
Axel menceritakan apa yang terjadi selama tak bertemu dengan Athena. Athena tak menyangka kalau Hardy tega berbuat kejam seperti itu pada Axel yang telah begitu percaya padanya.
Axel menceritakan tentang pertemuan dengan Hardy juga bagaimana perasaannya terhadap laki-laki itu.
"Aku telah menganggapnya sebagai sahabat karib karena aku juga merasa punya kedekatan dengannya. Dalam setiap kesempatan, setiap kejadian aku selalu merasa simpati pada kehidupannya tapi entah apa yang merasukinya. Dia seperti begitu menyukaiku, menyayangiku, tapi ternyata di balik itu dia menyimpan rasa iri. Aku sangat sedih sekali saat menyadari ternyata dia adalah saudara kembarku sendiri. Athena, saudara kembarku ingin menghabisi nyawaku. Bayangkan saja, meski saat itu dia merasa aku ini adalah orang lain. Tapi tetap saja dia tidak boleh berniat seperti itu. Menghabisi nyawa orang demi keinginan untuk menguasai kehidupan orang itu," ucap Axel berbaring miring di kursi malas di atas pangkuan Athena.
Gadis itu mendengar keluh kesah Axel sambil membelai rambut laki-laki tampan itu.
"Berarti apa yang diceritakan Mommy waktu itu memang benar. Mommy mengalami kehamilan hidden twins?" tanya Athena.
"Benar sayang," ucap Axel sambil berbalik telentang menghadap Athena.
"Kamu tahu? Saat aku menyebut hidden twins otakku langsung merasa pernah membicarakan hal itu sebelumnya. Seperti dejavu, aku ingin mengingatnya tapi tak bisa. Semakin aku berusaha mengingatnya aku semakin lupa tapi tak bisa hilang dari dalam pikiranku hingga membuat kepalaku pusing. Hingga akhirnya aku jatuh pingsan," jelas Axel.
"Sampai jatuh pingsan?" tanya Athena heran.
Axel bangun dari rebahnya di pangkuannya Athena dan duduk menghadap gadis itu.
"Ya, aku pingsan, aku tak tahu berapa lama tapi semua kejadian dalam empat tahun itu seperti terulang lagi dalam mimpiku," tutur Axel.
"Semua kejadian itu?" tanya Athena heran.
"Ya, aku seperti melihat lagi semua kejadian mulai dari saat aku pingsan dan bangun di rooftop. Menjalani hidup sendiri di sekolah itu tanpa ada yang bisa melihatku. Hanya bisa berkomunikasi dengan para hantu di sekolah hingga akhirnya bertemu dan berkenalan denganmu," ucap Axel sambil menatap wajah gadis yang dicintainya itu.
"Benarkah? Kakak menyaksikan semuanya lagi?" tanya Athena
"Ya, mulai dari kamu menyapaku, aku ikut denganmu ke kamar ini. Menunggumu, membangunkanmu, semuanya bahkan saat kamu berlari dari kamar mandi dengan handuk yang kamu pakai tergesa-gesa karena kecoa itu aku juga lihat. Kamu seksi sekali, apa kamu ingat?" tanya Axel yang lama ke lamaan suaranya seperti berbisik.
Athena tersenyum sipu, gadis itu tak mungkin melupakan kejadian itu. Gara-gara bercanda ada kecoa, ternyata jadi beneran ada kecoa yang membuat Athena kaget dan ketakutan.
"Aku hampir keluar tanpa mengenakan apa-apa, karena biasanya di kamarku memang tidak ada siapa-siapa. Tapi ingat ada Kakak di kamarku, aku jadi balik lagi. Kalau lupa, aduh gawat," ucap Athena dengan wajah bersemu merah.
"Ya biasa aja lah, nggak masalah. Aku 'kan pernah bilang hantu bisa lihat orang lagi mandi. Itu biasa aja, toh hantu kalau bergosip tak kedengaran sama manusia. Juga tak bisa kirim postingan orang yang lagi mandi. Kalau hari itu kamu keluar tanpa handuk juga, aku paling cuma diam tak akan menyebarkan skandal tubuh Athena yang polos pada siapapun," papar Axel sambil tersenyum menggoda.
"Ya, nggak masalah bagi Kakak tapi masalah besar bagi aku. Apalagi sekarang Kakak sudah sadar, sudah menjadi manusia dan ingat pada kejadian itu. Jika kejadian itu benar-benar terjadi, betapa malunya aku saat ini," jawab Athena dengan wajah cemberut.
"Malu apa? Waktu itu aja kamu melepas tank top-mu saat ingin menyerahkan diri padaku. Memangnya kamu punya rencana apa dengan melepas tank top-mu itu kalau bukan ingin ...," tanya Axel.
"Iih, Kakak ini malu-maluin aja ngomong gitu," ucap Athena dengan pipi yang telah memerah. Axel tersenyum.
"Aku juga melihat kembali saat kamu yang ingin latihan berciuman. Setelah melihat itu barulah aku merasa aku telah mencari segala macam cara agar aku bisa menyalurkan rasa cintaku padamu lewat ciuman itu," ucap Axel lagi.
"Kata-kata aku mencintaimu Athena, seperti begitu lekat dalam pikiranku. Membuat aku yakin kalau aku benar-benar mencintaimu hingga akhirnya aku melihat sendiri aku menyatakannya berkali-kali padamu," sambung Axel.
"Maafkan aku sayang, aku pasti telah menyakiti hatimu dengan mengatakan kalau aku mencintai Hani," ucap Axel lagi.
Axel teringat lagi ucapannya pada Athena.
Aku tidak bisa menjelaskan semuanya padamu. Tapi yang jelas aku mencintai Hani. Aku sangat yakin kalau gadis yang aku cintai adalah Hani. Aku tidak bisa memaksakan diri untuk cinta padamu.
"Aku lihat kamu menangis mendengar ucapanku, tapi aku seperti tak sadar kalau ucapanku begitu ketus padamu. Aku melihat air matamu menetes di pangkuanmu tapi aku tak peduli. Aku juga melihatmu berterima kasih padaku karena telah mengisi hari-harimu, kamu langsung pergi berlari sambil menangis. Saat melihat itu, ingin rasanya aku mengejarmu. Aku seperti melihat diriku sendiri yang bodoh karena berkata seperti itu padamu. Aku telah melihat diriku sendiri menyakitimu. Dalam mimpi aku berlari mengejarmu, memohon padamu untuk kembali. Memohon agar jangan mendengarkan ucapan Axel bodoh itu. Tapi kamu tetap berlari menjauh membuat hatiku merasa frustasi hingga akhirnya aku tersadar dari pingsanku. Aku terbangun dengan memanggil namamu. Aku langsung ingin mengejarmu seperti dalam mimpiku. Aku takut kehilanganmu Athena. Aku tak sanggup kehilanganmu, maafkan aku Athena, maafkan aku sayang" ucap Axel sambil memeluk gadis cantik itu.
Athena mengangguk. Athena membalas pelukan laki-laki yang selama ini telah menemaninya itu.
"Aku memaafkan Kakak," ucap Athena yang membayangkan hari-harinya yang sedih sejak Axel menolak cintanya dan menyatakan mencintai Hani.
Gadis itu seperti kehilangan segala-galanya. Saat bangun pagi tak ada Axel lagi di sampingnya. Saat menjelang malam tak ada Axel yang mengajaknya bicara. Tak ada lagi laki-laki itu di saat dua pergantian waktu. Membuat Athena benar-benar kehilangan segala-galanya. Wujud laki-laki itu dan cinta laki-laki itu.
Namun kini Axel memohon dan meminta maaf padanya. Dengan pasti menyatakan tak sanggup kehilangan Athena. Gadis itu tak kuasa menolak karena dia sendiri tak sanggup kehilangan laki-laki itu.
Keesokan harinya Axel mengajak Athena mengunjungi, Hardy yang masih dirawat di rumah sakit. Athena sendiri merasa perlu menjelaskan perasaannya pada Hardy. Axel dan orang tuanya membiarkan Athena berbicara dengan Hardy berdua saja.
Athena menjelaskan tentang perasaannya pada Axel. Tentang semua yang dialaminya bersama Axel dan seberapa besar cintanya pada laki-laki itu.
"Kamu berniat menipuku? Bersedia menjadi pacarku tapi dalam hatimu mencintai laki-laki lain," ucap Hardy.
__ADS_1
"Kak, aku tidak bermaksud seperti itu, Aku pernah bilang dengan serius ingin mencari cinta yang masuk akal. Aku tidak menipu Kakak, aku serius untuk itu. Aku mencintai Kak Axel yang dalam wujud hantu. Aku tidak tahu kalau ternyata Kak Axel masih hidup dan dalam keadaan koma. Dalam hati kami, cinta kami tidak akan mungkin terwujud. Kak Axel memintaku mencari seseorang yang bisa aku cintai, hidup dengan bahagia bersamanya, seperti yang aku coba bersama Kak Hardy. Maaf Kak Hardy, aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Setelah aku coba, aku tidak bisa ..., aku ...,"
"Tidak bisa mencintaiku? Karena cintamu yang sesungguhnya telah muncul? Dia telah bangun, berdiri dihadapanmu dan kembali ingin mendapatkanmu seutuhnya. Aku merasa kalau kamu hanya menjadikanku sebagai percobaan untuk mencari pendampingan hidup tanpa cinta, karena cintamu hanya untuk Axel," jawab Hardy langsung.
"Kak, maafkan aku," ucap Athena akhirnya pasrah.
"Aku mencintaimu Athena, kamu membuatku benar-benar jatuh cinta padamu. Apa kamu tidak terlalu kejam? Setelah memberiku harapan, kamu mencampakkan aku setelah bertemu dengan cintamu?" tanya Hardy.
"Kak, maksudku tidak seperti itu, aku ...,"
"Sudahlah Athena, apa pun ucapanmu, hanya terdengar seperti sebuah alasan. Aku juga tidak bisa memaksa hatimu padaku. Pergilah! Hiduplah bahagia dengan cinta sejatimu. Semoga kalian berbahagia selamanya," ucap Hardy lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Maafkan aku Kak," ucap Athena pelan dengan mata yang berkaca-kaca.
Hardy hanya diam, Athena berdiri dari kursi di samping ranjang Hardy. Melangkah keluar dengan hati sedih karena tak mendapatkan maaf dari Hardy. Gadis itu menemui Axel, Ny. Olivia dan Tom Cullen yang langsung berdiri menyambut Athena yang bersedih. Ny. Olivia yang telah tahu cerita mereka sangat memaklumi perasaan Athena. Segera memeluk gadis itu untuk menenangkan hatinya yang bersedih.
"Beri dia waktu, suatu saat Hardy pasti menerima kenyataan ini. Cinta tak bisa dipaksakan, kamu mungkin merasa bisa mencintai Hardy karena mirip dengan Axel. Namun kenyataannya sekarang Axel muncul di hadapanmu. Kamu tak punya alasan untuk memaksakan diri mencintainya lagi," jelas Olivia menghibur Athena.
Gadis itu menoleh pada Axel, laki-laki itu tersenyum. Ny. Olivia kembali menjelaskan situasi sekarang ini
"Athena, kami telah melakukan tes DNA, kemungkinan besar Hardy adalah putra kami. Karena itu kami ingin kamu menetapkan hatimu, awalnya Mommy tak menyangka kalau Hardy juga putra Mommy. Karena itu Mommy mengarahkanmu untuk mencintai Axel yang memang nyata putra kami, karena kami tidak ingin melepasmu. Kami sayang padamu karena itu, kami ingin kamu tetap menjadi calon menantu kami. Kamu tidak terpaksakan mencintai Axel 'kan? Atau kamu telah terlanjur mencintai Hardy?" tanya Olivia.
Athena menggelengkan kepala.
"Athena masih mencintai Kak Axel, Mommy," ucap Athena.
Ny. Olivia tersenyum, lalu memeluk Athena.
"Mommy senang kamu tetap pada pendirianmu. Sebenarnya pada siapa pun cintamu kamu berikan di antara mereka, Mommy merasa senang asalkan kamu tetap menjadi calon menantu Mommy," jelas Olivia.
"Mommy, jangan pada siapa pun! Aku hanya ingin Athena mencintaiku," protes Axel.
"Baiklah, baiklah, Athena hanya untukmu," ucap Olivia sambil tertawa.
"Athena, kamu tenang saja. Mengenai Hardy biar Mommy yang kasih pengertian padanya. Kalau kamu tidak bisa berpaling dari Axel. Lagipula salahnya sendiri kenapa menyamar menjadi Axel. Jadi wajar kalau kamu berpikir untuk mencoba menerimanya," ucap Olivia sambil tersenyum.
"Maaf ya sayang, aku cuma bisa antar kamu pakai taksi, maklum kehidupanku terhenti di kelas X jadi belum punya Surat Izin Mengemudi. Kalau Surat Izin Memacari aku punya," ucap Axel. Athena tertawa.
"Oh ya, mana? Siapa yang mengeluarkan Surat Izin Memacari?" tanya Athena.
"Mama dong, kalau kamu mau aku bisa memintanya sekarang," ucap Axel.
"Terlalu percaya diri, belum tentu Mama mau mengeluarkan Surat Izin Memacari itu," ucap Athena dan langsung tertawa tertahan.
"Pasti, kalau tak mau, putrinya aku bawa lari," ucap Axel.
Athena kembali tertawa, Axel menatap Athena yang berjalan disampingnya. Gadis itu juga menoleh pada Axel. Laki-laki itu mengangkat tangan Athena yang di genggamnya lalu mencium punggung tangan gadis itu.
"Aku bahagia Athena, kamu benar-benar bisa kumiliki. Sekarang aku bisa mengerti kenapa Hardy begitu ingin segera menikahimu," ucap Axel dengan tatapan sendu.
"Kenapa?" tanya Athena.
"Agar kamu tak lepas lagi dari pelukannya, dan dia sangat ingin menyalurkan hasrat cintanya padamu, karena kamu begitu menggemaskan. Aku tahu itu karena baru saja merasakannya. Aku begitu ingin memastikan kamu jadi milikku agar aku bisa menyalurkan hasrat cintaku padamu. Aku juga ingin segera menikahimu Athena," ucap Axel.
"Anak kelas X ingin segera menikah? Dengarkan aku sebagai kakak kelasmu! Aku ingin menasehati, belajar dulu yang rajin agar bisa cepat tamat," ucap Athena lalu tersenyum manis.
Axel mengagumi manisnya senyum Athena.
"Lihat saja, dalam waktu cepat aku akan mendapatkan surat tanda tamat SMA, kalau perlu aku akan belajar giat agar bisa mengalahkanmu. Tidak bisa, setidaknya aku bisa tamat SMA barengan denganmu," ucap Axel.
"Oh ya? Bisa seperti itu? Buktikanlah!" seru Athena.
"Apa hadiahnya jika aku memang bisa tamat bareng sama kamu?" tanya Axel.
"Apa pun yang Kakak inginkan," ucap Athena.
__ADS_1
"Deal," ucap Axel sambil tersenyum.
Athena tertawa, dalam hatinya dia yakin Axel pasti bisa melakukannya.
Kak Axel sangat cerdas, dia pasti bisa melakukannya, dulu justru dia yang mengajariku hingga masuk sepuluh besar nilai tertinggi dalam try out, aku yakin Kak Axel pasti bisa mengejar ketinggalannya. Aku yakin Kak Axel pasti bisa tamat bersamaan denganku, batin Athena.
Keduanya pun berjanji belajar dengan giat agar bisa melaksanakan UN dengan baik. Hasil tes DNA pun Hardy keluar dan seperti yang diperkirakan, hasil tes DNA Hardy menunjukkan positif 99,99% adalah putra dari kedua pasangan Ny. Olivia dan Tn. Tom Cullen.
Ny. Olivia memeluk putranya yang selama ini tak pernah diketahui keberadaannya.
"Ternyata kamu memang putra kami, Mommy senang akhirnya pertanyaan besar Mommy selama ini telah mendapat jawaban," ucap Olivia.
"Pertanyaan besar?" tanya Hardy.
"Ya Nak, saat Mommy melahirkan kalian. Mommy merasa melahirkan dua orang anak namun tak satu pun yang mengakuinya. Saat itu Mommy mengalami stress karena tidak dipercaya. Pihak rumah sakit bahkan menuduh Mommy bermimpi melahirkan untuk kedua kalinya. Mommy bahkan mengalami baby blues syndrome atas tuduhan itu. Mommy yakin apa yang dialaminya memang terjadi tapi tak ada yang menjadi saksi peristiwa kelahiran bayi yang kedua itu. Sekarang semua telah jelas, kita bisa menuntut rumah sakit itu karena telah menuduh Mommy berbohong. Dan atas kelalaian rumah sakit itu yang membuat putra kami terpisah dari kami hingga menjalani hidup yang sulit," tutur Tom Cullen.
"Hardy, kami akan memaafkanmu atas tindakan percobaan pembunuhan terhadap Axel. Axel juga telah memaafkanmu. Dengan hati yang lapang adikmu memaafkan perbuatanmu yang membuatnya koma hingga bertahun-tahun. Adikmu merasa sedih dengan penderitaan yang kamu alami selama terpisah dari kami, karena Axel pernah menjalani hidup sebagai dirimu yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhanmu. Apa kamu bersedia mengikhlaskan kejadian masa lalu ini Nak dan mau menjadi putra kami? Kami akan mengurus pengakuan identitas-mu sebagai putra kami," ucap Olivia.
Hardy terdiam, selama mendengar penjelasan dari kedua orang tua itu. Selama empat tahun mereka memang telah menjadi orang tuanya meski dalam hati Hardy, dia merasa telah menipu mereka. Kadang tengah malam Hardy menyadari kesalahannya dengan melakukan perbuatan yang membuat putra mereka terbaring koma di rumah sakit.
Namun, ambisi Hardy untuk menjadi sukses membuatnya harus menghilangkan rasa bersalahnya karena telah terlanjur memilih jalan itu demi mewujudkan keinginan menjadi orang yang memiliki kehidupan yang lebih baik.
Hardy menatap ke arah Axel yang juga menatapnya menunggu jawaban darinya.
"Axel, adalah adikku?" tanya Hardy.
Tn. Tom Cullen mengangguk, Ny. Olivia menjelaskan apa yang diceritakan oleh Paman Budi dan Bibi Hayati pada mereka.
"Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menanyakan langsung pada Paman dan Bibi yang telah merawatmu sejak kecil itu," ucap Olivia.
"Kamu benar-benar memaafkanku?" tanya Hardy pada Axel.
"Ya, Hardy eh ... Kak," jawab Axel.
"Tidak apa-apa, tak perlu memanggilku Kakak. Aku juga tak pernah bersikap sebagai Kakakmu. Kamu justru yang sering menuntunku menjalani hidup dengan benar. Meski tanpa kita sadari kamu telah mengikuti keinginanku selama ini. Itu menunjukkan kepatuhanmu sebagai adik yang sama-sama tidak kita sadari kalau ternyata itu memang benar adanya," ucap Hardy.
"Ya, Hardy mungkin sebagai saudara kembar kita telah memiliki rasa keterikatan tanpa kita sadari," ucap Axel.
"Aku minta maaf padamu, atas segala perbuatan jahatku padamu," ucap Hardy dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku sudah memaafkanmu, aku ikhlas atas segala yang telah terjadi. Aku anggap ini sebagai hikmah dalam mempertemukan kita sebagai saudara kandung," ucap Axel.
Hardy tersenyum namun air matanya menetes, laki-laki itu mengangguk dan membentangkan tangannya. Axel mendekat dan memeluk saudara kandungnya itu. Kedua orang tuanya pun ikut mendekat dan memeluk mereka.
"Kamu benar-benar ikhlas atas segalanya?" tanya Hardy.
"Ya Hardy," ucap Axel sambil melepas pelukannya.
"Kamu juga ikhlas Athena untukku?" tanya Hardy.
Axel terperangah, dengan cepat laki-laki itu menggelengkan kepalanya sambil melambaikan tangannya.
"Maaf! Kalau untuk yang satu itu aku tidak bisa, dia segala-galanya bagiku," ucap Axel.
"Dasar! Katanya ikhlas atas segalanya," ucap Hardy sambil tertawa.
"Kamu telah memiliki Hani, cinta Hani padamu sangat tulus. Hingga saat ini Hani masih mengharapkanmu, temuilah dia sebelum terlambat karena Hani akan dinikahkan. Sebelumnya aku datang untuk memastikan perasaanku padanya. Aku menolak Athena dan mencari Hani tapi yang kutemui adalah kenyataan bahwa Hani itu mencintaimu. Sejak sebelum bertemu denganku hingga kini, di matanya aku adalah Hardy. Meski sikap kita, sifat kita berbeda tapi Hani tetap mencintaimu. Dia menerima segala sifatmu, semua perlakuanmu yang berubah-ubah seperti seorang berkepribadian ganda, tapi dia tetap mencintaimu, karena cintanya tulus padamu. Aku juga mengira hatiku mencintai Hani. Namun akhirnya mendapati penglihatan atas perasaanku yang sesungguhnya pada Athena. Takdir Athena bertemu dengan Hani yang akhirnya membuat Athena menyelidiki kemiripan kita," jelas Axel panjang lebar.
"Hani? Kalau begitu mari kita temui keluarganya, sebelum terlambat. Sebelum gadis itu menerima untuk dinikahkan," ucap Olivia dengan wajah panik.
"Bagaimana Hardy?" tanya Axel.
"Jangan sampai menyesal di kemudian hari Nak. Kamu tak akan bisa menemukan cinta sejati seperti cinta Hani padamu" ucap Tom Cullen.
Setelah terdiam sesaat akhirnya Hardy mengangguk. Ny. Olivia sangat senang dan memeluk putranya. Hardy tersenyum pada Axel, laki-laki tampan itu pun membalas senyumannya. Tn. Tom Cullen menepuk punggung Axel, mereka pun berangkulan.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...