
Athena memberi nasehat kepada kedua orang tua Axella. Kedua orang tua itu saling berpandangan. Merasa kagum atas apa yang diucapkan Athena yang dalam pandangan mereka adalah putri mereka, Axella.
Mereka merasa putri mereka telah berubah dan berharap mereka sebagai orang tua juga ikut berubah. Menjadi sosok orang tua yang lebih baik bagi keluarga. Meski merasa aneh karena putri mereka telah berubah menjadi sosok yang berbeda.
Meski begitu mereka sangat bahagia karena Axella telah bersedia mengungkapkan isi hatinya yang berharap mereka berubah menjadi orang-orang yang lebih baik lagi dan saling menyayangi. Sementara itu, Axella berdiri menatap haru pada ketiga orang yang sedang berbincang itu tak jauh dari ketiganya. Timbul niat Axella untuk tidak lagi gentayangan di luar tubuhnya.
"Putri kita telah berubah ya Mom. Dia seperti orang yang baru. Dulu saat mulai menginjak remaja, setiap kali aku bertanya apa pun padanya, dia pasti mengabaikan aku. Sikapnya sangat tak acuh, padahal aku sangat ingin berbincang akrab dengannya tapi dia selalu mengabaikan pertanyaanku. Aku jadi merasa dia tidak suka diganggu," ucap Pietra sambil melangkah meninggalkan ruang rawat inap Axella.
"Ya Dad, aku juga merasa aneh. Dia jadi lebih banyak bicara pada kita. Apa karena pengaruh benturan di kepalanya itu ya Dad? Dia jadi punya sifat yang baru," ungkap Friska.
"Tapi untungnya berubah seperti itu Mom, daripada amnesia. Malah lebih gawat, dia bisa berubah total bahkan tak ingat sama kita," ucap Pietra.
"Tapi kadang kalau kita bicara, dia bilang lupa. Beberapa kejadian dirinya sendiri dan beberapa orang dia bilang tidak tahu Dad, jangan-jangan dia terkena amnesia selektif Dad. Amnesia yang hanya hilang sebagian ingatan," ungkap Friska.
__ADS_1
"Mungkin, mungkin itu juga yang menyebabkan hilangnya rasa bencinya pada kita. Entah apa kesalahanku hingga dia tak mau lagi bicara padaku sejak beranjak remaja. Putriku satu-satunya tak ingin bicara lagi denganku," ungkap Pietra.
Mendengar ucapan ayahnya, Axella langsung angkat bicara. Axella ingin membantah pemikiran ayahnya. Dalam hati Axella bukan membenci karena kesalahan ayahnya.
"Nggak begitu Dad, aku terlalu sibuk dengan sekolah. Terlalu berambisi mengalahkan saingan untuk mencapai peringkat kelas. Aku hanya ingin sendiri. Ingin fokus belajar bukan ingin mengabaikan Daddy," ungkap Axella yang pasti tidak bisa di dengar oleh kedua orang tua itu.
"Mungkin dia dengar tentang perselingkuhanmu itu," ucap Friska.
"Apa kamu tidak sadar, jika ada perempuan memilihmu untuk bicara artinya dia suka padamu?" tanya Friska.
"Lalu apa salahku? Jika dia suka padaku lalu aku harus apa? Menghindar darinya seperti orang yang kepedean merasa ditaksir? Apa aku harus tanyakan langsung padanya, hei kamu suka padaku? Kalau suka menjauhlah, istriku tidak suka kamu dekat-dekat denganku! Apa harus seperti itu? Jika dia tidak juga menjauh, apa aku harus bunuh dia?" tanya Pietra.
"Bukan begitu tapi … melihat dia selalu di dekatmu, aku jadi was-was kamu akan tergoda," ungkap Friska.
__ADS_1
"Jika aku bilang tidak akan mengkhianati keluargaku maka kamu harus percaya! Siapa lagi yang harus kamu percayai selain suamimu tapi kamu lebih percaya pada prasangka burukmu," ucap Pietra risau.
Mommy sama seperti Athena. Takut kehilangan Axel hingga berprasangka buruk pada pacarnya sendiri. Membuat Axel harus berusaha meyakinkan Athena. Aku seperti wanita itu, merusak kebahagiaan pasangan yang saling mencintai. Aku bahkan lebih buruk lagi. Dengan sengaja merusak kepercayaan Athena terhadap laki-laki yang dicintanya. Mendesak Axel hingga laki-laki itu berjanji hal yang kejam padaku, batin Axella.
Melihat ibunya terdiam mendengar ucapan suaminya, Axella akhirnya sadar. Ayahnya mungkin juga bisa kejam terhadap wanita yang mendekatinya. Jika panik kehilangan keluarganya mungkin dia akan berlaku sama. Bertindak kejam pada orang yang membuat risau keluarganya.
Pak Pietra terlalu mencintai keluarganya. Tak ingin menyakiti hati istri dan putrinya. Karena itu dia bertahan dengan hidup rumah tangga yang selalu diisi dengan pertengkaran.
Jika Daddy tidak cinta Mommy, kami pasti sudah ditinggalkan. Daddy tak perlu bersusah payah meyakinkan kami. Hidup tenang dengan wanita yang menggodanya. Tapi Daddy memilih bertahan meski selalu disalahkan Mommy. Axel juga tetap bertahan meyakinkan Athena. Athena benar! Dia menyuruh Mommy tidak bicara ketus lagi, bersabar dan patuh pada Daddy. Mengikuti apa keinginannya dan jangan membantah. Athena ingin Mommy bersabar hingga Daddy tidak putus asa. Meminta Mommy tidak berprasangka buruk lagi dan percaya pada Daddy seperti dirinya yang ingin mempercayai Axel dan membiarkan kami berteman lagi. Athena telah berhasil menghalau prasangka buruknya demi Axel yang juga menderita karena bersikap kejam padaku, batin Axella.
Selama ini merasa Athenalah yang memaksa Axel berlaku kejam padanya. Membuat Axel menghindarinya, juga tak mau lagi berteman dengannya. Athena rela untuk percaya pada Axel. Meski hatinya bimbang atas apa yang akan terjadi di masa datang. Axella bisa saja berniat merebut Axel darinya. Namun, Athena memilih percaya pada Axel, agar Axel tidak menjadi sosok yang kejam lagi terhadap Axella.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...
__ADS_1