
Axel mengumumkan pertunangannya dengan Athena. Seluruh keluarga Cullen menyambut gembira berita itu. Terlebih lagi Ny. Olivia. Ibunda Axel itu, entah kenapa sejak dulu begitu menyukai Athena. Saat masih berhubungan dengan Hardy, Ny. Olivia juga menginginkan Athena untuk segera menjadi menantunya. Begitu menemukan Axel yang sesungguhnya, Athena tetap ingin dijadikan menantunya.
Kini keinginannya terwujud, setelah terhenti karena Axel yang saat itu baru saja mau menginjak bangku kuliah. Ny. Olivia begitu bahagia dan bangga pada Axel yang mampu mengejar ketinggalannya hingga Ny. Olivia tak perlu lama menunggu mereka meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.
"Tahun ini Axel dan Athena menikah. Tahun depan Hardy dan Hani. Dad, rumah kita jadi ramai Dad," ungkap Olivia yang dibalas dengan anggukan oleh Tn. Tom Cullen.
"Ditambah dengan anak-anak mereka. Rumah ini akan semakin ramai," sahut Tom Cullen.
__ADS_1
Mendengar itu dua pasang muda mudi itu malu-malu. Terlebih Athena yang pipinya yang langsung semburat merah. Ny. Olivia semakin jadi menggodanya.
"Kalian harus punya anak-anak yang banyak ya? Jangan seperti Mommy yang cuma satu kali mengalami hamil. Nanti kalian harus punya anak minimal lima, jadi Mommy punya sepuluh orang cucu," ungkap Olivia sambil membayangkan rumahnya yang ramai di dipenuhi anak-anak.
Axel, Hardy dan yang lainnya tertawa mendengar khayalan si ibu. Namun, dalam hati sangat bersedia memenuhi keinginan ibunda mereka tersayang. Hanya perlu membujuk para istri nantinya. Apakah mereka bersedia mengandung dan melahirkan anak sebanyak itu.
"Ironi ya? Kamu melihat Mommy sebagai ibu yang sayang anak-anak. Sementara aku seperti merasa Mommy kurang sayang padaku," ucap Axel.
__ADS_1
"Kenapa begitu? Kakak yang nggak mau terus terang sama Mommy kalau Kakak butuh Mommy. Kakak itu introvert, senang menyendiri. Mommy takut mengganggu Kakak. Padahal sebenarnya Mommy juga butuh Kakak. Butuh anak yang bermanja padanya. Mommy ingin merasa dibutuhkan. Sementara putranya sangat hebat, bisa segalanya, mandiri dan seperti tak butuh dirinya. Mommy juga butuh anak yang bertanya padanya, yang pendapatnya. Sementara Kakak tenggelam dalam dunia Kakak sendiri," jelas Athena tentang kesalahan Axel menilai ibunya.
"Dari mana kamu tahu tentang itu?" tanya Axel.
"Saat ikut kegiatan sosial, sambil beristirahat Mommy cerita tentang Kakak saat masih kecil hingga remaja. Mommy selalu menghembuskan nafas panjang setiap kali membicarakan Kakak. Meski Mommy setiap kali bercerita Mommy selalu terlihat bangga pada Kakak tapi aku bisa merasakan kalau Mommy bersedih. Mommy merasa kehilangan Kakak sudah lama. Sejak Kakak menenggelamkan diri dengan buku-buku. Mommy pernah berkata, 'Mommy bangga punya anak yang tak perlu disuruh untuk belajar. Jika ibu-ibu lain sudah cerewet memaksa anaknya untuk membaca buku tapi Mommy tak perlu lakukan itu karena Axel memang sudah hobi belajar' setelah berkata itu Mommy langsung menghembuskan nafas panjang. Aku tahu Mommy benar-benar bangga pada Kakak tapi Mommy juga sedih tak bisa seperti ibu-ibu lain yang mengejar anak-anaknya untuk disuruh belajar. Kadang terlalu sempurna itu juga tidak baik," ungkap Athena.
Menoleh ke arah calon suaminya yang sedang mengemudi. Terlihat Axel yang segera menghapus air matanya. Athena ternganga lalu segera memalingkan wajahnya. Athena tak menyangka ucapannya tadi membuat Axel menangis.
__ADS_1
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...