loe," ucap Kimmy sambil tersenyum menggoda sambil mengangkat alisnya.
Axel tertawa di balik pintu dan terpaksa muncul untuk menyapa teman-teman Athena. Mereka yang telah tahu kisah tentang Axel saat menjadi hantu hingga akhirnya sadar dan jadi manusia lagi itu telah memaklumi seberapa dekat Axel dan Athena.
"Kakak ipar ..."
__ADS_1
"Emang gue Kakak loe?" tanya Athena.
"Trus masa gue panggil adik ipar, 'kan Kak Axel lebih tua dari gue," ucap Kimmy protes.
Athena langsung rebah di karpet tebal itu. Kamar Axel yang luas dengan karpet tebal yang berhadapan dengan pintu dorong ke balkon yang terbuka lebar. Membawa angin segar masuk ke dalam kamar itu.
"Mending gue tidur, daripada dengerin loe ngoceh," ucap Athena mengambi bantal karpet dan menutup wajahnya dengan bantal itu.
"Kalian mau belajar?"
"Nggak usah digubris Kak," sela Athena. Axel tersenyum.
"Boleh, datang aja nanti kita belajar bersama," ucap Axel.
"Yeey, Kak Axel emang baik hati. Beda sama itu-tu," ucap Kimmy.
Athena langsung membuka bantal yang menutupi wajahnya dan menampilkan wajah cemberut pada Axel.
"Kita tau Kak, pasti Athena nggak bolehin kita belajar di sini biar bisa berduaan aja sama Kak Axel. Huuu, emang nggak puas berduaan seharian sampai nginap di sini segala," ucap Kimmy.
"Aaa, haaa ... Kakak sih pake dibolehin segala. Dia ini cerewet Kak. Bisa-bisa dia gangguin Athena belajar aja," ucap Athena manja.
"Nggak apa-apa sayang, mereka godain kamu di waktu kamu nggak belajar. Tapi kalau lagi belajar nggak ada cerita main-main lagi," ucap Axel.
"Oh ya ampun, sayang, aaah, nggak kuat dengernya," ucap Kimmy lagi-lagi menggoda Athena.
Axel tersenyum, Athena tersipu. Axel langsung merangkul bahu gadis yang dicintainya itu.
"Kapan kalian mulai belajar?" tanya Axel.
"Besok ya Kak, kita bawa buku catatan dan latihan dulu," ucap Vivi semangat.
"Ok, kapan pun kalian datang, aku siap mengajari," ucap Axel sambil tersenyum.
Athena menatap wajah laki-laki yang dicintainya itu. Gadis itu kagum atas kebaikan hati laki-laki tampan itu. Dilihat seperti itu Axel, salah tingkah dan pelampiasannya adalah dengan mencium pipi Athena. Semua teman-teman Athena langsung riuh. Menatap kemesraan kedua sejoli itu. Athena menjulurkan lidahnya pada Kimmy yang paling heboh.
Keesokan harinya mereka benar-benar datang untuk belajar. Ny. Olivia sangat semangat melihat anak-anak yang datang untuk mencari ilmu itu. Membawakan bermacam-macam makanan ringan untuk mereka.
"Enak di sini, udahlah dapat kursus gratis dapat snack lagi. Oh nikmatnya hidup," ucap Kimmy dengan menengadah tangannya.
Mereka tertawa, Axel mengizinkan mereka istirahat dan menikmati makanan ringan itu. Saat tiba waktunya makan siang, mereka pun makan siang. Saat mereka pulang dan Hani kembali ke kamarnya. Athena langsung terkapar di ranjang Axel.
Laki-laki itu langsung memeluk Athena dan membiarkan gadis itu tertidur dalam pelukannya. Seperti itu yang mereka lakukan hingga saat tes penerimaan mahasiswa baru itu dilaksanakan.
Saat pengumuman hasil tes ujian masuk perguruan tinggi itu datang mereka pun berkumpul.
"Ingat ya! Kita udah berusaha, apa pun hasilnya. Kita harus bangga. Meski tidak lolos atau lolos di pilihan kedua. Semua tidak perlu di sesali karena kita telah berusaha. Dan sebelum terima kasih banyak dari kami untuk Kak Axel yang telah bersedia mengajari kami dengan ikhlas tanpa imbalan apa pun. Bahkan kami justru mendapatkan fasilitas enak, bersantai di kamar yang nyaman, makanan ringan yang bermacam-macam seta makan siang yang lezat-lezat. Kita ..."
"Huh, lama amat pidatonya, gue udah nggak sabar ini," ucap Athena.
"Tenang, Tante cerewet, kita ini lagi berterima kasih ama laki loe," ucap Kimmy membela Vivi yang tadi berpidato.
"Loe mau berterima kasih? Emang loe mau ngasih apa ama laki gue," ucap Athena yang akhirnya terpancing.
Axel tertawa, Athena menatapnya heran.
"Katanya nggak mau dibilang laki loe, sekarang loe bilang laki gue. Huuu, plin plan loe," ucap Kimmy.
Athena tercenung dan menoleh pada Axel. Laki-laki itu hanya tertawa. Akhirnya Axel menyalakan laptop dan mereka pun mencari nama mereka. Mereka bahagia satu persatu nama mereka muncul begitu juga dengan Hani.
"Nama loe mana Athena?" tanya Vivi.
Athena mulai mencari di universitas yang telah dipilihnya bersama Axel. Laki-laki itu tiba-tiba menutup laptopnya. Athena langsung menatap Axel dengan tatapan sendu. Semua pun menatap dengan tatapan yang bertanya-tanya. Kimmy, Vivi, Mia dan Hani telah diterima di universitas yang mereka tuju.
Namun saat mencari nama Athena, Axel justru menutup laptopnya. Semua memandang sedih pada Athena, karena gadis itu bersikeras memilih universitas terbaik di negeri ini.
"Apa aku tidak lulus?" tanya Athena pada Axel.
Laki-laki itu menggelengkan kepalanya. Air mata Athena langsung mengalir, gadis itu terduduk di lantai.
"Aku ingin tanya, jika kamu tidak lulus apa kamu sudah janji tidak akan kecewa bukan? Seperti pidato Vivi tadi?" tanya Axel.
Athena hanya diam.
"Kalau kamu lulus, apa yang ingin kamu berikan padaku?" tanya Axel.
"Apa saja, semua yang Kakak inginkan. Aku akan berikan apa saja yang Kakak minta," ucap Athena.
Teman-teman Athena saling pandang dan sama-sama menahan senyum mereka.
"Baiklah, akan aku simpan satu permintaan untuk nanti. Sekarang carilah," ucap Axel sambil kembali membuka laptop itu.
Mereka pun mulai kembali mencari, satu persatu nama mereka telusuri hingga akhirnya menemukan nama Axel dan ..
"ATHENA .... INI NAMAMU, KAMU LULUS ATHENA, KAMU LULUS," teriak Kimmy yang langsung memeluk Athena.
__ADS_1
Gadis itu membalas pelukan itu sambil memandang namanya yang benar-benar tertera sebagai nama siswa yang diterima di perguruan tinggi itu. Kimmy melepas pelukannya dan Athena langsung memeluk Axel dengan air mata haru mengalir di pipinya.
...~ Bersambung ~...