Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 80 ~ Lupakanlah ~


__ADS_3

Raihan sengaja meninggalkan dua sejoli itu. Laki-laki itu tahu, ucapan Athena membuat Axel terharu. Berdalih ingin mengambil buku edisi khusus untuk diberikan sebagai hadiah bagi mereka. Penulis itu menatap dari tempatnya dengan tatapan yang sedih.


Terlihat Athena yang melingkarkan tangannya di leher Axel dan laki-laki itu yang menempelkan bibirnya ke bibir Athena. Axel merasa sedih mendengar ucapan Athena yang menunduhnya sebagai laki-laki jahat yang sering membuatnya bersedih. Sekarang justru terharu mendengar ucapan gadis itu.


Dalam hati Axel mengakui tetapi tetap tak rela melepaskan gadis itu. Axel hanya ingin Athena sabar menunggunya hingga dia menyelesaikan kuliahnya. Axel sendiri merasa menderita hidup tergesa-gesa.


Tak lama kemudian Raihan datang dengan membawa dua buah buku yang sama. Athena segera menerima dan mengamati buku yang diberikan Raihan. Begitu juga dengan Axel.


"Antara gelap dan terang? Ini seperti ...."


"Saat-saat kemunculan Axel," jawab Raihan langsung.


"Wah, serius Kak Raihan terinspirasi dari kisah kami?" tanya Athena.


Raihan mengangguk sambil tersenyum. Athena merasa takjub. Tak menyangka penulis itu bisa menciptakan sebuah karya dari apa yang mereka alami. Namun, Athena merasa heran, karena judul yang sama tetapi cover yang berbeda.


Satu buku berlatar belakang hitam, bersiluet putih. Sebaliknya yang satu berlatar belakang putih tetapi bersiluet hitam. Athena tak mengerti kenapa harus memiliki cover yang berbeda.


"Apa isinya berbeda? Kenapa warna covernya berbeda meski siluetnya sama," tanya Athena.


"Karena yang satu untukmu dan yang satu untuk Axel tapi jangan khawatir, isinya sama," jawab Raihan.


"Oh, ada-ada aja Kak Raihan pakai dibedakan segala. Lagi pula kami juga akan menikah, akan tinggal dalam satu rumah, kenapa harus memiliki dua buku yang sama?" tanya Axel.


"Karena aku ingin memberikan tanda tangan masing-masing untuk kalian berdua," jawab Raihan.


"Kak Raihan mau beri tanda tangan di buku ini?" tanya Athena kagum. Raihan mengangguk.


"Tapi kalau di buku yang berbeda jadinya terpisah dong? Di buku satu namanya Kak Axel, dan buku satunya lagi ada namaku. Kami jadi terpisah," ucap Athena dengan wajah yang dibuat cemberut.


"Jadi maunya nama kalian harus dibuat tetap bersama? Seperti buku nikah?" tanya Raihan sambil tertawa. Athena justru mengangguk cepat dengan wajah ceria.


"Baiklah! Baiklah! Aku beri tanda tangan untuk nama kalian berdua. Di buku Axel aku kasi tanda tangan dengan catatan to : Axel & Athena. Sementara di buku Athena, aku beri catatan to : Athena & Axel. Untuk membedakan milik kalian, bagaimana?" tanya Raihan.


"Yeeeiy aku setuju Kak!" seru Athena.


"Baru kali ini, penulis mengalah sama penggemar," ucap Axel. Athena langsung mendelik pada Axel. Kedua laki-laki itu langsung tertawa.

__ADS_1


"Ini penggemar spesial, jadi harus diperlakukan dengan spesial juga," jawab Raihan.


"Kak Raihan ada yang ingin aku tanyakan sejak tadi. Kenapa ambil judul ini? Antara gelap dan terang, Kak Raihan tahu dari mana kalau Kak Axel dulu hanya bisa dilihat olehku saat gelap dan terang?" tanya Athena.


"Kalau itu bukan hanya karena Axel. Tapi semua makhluk astral memang kuat di saat waktu pergantian. Kondisi di mana mereka sangat kuat itulah kamu justru melihatnya karena saat itu kamu juga dalam kondisi di antara. Yaitu antara sadar dan tidak sadar," jelas Raihan.


"Kakak kok bisa tahu semua tentang kami?" tanya Athena semakin penasaran.


"Ada yang cerita padaku," ucap Raihan.


"Kak Hanna? Apa sebenarnya Kak Raihan sudah tahu penyebab kematian Kak Hanna. Dia pasti sudah cerita juga kan?" tanya Athena. Raihan mengangguk sambil tersenyum.


"Tapi Kak Raihan tak bisa bicara pada orang lain karena mereka pasti tidak akan percaya, benar 'kan?" tanya Axel yang dibalas anggukan oleh Raihan.


"Waktu pertama kali Hanna ingin meminta tolong padamu, tadinya aku menolak. Aku merasa kasihan padamu. Pasti sangat sulit bagimu membuktikan kejadian yang tak ada saksi dan telah lama terjadi, tapi Hanna sangat yakin padamu. Aku akhirnya setuju," jelas Raihan sambil menatap Athena lalu menuntaskan makan siangnya.


"Gimana cara Kak Raihan berkomunikasi dengannya? Apa di antara pergantian waktu juga?" tanya Athena lagi. Raihan menggeleng.


"Aku bertemu dengannya dalam mimpi. Begitu sedihnya melihat dia pergi dengan cara seperti itu membuat aku sangat frustasi. Aku juga hampir mengakhiri hidupku. Mungkin tak terbayangkan oleh kalian seperti apa rasanya di usia muda mengalami masalah seperti itu. Difitnah, dibully, dikucilkan, bahkan disalahkan dan diusir oleh orang tua. Aku tak sanggup menjalani semua itu. Aku tidak tahu, apa yang menyebabkan akhirnya dia muncul lewat mimpiku. Saat itu dia belum begitu kuat. Hanya diam menatapku tapi yang aku rasakan, dia memintaku untuk bertahan. Dia merasa bersalah karena memilih jalan itu. Jalan yang menurutnya benar untuk menolongku. Setelah dia pergi baru dia menyadari. Berusaha menghilangkan nyawa dalam rahimnya adalah dosa dan itu menjadi penyesalannya. Sebuah tindakan yang egois, dia ingin anaknya mati tapi dia sendiri masih ingin hidup, tapi justru itu yang menyelamatkannya dari dosa yang lain. Dia tak bunuh diri. Hanna akhirnya ikhlas menerima takdirnya, meninggal bersama janinnya," tutur Raihan.


"Lalu kenapa Kak Hanna masih gentayangan waktu itu?" tanya Athena.


"Apa itu?" tanya Athena penasaran.


"Membersihkan nama baikku, tapi sekarang sudah. Sebelum dia berhasil membersihkan nama baikku. Dia sering sekali datang padaku. Mungkin kalau orang lain akan menyebutnya kalau aku dihantui. Melihat seseorang yang telah meninggal hampir setiap malam orang pasti mengira aku dihantui, tapi bagiku rasanya tidak seperti itu. Hanna datang bukan untuk menghantui tapi untuk meminta maaf," tutur Raihan.


"Hampir setiap malam?" tanya Athena.


"Ya, setiap malam itu pula dia menceritakan tentang kalian--"


"Oh begitu. Kalau sekarang sudah tidak datang lagi dalam mimpi?" tanya Athena langsung.


"Kadang masih datang, dan masih dengan tatapan yang meminta maaf," jawab Raihan.


"Kenapa dia selalu meminta maaf?" tanya Athena lagi.


"Entahlah, padahal aku selalu bilang padanya kalau aku sudah memaafkannya," jawab Raihan.

__ADS_1


"Dia bukan minta maaf untuk dirinya," ucap Axel.


"Maksudmu?" tanya Raihan.


"Kak Hanna tahu kalau Kak Raihan sudah memaafkannya, tapi sepertinya bukan itu lagi," ucap Axel.


Athena dan Raihan menatap heran pada Axel. Keduanya merasa penasaran dengan pemikiran dari laki-laki yang sejak tadi diam itu. Begitu penasaran hingga Athena kembali bertanya.


"Kak Hanna tidak bicara dengan jelas, kenapa dia meminta maaf Kak?" tanya gadis itu pada Raihan.


"Dalam mimpi dia tidak bicara tapi aku mengerti semua cerita dari tatapannya. Seperti telepati tapi tanpa kata-kata. Tiba-tiba aku mengerti apa yang ingin disampaikannya," jawab Raihan.


"Lalu alasannya hingga sekarang masih meminta maaf apa tak tersampaikan pada Kak Raihan?" tanya Athena lagi. Mendengar itu Axel angkat bicara.


"Kak Raihan tak sadar kalau Kak Hanna minta maaf bukan untuk dirinya tapi untuk Kak Raihan yang sampai saat ini masih belum membuka hati pada gadis lain--"


"Oh begitu menurut Kak Axel?" tanya Athena yang dibalas anggukan oleh Axel.


"Apa Kak Raihan sadar sebenarnya sikap Kak Raihan itu menyiksa Kak Hanna? Jika Kak Raihan ingin dia selalu muncul untuk meminta maaf, silahkan saja, tapi menurutku itu sangat kejam," ucap Axel tegas.


Menurut Axel, Raihan memanfaatkan rasa bersalah Raihanna agar gadis itu selalu muncul dalam mimpinya. Untuk menghilangkan rasa rindunya pada Raihanna. Mendengar ucapan Axel, Raihan menangis. Apa yang ada di dalam hatinya tertebak oleh Axel. Raihan ingin mempertahankan Raihanna di dalam hatinya selama-selamanya.


"Aku tak mau melupakannya. Aku tak mau bahagia sementara dia tak bisa merasakan kebahagiaan bersamaku," ucap Raihan terisak-isak.


"Kak Raihan menutup diri dengan menjadi penulis. Mengkhayalkan cinta yang indah tapi tak mau mewujudkannya untuk diri sendiri. Apa Kak Raihan tidak kasihan padanya? Atau Kak Raihan ingin balas dendam karena dia meninggalkan Kakak begitu saja? Sadarlah Kak, kematian itu bukan kehendaknya. Jangan memaksa jika dia bukan jodoh Kakak. Kasihan Kak Hanna selalu merasa bersalah. Kalau begitu Kak Raihan sedang menghukumnya, dengan alasan tak bisa melupakan, sebenarnya Kak Raihan ini sedang menghukum Kak Hanna--"


"Kak Axel!" bisik Athena heran melihat Axel yang bertubi-tubi mencecar Raihan.


Raihan semakin terisak-isak hingga tertunduk. Sebagian hatinya membenarkan kata-kata Axel, sebagian lagi memang tak ingin melupakan Raihanna. Laki-laki itu sadar tapi dia tak peduli. Membuat Raihanna selalu datang padanya untuk meminta maaf.


"Kak Hanna sudah bertahun-tahun menderita melihat Kak Raihan begini. Sementara Kak Raihan tahu, cara terbaik untuk membahagiakan Kak Hanna adalah dengan cara melupakannya--"


"Baiklah! Baik! Aku akan melupakannya, tapi apa kamu rela?" tanya Raihan.


"Apa?" tanya Axel.


"Aku hanya bisa melupakan Hanna ... melalui Athena," ucap Raihan.

__ADS_1


Axel tercekat. Laki-laki jenius itu tak bisa menjawab. Raihan awalnya menolak dijodohkan dengan Athena demi kebahagiaan mereka. Kini, Axel tak menyangka kalau dia mendesak Raihan untuk melupakan Raihanna, justru hanya bisa dilakukan Raihan melalui gadis yang dicintainya.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2