
Axella memilih pergi dan memilih menjalani hidup dengan bergentayangan. Axella tak tega mempermainkan Athena dengan cara meminjam tubuh Athena. Jika Axella ingin menguasai tubuh Athena, Athena tak akan bisa berbuat apa-apa. Karena Athena tak bisa menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Axel.
Axella sudah memilih untuk pergi, tetapi Athena segera menghentikannya. Athena juga tak tega melihat gadis itu bergentayangan. Hidup di luar sendiri, dan mungkin saja bertemu dengan makhluk gaib yang lainnya. Semua pengalaman yang tak ingin dialami lagi oleh Athena.
"Kak, jangan pergi! Tetaplah di sini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Aku butuh Kak Axella. Saat pergantian waktu, aku bisa keluar dari tubuh Kak Axella dan berbicara dengan Kak Axella. Mungkin ada yang akan aku bicarakan nanti. Dalam waktu dekat hasil pemeriksaan kondisi kesehatan Kak Axella akan keluar. Mungkin bisa segera keluar dari rumah sakit. Kita tinggal bersama-sama di rumah Kak Axella," jelas Athena.
"Apa? Pergantian waktu?" tanya Axella.
"Ya, makhluk seperti kita bisa dilihat oleh orang-orang tertentu di saat pergantian waktu. Karena saat itu kita memiliki kekuatan yang bisa membuat wujud kita bisa terlihat tanpa kita sadari. Kak Axel bisa melihatku di pergantian waktu itu. Karena itu aku meninggalkan tubuh Kak Axella agar Kak Axel bisa melihatku walau hanya sebentar. Mari Kak, ikut pulang ke rumahmu. Meski tak ada yang bisa melihatmu, aku bisa keluar dan bicara dengan Kak Axella. Jangan ke mana-mana tetaplah …."
Axella terkejut karena Athena tiba-tiba menghilang. Gadis itu sangat penasaran dengan kemampuan seseorang yang bisa melihat mereka di pergantian waktu. Namun, belum selesai Athena bicara, jiwa gadis itu telah menghilang. Axella segera berlari menuju ruang rawat inapnya.
Terlihat Athena yang sedang bicara dengan ibu dan ayahnya. Athena bersikap seperti baru bangun tidur. Axella baru mengerti, saat roh Athena bicara dengannya, Athena tertidur sangat pulas seperti koma.
"Sejak kamu kecelakaan ini, susah sekali bangunkan kamu. Mommy jadi khawatir. Mommy takut kamu jatuh pingsan atau koma lagi. Benar-benar seperti orang mati," ucap Friska.
"Jangan bilang seperti Mom," ucap Pietra.
__ADS_1
"Mommy khawatir Dad," ucap Friska sambil menangis.
"Maaf Mommy, tapi sungguh. Aku tidak sengaja seperti itu tapi percayalah, aku baik-baik saja," ucap Athena yang merasa kasihan melihat kesedihan kedua orang tua itu.
Axella melihat sikap Athena terhadap kedua orang tuanya, menjadi terharu. Melihat ketulusan Athena menghibur orang tuanya, Axella memutuskan untuk tinggal di samping Athena seperti permintaannya.
Axella berniat menjaga Axel dan sekaligus juga Athena. Seperti kejadian kemarin. Axella dengan sengaja masuk ke tubuh Athena untuk menggagalkan niat Axel yang ingin bunuh diri.
Saat Athena keluar dari tubuhnya, Axella akan membiarkan Athena bertemu dengan Axel. Saat Athena tak bisa menemani Axel karena masuk ke tubuh Axella, maka jiwa Axella yang akan melindungi Axel. Semua itu demi membalas kebaikan Athena yang bersedia menghibur kedua orang tuanya. Sementara Athena sendiri tak bisa menghibur orang tuanya sendiri.
"Hasil pemeriksaanmu sudah keluar nak. Kondisimu baik-baik saja, apa kita perlu tanyakan pada dokter tentang kesulitanmu untuk bangun jika telah tidur?" tanya Pietra.
"Kamu yakin hal seperti itu nggak ada apa-apa? Daddy takut ada masalah di kemudian hari," ucap Pietra.
"Nggak Dad, justru Athe … aku ingin pengertian dari Mommy dan Daddy. Kalau aku tidur jangan di bangunkan, biar aku bangun sendiri dengan begitu. Tidurku akan cukup dan tubuhku menjadi bugar," ucap Athena sambil tersenyum dan mengangguk.
Kedua orang tua itu juga tersenyum dan mengangguk. Mereka menyetujui permintaan Athena. Setelah menyelesaikan administrasi kedua orang tua itu mengajak putrinya pulang. Athena meminta izin untuk menjenguk tubuhnya yang ditunggui oleh Axel dan orang tuanya.
__ADS_1
"Mama, papa dan Kak Axel, aku pergi dulu tapi besok aku akan kunjungi kalian lagi. Jaga kesehatan, jangan selalu bersedih. Kak Axel yang kuat ya. Tolong jaga mama dan papa," bisik Athena pelan sambil mengintip melalui lobang kaca pintu rawat inapnya.
Athena dan pulang bersama kedua orang tua Axella. Saat memasuki mobil gadis itu dengan sengaja menutup pintu agak lama, seperti kebiasaannya dulu menunggu Axel. Saat dalam perjalanan Athena hanya termenung. Entah apa yang akan terjadi nanti di rumah Axella.
Karena yang pasti, Athena sama sekali tak mengetahui apa pun tentang Axella. Rumahnya, kamarnya dan kebiasaan kedua orang tuanya dan kebiasaan Axella sendiri.
Alangkah baiknya kalau Kak Axella bisa terlihat dan bicara denganku saat ini. Aku bisa bertanya langsung padanya jika ada yang tidak aku ketahui, batin Athena. Beruntung begitu sampai di rumah, Ny. Friska langsung mengantar putrinya masuk ke dalam kamar. Dengan tujuan memintanya untuk beristirahat.
"Lihatlah, kamarmu sudah Mommy rapikan. Mommy harap kamu suka," ucap Friska.
"Terima kasih Mommy," ucap Athena tulus sambil melihat ke sekeliling.
Matanya langsung terpaku menatap bingkai foto yang tertata di atas meja belajar. Tanpa sadar Athena melangkah mendekat. Menatap foto orang-orang yang sangat dikenalnya. Ekspresi Athena berubah sendu, terlihat foto selfie Axella dan Axel di mana Axella sedang mencium pipi Axel.
"Saat bersih-bersih Mommy temukan ini di bawah buku-buku. Mommy heran kenapa tidak dibingkai. Orangnya ganteng dan terlihat baik, Mommy setuju jika kamu berpacaran dengannya," ucap Friska begitu bahagia.
Berbanding terbalik dengan perasaan Athena yang hancur menatap foto yang terlihat mesra itu. Sementara Axella yang mengetahui itu menutup mulutnya yang ternganga. Axella tak menyangka ibunya akan menentukan foto itu dan malah membingkainya.
__ADS_1
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...