Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 50 ~ Pesta Ultah ~


__ADS_3

Keluarga Cullen datang untuk berkenalan dengan kedua orang tua Athena. Mereka langsung akrab, Ny. Olivia selalu memuji Athena dan Ny. Anna memuji Axel. Mereka terlihat bahagia. Ny. Anna langsung mengajak para tamu mencicipi hidangan buatan Ny. Anna sendiri.


"Jeng Anna membuat semua hidangan ini sendiri?" tanya Olivia.


"Ya, tapi dibantu asisten, kalau sendirian saya nggak sanggup juga Jeng," jawab Anna.


"Ya, maksud saya bukan hidangan restoran?" tanya Olivia.


"Bukan Jeng, saya selalu mengusahakan memasak sendiri makanan untuk keluarga ini. Bagi saya cinta itu berawal dari perut, kalau saya mengisi perut keluarga saya dengan makanan yang dibuat dengan cinta, maka akan tumbuh cinta yang semakin besar dalam tubuh mereka untuk keluarga," ucap Anna sambil tertawa.


"Tapi kalau lagi malas barulah asisten yang mengerjakan," lanjut Anna kembali tertawa.


Semua ikut tertawa mendengarkan perkataan Ny. Anna.


"Oh, mengagumkan, makanya Jeng Anna punya anak gadis yang menyenangkan. Melihatnya saja kita sudah jatuh cinta apalagi jika mengenalnya, semakin cinta. Aku juga ingin minta maaf karena beberapa hari belakangan ini sering mengajak Athena melakukan kegiatan sosial di berbagai tempat. Aku harap Jeng Anna dan Tuan memaafkan karena aku telah mengajaknya tanpa izin terlebih dahulu," ucap Olivia.


"Oh, tidak apa-apa Jeng, Athena sudah minta izin kok, lagi pula itu kegiatan yang positif. Kami tidak keberatan selagi Athena mau bagi kami tidak masalah," jawab Anna.


"Oh Athena tumbuh dengan cinta, kami senang sekali berkenalan dengan kalian," jawab Olivia.


"Kami bersyukur karena bisa mengenal orang tua Axel. Saling mengenal keluarga salah satu jaminan akan keseriusan hubungan anak-anak. Sepertinya hubungan ini bisa berlanjut ke tahap yang lebih serius," ucap Anna.


"Kami bahkan sudah mengusulkan agar tamat SMA nanti Athena dan Axel menikah,"


Athena langsung terbatuk-batuk, Axel langsung memijit tengkuk gadis itu dan mengambilkan gelas berisi air putih untuk Athena.


"Hati-hati makannya sayang," ucap Axel.


Yang membuat keempat orang tua itu terperangah. Axel seperti lupa dengan orang-orang di sekitarnya. Axel hanya terfokus pada Athena hingga tak sadar mengucapkan kata mesra itu di depan orang tua mereka. Saat tersadar barulah Axel merasa malu.


"Lihatlah mereka sudah begitu mesra, tinggal meresmikannya saja," ucap Olivia.


Athena batuk karena kaget dan tidak menyangka kalau Ny. Olivia akan membicarakan hal itu sementara dia dan Axel sendiri masih belum lama saling mengenal. Tapi Ny. Anna dan dan Tn. Dany seperti tidak keberatan. Mendengar itu Axel merasa sangat senang. Hanya Athena yang semakin bingung menolaknya.


Setelah selesai makan malam, para orang tua duduk di ruang tengah. Sementara Axel dan Athena di minta mengobrol di tempat lain.


"Kalian cari tempat yang nyaman untuk kalian sendiri. Di sini untuk obrolan para orang tua," ucap Anna.


Athena menoleh pada Axel dan laki-laki itu tersenyum. Axel melihat kolam renang di sisi kanan rumah. Axel mengajak gadis itu berjalan-jalan mengitari kolam renang itu. Sambil berjalan pelan Axel menggenggam tangan Athena. Bertanya tentang perasaan gadis itu padanya.


"Apa yang bisa aku jawab Kak, kita ini baru saling mengenal," jawab Athena.


"Tapi Athena meski baru mengenal, tak adakah sedikit saja rasa suka di hatimu padaku?" tanya Axel.


Athena terdiam menuduk, hatinya sepenuhnya telah terisi oleh Axel dalam wujud tak nyata. Tapi itu tak bisa di jadikan alasan untuk menolak perasaan cinta Axel.


"Kenapa Kak Axel menyukaiku?" tanya Athena tiba-tiba.


"Itu pertanyaan mudah Athena, kamu baik, kamu cantik dan menyenangkan. Apa lagi yang di cari seorang laki-laki jika telah bertemu dengan gadis sepertimu," ucap Axel.


"Tapi aku tidak mentolerir cinta segi banyak, aku tidak mau bersaing dengan pacar-pacar Kak Axel," jawab Athena langsung.

__ADS_1


"Mereka bukan pacarku Athena, mereka hanya gadis-gadis yang menyukaiku dan sejak mengenalmu aku tidak peduli lagi pada mereka. Cuma kamu yang aku sukai dan aku cintai," ucap Axel.


Axel menghentikan langkah dan berdiri menatap Athena. Gadis itu menuduk dan langsung mengajak Axel duduk di kursi santai. Mereka pun rebah sambil memandang bintang-bintang yang bertaburan di langit. Jika telah melihat itu Athena seperti tersihir untuk menikmati keindahan langit luas itu.


Axel menoleh pada Athena yang tersenyum memandangi bintang-bintang di langit itu. Menyadari Axel yang menatapnya, Athena pun menoleh ke arah Axel.


"Kakak tidak suka. melihat bintang?" tanya Athena.


"Suka,"


"Lalu kenapa tak memandangnya?" tanya Athena.


"Karena ada kamu, bagiku saat ini kamu lebih menarik dari pada bintang-bintang itu. Kamu adalah pemandangan yang lebih indah yang ingin aku nikmati," ucap Axel pelan, nyaris tak terdengar.


Axel bangun dari rebahnya dan duduk di kursi santai Athena. Perlahan Axel mendekatkan wajahnya ke wajah Athena.


"Aku sangat ingin segera menikmati pemandangan ini setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik dalam hidupku," bisik Axel pelan di telinga Athena.


Kemudian wajah laki-laki itu bergerak pelan ke wajah Athena. Begitu dekat dan semakin dekat, Athena telah mengira ke mana arahnya. Dan benar Axel telah membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu.


Athena berada dalam kungkungan Axel. Laki-laki itu bahkan memilih rebah di samping Athena sambil terus menikmati bibir manis beraroma vanilla itu.


"Aku mencintaimu Athena," ucap Axel dengan suara yang nyaris tak terdengar.


Namun perlakuan Axel telah menunjukkan ucapannya itu dengan jelas. Axel semakin membenamkan bibirnya hingga lebih dalam, bermain mengejar lidah Athena yang selalu menghindar. Laki-laki itu semakin penasaran, hingga memeluk Athena begitu erat. Athena kewalahan hingga membuat nafasnya terasa sesak. Athena mendorong Axel pelan, laki-laki itu langsung meminta maaf.


Athena akhirnya memilih duduk dan Axel pun ikut duduk di hadapan Athena. Laki-laki itu tak pernah merasa puas memandangi wajah Athena. Di tambah bias lampu yang memantul di wajah Athena membuat wajah gadis itu semakin cantik.


"Nggak mungkin bosan sayang justru semakin kagum dan semakin jatuh cinta," jawab Axel.


Athena hampir mual mendengar ucapan Axel, namun apa yang di dengarnya itu tidak terdengar seperti sebuah kata-kata gombal tapi sesuatu yang serius keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam.


Sementara itu para orang tua masih asyik berbincang-bincang sambil tertawa.


"Waduh Jeng, datang ke sini kita seperti kekurangan waktu ya. Waktu terlalu cepat berlalu, sekarang sudah larut malam saja. Kalau boleh kami ingin datang lagi di lain waktu, mungkin agak lebih siang agar kita bisa ngobrol lebih lama," ucap Olivia.


"Pintu kami terbuka lebar untuk Jeng Olivia, tuan Tom dan Axel," ucap Anna.


"Duh, senang sekali rasanya," jawab Olivia.


"Kalau bersedia, kami ingin mengundang Jeng Olivia dan Tuan Tom untuk datang ke pesta ulang tahun putri kami," ucap Anna.


"Oh ya? Kami akan senang sekali hadir. Mana mungkin kami melewatkan kesempatan menghadiri pesta gadis yang telah kami anggap seperti putri kami sendiri," ucap Olivia.


"Syukurlah, kalau begitu nanti kami kirimkan undangannya," ucap Anna.


"Baiklah kalau begitu kami permisi pulang dulu, kami minta maaf karena kami yang egois mengikuti kesenangan hati hingga mengganggu istirahat Jeng Anna berdua," ucap Olivia merasa tidak enak hati.


Mama Athena menepis ucapan itu, bagi mereka sebuah kehormatan bisa menyambut kedua orang tua Axel.


Mereka pun pulang, Axel tersenyum kecil membayangkan beberapa hari ke depan tidak bisa bertemu Athena karena weekend yang meliburkan sekolah.

__ADS_1


"Axel kalau mau, main-mainlah ke sini, jangan cuma mengantar jemput Athena ke sekolah saja," ucap Anna.


"Baik Ma, makasih banyak atas tawarannya" ucap Axel yang juga telah biasa memanggil Ny. Anna dengan panggilan Mama.


Hari ulang tahun Athena pun tiba, Axel yang telah jauh-jauh hari menyiapkan kado spesial untuk gadis itu terlihat sangat semangat bersiap-siap untuk hadir. Mengenakan pakaian terbaiknya, laki-laki itu telah siap di ruang tengah menunggu orang tuanya.


Sementara itu tamu di rumah Athena telah mulai berdatangan. Kebanyakan adalah teman-teman sekelasnya, sahabat Tn. Dany dan Ny. Anna serta karyawan perusahaan Tn. Dany.


"Athena, kamu cantik sekali. Seperti seorang putri," ucap Kimmy yang baru saja datang.


"Sepertinya setiap kali ada yang datang akan bicara seperti itu padamu," ucap Vivi.


Mereka tertawa dan benar seperti yang di katakan Vivi. Setiap ada yang datang akan terkagum-kagum menatap cantiknya Athena.


"Sayang, kemari Nak! Papa mau kenalkan kamu sama teman kantor Papa dan putranya," ucap Dany.


Athena meminta izin pada sahabat-sahabatnya untuk mengikuti Papanya berkenalan dengan seorang sahabat Papanya.


"Dia adalah Om Toni, tadinya putra Om Toni ingin Papa kenalkan buat jadi pasanganmu di pesta ini. Dia tampan dan kapten tim basket sekolahnya," ucap Dany sambil menggandeng putrinya menemui sahabat sekaligus teman kerja di kantornya.


"Papa sudah kenal dengan putranya?" tanya Athena.


"Belum, ini Papa sekalian ingin kenalan," ucap Dany.


"Gimana dengan Kak Axel, Pa?" tanya Athena.


"Ya, tentu saja dia yang jadi pasanganmu, masalahnya waktu Papa setuju untuk mengenalkan putra Om Tony padamu, saat itu kamu masih belum punya pacar. Aneh, sekarang giliran sudah dicariin malah langsung datang yang lain," ucap Dany.


Athena tersenyum, gadis itu harus berjalan perlahan karena gaunnya yang panjang. Tn. Dany segera mencari sahabatnya di antara tamu-tamu yang telah berdatangan.


"Papa belum ketemu mereka? Tahu dari mana Papa kalau mereka telah datang?" tanya Athena.


"Tadi bawahan Papa yang ngasih tahu. Nah itu dia, ayo kita ke sana Nak," ajak Dany.


Tn. Dany menepuk bahu seorang tamu, yang di tepuk pun membalikkan badannya. Tersenyum ke arah Tn. Dany dan langsung berpelukan. Sahabat Tn. Dany itu langsung menyalami Athena.


"Cantiknya putrimu Dan, sangat cocok untuk putraku," ucap Tony.


"Kalau masalah itu terserah mereka saja, kita cuma bantu kenalkan mereka saja. Syukur-syukur mereka saling suka, kalau tidak ya terserah mereka," ucap Dany sambil tersenyum.


"Kemari Van," panggil Tony pada seorang pemuda yang sedang asyik bicara dengan tamu-tamu lainnya.


Anak laki-laki itu pun mendatangi ayahnya.


"Evan?"


"A-athena?"


Athena dan Evan sama-sama terkejut saat bertemu. Evan yang telah lama tak dilihatnya di sekolah. Namun, sekarang datang sebagai putra dari teman Papanya. Sementara Evan tak kalah terkejutnya, saat mengetahui putri dari atasan ayahnya di kantor ternyata adalah Athena.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2