
Axel memeluk dan mencium gadis yang sangat dicintainya itu, nafasnya memburu. Menikmati permainan lidahnya dalam rongga mulut Athena yang terasa manis baginya. Berkali-kali Axel melenguh, rasa penasaran membuat laki-laki tampan itu semakin gencar ingin mendapatkan apa yang diinginkannya.
"Athena!"
Spontan mereka melepaskan ciumannya dan menoleh ke arah suara. Kaget mendapat panggilan dari seseorang saat mereka berciuman. Ternyata Ny. Olivia yang datang ingin berpamitan dengan Athena.
"Oh, Mommy! Bikin kaget aja," ucap Axel seperti merajuk.
"Mommy dan Daddy mau pulang dulu sayang. Besok Mommy ada kegiatan sosial, jadi ingin istirahat lebih cepat," ucap Olivia pada Athena.
"Baiklah Mommy hati-hati di jalan ya Mom," ucap Athena.
Gadis itu mendapat pelukan dan ucapan selamat ulang tahun sekali lagi dari Ny. Olivia. Kemudian mencium kedua pipi gadis itu.
"Sayang, kami pulang dulu ya. Besok aku akan ke sini lagi," ucap Axel ikut memeluk dan mencium pipi Athena
Athena mengangguk lalu mengantar mereka hingga ke teras. Axel tersenyum sambil melambaikan tangannya. Athena kembali ke tengah pesta saat melihat mobil itu telah menghilang di balik gerbang.
Athena menemui sahabat-sahabatnya. Memeluk Mia yang belum sempat disapanya.
"Maaf ya, gue baru bisa gabung," ucap Athena sambil mencomot brownies di hadapannya.
"Nggak apa-apa kami ngerti Kok, ada camer gimana bisa bebas. Mereka kayaknya sayang banget ama loe, udah mau nikah loe?"
Athena langsung terbatuk-batuk, Mia langsung mengambil air mineral di depannya dan menyerahkannya pada Athena.
"Jadi bener loe udah mau kawin?" tanya Kimmy mengulang pertanyaan Mia.
"Biarin dia minum dulu nanti keselek lagi, orang tadi keseleknya gara-gara ditanya mau nikah. Sekarang ditanya mau kawin, keselek lagi nanti," ujar Mia.
Semua hening menunggu Athena merasa tenang. Setelah dirasa Athena telah mengatasi batuknya. Mereka kembali bertanya saking penasarannya.
"Ya, gue diajak kawin tamat SMA. Yang bener aja, masa gue semuda ini udah mau nikah. Gue berharap dia lupa, Mama sama Papa lupa, Mommy dan Daddy-nya juga lupa. Tamat SMA? Siapa yang mau mengorbankan masa muda demi dia?"
"Gue mau, kalau dia mau lamar gue. Gue jawab yes i do," ucap Kimmy cepat.
"Huuu, jangan mimpi! Masih melek aja udah mimpi gimana kalau udah tidur?" tanya Vivi yang tak perlu jawaban.
"Biarin! Gue mau bermimpi setiap saat, orang bijak bilang jangan pernah berhenti bermimpi," ucap Kimmy.
"Tapi loe bukan bermimpi tapi berhaluuu," jawab Vivi dengan mulut yang dimonyongkannya.
Mereka pun tertawa, Athena bahagia melihat sahabat-sahabat nya yang asyik berdebat. Mereka berbincang dengan seru.
Bagaimana aku bisa mengganti masa-masa ceria remaja dengan langsung menikah? Nggak! Aku nggak akan setuju, aku akan memohon sama Mama dan juga Mommy kalau aku belum siap menjadi seorang istri. Aku masih ingin menjalani kebahagiaan seorang gadis yang masih ingin ketawa bareng teman-teman. Maaf ya Kak, jika ingin buru-buru menikah, silahkan cari gadis yang lain, batin Athena.
Mengingat itu tanpa sengaja gadis itu tertawa. Namun tak ada yang mengerti tawa Athena berbeda dengan tawa mereka. Ya, mereka memang sedang tertawa, dunia mereka dunia tertawa dan Athena belum siap mengganti dunia penuh ceria itu dengan dunia seorang wanita dewasa. Athena masih ingin dunia yang penuh canda.
Hingga menjelang tengah malam satu persatu tamu meninggalkan lokasi pesta. Keempat sahabat itu pun telah mengganti lokasi bercanda mereka ke kamar Athena. Mereka kembali tertawa dan bercanda hingga melewati tengah malam.
Begadang sambil berbagi cerita lucu, hingga besok paginya mereka tertidur seperti orang mabuk. Axel hantu yang dari tadi memandangi Athena. Tak tega membangunkan gadis yang tertidur menjelang subuh itu. Athena memilih tidur di sofa, sementara Vivi dan Mia di karpet dan Kimmy di atas ranjang.
Antara sadar dan tidak, antara mimpi dan nyata. Kimmy menatap Axel yang sebentar-sebentar menunduk dan mencium bibir Athena.
Jam berapa ini, kenapa Kak Axel udah ada di sini? Batin Kimmy.
Sementara Vivi melihat Athena yang masih tertidur saat sekejap matanya melihat Axel yang menempelkan bibirnya pada Athena. Gadis itu hanya tersenyum melihat sekilas dan langsung tertidur lagi. Sementara Mia memang masih tertidur pulas.
Pagi harinya semua bangun dengan malas-malasan. Badan mereka letih seperti habis bekerja. Namun mata tak lagi ingin terpejam. Mereka pun berbincang pelan sambil terus rebah di posisi masing-masing.
"Mana Kak Axel? Apa karena kita susah bangun akhirnya dia pergi lagi?" tanya Kimmy.
__ADS_1
"Iya ya, padahal tadi dia datang?" ucap Vivi juga bertanya-tanya.
Athena yakin kalau Axel tidak datang, membantah kalau mahasiswa idola itu pagi-pagi telah sampai di rumahnya.
"Nggaklah, mana mungkin dia datang ke sini, untuk apa? Mau bantuin beresin sisa pesta?" jawab Athena sambil tertawa.
Tapi Kimmy dan Vivi ngotot telah melihat Axel.
"Loe melihat juga nggak Vi? Gue yakin melihat sekejap kalau Kak Axel itu tadi datang. Tapi dia nggak mau bangunin loe, dia cuma cium bibir loe berkali-kali" jelas Kimmy.
"Ya, iya gue juga lihat, abis cium bibir loe dia berdiri nyender di meja belajar itu," ucap Vivi.
"Iya betul, betul dia senyum-senyum karena melihat loe yang nggak bisa bangun meski dia udah cium loe berkali-kali. Dia pake baju seragam, eeeh... kok perasaan gue dia pake baju seragam sekolah kita ya? Apa gue mimpi ya? Saking ingin dia sekolah di sekolah kita. Dia kan mahasiswa kok pake seragam sekolah kita? Apa gue mimpi ya?" tanya Kimmy tiba-tiba.
"Eh, iya ya perasaan gue juga lihat gitu. Loe nggak mimpi kok, masa mimpi kita sama, gue juga lihat dia pake baju seragam sekolah kita. Masa mimpi kita bisa samaan sih? Apa karena kita begadang, jadi otak kita masih capek. Mimpinya jadi ngawur," ucap Vivi.
Athena tiba-tiba tersadar dan menoleh ke arah jendela. Dan benar hari telah menjelang terang. Gadis itu terdiam sedih sendiri. Jika biasanya dia tertidur dan tak di bangunkan Axel dia akan menjerit marah pada laki-laki itu karena telah menghilangkan kesempatan mereka bertemu.
Namun, kali ini Athena terpaksa hanya diam, rindunya pada Axel kekasihnya hanya bisa ditahan karena sahabat-sahabatnya yang menginap di kamarnya. Dan Athena juga tak bisa berbuat apa-apa dengan Axel jika akhirnya tadi Athena terbangun.
Kasihan Kak Axel, gara-gara semalam begadang aku jadi sulit bangun. Aaah, haaa, kita nggak bisa mesra-mesraan menjelang pagi, huuu, dasar, tapi kenapa Vivi dan Kimmy bisa melihat Kak Axel ya? Kalau pake seragam? Positif itu Kak Axel-ku bukan anaknya Mommy Olivia? Nanti aku coba tanyakan ke Kak Axel, apa dia datang hari ini, batin Athena.
Saat mata mereka telah cukup kuat untuk bangun akhirnya mereka bangun. Setelah meregangkan tubuhnya sejenak mereka bergantian ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat turun dari lantai atas Ny. Anna menyambut mereka dengan sarapan yang telah tersedia. Mereka pun sarapan bersama-sama sambil berbincang.
"Tadi Kak Axel datang 'kan Tante?" tanya Kimmy tiba-tiba.
Karena masih penasaran untuk meyakinkan apa yang dilihatnya.
"Nggak! Nggak datang kok, masa pagi-pagi sudah datang bertamu?" tanya Mama Athena.
"Iya lho Tante, Vivi juga lihat Kak Axel datang," sahut Vivi.
Mereka terdiam namun kemudian tertawa membenarkan. Sementara Mia dan Athena hanya diam mendengarkan debat mereka. Athena dan Mia sepertinya telah yakin siapa yang mereka bicarakan.
Athena membenarkan dalam hati karena yakin kalau yang dibicarakan adalah Axel yang memang setiap hari membangunkannya dengan cara mencium bibirnya. Sementara Mia yakin karena bisa melihat Axel yang sejak kemarin dilihatnya juga ikut tertawa melihat tingkah mereka saat begadang.
Hari itu, setelah puas menginap di rumah Athena. Teman-teman gadis itu pamit pulang ke rumah masing-masing. Saat itu Athena kembali merasakan sepi sendiri di kamarnya. Tiba-tiba Mama Athena mengetuk pintu, gadis itu mengizinkan ibunya masuk. Athena duduk di ranjangnya tersenyum menunggu maksud ibunya datang menemui.
"Bagaimana rasanya sayang sekarang sudah tujuh belas tahun. Anak gadis Mama sudah bertambah besar, sudah punya seseorang yang dicintai dan mencintaimu. Cuma Mama merasa belum yakin kalau kamu benar-benar mencintai Axel, apa pikiran Mama ini salah?" tanya Mama Athena.
"Mama merasakan itu?" tanya Athena.
"Ya, Mama merasakan itu juga saat kamu pacaran dengan Evan. Kamu terlihat suka, seakan-akan ingin bersamanya tapi tetap saja ada keraguan untuk memiliki hubungan yang serius. Apa kamu memiliki krisis kepercayaan terhadap seorang laki-laki?" tanya Mama Athena tiba-tiba.
"Nggak Ma, Athena bisa percaya pada orang yang benar-benar bisa dipercaya. Cuma berhubungan serius itu sepertinya harus menyerahkan kepercayaan sepenuhnya. Sementara untuk Axel, Athena nggak bisa sepenuhnya percaya karena ada hal-hal yang membuat Athena sulit percaya," jelas Athena.
"Apa itu, apa yang membuatmu tidak percaya padanya? Mama lihat keluarganya sangat menyayangimu, dia juga menyayangimu. Lalu apa lagi sayang?" tanya Mama Athena.
"Entahlah Ma, mungkin karena kami belum lama berkenalan," ucap Athena.
"Belum lama? Mama dengar namanya saja sudah lama," ucap Mama Athena.
"Ya, tapi 'kan nggak mengenal orangnya secara personal. Athena juga kenal dengan Christ Hemsworth atau Justin Bieber? Mama juga kenal mereka? Tapi apa kita kenal pribadi mereka?" tanya Athena.
"Ya, Mama tahu kalau itu, tapi masa sih sekian lama menyukai seseorang tapi masih belum mengenal pribadinya? Lalu apa yang kamu suka darinya? Atau ada sesuatu yang membuatmu terpaksa menolak menyukainya. Apa ada yang melarangmu menyukai Axel atau Evan?" tanya Mama Athena penasaran.
"Nggak ada Ma, cuma keraguan yang muncul dari diri sendiri aja," ucap Athena.
"Wah, gawat kamu ini. Kalau seperti ini, merasa ragu terus kamu bisa jadi perawan tua!" seru Mama Athena.
__ADS_1
"Ma, Athena ini baru tujuh belas! Masa umur segitu dibilang perawan tua?" tanya Athena bernada protes.
"Ya nggak sekarang, cuma kalau seperti ini terus lama-lama bisa jadi perawan tua," ulang Mama Athena.
"Mama nakut-nakutin aja ah!" seru Athena.
Mama Athena tertawa lalu memeluk putri kesayangannya. Sekali lagi mengucapkan selamat ulang tahun dan mengucapkan harapan dan doa-doanya untuk Athena.
Saat kembali ke sekolah Athena langsung di datangi Evan. Gadis itu merasa heran namun tersenyum saat Evan mengulurkan tangannya.
"Untuk apa ini?" tanya Athena.
"Untuk berkenalan denganmu! Aku ingin mulai berteman denganmu dari awal lagi!" seru Evan.
"Ada-ada aja kamu. Udah kenal malah mau kenalan lagi," ucap Athena namun menyambut uluran tangan Evan.
"Aku ingin mengenalkan diri sebagai Evan yang baru. Evan yang baik dan Evan yang akan menjadi sahabatmu," ucap Evan sambil menggoyangkan jabat tangannya hingga tiga kali. Athena tertawa.
"Ya baiklah! Aku terima berkenalan denganmu! Evan yang baru, Evan yang baik dan Evan sahabatku!" jawab Athena sambil tertawa.
Mereka pun lanjut melangkah menuju kelas Athena.
"By the way, gimana hubunganmu sama Luna?" tanya Athena.
"Dia udah punya pacar baru dan sepertinya dia enjoy dengan pacar barunya," ucap Athena.
"Wah, kamu pasti cemburu ya?" tanya Athena.
"Nggak lah, sebenarnya hubungan kami juga nggak sehat. Aku nggak yakin kalau kami benar-benar saling cinta bisa jadi kami ini cuma ingin saling mengisi kekosongan hati. Kalau ditanya apa benar-benar saling mencintai dan mau berkorban satu sama lain? Rasanya tak ada yang akan mau," ucap Evan sambil tersenyum.
"Mungkin itu cuma perasaanmu, bagaimana dengan dia? Mungkin dia tulus mencintai kamu," ucap Athena.
"Aku rasa nggak! Saat ini dia nggak peduli padaku. Kalau benar-benar tulus cinta sama aku, dia pasti menungguku dan tidak mencoba menjalin hubungan dengan cowok lain. Tapi tetap saja Athena, aku sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi padanya. Jika aku paksakan bersamanya hanya akan menyakiti perasaannya saja," jelas Evan.
"Oh, Ok!" ucap Athena yang telah sampai di depan kelasnya.
"Baiklah, kalau gitu, aku kembali ke kelasku ya!" seru Evan.
"Baiklah! Thank you udah mengantarku sampai ke kelas dengan selamat," jawab Athena.
Evan tertawa sambil melangkah kembali ke kelasnya. Hatinya telah lega karena tak lagi memiliki ganjalan dihatinya karena telah dimaafkan Athena dan gadis itu telah bersedia menerima permintaan pertemanannya.
"Apa-apaan itu? Dia mau balik lagi ama loe?" tanya Kimmy.
"Nggak lah, sekarang kami udah jadi teman baik, dia udah jadi teman kita sekarang," ucap Athena.
"Oh gue pikir dia mau balik lagi, udah telat! Athena udah punya pacar yang lebih baik dari dia ...,"
"Huush, jangan gitu! Mana tau dia emang udah tekad jadi cowok yang baik sekarang. Kita nggak tahu gimana baiknya orang yang telah sadar, ya 'kan? Nanti ujung-ujungnya loe malah klepek-klepek ama dia," ucap Athena pada Kimmy.
"Nggak lah gue 'kan udah punya cowok and gue ini sangat setia," balas Kimmy lantang.
"Syukurlah, tadi dia ingin berteman ama gue, jadi gue putusin buat terima dia jadi temen gue. Loe-loe semua kalau nggak suka ama dia ya udah biar dia jadi temen gue aja nggak perlu jadi temen kalian," ucap Athena sambil tersenyum.
"Ih, masa gitu sih? Kalau teman loe itu berarti temen kita juga lah," ucap Vivi.
Athena menyatukan jari telunjuk dan jempolnya membentuk lingkaran. Terdengar bel berbunyi, mereka pun bersiap-siap menjalani kegiatan belajar mengajar hari ini. Athena menatap melalui jendela kaca. Hatinya rindu menatap Axel yang biasanya tersenyum sambil menatapnya dibalik kaca jendela kelas.
Kapan aku bisa melihat Kak Axel di siang hari lagi? Batin Athena.
Lalu menghembuskan nafas panjang dan kembali menatap ke depan kelas untuk mendengarkan pelajaran dari guru kelas hari ini
__ADS_1
...~ Bersambung ~...